Saturday, December 18, 2010

Kehamilan Ektopik

Kehamilan Ektopik

Definisi

Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan gestasi di luar kavum uteri. Kehamilan ektopik merupakan istilah yang lebih luas daripada kehamilan ekstrauteri; karena istilah ini juga mencakup kehamilan di pars interstisialis tuba, kehamilan di kornu, dan kehamilan di serviks.

Prinsip Dasar

Pada wanita dalam masa reproduksi dengan gangguan atau keterlambatan haid yang disertai dengan nyeri perut bagian bawah, perlu difikirkan kehamilan ektopik terganggu (KET). Gambaran klinik kehamilan ektopik yang terganggu amat beragam. Sekitar 10 – 29% pasien yang pernah mengalami kehamilan ektopik, mempunyai kemungkinan untuk terjadi lagi. Kira-kira sepertiga sampai separuh dari pasien dengan kehamilan ektopik mempunyai riwayat infeksi pelvis sebelumnya.

Diagnosis

Anamnesis – nyeri abdomen, perdarahan pervaginam, terlambat haid. Pemeriksaan fisik – umum, abdomen, pelvis.
Kehamilan ektopik belum terganggu dapat ditentukan dengan USG: akan tampak kantong gestasi bahkan janinnya.
Tes tambahan – tes HCG, USG, kuldosentesis, kuretase endometrium, laparoskopi, kolpotomi/kolposkopi.

Manajemen

Prinsip-prinsip umum penatalaksanaan:

Rawat inap segera.

Operasi segera setelah diagnosis dibuat.
Penggantian darah sebagai indikasi untuk hipovolemik/anemia.
Pada kehamilan ektopik belum terganggu, bila kantong gestasi tak lebih dari 3 cm, dapat dipertimbangkan
terapi dengan MTX 50 mg/minggu yang dapat diulang 1 minggu kemudian bila janin masih hidup. Pasien dapat berobat jalan setelah mendapat informasi bahwa keberhasilan terapi medikamentosa hanya 85%. Bila ternyata tak terjadi ruptura, maka pasien dapat diminta kontrol tiap minggu untuk USG dan pemeriksaan HCG. Bila terjadi tanda nyeri/abdomen akut pasien harus segera di laparatomi.

Referensi : Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi

No comments:

Post a Comment

Iklan