Monday, January 24, 2011

Jenis Jamur dan cara budidaya

Jamur merupakan sumber makanan yang memiliki nilai gizi tinggi. Kandungan lemaknya yang rendah menyebabkan jamur layak untuk dikonsumsi, apalagi untuk orang yang sedang melakukan diet. Kandungan nutrisi pada jamur juga terbilang lengkap. Tidak hanya vitamin, jamur juga memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti kalium, kalsium, natrium, fosfor, besi, dan magnesium. Selain itu, serat pada jamur juga cukup tinggi, yakni berkisar 7.4—27.6%.
Berikut perincian kandungan zat gizi beberapa jenis jamur konsumsi.
NO
Jenis
Protein
Lemak
Karbohidrat
1
Jamur Tiram
27
1.6
58
2
Jamur Kuping
8.4
0.5
82.8
3
Jamur Shiitake
17.5
4.9
78
4
Jamur Kancing
23.9
1.7
62.5
5
Jamur Merang
25.9
0.3
4
Dibandingkan dengan beberapa jenis sayuran lain, seperti bawang, kubis, jeruk, dan apel, jamur memiliki kandungan protein yang tinggi. Umumnya, terdapat sembilan jenis asam amino esensial yang terdapat pada jamur, di antaranya lysin, methionin, tryptophan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan phenilalanin. Zat gizi lain yang terdapat pada jamur adalah lemak. Sebagian besar asam lemak jamur merupakan asam lemak tak jenuh yang sangat dibutuhkan tubuh. Zat ini tidak membahayakan walaupun dikonsumsi dalam jumlah besar. Berbeda dengan lemak pada daging yang merupakan asam lemak jenuh yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah besar. 
Berikut kandungan asam lemak yang terdapat pada jamur.
Jamur
% Asam Lemak pr Berat Kering
Jenuh
Tak Jenuh
Jamur Kancing
19.5
80.5
Jamur Kuping
25.8
74.2
Jamur Shiitake
19.9
80.1
Jamur Tiram
20.7
79.3
Jamur Merang
14.6
85.4
Selain beberapa manfaat tersebut, jamur juga memiliki manfaat pengobatan. Misalnya, jamur tiram memiliki khasiat obat sebagai berikut.
1. Meningkatkan Sel Darah Merah (Eritrosit).    Kandungan zat besi dan niasin dalam jamur tiram sangat berguna dalam pembentukan sel-sel darah merah. Kita ketahui, sel-sel darah merah merupakan komponen terbesar dalam darah, jumlahnya 45—60% dari total volume darah.
2. Menurunkan Kolesterol.
Jamur tiram juga mengandung serat tinggi, sehingga bermanfaat dalam menurunkan kepekatan lemak dalam darah, dan mengeluarkan kolesterol, serta mencegah penyerapan berlebih dari makanan yang kita konsumsi.
3. Mengobati Kanker.Kandungan polisakarida lentinan dalam jamur tiram dipercaya mampu menekan pertumbuhan sel-sel kanker, khususnya kanker kolon. Setidaknya, penderita kanker membutuhkan jamur tiram sekitar 7 kg per minggu atau 1 kg per hari selama 6 bulan untuk pengobatan.
4. Tambahan Gizi untuk Ibu Hamil.Kandungan zat gizi penting lainnya dalam jamur tiram adalah asam folat. Asam folat diperlukan dalam sintesis timidin, yaitu salah satu bagian pembentukan DNA. Karena itu, agar kandungan asam folat di dalam jamur tiram tidak rusak, jamur tiram tidak boleh dimasak dalam suhu yang terlalu tinggi. Asam folat ini sangat dibutuhkan pada masa kehamilan, menyusui, metabolisme berlebihan, hingga bagi penderita kanker.

Masih banyak lagi manfaat jamur. Lebih lengkapnya Anda bisa membacanya di buku “Buku Pintar Bertanam Jamur Konsumsi” terbitan AgroMedia Pustaka. Bahkan, dari buku ini, Anda bisa membuka usaha pertanian berbagai jenis jamur konsumsi, di antaranya Jamur Kayu, Jamur Tiram, Jamur Kuping, dan Jamur Shiitake, Jamur Kompos, Jamur Merang dan Jamur Champignon.

Buku ini membahas secara rinci mulai dari persiapan, penanaman, perawatan, hingga pemanenan.
 

jamur memiliki banyak manfaat, lho! Penelitian terbaru membuktikan bahwa:
  • jamur adalah konsumsi yang lezat dan sehat,
  • kelezatan rasanya setara dengan daging,
  • memiliki kandungan lemakrendah sehingga sehat untuk dikonsumsi,
  • meningkatkan daya tahan tubuh,
  • melancarkan aliran darah,
  • menurunkan kadarkolesterol,
  • beberapa jenis jamur mempunyai zat antitoksin yang mampu menetralkan racun
Wow, menakjubkan sekali! Tak heran jika budi daya jamurbelakangan ini semakin marak dan diminati. Jamur menjadi komoditi baru yang menawarkan keuntungan menggiurkan. Apalagi, kesadaran masyarakat tentang manfaat jamur semakin tinggi sehingga tingkat kebutuhan pun meningkat, sementara pemasoknya masih terbatas.
Jenis Jamur Konsumsi
Tunggu dulu, tidak semua jamur bisa dikonsumsi. Beberapa jenis jamur justru mengandung racun yang membahayakan manusia. Adapun yang disebut jamur konsumsi adalah jamur yang tidak beracun, banyak mengandung protein, dan bermanfaat bagi manusia sebagaimana telah disebutkan.
Saat ini, ada beberapa jenis jamur konsusmsi yang diminatimasyarakat, di antaranya sebagai berikut.
1.  Jamur Kuping (Auricularia sp)
Disebut jamur kuping karena bentuknya yang mirip telinga manusia. Diameternya bisa mencapai 8 cm dan termasuk jenis jamur yang mudah dibudidayakan di seluruh Indonesia. Usia panennya satu bulan dan bisa dijual dalam kondisi basah maupun kering.
2.  Jamur Tiram (Pleurotus sp)
Bentuknya bulat melengkung seperti cangkang tiram dan diameternya bekisar 3-15 cm. Jamur ini mudah dibudidayakan di dataran tinggi maupun rendah. Usia panennya sekitar 4-5 hari dan berlangsung hingga empat bulan setelahnya.
3.  Jamur Merang (Volvariella volvacea)
Jamur ini tumbuh dengan media merang padi di daerah dengan suhu tinggi, 32-38 derajat Celcius. Usia panen sekitar 10 hari dan berlangsung sampai satu bulan berikutnya dengan interval 5-7 hari sekali.

Langkah Cerdas Budi Daya Jamur
Kalau Anda berminat memulai usaha budi daya jamur, tak ada salahnya Anda mempertimbangkan langkah-langkah cerdas berikut ini.
1.  Analisis dengan Akurat Cash Flow dan Permodalan Anda
Budi daya jamur memerlukan lahan (baglog) dengan perawatan khusus sehingga membutuhkan permodalan yang cukup. Selain itu, ada biaya perawatan yang harus Anda persiapkan. Oleh karena itu, akurasi cash flow dan persiapan permodalan yang cukup sangat berpengaruh pada kesuksesan bisnis Anda.
Biaya permodalan sangat bervariasi sesuai dengan daerah masing-masing. Oleh karena itu, saya sarankan Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang biaya pembuatan lahan dan biayaperawatan di daerah Anda.
2.  Cermat Memilih Pemasok Bibit Jamur yang Berkualitas Baik
Jangan mudah tertipu. Bisnis yang menjanjikan keuntungan biasanya melahirkan banyak peminat. Banyaknya peminat biasanya mengundang orang jahat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
Jangan tergiur dengan iming-iming harga murah, baik dalam pembuatan baglog maupun saat memilih bibit jamur. Pastikan baglog dan bibit jamur Anda memiliki kualitas yang baik. Untuk itu, Anda perlu survei untuk memperbanyak informasi dan pengetahuan mengenai budi daya jamur.
3.  Sabar Mengikuti Prosedur
Saat ini, banyak informasi mengenai cara-cara membudidayakan jamur. Anda bisa menemukannya di buku, internet, maupun sharing langsung dengan petani yang sudah berpengalaman.
Nah, jika Anda telah mendapatkannya, ikuti langkah-langkah tersebut dengan sabar, jangan menyalahi prosedur dengan alasan penghematan, apalagi malas.
4.  Bergabung dengan Komunitas Petani Jamur
Jika ada komunitas petani jamur di daerah Anda, jangan sungkan-sungkan untuk bergabung. Bagaimanapun, budi daya jamur masih merupakan hal baru yang masih membuka luas pintu-pintu inovasi. Dengan bergabung dalam komunitas, Anda tidak akan ketinggalanberita terbaru.
5.  Jalin Hubungan Pemasaran Jauh-jauh Hari
Anda perlu menjalin hubungan dengan jaringan pemasaran, marketing, dan distribusi, jauh-jauh hari sebelum panen. Bahkan, sejak awal mula budi daya, Anda sudah harus memiliki informasi akurat tentang jalur pemasaran sebab jamur memiliki masa distribusi yang singkat. Terlambat memasarkan hasil panen jamur Anda, kerugian tidak akan bisa dihindari.
6.  Perawatan Baglog
Periksa secara teratur kebersihan baglog. Hal ini sangat penting untuk memastikan jamur tumbuh dengan baik.

7.  Kendalikan Hama dengan Tepat dan Cermat
Ada beberapa jenis hama pada tanaman jamur, di antaranya sebagai berikut.

a. Lalat
Kelembaban baglog mengundang kehadiran lalat dan lalat-lalat itu akan meletakkan telurnya di dalam baglog. Saat telur menetas, larva lalat merusak miselium dan jamur dewasa sehingga jamur menjadi keriput dan batangnya berlubang. 

b. Tungau
Adalah jenis serangga kecil berwarna cokelat dan dikenal dengan sebutan krepes. Tungau bisa membuat kerusakan sporadis pada batang jamur.
c. Rayap
Rayap sering menyerang kumbung dan baglog. Pada giliran berikutnya, merusak tanaman jamur. Oleh karena itu, perlu perhatian serius agar rayap tidak menyerang tanaman Anda.
d. Laba-laba
Laba-laba biasa bersembunyi di antara susunan baglog, lalu memakan miselium dan batang jamur. Selain itu, laba-laba juga membawa jamur saprofit dan parasit yang merusak tanaman jamur.
e. Cacing
Ada jenis cacing tertentu yang menyerang miselium dan merusak tanaman jamur. Oleh karena itu, perlu pengecekan terus-menerus untuk memastikan tanaman Anda terbebas dari cacing.

Sumber : Dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment