Friday, April 23, 2010

Pengertian Tasawuf

A.Pengertian Tasawuf

              Tasawuf menurut bahasa adalah sejumlah kata atau istilah yg di hubungkan oleh para ahli untuk meenjelaskan kata tasawuf.Harun Nasition misalnya menyebutkan lima istilah yg berkenaan dengan tasawuf,yaitu ahl al-suffah ( orang yang ikut pindah dangan Rosululloh saw.dai madinah ke mekah)Selama ini ada tiga sudut pandang yg di gunakan para ahli untuk mendefinisikan tasawuf yaitu sudut pandang manusia sebagai mahluk terbatas,manusia sebagai muhluk yg berjuang,dan manusia sebagai makhluk yg terbatas.

B.Sumber Ajaran Tasawuf

Tasawuf bersumber pd ajaran islam karena dipraktikan oleh Nabi Muhammad saw.dan para sahabat.Semua itu dilihat dari azaz-azaz yg diterapkan,yaitu berdasarkan al-Quran dan sunnah.

C.Maqomat dalam Tasawuf
Kata maqomat berasal dari bahasa arab yg berarti tempat orang berdiri atau pangkal mulia.Istilah ini digunakan untuk arti jalan panjang yg harus di tempuh oleh seorang suffi untuk berada dekat dengan
alloh.Dalam bahasa inggris Maqomat dikenal dengan istilah stages yg berarti tangga.
Maqomat dalam tasawuf adalah:
1.Zuhud
Zuhud berarti tidak ingin terhadap sesuatu yang bersifat ke duniawian.
2.Tobat
Tobat yaitu memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan di sertai janji ygb sungguh-sungguh untuk tidak akan mengulangi perbuatan dosa tersebut.
3.Wara'
Wara' adalah meninggalkan segala yg di dalamnya terdapat keragu-raguan antara halal dan haram(syubhat)
4.Kefakiran
Fakir adalah tidak meminta lebih dari apa yang menjadi hak kita,tidak meminta rizki dan kecuali hanya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban.
5.Sabar
sabar berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan kehendak allah.
6.tawakal
tawakal adalah menyerahkan diri seorang hamba kepada allah.
7.rida
rida adalah tidak berusaha,tidak menentang qada dan qadar alloh dan menerima apa adanya

.Apa yang temen Antum sampaikan secara garis besar senafas dengan apa yang saya sampaikan sebelumnya hanya beda redaksi saja ustadz :-)

Di Al-Qur'an selain maqom muslim, mu'min, muttaqin, muhsin, mukhlis, muqorrobin, juga disebut-sebut mengenai maqomat (kata jamak dari "maqom") lainnya. Yaitu:

1. Muflihiin = orang-orang yang menang/ beruntung
2. Faa'izuun = orang-orang yang mujur
3. Ashabul Yamiin = orang-orang golongan kanan
4. Shalihiin = orang-orang yang saleh
5. Abraar = orang-orang yang baik-baik sangat berbakti kepada Allah
6. Mukramiin = orang-orang yang dimuliakan Allah
7. Shadiqiin= orang-orang yang benar
8. Shiddiqiin = orang-orang yang membenarkan
9. Muqiniin = orang-orang yang yakin
10. Muhtadiin = orang-orang yang diberi petunjuk
11. Shabiriin = orang-orang yang sabar
12. Akhyaar = orang-orang yang terbaik
13. Mukhlasiin = orang-orang yang tersucikan
14. Muthohharun = orang-orang yang disucikan
15. Aaminiin = orang-orang yang aman/ selamat
16. Mardhiyaa = orang yang diridhai Allah
17. Dzu hazhzhin 'azhiim = orang-orang yang mempunyai Keberuntungan yang amat besar

Lalu apa kaitannya dengan 7 maqom yang dibahas pada e-mail sebelumnya?
Baiklah coba saya uraikan sebisa mungkin, semoga Allah ta'ala meridhoi dan menolong...

I. Maqom Muflihiin, Faa'iizuun & Ashabul Yamiin

Pada penjelasan 7 maqomat sebelumnya disampaikan bahwa pada level (maqom) Kedua yaitu MU'MIN terdapat 2 sub-golongan, yaitu:

Gol 1. Orang-orang muslim yang beriman (mu'minin) namun amal salehnya lebih ringan daripada amal buruknya selama hidupnya di dunia. Orang-orang muslim yang beriman (mu'minin) ini baru bisa masuk surga setelah melalui azab siksa neraka dulu untuk dibersihkan hati-pikiran-jiwanya dari dosa-dosanya yang masih tersisa.

Gol 2. Orang-orang muslim yang beriman (mu'minin) namun amal salehnya LEBIH BERAT daripada amal buruknya selama hidup di dunia. Orang-orang muslim yang beriman ini bisa LANGSUNG masuk surga tanpa harus melalui azab siksa neraka dulu. Nah, kaum mu'minin (orang-orang beriman) inilah yang disebut atau telah mencapai maqom atau derajat:
1. Muflihiin = orang-orang yang menang/ beruntung
2. Faa'izuun = orang-orang yang mujur
3. Ashabul Yamiin = golongan kanan


فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسَى أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ

"Adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Qashshash ayat ke-67)

لا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ

"Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang mujur." (QS. Al-Hasyr ayat ke-20)

وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ
فَسَلامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ

"Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan." (QS. Al-Waaqi'ah ayat ke-90 sd ke-91)


II. Maqom Ash-Shalihiin, Al-Abror, Al-Mukramiin

Pada penjelasan 7 maqomat sebelumnya disampaikan bahwa di level (maqom) KETIGA yaitu MUTTAQIN adalah Orang-orang muslim yang bertakwa 100% (menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya). Mereka inilah bersama-sama dengan mereka yang berada di Maqom lebih mulia alias diatasnya (Maqom 4 s/d 7) termasuk dalam golongan, derajat atau maqom:
4. Ash-Shalihin = orang-orang yang saleh
5. Al-Abraar = orang-orang yang baik-baik sangat berbakti kepada Allah
6. Al-Mukramiin = orang-orang yang dimuliakan Allah

إِنَّ الأبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ
"Sesungguhnya orang yang baik-baik sangat berbakti (kepada Allah) itu benar-benar berada dalam keni'matan yang besar (surga)." (QS. Al-Muthoffifiin ayat ke-22)

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ
بِمَا غَفَرَ لِي
رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

"Dikatakan (Malaikat kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan (al-mukramiin) ". (QS. Yaasiin ayat ke-26 sd ke-27)

وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَى وَعِيسَى وَإِلْيَاسَ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ

"Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Al-An'aam ayat ke-85)

Semua Nabi Allah, total 124.000 Nabi, adalah orang-orang yang saleh (Shalihiin), baik-baik sangat berbakti (Abror) dan dimuliakan (Mukramin) Allah. Maka 'insya Allah barangsiapa yang bertakwa 100% DAN dalam kesehari-hariannya perilakunya "minimal" mencerminkan 51% kesalehan pribadi & sosial dari salahsatu dari 124.000 Nabi tsb maka ia termasuk orang-orang yang saleh (Shalihiin), yang baik-baik sangat berbakti (Abror) dan dimuliakan (Mukramin) Allah DAN "minimal" telah mencapai derajat atau MAQOM KETIGA: MUTTAQIN.

III. Maqom Ash-Shadiqiin, Ash-Shiddiqiin, Muqiniin & Muhtadiin

Pada penjelasan 7 maqomat sebelumnya disampaikan bahwa di level (maqom) KEEMPAT yaitu MUHSININ adalah orang-orang yang tidak hanya menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan Allah tapi mereka selalu "berbuat kebajikan" ("Ihsan") kapan saja dan dimana saja karena mereka selalu merasakan kehadiran Allah dimana saja dan kapan saja. Mereka sadar Allah Maha Halus dapat menembus hati, pikiran, dan jiwa kita semua dan karenanya dapat persis memahami, merasakan, mengetahui 100% segala apa yang terlintas dalam hati, pikiran dan jiwa kita. Karena itu golongan Muhsinin ini jangankan berbuat ataupun berkata yang tidak baik, berpikir atau berniat yang tidak baik saja takkan terlintas dalam hati dan pikiran mereka. Mereka selalu merasakan kehadiran dan pengawasan-Nya. Nah, mereka inilah bersama-sama dengan mereka yang berada di Maqom lebih mulia/lebih tinggi (Maqom 5, 6 & 7) termasuk dalam golongan, derajat atau maqom:
7. Ash-Shadiqiin = orang-orang yang benar imannya dan benar seluruh ucapannya
8. Ash-Shiddiqiin = orang-orang yang sangat membenarkan / teguh sekali Keimanannya dalam seluruh ucapan dan amal perbuatannya
9. Al-Muqiniin = orang-orang yang amat yakin (karena senantiasa merasakan berada dalam hadirat-NYA selalu)
10. Al-Muhtadiin = orang-orang yang diberi petunjuk LAHIR (kasatmata) maupun BATIN (Kasyf)

رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ
مُوقِنِينَ

"(Inilah) Rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ( segala sesuatu baik yang paling tersembunyi dalam
hati, pikiran dan jiwa semua hamba-Nya). Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (baik segala hal yang nampak maupun segala hal yang "tersembunyi" ) jika kamu adalah (benar-benar) orang yang meyakini ( "muqiniin")." (QS. Ad-Dukhaan ayat ke-6 sd ke-7)

Nabi Muhammad saw. adalah Nabi terakhir, tak ada nabi lagi yang diutus sepeninggal beliau, tapi dalam setiap zaman selalu ada orang-orang Shadiqiin, Shidiqiin, Muqiniin. Mereka lah orang-orang Muhtadin ("orang-orang yang diberi petunjuk LAHIR maupun BATIN (Kasyf) ) yang dapat diikuti bagaimana meneladani Nabi Muhammad saw baik sisi lahiriah maupun sisi batiniah (kejiwaan, kondisi hati)-nya. Salah satu ciri mereka (kaum Muhtadiin) adalah tiada pernah minta upah sekecil apapun atau imbalan apapun dari apa yang mereka sampaikan, jelaskan atau ajarkan.

اتَّبِعُوا مَنْ لا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ

"Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Yaasiin ayat ke-21)

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

" Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (muhtadiin)." (QS. Al-Qalam ayat ke-7)

Semua Nabi Allah adalah termasuk golongan Shadiqiin, Shiddiqiin, Muqiniin dan Muhtadiin. Dan dalam Al-Qur'an ada 18 Nabi yang dikaitkan langsung dengan sebutan "Shadiqin", "Shiddiqin", "Muqiniin" dan/atau "Muhsinin" yaitu:
1. Adam as
2. Idris as
3. Nuh as
4. Hud as
5. Shalih as
6. Ibrahiim as
7. Luth as
8. Isma'il as
9. Is-haaq as
10. Ya'qub as
11. Yusuf as
12. Syu'ayb as
13. Musa as
14. Harun as
15. Dawud as
16. Sulayman as
17. Ayyub as
18. Ilyas as


وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ كُلا هَدَيْنَا وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

"Dan Kami telah menganugerahkan Ishaaq dan Ya'qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Dawud, Sulayman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan (Muhsinin)." (QS. Al-An'aam ayat ke-84)

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا

"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan ("shiddiqin") dan seorang nabi." (QS. Maryam ayat ke-56)

سَلامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ
إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan (Muhsinin)." (QS. Ash-Shaaffat ayat ke-130 sd 131)

Maka 'insya Allah barangsiapa yang Bertakwa 100% Lahir-Batin DAN dalam kesehari-hariannya perilakunya "minimal" mencerminkan 61% akhlak mulia dari salahsatu dari ke-18 Nabi tsb diatas maka 'insya Allah ia termasuk golongan orang-orang Shadiqiin, Shiddiqiin, Muqiniin sekaligus Muhtadiin DAN "minimal" telah mencapai derajat atau MAQOM KEEMPAT: MUHSININ.


IV. Maqom Ash-Shabiriin, Al-Akhyaar & Mukhlasiin

Pada penjelasan 7 maqomat sebelumnya disampaikan bahwa di level (maqom) KELIMA yaitu MUKHLISIN adalah golongan muslim yang beribadah dan beramal sholeh sudah tidak lagi karena harap surga atau takut masuk neraka tapi semata-mata ikhlas karena Allah. Mereka adalah hamba-hamba- Nya yang selalu dan sepenuhnya 100% ridho dan ikhlas terhadap apapun yang diperintahkan dan ditetapkan oleh Allah ta'ala untuk mereka. Semangat penghambaan mereka 100% ikhlas karena Allah. Dan karena itu mereka dapat selalu 100% sabar dan tetap tenang hatinya terhadap segala ujian, cobaan dan musibah. Mereka termasuk orang-orang yang terbaik ( akhyaar ) dan hati-jiwa mereka tersucikan (mukhlas) dari pamrih dunia dan akhirat. Nah, mereka inilah bersama-sama dengan mereka yang berada di Maqom diatasnya ( Maqom 6 & 7 ) termasuk dalam golongan, derajat atau maqom :
11. Ash-Shabiriin = orang-orang yang sabar 100% karena 100% ridho terhadap segala ketetapan & kehendak Allah
12. Al-Akhyaar = orang-orang yang terbaik karena 100% sabar-ridho terhadap semua kehendak Allah
13. Mukhlasiin = orang-orang yang tersucikan hati-jiwanya dari pamrih dunia-akhirat

Dalam Al-Qur'an ada 9 Nabi yang secara khusus dipuji Allah karena Kesabaran dan Keikhlasannya dalam menerima segala ujian dan cobaan dari-Nya sehingga termasuk golongan orang-orang yang paling baik (Al-Akhyaar) bahkan termasuk "orang-orang terbaik pilihan" (Al-Mushthofainal Akhyaar). Yaitu:

1. Nabi Idriis as
2. Nabi Ibrahiim as
3. Nabi Isma'iil as
4. Nabi Is-haaq as
5. Nabi Ya'qub as
6. Nabi Yuusuf as
7. Nabi Ayyub as
8. Nabi Al-yasa'a as
9. Nabi Dzul-Kifli as

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Isma'il, Idris dan Dzul-Kifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar." (QS. Anbiyaa' ayat ke-85)

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
"Sesungguhnya wanita itu menginginkan Yusuf, dan Yusuf pun menginginkannya sekiranya dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami palingkan daripadanya kejahatan dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang IKHLAS ( ridho dalam menerima segala ujian dan cobaan dari Tuhan )." ( QS Yuusuf ayat ke-24)

وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ وَكُلٌّ مِنَ الأخْيَارِ

"Dan ingatlah akan Isma'il, Ilyasa'a dan Dzul-Kifli. Semuanya termasuk orang-orang yang terbaik (akhyaar)." (QS. Shaad ayat ke-48 )

Maka 'Insya Allah barangsiapa yang Bertakwa 100% IKHLAS Lahir-Batin DAN dalam kesehari-hariannya perilakunya "minimal" mencerminkan 71% akhlak mulia dari salahsatu dari 9 (Sembilan) Nabi diatas maka 'insya Allah ia termasuk golongan Ash-Shabiriin, Al-Akhyaar sekaligus Mukhlasiin DAN "minimal" telah mencapai derajat atau MAQOM KELIMA: MUKHLISIN.


V. Maqom Muthohharuun, Aaminiin & Mardhiyaa

Pada penjelasan 7 maqomat sebelumnya disampaikan bahwa di level (maqom) KEENAM yaitu MUQORROBIN adalah golongan muslim yang di hati dan pikiran mereka hanyalah Allah. Golongan Muqorrobin dan golongan yang berada pada maqom diatasnya (yaitu Al-Insan al-Kamil) termasuk dalam Golongan MUTHOHARUUN yaitu Orang-orang yang disucikan bukan hanya suci lahirnya saja tapi juga suci batin-jiwanya- pikirannya dan terutama hatinya dari segala sesuatu selain Allah. Di hati mereka 100% hanya ada untuk Allah sehingga sangat dekat sekali -- 100% dekat hati-jiwa-batinnya -- dengan Allah dan karena kedekatan, kesucian mereka itu lah maka orang-orang ini dapat memahami Makna-Makna terdalam, Rahasia-Rahasia paling tersembunyi, Kekuatan-Kekuatan dahsyat tersembunyi dari Ayat-Ayat suci Allah ta'ala yang terkandung dalam Al-Qur'an dan terjabar luas dengan sangat indah dalam Keseluruhan Alam Semesta.

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ
فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ
لا يَمَسُّهُ إِلا الْمُطَهَّرُونَ

"sesungguhnya Al Qur'an ini adalah sangat mulia, dalam kitab yang
terpelihara baik (Lohmahfuz), tiadalah (dapat) menyentuhnya (Makna-makna terdalam, Rahasia-rahasia dan Kekuatan-kekuatan dahsyat tersembunyi dari ayat-ayat suci itu) kecuali hamba-hamba( -Nya) yang disucikan (Muthohharun)." (QS. Al-Waaqi'ah ayat ke-77 sd ke-79)

Mereka ini pula termasuk dalam golongan hamba-hamba- Nya yang:

15. Aaminiin = yang aman/selamat dari gangguan/cobaan/ pengaruh iblis/setan
16. Mardhiyaa = yang diridhai Allah

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولا نَبِيًّا
وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا

"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Isma'il (yang tersebut) di dalam Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh keluarganya (umatnya) untuk sholat dan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhoi ("mardhiyaa") di sisi Tuhannya." (QS. Maryam ayat ke-55 sd ke-56 )

وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ يَا مُوسَى أَقْبِلْ وَلا تَخَفْ إِنَّكَ مِنَ الآمِنِينَ
"Dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (Musa) melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): "Hai Musa, datanglah kepada-Ku dan janganlah engkau takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang aman ("aaminiin")." (QS. Al-Qashshash ayat ke-31)

Dalam Al-Qur'an ada seorang Nabi yang dikaitkan langsung dengan MAQOM Keenam MUQORROBIN ini yang dalam dirinya terpancar 3 kualitas yang mesti ada pada setiap MUQORROB yaitu:
14. Muthohhar = yang disucikan lahir-batinnya dari hal-hal yang kotor dan tercela
15. Aamin = yang aman dari gangguan/pengaruh/ bisikan halus iblis/setan
16 Mardhiyaa = yang diridhai Allah;

Sang Nabi itu adalah:

إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ
الْمُقَرَّبِينَ

"(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih (artinya: Pengembara) Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia, dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan ( "Muqorrobin" )." (QS. Ali-'Imraan ayat ke-45)

Maka 'insya Allah barangsiapa yang Bertakwa 100% IKHLAS penuh gairah tak kenal lelah beribadah lahir batin dan dapat mencerminkan selalu dalam perilaku sehari-harinya "minimal" 81% akhlak mulianya Nabi 'Isa al-Masih 'alayhi as-salam maka 'insya Allah ia termasuk kedalam golongan hamba-hamba- Nya yang berada pada MAQOM KEENAM: MUQORROBIN yang termasuk dalam golongan Muthohharuun-Aaminiin-Mardhiyaa.


VI. Maqom Dzu hazhzhin 'azhiim

Pada penjelasan 7 maqomat sebelumnya disampaikan bahwa di level (maqom) KETUJUH yaitu "Al-Insan al-Kamil" ( Manusia yang sempurna akhlak mulianya) adalah mereka yang 100% Damai LAHIR BATIN DUNIA AKHIRAT karena mereka berserah diri 100% kepada Allah dengan berusaha mengikuti AKHLAK LUHUR-MULIA Nabi Muhammad saw 100% kapanpun dan dimana saja. Mereka inilah yang termasuk dalam golongan "Dzu hazhzhin 'azhiim" yaitu "orang-orang yang mempunyai Keberuntungan yang amat besar" di dunia ini apalagi di akhirat nanti.

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Kemuliaan/Keutamaan itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar ("dzu hazhzhin 'azhiim"). Dan jika engkau diganggu setan dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Fushshilat ayat ke-35 sd ke-36)

Dengan mencoba meneladani sungguh-sungguh penuh totalitas 100% AKHLAK MULIA Nabi Muhammad saw 'insya Allah seseorang dapat mencerminkan minimal 90% Akhlak Mulia Nabi Muhammad saw atau cobalah mencerminkan minimal 91% akhlak mulia Nabi Ibrahiim as dalam keseluruhan perilaku sehari-hari. Mengapa? Karena Insan Kamil terbaik sesudah Nabi Muhammad saw, ya tak lain adalah Nabi Ibrahim as. Nabi Muhammad saw sendiri diperintahkan Allah ta'ala untuk mengikuti agama Ibrahiim yang lurus.

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلا

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebajikan, dan ia mengikuti agama Ibrahiim yang lurus? Dan Allah menjadikan Ibrahiim kesayangan-Nya. " (QS. An-Nisaa' ayat ke-125)

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahiim seorang yang hanif." dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan." (QS. An-Nahl ayat ke-123)

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ
قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ
فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

"Dan berjuanglah kamu di jalan Allah dengan sebenar-benar perjuangan. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama bapak kamu Ibrahiim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang yang tunduk, berserah diri ( muslim) dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan berpeganglah kamu pada tali (petunjuk & agama yang diridhoi oleh) Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (QS. Al-Hajj ayat ke-78)

Ya, semua Nabi Allah adalah para "Insan Kamil" ("Manusia Paripurna") pada zamannya masing-masing yang masing-masing nabi itu menceminkan minimal 91-100% Akhlak Mulia Nabi Ibrahiim as atau setidak-tidaknya 90% s.d 99% Akhlak Mulia Nabi Muhammad saw. Dan mengapa tidak 100%? Karena tak ada yang dapat mencerminkan 100% keseluruhan Akhlak Mulia Nabi terakhir kecuali Nabi Muhammad saw sendiri. Dan mereka yang telah mencapai maqom "Al-Insan al-Kamil' itu, selain para Nabi, adalah para Wali-Wali Allah yang agung. Sebagian diketahui keberadaannya oleh murid-muridnya tapi sebagian lagi "tersembunyi" maqom-nya. Mereka adalah orang-orang yang tak ingin dikenali maqom sejatinya oleh sebagian besar penduduk dunia tapi sangat dikenal oleh seluruh penghuni Langit.

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
لَهُمُ
الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

" Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tiada mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka kegembiraan di dalam kehidupan dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." (QS. Yuunus ayat ke-62 sd ke-64)

amiin

(Wiyoso Hadi)
Diposkan oleh Kang Abet di 13:06
Posting Lebih Baru Posting Lama

No comments:

Post a Comment