Sunday, January 9, 2011

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pengembangan Sumber Daya Manusia
Feeds: Posts Comments
MEMBANGUN AKHLAK BAG.III KUMPULAN KATA K
December 21, 2010 by suaraatr2025
DAFTAR ISI



PENGANTAR BAGIAN KEDUA ………………….. 3


27. KEBAIKAN ……………………………………………. 5


28. KESUKSESAN ……………………………………….. 11


29. KASIH (rasa) ………………………………………….. 12


30. KEBAJIKAN ………………………………………….. 14


31. KERAMAH TAMAHAN

DAN KEBAJIKAN ……………………………….. 17


32. KESEMPURNAAN DAN KEBAJIKAN … 18


33. KEHORMATAN / KESUCIAN DIRI ……. 23


34. KELAKUAN BAIK ……………………………… 26


35. KASIH SAYANG …………………………………… 28


36. KESEPAKATAN …………………………………. 33


37. KEADILAN …………………………………………. 34


38. KESIAPSIAGAAN ………………………………. 38


39. KETENANGAN HATI DAN

KEBENARAN NIAT……………………………. 39


40. KEPENTINGAN (mendahulukan) ……… 40


41. KEJUJURAN …………………………………….. 42


42. KEBERSIHAN ………………………………….. 46


43. KHUSU’……………………………………………… 47


44. KESAKSIAN (syahadat) …………………….. 50


45. KEBENARAN ……………………………………. 54


46. KELEBIHAN (pahala)………………………… 70


47. KEBAKHILAN (kikir / lokek / pelit)…… 88


48. KEBOHONGAN………………………………… 95


49. KELALIMAN……………………………………. 110


50. KEHIDUPAN DUNIA TIPUAN BELAKA 137


51. KEHIDUPAN …………………………………… 139


52. KEMULIAAN ………………………………….. 149


53. KEKAYAAN ……………………………………….. 154




















PENGANTAR BAGIAN KEDUA


Pada bagian pertama, kita telah mengungkapkan makna „A-J“ sebagai satu kekuatan untuk mengetuk dinding jiwa, dalam rangka untuk mengingatkan pada diri kita bahwa membangun „Akhlak adalah suatu usaha yang bergerak sepanjang perjalan hidup ini untuk menjadikan manusia dapat hidup aman, tenteram dan rukun damai“

Oleh karena itu ingatlah selalu bahwa Allah tidak merubah nasib sesuatu bangsa (diri) sebelum dia sendiri mengusahakannya“

Bertolak dengan pikiran diatas, maka menemukan jati diri, bukanlah sesuatu yang mudah untuk diamalkan dalam hidup ini, tetapi akan menjadi satu kekuatan bila daya kemauan yang kuat untuk menjalankannya sehingga terbentukekuatan pikiran menjadi kebiasaan dan secara tidak langsung manusia akan menemukan jati dirinya

Oleh karena itu, maka kebiasaan yang ditopang dengan keinginan yang berlandaskan niat, maka ilmu sebagai informasi, pengetahuan dari pengalaman sebagai keterampilan, menjadi unsur (ilmu, pengetahuan, keinginan) yang sangat menentukan kedalam kekuatan pikiran yang membetuk watak manusia. Jadi ketiga unsur tersebut yang mengetuk dinding jiwa sebagai alat pikiran kedalam unsur jiwa yang disebut „kesadaran, kecerdasan dan akal) sebagai kekuatan yang mendorong, mengapa manusia berpikir.

Dengan demikian, apa-apa yang kita utarakan dalam BAGIAN KEDUA yang mengungkapkan kata K, kedalam makna sebagai benih-benih pikiran kedalam satu kekuatan kerajaan pikiran manusia.

Benih-benih pikiran tersebut yang menuntun sikap dan perilaku manusia yang mampu untuk mereka dapat mengungkit seluruh ingatan agar manusia dapat berusaha memikirkan hal-hal yang terbayangkan mengenai usaha

manusia kedalam pikiran mengenai „Akan ditimpakan kepada mereka kehinaan di mana saja mereka berada kecuali kalau mereka menjaga tali hubungan dengan Allah dan tali hubungan dengan manusia“

Merenung, membaca dan belajar apa-apa yang terungkap dalam makna kata K dalam bagian dua ini diharapkan menjadi satu kekuatan untuk menuntun, apa-apa yang kita pikirkan dalam membangun akhlak / moral sepanjang hidup yang kita jalani.

Pada kata K yang paling banyak terungkap dalam Al Qur’an dengan pendekatan 7M seperti yang kami utara-kan dalam bagian pertama merupakan satu pendekatan untuk dapat meningkatkan daya kemauan yang kuat agar kita mampu berpikir dalam memecahkan masalah hidup ini seperti kta memikirkan satu kekuatan sebagai alat pertimbangan dalam memanfaatkan alat pikir (kesadaran, kecerdasan, akal) kedalam pikiran kita mengenai :1) Akal mengalahkan nafsu ; 2) Iman mempertimbangkan perbuatan ; 3) Yakin mengurangkan marah ; 4) Rasa keadilan hendak memiliki kepunyaan orang lain : 5) Kebenaran menumbangkan kekuasaan





27. KEBAIKAN


Kebaikan adalah sifat yang ditunjukkan oleh sikap dan perilaku manusia yang dituntun oleh sesuatu kekuatan dari keyakinan dan kepercayaan dalam nilai dan norma yang dianutnya.

Cobalah renungkan dari kekuatan nilai dan norma dalam Al Qur’an dan surat agar dapat menjadi penuntun seperti yang terungkap dibawah ini :

QS. 2 : 44” Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?

QS. 2 : 128” Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.


QS. 2 : 195” Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

QS. 3 : 115” Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

QS. 7 : 58” Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.


QS. 10 : 26” Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.


QS. 16 : 30” Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,


QS. 20 : 112” Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.

QS. 23 : 96” Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.


QS. 41 : 34” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.


-35“ Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.


-36“ Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.




QS. 98 : 7“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.


-8“ Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.


Jadi wujud kebaikan bagi setiap manusia haruslah menjadi pedoman dalam hidup untuk berbuat sesuatu yang di ridhoi oleh Allah Swt. Lebih lanjut dapat pula kita ketemukan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 112,148,158,184,195,197,200,201,269,286

QS.4 : 160 ; QS. 7 : 8,9,56,58,155,156, 157,204

QS. 8 : 17,23,70 QS. 9 : 37, 41, 50,52,53,74,88, 91,107 ; QS. 10 : 22,107 ; QS. 11 : 3,114,117

QS. 12 : 11,83 ; QS. 13 : 6, 18,22

QS. 16 : 32,62,122 ; QS. 17 : 7 ;QS. 42 : 23,40

QS. 46 : 15 (silahkan dibuka). Oleh karena itu, bentuklah kekuatan kebiasaan pikiran kita kedalam pendekatan 7 M, sebagai suatu pendekatan untuk mendorong daya kemauan yang kuat dalam mengamalkan sifat kebaikan dalam hidup ini.

KESIMPULAN


Bertolak dari pemahaman atas kekuatan 7 M, apa yang terungkap dalam surat dan ayat yang terus kita pikirkan dan merenungkan kemali bahwa setiap manusia akan „Diuji dengan kebaikan dan keburukan“ seperti yang tertuang dalam QS. 39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.“


Dengan kekuatan pikiran diatas, maka dorongan menyelami bahwa „ Allah maha melimpahkan kebaikan“ seperti yang termuat dalam QS. 52 : 28“ Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.

Oleh karena itu, „Berlomba dengan kebaikan“

QS. 2 : 148“ Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu“

Menjadi satu kebutuhan bagi manusia yang sadar dalam apa yang disebut „Kebaikan duniawi bagi yang berbuat ihsan“


Sejalan dengan pikiran diatas, renungkan makna bahwa „Baik dan buruk kehendak Tuhan“ seperti yang terungkap dalam surat dan ayat sbb.:

QS.64 : 11“ Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dengan mengungkapkan hal-hal yang kita sebut-kan diatas, mampu menuntun kekuatan brpikir agar menemukan apa yang disebut dengan „ Kesadaran manusia untuk memilih yang baik dan buruk“ sangat bergantung pada kemampuan manusia memanfaatkan kebiasaan berpikir dalam usaha mencari kebenaran.


Oleh karena itu renungkan apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini, sebagai satu kekuatan untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam mengamalkan makna „ baik dan memperbaiki diri :


QS. 90 : 10” Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.

QS. 91 : 8” maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,


QS. 8 : 1” Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”

QS. 10 : 4” Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.


QS. 19 : 60” kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.

QS.47 : 5” Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,


QS.17 : 80” Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.


QS. 5 : 39“ Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


QS. 7 : 56“ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.,


-85“ Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.

-142“ Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.”

Dengan mengungkapkan kekuatan benih-benih pikiran yang kita sebut dengan „KEBAIKAN“ yang dapat kita baca dan direnungkan yang termuat dalam AL Qur’an seperti yang telah kita ungkapkan sebagai kekuatan dapat memberikan kebiasaan untuk mengungkit daya ingat menjadi satu kekuatan menjadi daya kemauan untuk berubah dalam menjalani hidup ini.




28. KESUKSESAN


Dalam perjalanan hidup ini, kita tidak lepas dari berpikir, bekerja dan belajar sebagai mahluk yang selalu berusaha menemukan tentang diri untuk mencari jawaban yang terkait seperti dengan pertanyaan „Apa, Mangapa, Bagaimana, Bilamana“ maka masalah kesuksesan dalam arti keberhasilan ditentukan oleh kehendak Allah Swt.

Sejalan dengan pikiran diatas untuk menggerakkan kekuatan pikiran kdalam kesuksesan, cobalah renungkan ungkapan yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai usaha untuk memahami apa yang terpikirkan :

QS. 2 : 100” Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebahagian besar dari mereka tidak beriman.


QS. 22 : 77” Hai orang-orang yang beriman, ruku`lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

QS. 62 : 10” Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.


QS. 92 : 1” Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),


-7” maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

QS. 94 : 1” Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,


-6”sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.


KESIMPULAN


Bertolak dari ungkapan surat dan ayat diatas, sejenak bila kita renungkan, maka wujud dari kesuksesan itu terletak dari kehendak sang pencipta yang selalu melihat apa yang kita lakukan, oleh karena itu segala langkah haruslah dalam pikiran, apa yang disebut dengan „IKHTIAR“, merupakan salah satu ibadah yang harus kita lakukan secara berkesinambungan dalam hidup ini agar kita tidak berada dalam keragu-raguan dalam berpikir, bekerja dan belajar untuk hidup di dunia dan akhirat.

Jadi „ikhtiar“ apapun yang kita lakukan harus dilandasai dengan ke “KEIMANAN” sebagai toggak keyakinan kita atas keberadaan Allah Swt. dan oleh karena itu pula aku menyerahkan diri dengan sebulat hati artinya segala perintah dan hukum-Nya aku taati ; suruh-Nya aku kerjakan, larang-Nya aku hentikan dengan segenap kerelaan dalam menjalankan hidup ini.

Dengan demikian, bahwa „IKHTIAR“ disatu sisi harus memiliki keyakinan dan disisi lain mengandung pasrah artinya menyerah dengan kerelaan hati kepada Allah Swt ang menentukan hasil ikhtiar yang kita lakukan dalam hidup ini.



29. KASIH (rasa)


Apa yang terbayangkan bila kata „KASIH“ terungkit dalam pikiran kita, tidak lain adalah perasaan sayang, maka disitu terletak kekuatan cinta yang menuntun kita agar dalam sikap dan perilaku yang digerakkan oleh jiwa yang bersih.

Oleh karena itu, renungkan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai kekuatan untuk mengungkit kekuatan ingatan:

QS. 30 : 21“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

KESIMPULAN


Berlandaskan dari ungkapan surat dan ayat diatas, serta sejenak kita renungkan baik-baik ungkapan itu, maka terdapat daya dorong untuk kita selalu menumbuh kembangkan dalam pikiran atas makna “KASIH” sebagai penggerak jiwa dalam kekuatan berpikir yang positif.

Dengan kekuatan berpikir postif, maka terdapat kekuatan „Rasa kasih-sayang bakal ditanamkan pada orang-orang beriman dan beramal shaleh“ seperti apa yang terungkap dalam surat dan ayat ini dibawah ini :


SQ. 19 : 96“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.


Jadi ingatlah dan renungkan kedalam pikiran agar benih „kasih sayang“ sebagai satu kekuatan yang harus ditumbuh kembangkan kedalam jiwa yang bersih sebagai penggerak hati yang bersih.

Oleh karena itu ingat apa yang tertuang dalam surat dan ayat seperti yang tertuang dalam QS.4 : 73 „Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

Ingat pula dan renungkan surat dan ayat yang lain dalam QS. 6 : 12, 54 ; 18 : 81 ; 19 : 96 ; 20 : 39 ; 29 : 25 ; 30 : 21 ; 42 : 23 ; 48 : 29 ; 57 : 27 ; 58 : 22 ; 60 : 7 : 90 : 17. (silah dibuka untuk didalami dengan 7M)



30. KEBAJIKAN


Kata „Kebajikan“ mengandung arti kebaikan, sejalan dengan makna tersebut, maka kebiasaan pikiran harus dapat ditumbuh kembangkan agar sikap dan perilaku tertuntun oleh perbuatan baik. Oleh karena itu, cobalah renungkan surat2 dan ayat2 yang terungkap dibawah ini sebagai satu kekuatan benih jiwa untuk diamalkan dalam hidup :


QS. 2 : 215“ Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya., 224, 269, 286 ;….


QS. 3 : 115“ Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa., 134“ ….


QS. 4 : 40“ Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar., 53, 125, 127, 144 ;


QS. 5 : 2“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaumkarena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya., 48, 85, 93 ….


QS. 6 : 17“ Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu., 154, 158 …..


QS. 10 : 11“ Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang di dalam kesesatan mereka.


QS. 11 : 31“ Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): “Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan: “Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat”, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: “Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka”. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.

QS. 16 : 76“ Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?, 90, 128 ….


QS. 17 : 11“ Dan manusia mendo`a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo`a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

QS. 21 : 73“ Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,

QS. 22 : 11” Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata., 77 ….


Setelah kita memahami dengan pendekatan 7 M, maka ada satu kekuatan yang menumbuhkan kebiasaan pikiran yang positif dari pemahaman kita atas surat dan ayat yang diungkapkan diatas, dengan begitu “Kebajikan” merupakan tuntunan yang harus disuburkan dalam jiwa yang bersih.

KESIMPULAN


Bertolak dari daya dorong untuk terus tumbuh dan usaha meningkatkan daya kemauan yang kuat kedalam kekuatan kebiasaan pikiran yang positif, maka kita harus mengungkit kekuatan daya ingat kedalam kebiasaan pikiran yang dituntun oleh suatu keyakinan seperti yang terungkap “Allah mengetahui kebajikan yang dikerjakan manusia” daalam QS. 2 : 215 Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Dan renungkan lebih lanjut “Balasan Allah terhadap orang yang berbuat bajikan “ seperti yang terungkap dalam surat dan ayat QS. 76 : 5” Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. – 22” Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan).



31. KERAMAH TAMAHAN DAN KEBAJIKAN


Keramahtamahan yang menggambarkan sesuatu yang terkait dengan hal-hal yang ramah artinya kebaikan hati dan keakraban dalam pergaulan disatu sisi dan disisi lain menunjukkan gambaran karekter yang disebut kebajikan.

Dengan pikiran diatas, maka untuk mengungkit kekuatan daya ingatan dalam kebiasaan pikiran, diperlukan suatu kekuatan untuk merenung apa –apa yang terungkap dalam surat dan ayat sebagai berikut :

QS. 2 : 63“ Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa”.


QS. 3 : 134“ (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

KESIMPULAN


Dengan mengungkapkan pokok pikiran yang kita ungkapkan diatas yang terkait dengan kata „Keramahtamahan dan Kebajikan“ akan menunjukkan kekuatan karekter sebagai benih kekuatan jiw

Oleh karena itu, agar kekuatan itu menjadi sesuatu yang dapat menjadi tuntunan dalam bersikap dan berperilaku dibutuhkan secara berkelanjutan untuk membangun kebiasaan yang mampu mengungkit daya ingat agar kita selalu siap menghadapi tantangan yang mempengaruhi dalam proses berpikir untuk tidak terbawa suatu keinginan yang mampu mendorong kedalam pikiran yang bersifat negatif.

Untuk itu ingatkan dalam pikiran kita untuk terus berpikir, bekerja dan belajar, sehingga ungkapan dalam surat dan ayat diatas menjadi sesuatu kekuatan kebiasaan pikiran dalam membentuk karekter yang terpuji.

32. KESEMPURNAAN DAN KEBAJIKAN


Kesempurnaan berarti mengungkapkan suatu gambaran perihal yang bersifat sempurna dalam bersikap dan berperilaku. Gambaran tersebut akan mendukung wujud dari pada kebajikan yang ditunjukkan oleh peran yang dimainkan manusia dalam hidup ini.

Oleh karena itu, cobalah renungkan dalam pikiran yang disadari maupun yang tidak atas ungkapan dalam surat2 dan ayat2 dibawah ini :



QS. 2 : 83” Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.


QS. 2 : 177” Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

-261” Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.


-263” Perkataan yang baik dan pemberian ma`af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

QS. 3 : 15” Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

QS. 3 : 17” (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahu

QS. 4 : 36” Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baikla kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,


QS. 4: 114” Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.


QS. 5 : 32” Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

QS. 33 : 58” Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.

QS. 49 : 11” Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.


- 12” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.


QS. 70 : 24” dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,


-25” bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

QS. 74 : 44” dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin

QS. 90 : 12” Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?


-17” Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

QS. 92 : 17” Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,


– 21” Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

QS. 107 : 1” Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?


-3”dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

QS. 108 : 3” Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

QS. 112 : 1” Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,


-2”Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dengan merenung dan memahami apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 diatas, maka kekuatan pikiran haruslah mampu menuntun apa yang dipikirkan dengan hal-hal yang terkait dengan :

Bani Israil mengingkari janjinya dengan Allah.
Pokok-pokok kebajikan
Nafkahkan harta di jalan Allah
Ancaman Allah kepada orang2 kafir dan pengaruh harta benda duniawi
Kewajiban terhadap Allah dan terhadap sesama manusia.
Keharusan adil dan tidak memihak dalam menetapkan sesuatu hukum
Kisah pembunuhan pertama dan besarnya malapetaka akibat pembunuhan.
Adab dan sopan santun dalam rumah tangga Nabi S.A.W.
Larangan memperolak-olokkan , banyak prasangka dan lain-lain
Ajaran islam untuk mengatasi sifat-sifat yang jelak pada manusia

Jadi dengan mengingat dan merenungkan apa-apa yang terungkap diatas, maka kebiasaan pikiran yang kuat akan menuntun kedalam benih jiwa yang disebut dengan “kesempurnaan dan kebajikan” sesuatu yang mutlak untuk ditanamkan dalam diri manusia.

KESIMPULAN


Mengungkit “Kesempurnaan dan Kebajikan” dalam kebiasaan pikiran akan menuntun sikap dan perlaku dalam menjalani hidup ini.

Kebiasaan itu akan tumbuh sejalan dengan kemampuan kita mampu mendalami hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat tersebut diatas.

Dengan demikian mengungkit ingatan dalam daya kemauan yang kuat akan dapat memotivasi diri dengan landasan pemahaman atas apa-apa yang telah terungkap diatas menjadi daya dorong yang kuat agar dapat menjadi benih-benih jiwa yang mendorong dalam proes pikiran-pikiran yang positif.



33. KEHORMATAN / KESUCIAN DIRI


Kata „Kehormatan“ mengandung arti kemulian yang dikaitkan harga diri manusia atau dengan kata lain juga disebut dengan „Kesucian diri“.

Sejalan dengan pikiran diatas, cobalah renungkan surat dan ayat dibawah ini :

QS. 4 : 25“ Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 5 : 5“ Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.

QS. 23 : 1“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,


QS. 23 : 5“ dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

QS. 24 : 30“ Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

QS. 70 : 35“ Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

Dengan mengingat apa-apa yang diungkap dalam surat dan ayat diatas, maka kekuatan pikiran untuk mengingat manusia atas sikap dan perilaku yang harus dilakukannya dengan begitu manusia akan selalu ingat dengan satu kekuatan kesadaran yang lebih tinggi dari ksadran inderawi dalam menjalankan hidup ini.

KESIMPULAN


Dengan meningkatkan kemampuan berpikir dengan niat mencari kebenaran, maka disitu terletak kekuatan dalam penggerak jiwa, apa yang disebut dengan „ Kehormatan / Kesucian diri“

Kemampuan meningkatkan hal tersebt diatas, sangat perlu untuk mengingat-ingat apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat diatas. Oleh karena itu, kuatkan pikiran kita dalam memupuk wujud dari kehormatan / kesucian diri.

Dengan begitu akan selalu tumbuh kebiasaan bahwa kehormatan diri itu tidak dapat dibeli atau dinilai dengan benda kecuali penilaian itu berdasarkan kejujuran dan kemuliaan hati. Kita juga akan mulia apabila bersedia menghormati orang lain.




34. KELAKUAN BAIK


Kelakuan baik membrikan gambaran tentang diri manusia yang memiliki „Jatidiri“ artinya satu kekuatan yang mempengaruhi manusia dalam dirinya sehingga akan menunjukkan wujud diri berupa 1) seseorang harus bisa menerima diri apa adanya ; 2) orang harus yakin bahwa dirinya bernilai dan merupakan bagian penting dalam komunitas yang ada ; 3) anugerah Allah Swt berupa cinta sejati yang dimilikinya.


Sejalan dengan pikiran diatas untuk menguatkan makna „kelakuan baik“ itu, cobalah renungkan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 104“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa`ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.

QS. 4 : 86“ Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

QS. 17 : 53“ Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.


QS. 24 : 27“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.


-28“ Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja) lah”, maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


QS. 24 : 58“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga `aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


-59“ Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


QS. 24 : 62“ Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mu’min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jadi dengan berulang kali kita membaca, apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat diatas, akan memberi satu dorongan dalam usaha menemukan jati diri kita kedalam sifat manusia yang disebut „kelakuan baik“


KESIMPULAN


Kelakuan baik hanya dapat ditunjukkan oleh manusia, setelah orang yang bersangkutan memeliki kepercayaan diri sebagai satu kekuatan apa yang disebut dengan keyakinan yang kuat terhadap sesuatu yang dipikirkan.

Dengan pikiran itu, manusia menyadari sepenuhnya bahwa dengan „kelakuan baik“, maka akan merasakan sikap dan perilakunya selalu akan dilihat oleh keberadaan Allah Swt.


Jadi apa yang kita ungkapkan diatas merupakan daya kemauan yang kuat untuk membangun suatu kebiasaan yang dapat memberikan pengaruh pikiran terhadap kepercayaan diri.

35. KASIH SAYANG


Kasih sayang mengandung arti belas kasihan yang mencirminkan sikap dan perilaku yang terpuji dalam hubungan dengan manusia dan atau Allah Swt.

Oleh karena itu, jadikanah satu kekuatan dengan usaha menanamkan „kasih sayang“ dalam diri kita berarti juga membuka mata hati untuk berbuat baik.


Sejalan dengan pikiran diatas, maka untuk mendorong satu kekuatan pikiran menjadi kebiasaan dalam hidup, bacalah dan renungkan dalam pikiran kita yang diajarkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 4 : 73“ Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: “Wahai, kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)”.


QS. 6 : 12“ Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.,

- 54“ Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 18 : 81“ Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).

QS. 19 : 96“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.


QS. 20 : 39“ Yaitu: ‘Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir`aun) musuh-Ku dan musuhnya’. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.


QS. 29 : 25“ Dan berkata Ibrahim: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu mela`nati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.


QS. 30 : 21“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.


QS. 42 : 23“ Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.


QS. 48 : 29“ Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.



QS. 57 : 27“ Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.


QS. 58 : 22“ Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.


QS. 60 : 7“ Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 90 : 17“ Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Apa yang dapat kita petik dari ungkapan surat dan ayat diatas, adalah satu kekuatan yang mampu mendorong kedalam pemikiran dan pengaruhnya terhadap mentalitas kita dari satu sisi dan disisi lain memberikan pengaruh pikiran terhadap perasaan.

Dengan membangun kekuatan kebiasaan yang kita tumbuhkan dalam perjalanan hidup, maka ia akan memberikan satu kekuatan pengaruh pikiran terhadap jatidiri kita.


KESIMPULAN


Dengan menanamkan perasaan „kasih sayang“ yang mampu menggugah jalan pikiran yang membentuk jatidiri, maka kita akan selalu mampu mengungkit daya ingat kedalam pikiran bahwa keimanan membawa manusia bersih hatinya, jinak jiwanya, berbicara lembah lembut, hidup sabar, pemaaf dan baik sangka.

Dengan mengungkapkan pikiran diatas, berarti pula kita mampu memperkuat daya kemauan yang kuat kedalam kebiasaan berpikir untuk mengingatkan bahwa „Rasa kasih sayang bakal ditanamkan para orang-orang beriman dan beramal shaleh“ seperti yang terungkap daam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 19 : 96“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.


QS. 90 : 12“ Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?


-17“ Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.


36. KESEPAKATAN


Kesepakatan mengandung arti ada pihak-pihak yang membuat janji yang diucapkankannya. Bila kekuatan kesepakatan yang diucapkankan dengan lidah berarti peran manusia dengan membuat janji yang diucapkannya berarti ia sadar sepenuhnya bukan saja dalam hubungan dengan manusia tetapi ia juga tunduk keberadaan Allah Swt dalam hidupnya.

Sejalan dengan pikiran yang kita ungkapkan diatas, maka untuk membangun kekuatan ingatan, simaklah surat dan ayat dibawah ini :

QS. 4 : 114“ Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kannya“

Sejalan dengan kekuatan yang menggerakkan janji yang diucapkan dengan lidah, dan mewujudkan apa yang dijanjikannya, maka disitu terletak „kesepakatan“ dalam kebiasaan yang didukung oleh landasan niat berarti secara sadar apa yang diucapkannya.

Dengan pikiran diatas, ingatlah ungkapan seperti „hakikat buta bukanlah buta mata, tetapi buta hati“, oleh karena itu ingatlah mana kekuatan „kesepakatan“ yang diucapkan dengan selalu mengungkit daya ingat yang terkait dengan potensi hidup dalam usaha kita mencapai wujud dari ungkapan seperti „ingatlah kita kepada kematian adalah suatu cemeti untuk memperbaiki kelakuan kita dan cinta pada orang miskin“

KESIMPULAN


Membuat „kesepakatan“ mudah diutarakan dalam janji, tapi sulit untuk mewujudkan, sebaliknya dengan pikiran yangditopang dengan niat, maka disitu terlatak rasa takut dengan Tuhan karena Allah Swt selalu melihat kita.

Oleh karena itu, ingatlah bahwa „Lisan melalui lidah adalah nikmat dalam pengawasan“ artinya ungkitkan kebiasaan pikiran kita menjadi daya kemauan yang kuat sebagai pandandangan disatu sisi sbb. :

QS. 50 : 18“ Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Dan disisi lain ubahlah kebiasaan pikiran kedalam daya kemauan yang kuat untuk „Menjauhi banyak berdalih dan banyak bicara“, untuk menemukan jati diri, oleh karena itu ungkitkan daya ingat kita kedalam surat dan ayat dibawah ini : QS. 4 : 114“ Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.


Bertolak dari pemahaman kita dari surat dan ayat diatas, cobalah untuk meletakkan landasan yang kuat kedalam kebiasaan pikiran bahwa pengaruh pikiran terhadap hasil pencapaian dalam usaha merubah kebiasaan yang buruk.


37. KEADILAN


Keadilan menggambarkan sifat yang adil. Begitu mudah diucapkan kata “Keadilan”, tapi kehidupan kita shari-hari tidaklah berarti buah pemikiran itu menjadi kenyataan.

Sedangkan manusia memeliki kesadaran, tapi sayang kesadaran itu tumbuh dan berkembang dalam pikiran inderawi, jadi makna keadilan baginya hanyalah sebatas di lidahnya saja.

Oleh karena itu, untuk menumbuh kembangkan kedalam daya kemauan yang kuat merupakan kebutuhan untuk setiap pemain peran dalam masyarakat bahwa kata “Keadilan” menjadi sarana untuk mengingatkan bahwa pemikiran tersebut dapat menuntun manusia kedalam pengaruh mentalitas.

Untuk itu, renungkanlah ungkapan surat2 dan ayat2 dibawah ini menjadi penuntun dalam bersikap dan berperilaku sebagai berikut :

QS. 6 : 152“ Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,

QS. 7 : 29“ Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta`atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya)”.


QS. 49 : 9“ Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan

berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.


QS. 60 : 8“ Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.


Yang menjadi pertanyaan kita mengapa ungkapan surat dan ayat diatas tidak menjadi daya dorong manusia untuk mengamalkan dalam menjalankan perannya dalam hidup ini, karena ia tidak merasakan pengaruh pikiran terhadap perasaannya.

KESIMPULAN


Bermula dari tidak adanya kemauan yang kuat untuk mendorong kebiasaan pikiran yang mampu menjadi penuntun hidup, maka manusia sangat sulit mendapat inspirasi dalam pikiran seperti memahami makna „kesenangan hati dan ketenteraman jiwa lebih berharga dari kesenangan pangkat dan kekayaan“

Sejalan dengan pikiran itu, cobalah renungkan ungkapan dalam surat dan ayat mengenai apa yang disebut dengan „Perintah bertindak adil“ yang dimuat dalam :


QS. 4 : 135“ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari

kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.


QS. 5 : 8“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


QS. 6 : 152“ Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,

QS. 7 : 29“ Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta`atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya)”.

QS. 16 :90“ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Belajar dari surat dan ayat diatas mengenai „perintah bertindak adil, disatu sisi dan disisi lain ingat pula bahwa „Pelaku keadilan dicintai Allah“ seperti yang termuat

dalam surat dan ayat : QS. 60 : 8“ Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil“.

Jadi ingatlah ungkapan bahwa“kelebihan burung adlah sayap. Kelebihan gajah adalah kekuatan dan kelebihan manusia adalah akal.



38. KESIAPSIAGAAN


Kata „kesiapsiagaan“ mengandung arti dalam kehidupan kita sadari sepenuhnya, hidup kita hari ini adalah bentuk dari pikiran kita sendiri. Oleh karena itu masa yang kita miliki adalah hari ini, jadi kuatkan pengaruh pikiran terhadap tindakan dalam sikap dan perilaku, maka disitu terletak peluang untuk memikirkan kesiapan hidup ini untuk dunia dan akhirat.

Sejalan dengan pikiran diatas baca dan renungkan makna yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 200“ Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Jadi dengan petunjuk ungkapan diatas, berarti kita harus mampu mengungkit daya ingat agar terbentuk satu usaha membangun kebiasaan pikiran yang mampu menjadi kekuatan untuk mempengaruhi pikiran dalam tindakan.

KESIMPULAN


Wujud sikap dan perilaku kedalam „Kesiapsiagaan“ ada-lah satu kekuatan kebiasaan dalam pikiran dalam usaha

menemukan jatidiri agar kita dapat melepaskan diri dari rasa cemas menghadapi tantangan hidup di dunia dalam kesiapsiapan menunju perjalanan hidup abadi.

Bertolak dari pikiran diatas, maka ingatlah satu ungkapan seperti „kesehatan itu adalah sebagai mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat, akan tetapi tiadalah yang dapat melihat mahkota itu selainorang-orang yang sakit. Tubuh yang sehat menyenangkan hati, hati yang senang mnyehatkan tubuh, pikiran yang terang terletak pada tubuh yang sehat.

Dengan demikian bangkitkan daya kemauan yang kuat untuk membentuk kebiasaan dalam pikiran untuk kuat menumbuh kembangkan dalam pikiran agar kita selalu mengungkit daya ingat mengenai „kesiapsiapan“ dalam mengikuti peta perjalanan hidup yang sejalan dengan kemampuan memahami dunia karena jangan tertipu pada yang tampak.



39. KETENANGAN HATI DAN KEBENARAN NIAT


Kata hati dan niat merupakan dua kata yang memiliki nilai yang saling bergantung satu sama lain seperti halnya kita mengungkapkan bahwa „hati jantung manusia itu manakala habis dan kering kasih sayang, dia merupakan kaca pecah yang tidak mungkin dipertautkan kembali“ artinya kekuatan dalam ketenangan hati dan kebenaran niat menjadi pondasi dalam mewujudkan keinginan yang ditopang kemampuan dari penguasaan ilmu sebagai informasi dan pengetahuan sebagai keterampilan yang mampu mendorong dalam proses berpikir.

Sejalan dengan pikiran diatas, ingatlah bahwa kekuatan terbesar yang menggerakkan roda kehidupan dan memotivasi manusia berasal dari dorongan yang sumbernya berasal dari dalam diri manusia itu sendiri, oleh karena itu renungkan surat dan aya dibawah ini :



QS. 33 : 70” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar“,


-71”niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar“.

KESIMPULAN


Dengan membangun „Ketenangan hati“ dari satu sisi dan disisi lain kita myadari sepenuhnya diperlukan pula untuk menempatkan dengan „Kebenaran niat“ sebagai dua kekuatan untuk mengingatkan manusia ke jalan yang benar.

Jadi manusia ke jalan yang benar berarti menyadari untuk memanfaatkan OTAK dari pandangan bathin yang mampu mengelola (O)rang, (T)awakal, (A)manah, (K)erja dalam satu kekuatan pikiran menjadi satu daya kemauan yang kuat dalam menjadi orang yang memiliki tujuan sebagai orang yang berlomba dalam kebaikan.

40. KEPENTINGAN (mendahulukan)


Pertama apa yang terpikirkan dalam mewujudkan makna “Kepentingan” dalam perjalanan hidup ini. Dalam hal ini maka terpikirkan hal-hal yang terkait dengan 1) Memahami makna rezeki merupakan persoalan yang sangat penting dan mendasar karena rezeki sangat erat kaitannya dengan kekayaan dan harta benda ; 2) Memahami masalah kesehatan dan umur.

Dengan memperhatikan pikiran diatas, maka untuk dapat mengamalkan makna “Kepentingan” kedalam jalan yang benar, maka cobalah baca dan renungkan kembali ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini :



QS. 2 : 219” Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,


QS. 2 : 237“ Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu mema`afkan atau dima`afkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pema`afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

QS. 16 : 126“ Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.


QS. 28 : 54“ Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.


KESIMPULAN


Kita dapat membayangkan bahwa „kejahatan dan dosa itu mengotorkan jiwa dan manghalangi masuknya keimanan dalam hati karena jiwa itu telah kotor dan berkarat“, oleh karena itu tempatkanlah „kepentingan“ dalam mewujudkan apa yang kita inginkan dengan niat yang benar artinya kita mendahulukan sesuai dengan perintah yang diajarkan.

Jadi dengan membaca dan merenungkan kmbali surat dan yang yang diungkapkan diatas diharapkan menjadi pengetuk jiwa dalam perjalanan hidup ini, dalam kita menyelesaikan rezeki, sakit dan umur semuanya berada di tangan Allah Swt.

Dengan menyadari apa yang kita ungkapkan dalam kata „Kepentingan“ (mendahulukan) untuk mengingatkan kedalam kbiasaan pikran kita bahwa „kebahagian yang sejati tak pernah kelihatan oleh sesuatu mata, kebahagian yang sejati itu berdiam pada barang yang tak tampak.



41. KEJUJURAN


Kata „kejujuran“ berarti ketulusan dan kelurusan yang menjadikan benih hati yang suci, oleh karena itu hakekat dari kejujuran adalah menyatakan keimanan yang terkait dengan sikap dan perilaku yang digerakkan dengan keikhlasan.

Jadi dari pikiran itu menggambarkan watak orang keislaman menjadi dua, apa yang disebut dengan mukmin dan atau orang munafik.

Untuk mengingatkan kita dalam perjalanan hidup ini, agar kita dalam bersikap dan berperilaku digerakkan oleh kekuatan kebiasaan pikiran yang psositif, maka makna „Kejujuran“ haruslah ditanam dalam diri kita, menjadi daya kemauan yang kuat yang didukung oleh kakeuatan kemampuan kita menyimak surat2 dan ayat2 sebagai pengungkit ingatan kita yaitu :

QS. 2 : 177“ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan

(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.


QS. 3 : 75“ Di antara Ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu Dinar, tidak dikembalikannya padamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.


-76“ (Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

QS. 6 : 152“ Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,

QS. 7 : 85“ Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu`aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya.

Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.

QS. 8 : 27“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

QS. 11 : 85“ Dan Syu`aib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.

QS. 17 : 34“ Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfa`at) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.


-35“ Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

QS. 26 : 181“ Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;


-183“ Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;

QS. 30 : 38“ Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.

QS. 55 : 7“ Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

-9“ Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.


QS. 83 : 1“ Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,


-3“ dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.


Jadi bila kita baca dan kita renungkan apa yang diperintahkan seperti yang terungkap dalam suart dan ayat diatas, apakah tidak tergerakkan oleh pikiran untuk mengungkapkan kemampuan berpikir dalam mencari kebenaran, maka disitu terletak keimanan yang diikuti oleh kejujuran.

KESIMPULAN


Dengan mengungkapkan kata „Kejujuran“ dalam usaha membentuk sikap dan perilaku, maka mereka berkata „Katakanlah kepada orang yang tidak mau bersikap jujur, janganlah engkau mengikutiku“

Pikiran tersebut juga berarti mengingatkan kita bahwa „Kejujuran adalah pedang Allah di atas bumi ini, dan pedang itu tidak akan diletakkan di atas sesuatu kecuali ia akan memotongnya“

Jadi dengan „Kejujuranlah“ kita mampu mengungkankan suatu „Kebenaran“ artinya jangan takut untuk mencapai kebenaran, karena tidak ada badai ang berumur seribu tahun. Kebenaran adalah peluang yang paling tajam. Kebenaran tidak dapat digoyang oleh gempa dan tidak dapat dilamun oleh banjir.

Sejalan dengan pikiran itu ingatlah perintah yang tertuang dalam surat dan ayat



QS. 82 : 13“ Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh keni’matan,

-14“dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.



42. KEBERSIHAN


Kata „Kebersihan“ disini mengandung arti kesucian, kemurnian. Dalam hal ini dikaitkan dengan keadaan yang menurut kepercayaan, keyakinan, akal, atau pengetahuan manusia dianggap tidak mngandung noda atau kotoran.

Sejalan dengan pikiran diatas, kita dapat membayangkan bahwa seperti halnya dalam keyakinan adalah sesuatu yang misterius yang mengubah orang biasa menjadi orang terkemuka karena disitu terletak apa yang disebut dengan kebersihan jiwa

Oleh karena itu bangkitkan kekuatan memikirkan kemungkinan dalam mendayagunakan kemauan yang kuat untuk memikirkan masalah kebersihan jiwa. Sejalan dengan pikiran itu cobalah baca dan renungkan apa-apa yang trungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 22 : 29“ Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).


QS. 48 : 27“ Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa

yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.


QS. 74 : 1“ Hai orang yang berkemul (berselimut), -2“ bangunlah, lalu berilah peringatan! -3“ dan Tuhanmu agungkanlah, -4“ dan pakaianmu bersihkanlah,

KESIMPULAN


Bertolak dari kekuatan pemikiran yang kita ungkapkan diatas, serta mendalami apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat yang mampu memberiakan kekuatan dalam kebiasaan pikiran untuk mewujudkan makna „Kebersihan“ dalam pandangan bathin kita, maka jangan pernah lupa selalu ada cahaya di belakang semua bayang – bayang dalam kemungkinan pikiran.

Sering kita katakan bahwa „hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri“, oleh karena itu bayangkan dalam kebiasaan kita berpikir untuk terus membangun kebiasaan dalam „kebersihan jiwa“ maka disitu terletak kekuatan kasih yang mampu menyucikan keberhasilan menemukan diri kita sendiri, dengan begitu kita akan dekat dengan Allah Swt.


43. KHUSU’


Kata „Khusu’ dalam kebiasaan pikiran untuk bisa kita mengungkapkan tujuan yang berlandaskan niat yang kuat maka biasa kita mengungkapkan bahwa „percaya terhadap kekuatan Tuhan untuk memberikan impian baru, itu berarti kita secara khusu’ untuk mengungkapkan dalam pikiran kita bahwa tidak menggunakan akal semakin sempit hidupnya.

Oleh karena itu, pikiran kita haruslah mampu menumbuh kembangkan kekuatan Khusu’ dalam berpikir, maka disitu akan terletak apa yang kita mimpikannya, kita dapat melakukan dengan memanfaatkan unsur jiwa sebagai

pegerak berupa kesadaran, kecrdasan dan akal yang menuntun sikap dan perilaku kita.

Sejalan dengan pikiran diatas, baca dan renungkan ungkapan surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 17“ (yaitu) orang-orang yang sabar, yang Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.


QS. 17 : 106“ Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.


-109“ Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu`.


QS. 2 : 46“ (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.


QS. 21 : 90“ Maka Kami memperkenankan do`anya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo`a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.

QS. 33 : 35“ Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan

perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

KESIMPULAN


Yang menjadi masalah dalam kehidupan ini, mampukah kita membangun daya kemauan yang kuat untuk dapat membangun kebiasaan dalam kekuatan pikiran untuk mewujudkan pikiran „Khusu’“ dalam sikap dan perilaku supaya kita khusu’ mengingat Allah seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 57 : 16“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.


Surat dan ayat tersebut memberikan peringatan khusu’ mengingat Allah untuk menjadikan suatu kebutuhan dalam hidup , oleh karena itu kuatkan niat untuk tumbuh dalam kebiasaan pikiran agar kebiasaan khusu’ agar kita terlepas dari pikiran yang terkait dengan adanya kekuatan jahanam bagi yang tidak menggunakan akal seperti yang termuat dalam

QS. 7 : 179“ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi)

tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Jadi dengan surat dan ayat tersebut, mampu mengungkit daya ingat agar kita selalu mempergunakan unsur jiwa sebagai alat pikir (kesadaran, kecerdasan, akal) menjadi satu kekuatan untuk menumbuhkan kekuatan „khusu’“ dalam berpikir.



44. KESAKSIAN (syahadat)


Bertolak dari keyakinan, menyerah dengan sebulat hati artinya segala perintah dan hukumnya aku taati ; suruhnya aku kerjakan, laranganNya aku hentikan, dengan segenap kerelaan. Inilah Islam.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka makna„Kesaksian (syahadat) ialah pengakuan dan penyaksian dengan sebenarnya baik secara lahir maupun batin.

Untuk melaksanakan Rukun „Syahadat“ didalamnya terdapat 1) Menetapkan dzat Allah Ta’ala (berdiri dengan sendirinya) ; 2) Menetapkan sifat Allah Ta’ala (berkuasa) ; 3) Menetapkan af’al Allah Ta’ala (berbuat dengan sekehendaknya) ; 4) Menetapkan kebenaran Rasulullah saw.

Barapakah Syarat kesempurnaan syahadat itu yaitu 1) Memahami maksud syahadat ; 2) Diikrar dengan lidah yakni dibaca dari permulaan hingga akhirnya ; 3) Meyakini dalam hati, yakni tidak ragu lagi ; 4) Diamalkan dengan anggota badan yaitu hati dan perbuatan wajib menolak segala sesuatu yang menyalahi arti atau maksud dua kalimat syahadat itu.

Adapun yang dapat Merusak syahadat yaitu 1) Menyekutukan (menduakan) Allah ; 2) Ragu akan adanya Allah ; 3) Menyangkal dirinya diciptakan oleh Allah ; 4)

Menyangkal bahwa peredaran alam semesta ini diatur oleh Allah Ta’ala.

Nama Syahadat, ada 1) Syahadat Tauhid yaitu Asyhadu an laa ilaaha illallah artinya Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah ; 2) Syahadat Rasul yaitu Waasyhadu anna Muhammadan Rasuulallaah artinya saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad ituutusan Allah.

Untuk meningkatkan pengamalan „Kesaksian (Syahadat) maka baca dan renungkan apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 dibawah ini, sebagai suatu kekuatan untuk mendorong daya kemauan yang kuat kedalam kekuatan kebiasaan pikiran dalam perjalanan hidup yaitu

QS. 2 : 181“ Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

QS. 2 : 282“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka

dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah mu`amalahmu itu), kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


-283“ Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu`amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


QS. 4 : 135“ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.

QS. 5 : 8“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena

Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


QS. 25 : 72“ Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

QS. 70 : 33“ Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.


QS. 70 : 35“ Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

Jadi dengan mendalami apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas diharapkan menjadi penuntun dalam IBADAH yang sejalan dengan keyakinan kita dalam usaha untuk mengamalkan makna kesaksian (syahadat).

KESIMPULAN


Bertolak dari apa-apa yang telah kita utarakan pada bagian terdahulu mengingatkan kedalam pikiran kita bahwa syarat pertama diterimanya ibadah adalah ikhlas, mencari rdho Allah karena kita telah bersyadahat taudit. Ingatlah ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 98 : 5 „Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Syarat kedua diterimanya ibadah adalah mutaba’ah, mengikuti contoh Rasulullah karena kita telah bersyahadat rasul, untuk itu ngatlah selalu surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 31“ Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 33 : 21“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

45. KEBENARAN


Mencari „Kebenaran“ manusia berpikir, untuk melihat sesuatu keadaan yang menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Atau dengan kata lain disebut juga dengan kejujuran atau ketulusan hati.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka begitu banyak dalam surat dan ayat yang mengungkapkan makna „Kebenaran“ oleh karena itu baca dan renungkan dalam kemampuan kita mengangkat kekuatan berpikir dari yang tidak tahu menjadi tahu seperti yang terungkap dibawah ini :

QS. 2 : 22“ Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui., 23, 25, 146, 147, 160, 176, 186,

209, 211, 213


QS. 3: 17(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur., 183


QS.4 : 9“ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yangbenar.,37,49,51,59,83,87,105,122,

135,155,167,171


QS. 5 : 53“ Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi., 58, 59, 69, 75, 77, 113, 119


QS. 6 : 30“ Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab: “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari (nya)”.,40,66, 73,79,119,146,151


QS. 7 : 33“ Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.,70,106, 118,146,169,187


QS. 8 : 1“ Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”.,7,32


QS. 9 : 13“ Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. ,29,33,43,111


QS. 10 : 4“ Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. ,38,48,53, 55,60,81,84


QS. 11 : 17“ Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur’an. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur’an itu. Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. ,32,41,45,72, 91,97


QS. 12 : 61“ Mereka berkata: “Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (ke mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya”.

QS. 13 : 1“ Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Qur’an). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya). ,6,14, 17,19


QS. 14 : 22“ Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

QS. 15 : 55“ Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”.

QS. 16 : 102“ Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.


QS. 17 : 33“ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. ,35,53,80,81,84,98


QS. 18 : 13“ Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; ,14,21,24,29



QS. 19 :34“ Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

QS. 23 : 70“ Atau (apakah patut) mereka berkata: “Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.” Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran. ,71,90


QS. 25 : 44“ atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). ,71


QS. 27 : 14“ Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. ,33,64,79


QS. 28 : 48“ Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: “Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?”. Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu?; mereka dahulu telah berkata: “Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang bantu membantu”. Dan mereka (juga) berkata: “Sesungguhnya Kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu’. ,53,75


QS. 29 : 67“ Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?


QS. 30 : 8“ Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan

bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.


QS. 32 : 3“ Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya”. Sebenarnya Al Qur’an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.

QS. 33 : 8“ agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih. ,-

-24


QS. 34 : 20“ Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. , 24,43,48,49


QS. 35 : 24“ Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. ,31


QS. 37 : 37“ Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya). , 52,106


QS. 38 : 84“ Allah berfirman: “Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan”. ,88




QS. 39 : 33“ Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.,41


QS. 40 : 5“ Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku? ,25


QS.41 : 53“ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?

QS. 42 : 17“ Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?, 18,24


QS. 43 : 30“ Dan tatkala kebenaran (Al Qur’an) itu datang kepada mereka, mereka berkata: “Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya”. ,78


QS. 46 : 3“ Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. ,7


QS, 49 : 15“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad

dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. ,17


QS. 50 : 5“ Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.


QS. 53 : 28“ Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.


QS. 57 : 16“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. ,18,


QS. 69 : 51“ Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

QS. 75 : 31“ Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Qur’an) dan tidak mau mengerjakan shalat,

QS 77 : 3“ dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya,


QS. 86 : 13” sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil, ,14


QS. 96 : 11” bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,


QS.103 : 3” kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.


Dari surat dan ayat yang diungkapkan diatas, tidak seluruh ayat2, walaupun dikemukakan tapi tidak dibentangkan atau dikutip disini karena saya percaya anda dapat membaca dan menemukannya.

Jadi disini yang perlu diingat kepada kita, bahwa apa yang kita ungkapkan diatas untuk mencari petunjuk dalam mengungkap daya kemauan yang kuat dalam mengungkit kebiasaan berpikir dalam proses mencari apa yang disebut dengan “Kebenaran” itu.

Dengan mendalami apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 diatas, dapat menjadikan satu kekuatan dalam kemungkinan pikiran untuk membayangkan sesuatu seperti uang dan harta boleh datang dan pergi dari kita asal saja harga diri dan kemanusiaan tidak meninggalkan kita.

KESIMPULAN

Dengan memperhatikan hal-hal yang terungkap diatas, maka dalam kebiasaan pikiran harus mampu menuntun kita dalam mewujudkan kebenaran sebagai sesuatu yang sangat kita dambakan dalam hidup ini.

Jadi ingatlah bahwa Kebenaran akan selalu menang seperti yang terungkap dalam surat dan ayat sbb.:

QS. 34 : 49” Katakanlah: “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi”.

Oleh karena itu, bangunkan suatu kekuatn kebiasaan pikiran untuk mewujudkan, apa yang disebut dengan Keharusan menjaga kebenaran, seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 4 : 105” Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,

Sejalan dengan pikiran diatas, maka ingatlah bahwa suatu „Kebenaran itu bersumber dari Allah“ seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS.2 : 147“ Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

QS. 3 : 60“ (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.


QS.10 : 94“ Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

QS. 28 : 75“ Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.


Bertolak dari pikiran sebelumnya bahwa wujud dari Kebenaran akan dikikokohkan Allah seperti yang terungkap dalam :

QS.10 : 82“ Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).


Dengan demikian, dalam berpikir perlu pula untuk diingat dalam kebiasaan untuk melepaskan diri Bila kebenaran tunduk pada hawa nafsu orang kafir seperti yang terungkap dalam :


QS. 23 : 71“ Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

Jadi dalam hidup ini jangan sekali-kali berpikir kedalam apa yang disebut untuk Membelakangi kebenaran, maka ingatlah seperti yang terungkap dalam


QS.3 : 23“ Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).

Ingatlah selalu dalam hidup ini bahwa jangan ikuti dalam kebiasaan pikiranmu untuk mendorong kedalam apa yang disebut dengan kebiasaan Mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan, maka renungkan apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.2 : 42“ Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

QS.3 : 71“ Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

Oleh karena itu, dalam berfikir, berbicara dan berbuat hendaklah kita memperhatikan kepentingan orang lain, sehingga janganlah Mendustakan kebenaran seperti yang dingatkan dalam


QS. 50 : 5“ Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.


Dengan daya kemauan yang kuat serta ditopang oleh kekuatan niat untuk meluruskan kemampuan dalam berpikir, maka ingatlah bahwa Bila datang kebenaran yang bathil pun lenyap seperti yang terungkap dalam :

QS. 17 : 81“ Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

QS. 21 : 18” Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).

QS. 34 : 49” Katakanlah: “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi”.

Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas maka Bukti / jaminan kebenaran AlQur’an telah mengingatkan kepada manusia untuk berpikir dalam mewujudkan kebenaran sebagai suatu kebutuhan dalam hidup. Jadi kuatkan pikiran untuk meningkatkan kekuatan keyakinan dengan memperhatikan surat dan ayat dibawah ini :

QS.3 : 61“ Siapa yang membantahmu tentang kisah `Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la`nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

QS.4 : 82“ Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

QS. 6 : 91” Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya dikala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur’an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.


QS. 7 : 203” Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Qur’an kepada mereka, mereka berkata: “Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Qur’an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

QS.10 : 15” Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: “Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia”. Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)”. -16, 37-39, 94


QS. 20 : 4“ yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. -6



QS. 22 : 54“ dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.


QS. 26 : 196” Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. –

197” Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?

QS. 38 : 88” Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi.

QS.41 : 53” Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?

QS. 46 : 10” Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

QS. 69 : 38“ Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. -47“ Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

Bertolak dari kebiasaan dalam membangun suatu kekuatan pikiran, maka dalam melaksanakan Perintah menegakkan



kebenaran adalah jalan hidup yang harus kita tempuh yang sejalan dengan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 5 : 8“ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Dengan berpegang teguh untuk menegakkan kebenaran sebagai satu kekuatan kebiasaan pikiran dalam menghadapi Kebanyakan Kafir membenci kebenaran, maka kuatkan daya kemauan dalam menuntun sikap yang terpuji, oleh karena baca dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diobawah ini :

QS. 23 : 70“ Atau (apakah patut) mereka berkata: “Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.” Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.


QS. 43 : 78“ Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.


Bangunkan kebiasaan pikiran dalam mengungkit daya ingat agar kita selalu sadar dalam sikap bahwa Sangkaan tidak mengandung kebenaran haruslah dapat secara sadar dapat dihilangkan dalam pikiran. Ingatlah apa-apa yang diungkapkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 53 : 28“ Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.

Sejalan dengan kekuatan keinganan dalam usaha menemukan jatidiri agar kita selalu dekat dengan kebesaran Allah Swt., maka bila Yang tidak mampu mendengar kebenaran berarti yang bersangkutan belum dapat menerima suatu kenyataan bahwa tidak ada arti keimanan kalau tidak ada beramal dan tidak ada pula arti beramal kalau tidak dengan ikhlas.

Oleh karena itu bangkitkan kekuatan ingatan dengan memahami apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 11 : 20“ Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat (nya).


QS. 18 : 29” Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah paling jelek.


QS. 103 : 2” Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,

-3”kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.


Jadi tingkatkan daya kemauan yang kuat dengan suatu landasan niat yang kokok untuk mengungkit kekuatan daya ingat dalam usaha-usaha mewujudkan kebenaran seperti apa

yang terungkap diatas dalam usaha mencari jatidiri agar kita selalu dekat dengan Allah Swt.


46. KELEBIHAN (pahala)


Kekuatan pikiran dalam “Pahala” begitu banyak yang terungkap dalam dalam Al Qur’an untuk menjadi penuntun dalam sikap dan perilaku sebagai satu kekuatan untuk mengingatkan betapa penting dalam hidup untuk terus berusaha membangun benih kelebihan (pahala) dalam jiwa.

Untuk itu, baca dan renungkan apa-apa yang tercantum dalam Al Qur’an yang tidak secara utuh kita ungkapkan disini, kita percaya ada daya kemauan yang kuat untuk menemukankanya sendiri dalam usaha untuk mendalami sebagai penggerak dalam berpikir seperti dibawah ini :


QS. 2 :62” Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ,103,110, 112,264,272,273,274, 277,286


QS. 3 : 57” Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. 76, 115,136,145, 148,171, 179,185 ,195,199


QS. 4 : 60” Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. , 67,70,74,85,95,

100,114,123, 134,146,152, 162,173


QS. 5 : 9” Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. ,85


QS. 6 : 160” Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

QS. 7 : 161” Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil): “Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi) nya di mana saja kamu kehendaki.”. Dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu”. Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik. ,170


QS. 8 : 28” Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ,67


QS. 9 : 22” mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar. ,120


QS. 10 : 26” Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

QS. 11 : 11” kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. ,115


QS. 12 : 56” Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja yang ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. ,57,90


QS. 16 : 41” Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, ,96,97


QS. 17 : 9” Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

QS. 18 : 88“ Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”. ,31,44,46


QS. 19 : 76” Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.


QS. 20 : 73“ Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)”

QS. 21 : 47“ Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.

QS. 28 : 54” Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. ,60,80,84


QS. 29 : 36“ Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu`aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”.

QS. 30 : 45“ agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.

QS. 32 : 19” Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

QS. 33 : 29“ Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar. , 31, 35, 44


QS. 35 : 7” Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. ,30


QS. 36 : 11” Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

QS. 39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang

berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

QS. 41 : 8“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”. ,46


QS. 42 : 26” dan Dia memperkenankan (do`a) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras. ,40


QS. 47 : 9” dan Dia memperkenankan (do`a) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras. ,28,32,33,35,36


QS. 48 : 10“ Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. \x Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. ,16,29


QS. 49 : 2” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. ,3


QS. 52 : 21” Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami

tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

QS. 53 : 31” Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).


QS. 56 : 24“ Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

QS. 57 : 10“ Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ,11,18,19,27


Apapun yang kami ungkapkan diatas, sekelumit untuk mendayagunakan sebagai kekuatan agar kita selalu ingat betapa pentingnya kita mengamalkan dalam hidup ini.

Bayangkan dalam pikiran kita bahwa “pemeliharaan jasmani dan rohani hendaklah seimbang, jangan berat seblah bahkan lebihkan kepentingan jiwa. Karena keadaan jiwa itulah terjadi orang bertingi dan berendah.

Jadi ingatlah selalu untuk membangun kebiasaan menjalankan “pahala” bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan karena itu untuk mengungkit kekuatan kebiasaan pikiran, maka renungkan bahwa pembalasan suatu

dosa oleh Tuhan tidak dibalas tunai tetapi menurut waktu dan tempatnya.

KESIMPULAN


Dengan memperhatikan keinginan yang ditopang oleh makna kekuatan “pahala”, maka kebiasaan pikiran yang kuat mampu menuntun kita agar sikap dan perilaku sejalan dengan apa yang diperintahkan dalam Al Qur’an.

Oleh karena itu, bangkitkan daya kemauan yang kuat untuk selalu mengingat bahwa Pahala amal manusia kembali pada dirinya, seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 29 : 6” Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Sejalan dengan apa yang telah kita utarakan diatas maka ingatlah bahwa Pahala bagi laki2 dan perempuan yang mengerjakan Perintah Allah menjadi satu kekuatan penggerak pikiran seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS.33 ; 35” Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.


Jadi sebagai pendorong untuk kita selalu memikirkan bahwa Pahala bagi orang yang berbuat baik maka sudah seharusnya manusia untuk melaksanakannya seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.3 : 148” Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

QS. 28 :84” Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.


Sejalan dengan apa-apa yang telah kita pikirkan bahwa Pahala bagi yang beriman merupakan satu kekuatan untuk kita selalu mengingat atas perbuatan itu seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 2 :62” Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ,262,274,277


QS. 3 :57” Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. ,185,199


QS. 4 : 173” Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala

mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain daripada Allah.


Bayangkan dalam pikiran kita bahwa orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt. Jadi ingatlah dalam pikiran kita bahwa Pahala bagi orang yang bertaqwa merupakan satu kekuatan dalam membangun kebiasaan pikiran yang selalu ingat karena itu baca dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini


QS.38 :49” Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, – 54


QS. 55 : 46” Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. ,48,50,52,54,56, 58,60,62


QS. 47 : 36” Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.

Setiap kita membayangkan Pahala bagi yang gugur di jalan Allah, berarti satu kekuatan dalam pikiran kita untuk mengatakan bahwa “orang yang disegani bukan pada orang kaya, tetapi pada orang berbudi tinggi yang mampu menggugah kedalam kebiasaan pikiran, oleh karena itu untuk mengingatnya, renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :




QS. 4 : 74“ Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

Untuk menguatkan kebiasaan pikiran kita bahwa apa yang terpikirkan dalam Pahala bagi yang mengerjakan amal shalih, maka disitu terletak satu kekuatan untuk menyadarkan pikiran manusia seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 16 : 97” Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.



QS. 17 : 19” Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.


Tuntunlah kebiasaan pikiran kdalam Pahala yang sempurna iman seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini:


QS. 89 : 28” Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. ,29” Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, ,30” dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Untuk membangun kerajaan dalam pikiran yang mampu mengingatkan sikap dan perilaku yang dituntun oleh kekuatan “menyerah dengan sebulat hati”, maka disitu terletak pengakuanku beragama “Islam”, maka segala perintah dan hukumNya aku taati.

Oleh karena itu, begitu banyak tentang “PAHALA” diungkapkan dalam Al Qur’an, tetapi yang menjadi masalah kita, mampukah manusia yang mengaku Islam akan tunduk dan berkeinginan untuk mengamalkannya.


Sejalan dengan pemikiran diatas, maka satu kekuatan yang mampu menggugah pikiran kita membayangkan dalam makna yang diungkapkan dalam Pahala besar yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 3 : 177” Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak akan dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. ;


QS. 4 : 40” Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. ,67,74,114,152,162


QS. 16 : 41” Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui,

QS.17: 19” Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.

QS.18 : 2” sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, ;


QS.33 :29” Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.,31,44


QS. 35 : 30” agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

QS. 36 : 11” Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

QS.39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.


QS. 47 : 10“ Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. ,16 ;


QS. 65 : 5”Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya. ;


QS. 68 : 3” Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.


QS. 57 : 18” Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada

Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.,19 ;


QS.60 : 6”Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi terpuji.


QS. 64 : 15” Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.

QS.67 : 12” Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.


QS. 73 : 20” Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Adakah kemauan kita yang kuat untuk terus merenung dan membaca apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas menjadi daya dorong perubahan sikap dan perilaku. Untuk mengingatkan itu cabalah renungkan juga seperti makna “Pahala dua kali lipat” untuk dapat menggugah jiwa kita dalam usaha membangun suatu kekuatan kebiasaan dalam pikiran dengan mengingat apa yang dituangkan dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 28 : 54” Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.


QS.6 : 160” Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Sejalan dengan pikiran diatas pikirkan wujud dari suatu kekuatan yang terungkap dalam makna Pahala terus menerus seperti yang termuat dalam “

QS. 95 : 6” kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Dengan memperhatikan makna apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 sebelumnya, maka selalu untuk mengangkat kebiasaan kita dalam bersikap dan berperilaku melalui pemahaman kita atas “ajaran islam tidak mau tumbuh di atas jiwa yang dibungkus oleh kemusyrikan dan kebendaan, sehingga kita akan selalu ingat apa yan dingkapkan dalam surat an ayat lebih lanjut dibawah ini dengan mengingat bahwa Pahala Tuhan tidak menyianyiakan pahala yang mengerjakan amalan seperti yang terngkap dibawah ini :


QS. 7 : 170” Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.


QS. 9 : 120” Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

QS. 11 : 115” Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

QS.12 : 56” Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja yang ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. ,90 ;


QS. 18 : 30” Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik.

Oleh karena itu ingatlah kedalam kebiasaan pikiran kita bahwa Pahala yang lebih baik seperti apa yang terungkap dalam :


QS. 39 : 35” agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

QS. 56 : 24” Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.


QS. 92 : 6” dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), 9” serta mendustakan pahala yang terbaik,

Jadi segala usaha untuk mewujudkan kekuatan apa yang terpikirkan dalam mencari kebenaran, maka disitu ada jawaban bahwa Pahala untuk usaha kebaikan diri sendiri seperti yang termuat dalam :


QS. 2 : 110” Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

Dengan apa-apa yang kita pikirkan, melalui surat2 dan ayat yang kita ungkapkan diatas, maka menjadi pendorong untuk kita renungkan hal-hal yang menuntun pikiran kita dengan apa-apa yang kita ungkapkan dibawah ini sebagai satu kekuatan dalam rangka usaha-usaha kita dalam memikirkan bahwa “Akhlak obyeknya diri sendiri sedangkan orang lain itu dijadikan cermin untuk diri sendiri atau orang lain bercermin kepada kita yaitu yang terkait dengan :

Pahala hanya diperoleh orang sabar

QS. 28 : 80” Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar”.


Pahala mukmin tidak disi-siakan

QS. 3 : 171“ Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.


QS. 18 : 30“ Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik.


Pahala sesuai dengan usaha/amalnya

QS. 2 : 286“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.


Pahala tidak dapat dipindahkan kepada orang lain

QS. 2 : 123“ Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfa`at sesuatu syafa`at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.


Yang bakal memperoleh pahala besar

QS. 67 : 12” Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.


QS. 79 : 40” Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,-41” maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). ;

QS. 9 : 8” Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).


QS. 41 : 8” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”.

Apa yang dapat kita petik dengan mendalami makna „Pahala“ dalam perjalan hidup ini, tidak lain adalah kita ada usaha yang terpikirkan untuk menuntun sikap dan perilaku kita melihat hari ini sebagai kekuatan agar kita siap memikirkan bahwa hidup anda diebentuk oleh pikiran anda sendiri, sehingga bangunlah dari kekuatan kebiasaan pikiran untuk mengungkapkan “jadilah diri sendiri”

Sejalan dengan ungkapanpikiran diatas, maka cobalah bayangkan dalam pikiran anda bahwa “pekerjaan yang besar itu tidak berhajat kekuatan tetapi berhajat sebagai keteguhan hati. Dunia semakin kecil buat kita kalau hati dan semangat kita bertambah besar. Gagah dalam wujud penghidupan sampai saat kematian. Di dunia tidak ada yang tidak bisa asal saja mau bekerja dan berusaha”. Disitulah letak kita berpikir untuk keinginan tahu dari yang tida tahu dengan sering membaca dan merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat yang kita baca, mampukah kita mengamakannya.




47. KEBAKHILAN (kikir / lokek / pelit)


Kata „Kebakhilan / kikir“ menggambarkan watak manusia yang tamak hanya memikirkan tentang diri sendiri, hidupnya demi kepentingan dunia semata, oleh karena itu yang bersangkutan mengaku islam, tapi sikap dan perilakunya tidak sedikit tergerak dalam hatinya untuk mengingat apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 180“ Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 4 : 37“ (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

QS. 4 : 128“ Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir, Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 9 : 34“ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia)

dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,


-35“ pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.


QS. 17 : 29“ Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.

QS. 17 : 100“ Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai khazanah rahmat Tuhanku, niscaya khazanah itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.


QS. 25 : 67“ Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

QS. 47 : 36“ Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.-37“


-38“ Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling

niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).


QS. 53 : 32“ (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.


-37“ dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?,


QS. 53 : 39“ dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

-41“ Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

QS. 57 : 23“ (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,


-24“ (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 59 : 9“ Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang

Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.


QS. 64 : 16“ Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 70 : 15“ Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak,

-18“ Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. -19, 21


QS. 92 : 8“ Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

-11“ Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.


QS. 104 : 1“ Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

- 4“sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

Walaupun mereka membaca seluruh surat dan ayat diatas untuk mengingatkan kebiasaannya, tapi hatinya tidak tergerak sedikitpun. Dalam hal ini kita dapat membayang pikiran manusia bahwa kita heran manusia saban hari menyisir rambutnya tetapi tidak ada menyisir otaknya.

Itulah watak manusia kikir dalam hidupnya. Tidak ada daya kemauan untuk memahami apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 diatas, bagi mereka dalam apa yang dipikirkan tidak mempunyai arti dalam memberi makan dan membersihkan badannya tetapi tidak memberi makan jiwa dan membersihkan kebathinannya.

Tidak pernah terpikirkan olehnya walaupun tlah diingatkan hal-hal yang terkait seperti yang terungkap dalam surat dan ayat diatas mengenai :

Kebakhilan dan dusta serta balasannya
Kewajiban terhadap Allah dan terhadap sesama manusia
Keharusan memberikan hak-hak orang yang lemah dan cara menyelesaikan keulitan rumah tangga
Kepercayaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani serta sikap-sikap mereka
Beberapa tata krama pergaulan ; keingkaran orang-orang kafir dan bantahan terhadapnya
Sifat-sifat hamba Allah yang mendapat kemuliaan
Ancaman terhadap orang2 munafik dan orang2 murtad
Orang2 yang menjauhi dosa2 besar mendapat ampunan dan pembalasan yang baik dari Allah ;
Kehancuran orang yang mendustakan kebenaran dan pertanggung jawab masing2 manusia atas perbuatannya
Segala sesuatu pada hakekatnya milik Allah maka janganlah kamu merasa berat menafkahkan harta dan rezkimu di jalan Allah
Hati-hatilah terhadap kehidupan duniawi ; kepastian datangnya azab kepada orang2 kafir
Usaha manusia adalah bermacam-macam yang terpenting ialah mencari keredhaan Allah ; amat celakalah menimbun harta yang tidak menafkahkannya di jalan Allah.
KESIMPULAN


Setiap apa yang terungkap dan diajarkan dalam Al Qur’an dan sering direnungkan serta dibaca berulang kali, namun tidak mampu mengetuk dinding jiwa dengan kekuatan alat

pikiran, walaupun seperti iungkapkan bahwa Balasan terhadap orang kikir di hari kiamat yang ditetapkan dalam


QS.4 : 37“ (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.


QS. 56 : 42“ Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,, 45“ Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.


Sejalan dengan pikiran diatas, walaupun telah diingatkan bahwa Dilarang kikir, seperti yang terungkap dalam :


QS. 3 : 180” Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 4 : 37“(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

Namun, manusia tidak tergerak untuk menjadi satu usaha untuk menjadikan kekuatan dalam kebiasaan hidup karena pengaruh kebiasaan pikiran negatif mendorong Manusia kikir karena tamak menjadi satu kekuatan dalam dirinya, sehingga tidak mampu untuk merenungkan bahwa Manusia menurut tabiatnya kikir sehingga Celaan terhadap orang



kikir (teramat cinta harta), oleh karena itu tidak heran bahwa Manusia kikir untuk dirinya sendiri.

Sering dibaca hal-hal yang terungkap dalam :


QS. 100 : 1 “Hari Kiamat,– 11(Yaitu) api yang sangat panas.


QS. 4 : 128” Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir, Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 59 : 9” Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 64 : 16” Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 47 : 38” Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling

niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).

Tapi hidup manusia ini, tidak mampu untuk memikikan bahwa masa yang anda miliki adalah hari ini, oleh karena itu renungkan kembali yang terkait dengan hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, namun mereka tidak mampu menangkap makna untaian kalimat seperti “Orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt. Serta tidak pernah merasa susah karena kekurangan harta benda sebab ia merasa cukup atas segala apa yang telah dilimpahkan Allah kepadanya“

Sejenak bila kita reungkan ungkapan diatas, bayangkan bahwa Nabi Muhammad tidak kikir untuk menerangkan yang gaib seperti yang termuat dalam QS. 81 : 24” Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.



48. KEBOHONGAN


Satu hal yang kita lihat dalam perjalanan hidup ini bahwa manusia hidup dalam topeng kepalsuan, tak pernah manusia lebih banyak untuk mengungkit daya kemauan yang kuat dalam usaha untuk “berkenalan kepada Allah di waktu senang, niscacaya Allah akan kenal kepada anda di waktu susah. Orang yang mendekati Allah sehasta, Allah mendekati sedepa. Orang yang menuju Allah berjalan Allah menujunya berlari.

Oleh karena itu, hidup dalam topeng kepalsuan berati manusia penuh dengan “Kebohongan”, tidak mungkin terpikirkan apa yang kita kemukakan diatas.

Sejalan dengan pikiran diatas, coba baca dan renungkan apa-apa yan diungkapkan dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai kekuatan pengetuk dinding jiwa sbb. :

QS. 4 : 112“ Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

QS. 24 : 4“ Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.


- 5“ kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


QS. 24 : 18“ dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


-20“ Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).

QS. 24 : 23“ Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la`nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,


-25“ Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allahlah Yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).

Dengan memperhatikan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, serta ungkapan yang terkait dengan usaha merangkul Allah Swt, berarti anda mampu mengamalkan dalam menemukan diri.

Untuk meningkatkan usaha-usaha dalam menemukan diri maka dalam pikirkan ungkapan seperti „ barang siapa mengajak kepada kebaikan, tuntunlah dirimu untuk mendalami hal-hal yang terkait dengan makna Dusta seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini:

QS. 3 : 11“ (keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir`aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. ,19,21,22,23,24,61,75,78,94,137,184


QS. 4 : 28“ Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. ,50,77,156,


QS. 5 : 10“ Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.,70,86,103


QS. 6 : 4“ Dan tak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya (mendustakannya). 5,11,21,24,

27,31,33,34,39,49,57,66,93,116,144,


QS. 7 : 37“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: “Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?” Orang-orang musyrik itu

menjawab: “Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.


QS. 9 : 42“ Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

QS. 11: 18“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.


QS. 12 : 26“ Yusuf berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.

QS. 14 : 3“ (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

QS. 16 : 116“ Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.


QS.18 : 5“ Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.


QS. 22 : 30“ Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.


QS 24 : 16“ Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar.”


QS.25 : 3“ Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfa`atanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

QS. 29 : 3“ Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ,17


QS. 38 : 7“ Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (meng-esakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

QS. 42 : 24“ Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah”. Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati

hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.


QS. 43 : 25“ Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.

QS. 45 : 7“ Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,

QS. 46 : 11“ Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya dia (Al Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama”.

QS. 53 : 11“ Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

QS. 54 : 9” Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman”.,18,25,33


QS.58 : 2“ Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.

Jadi begitu banyak untuk mengingatkan diri dari kata „Dusta“ seperti yang terungkap dalam AlQur’an, begitu untuk mempertegaskan kata dusta menjadi „Berdusta” menjadi kebiasaan dalam bersikap dan berperilaku, oleh karena itu untuk mengingatkan dalam pikiran, maka coba

renungkan ungkapan seperti “bila manusia tidak dapat menguasai hawa nafsunya, akhirnya nafsu itu akan merendahkan dirinya walau mulanya dia seorang yang terhormat”

Dengan demikian cobalah untuk merenung dan berusaha mendalami kata berdusta tersebut seperti apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 10“ Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.,79


QS. 6 : 138“ Dan mereka mengatakan: “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki” menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.


QS. 7 : 66“ Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta”.

QS. 9 : 43“ Semoga Allah mema`afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?, 77


QS. 10 : 17“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. ,66


QS. 11 : 18“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim. ,65,93


QS. 12 : 110“ Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tid]ak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.


QS. 16 : 39“ agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berdusta.

QS. 17 : 59“ Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mu`jizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.

QS. 20 : 61“ Berkata Musa kepada mereka: “Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa”. Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.

QS. 24 : 7“ Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.

QS. 26 : 86“ dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,

QS. 29 : 68“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?


QS. 34 : 8“ Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?” (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.,43


QS. 38 : 4“ Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”.


KESIMPULAN


Bertolak dari kemampuan untuk meningkatkan kekuatan daya ingat dengan belajar dan merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 tersebut diatas, mengenai „Berbohong, Dusta, Berdusta mampu mendorong untuk memikirkan sesuatu kedalam kebiasaan yang selalu mengingatkan kedalam sikap dan perilaku yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. artinya sebagai satu kekuatan dalam pikiran bahwa barang siapa yang tidak hendak maju dan tidak bernafsu mencari kemajuan, maka jiwanya seumpama lentera yang kehabisan minyak, makin lama makin suram, kemudian menjadi gelap sama sekali.

Jadi dengan mengingat hal-hal yang kita utarakan diatas, cobalah tegakkan kekuatan untuk tidak berbuat dalam Mendustakan sehingga anda terjebak kedalam usaha-usaha ketidak mampuan membangun daya kemauan untuk tidak berbuat dari dorongan pikiran yang negatif.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kekuatan daya ingat, maka baca dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 2 : 39“ Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.,87


QS. 6 : 127“ Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. ,148,150,157


QS. 7 : 36“ Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ,37,64,72,92,94,96,101,136,146,

147,176, 177,182


QS. 8 : 54“ (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.

QS. 9 : 90“ Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan `uzur, yaitu orang-orang Arab Badwi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.

QS. 10 : 17“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. ,39,41,7,74,95


QS. 12 : 109“ Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan

sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?

QS. 15 : 80“ Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul,

QS.16 : 36“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).,113


QS. 20 : 56“ Dan sesungguhnya Kami telah perlihatkan kepadanya (Fir`aun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya, maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

QS. 21 : 77“ Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.


QS. 24 : 42“ Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).,57


QS. 23 : 26“ Nuh berdo`a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.” ,33,39,44,48,105


QS. 25 : 11“ Nuh berdo`a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.” , 19,36,37,77


QS. 26 : 6“ Sungguh mereka telah mendustakan (Al Qur’an), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokan. ,12,105,117,123139,144,160,176



QS. 27 : 83“ Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).,84


QS. 28 : 34“ Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku”.

QS. 29 : 18“ Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.” ,37


QS. 30 : 9“ Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. ,10,16


QS. 32 : 20“ Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak ke luar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.

QS. 34 : 42” Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlah

olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu”. ,45,


QS. 35 : 4“ Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan), maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. ,25


QS.36 :14“ (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu”.


QS. 37 : 21” Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya. ,127


QS. 38 : 14“ Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.

QS. 39 : 25“ Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka. ,32,59


QS. 40 : 5“ Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?,70


QS. 50 : 5“ Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau. ,12,14,




QS. 52 : 14“ (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.

QS. 54 : 3“ Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya. , 36, 42


QS. 55 : 13“ Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38

,40, 42, 4,45,47,49,51,53,55,57,59,61,63,65,67,69,71

73,75,77


QS. 57 : 19“ Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.


QS. 60 : 12“ Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


QS. 61 : 7“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.


QS. 67 : 18“ Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.

QS. 68 : 8“ Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)., 44


QS. 69 : 49“ Dan sesungguhnya kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan (nya).


QS. 75 : 32“ tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),

QS. 77 : 15“ Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. ,19,24,28,29,34, 37,40,

45,47,49,


QS. 78 : 27“ Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab,,35


QS. 79 : 21“ Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai.

QS. 82 : 9“ Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

QS. 83 : 11“ (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. „,12,171


QS. 84 : 22“ bahkan orang-orang kafir itu mendustakan (nya).

QS. 85 : 21“ Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia,

QS. 91 : 11“ (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,,14

QS. 92 : 9“ serta mendustakan pahala yang terbaik, ,16


QS. 107 : 1“ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Dengan mengungkap semua surat dan ayat tersebut diatas, maka wajah manusia yang hidup dengan topeng kepalsuan, menjadikan makna „kebohongan, dusta, berdusta, mendustakan“ menjadi kebiasaan dalam hidup manusia.

Oleh karena itu, bayangkan dalam pikiran dari kekuatan menjadikan timbulnya keinsyafan dari perasaan ; timbul-nya kemauan dari keinginan ; timbulnya keyakinan dari kepercayaan ; timbulnya kemajuan dari perubahan ; timbulnya kepandaian dari kerajinan ; timbulnya dengki dari iri hati. Jadi bangkitkan daya kemauan yang kuat untuk selalu mampu meningkatkan kedewasaan berpikir.


49. KELALIMAN


Kita menyadari sepenuhnya bahwa ajaran islam tidak mau tumbuh di atas jiwa yang dibungkus oleh kebendaan dan kemusyyrikan, tetapi mengapa manusia mengakui sebagai muslimin, tidak dapat melepaskan diri dalam perbuatan apa yang disebut „Kelaliman“

Persoalannya ketidakmampuan manusia yang tidak ada usaha-usaha memperbaiki diri disebabkan daya kemauan yang kuat tidak ada dalam dirinya, oleh karena itu, maka menjadi kebiasaan dalam hidupnya untuk terus tumbuh mengenai apakah sudah dipikirkan yang anda kerjakan. Tiap sesuatu yang kita kerjakan hendaklah apa yang sudah kita yakinkan betul sejalan dengan apa yang telah kita pelajari sebagai tuntunan hidup. Seharusnya kita mampu berpikir bahwa segala yang di alam ini ada faedahnya hanya satu yang tidak ada guna ialah „Sesal kemudian“

Bila kita baca dan direnungkan baik-baik semua apa-apa yang menjadi tuntunan telah diungkap dalam surat dan ayat yang menjelaskan makna kata „zalim“ yang tidak disenangi, sehingga begitu banyak ungkapan tersebut dalam Al Qur’an untuk mengingatkan manusia sebagai makhluk yang

dimuliakan oleh Allah Swt, dengan tuntunan itu manusia diharapkan mampu untuk dapat mengungkit daya kemauan yang kuat dalam usaha- usaha memperbaiki diri yang sejalan dengan tuntunan yang diberikan-Nya

Oleh karena itu, cobalah bangkitkan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam ingatan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 35“ Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. ,51,124,140,150,193,231


QS. 3 : 128“ Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.

QS. 4 : 75“ Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo`a: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.

QS. 6 : 33“ Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. , 52,82,144,157


QS. 7 : 19“ (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah

kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”. ,47,148,150,165


QS. 8 : 54“ (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.

QS. 10 : 54“ Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. ,85


QS. 11 : 31“ Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): “Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan: “Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat”, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: “Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka”. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim. ,37,83,117


QS. 12 : 75“ Mereka menjawab: “Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya) Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim.” ,79


QS. 14 : 34“ Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya

manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni`mat Allah). ,42,44


QS. 16 : 28“ (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatanpun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. ,61,85


QS. 17 : 33“ Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”. Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. ,47,82


QS. 18 : 15“ Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, ,35,50,57


QS. 19 : 38“ Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.


QS. 21 : 3“ (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?”


QS. 23 : 27“ Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tannur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. ,28,94,107


QS. 24 : 50“ Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.


QS. 25 : 4“ Dan orang-orang kafir berkata: “Al Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain”; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. ,21


QS. 26 : 10“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): “Datangilah kaum yang zalim itu, ,209,227


QS. 27 : 14“ Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. ,44,52


QS. 28 : 21“ Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdo`a: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.


QS. 29 : 46“ Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali

dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.


QS. 32 : 22“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. ,24


QS. 39 : 47“ Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.

QS. 40 : 31“ (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, `Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.

QS. 42 : 39“ Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.


QS. 45 : 19“ Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.

QS. 51 : 59“ Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bahagian (siksa) seperti bahagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.


QS. 52 : 47“ Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.


QS. 53 : 52“ Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,

QS. 66 : 11“ Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”,


QS.68 : 29“ Mereka mengucapkan: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.


QS.71 : 24“ Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.


Banyak diantara kita, sering membaca apa-apa yang diungkapkan diatas, tapi pengalaman juga menunjukkan tidak mempengaruhi daya kemauan manusia untuk berubah. Apa yang dipikirkannya adalah terkait dengan dunia semata.

Oleh karena itu mereka tidak bisa membayangkan bahwa alam ini dapat dipersempit dan dapat juga diperlapang. Barang sesuatu dibawa baik dia akan menjadi baik dan kalau dibawa buruk dia akan menjadi buruk, tergantung pada pikiran kita.

Sejalan dengan pikiran diatas, walaupun mereka secara sadar dapat memahami bahwa Orang zalim berada dalam kesesatan seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :



QS. 31 : 11“ Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

Tidak dapat kita bayangkan bahwa jalan pikiran mereka, walaupun telah ditunjukkan dimana Orang zalim itu berbuat keburukan terhadap dirinya seperti telah diingatkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 7 : 177“ Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.

QS. 10 : 23“ Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah keni`matan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.


, 44 „Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.

QS. 30 : 9“ Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.



QS. 39 : 51“ Maka mereka ditimpa akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.

Dengan merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, tidaklah menjadi petunjuk baginya dalam usaha untuk mengingatkan diri bahwa Orang zalim diazab dengan suara keras yang menguntur seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 11 : 67“ Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya., 94“ Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu`aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.


QS 23 : 41“ Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.

QS. 36 : 29“ Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

Jadi dengan ketidakmampuan manusia dalam usaha untuk berbuat sesuai dengan tuntunan dalam Al Qur’an, maka mereka sebagai Orang kafir termasuk golongan zalim, seperti diingatkan dalam :


QS. 2 : 254“ Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan

tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.


Apapun yang ditunjukkan kepada mereka agar menuju ke jalan benar, namun merubah kebiasaan pikiran itu kedalam pikiran menemukan jatidiri, walaupun sudah diingat bahwa Orang zalim kekal di neraka dan atau dengan kata lain Orang zalim pelindungnya syeitan, telah ditunjukkan dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 2 : 257“ Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Belajar dari apa-apa yang kita ungkapkan diatas, akan memberikan gambaran dalam perjalanan bahwa Orang zalim mementingkan kenikmatan, sehingga mereka lupa untuk mengingatkan diri seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS.11 : 116“ Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.


Bertolak dari ungkapan diatas, sudah semestinya bahwa manusia itu harus memikirkan dalam hidup ini perlu untuk mengungkit daya ingat mengenai Orang zalim tidak akan beruntung dalam menjalani hidup ini karena mereka tidak dapat belajar dari tuntunan seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 6 : 135“ Katakanlah: “Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapat keberuntungan.


QS. 10 : 17“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.


QS. 12 : 23” Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah kesini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.


QS. 20 : 111” Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.


QS. 28 : 37” Musa menjawab: “Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim“.


Apakah anda ada memikirkan setiap hari bagaimana anda dapat menyenangkan orang lain, kalau tidak ada usaha berarti anda menjadi Orang zalim tidak mempunyai penolong, oleh karena itu bayangkan makna surat dan ayat dibawah ini :




QS. 2 : 270” Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.

QS.3 : 192” Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

QS. 5 : 72“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.


QS. 22 : 71” Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu, dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun.

QS. 30 : 29” Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.

QS. 40 : 18“ Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa`at yang diterima syafa`atnya.


Sejalan dengan apa yang kita pikirkan mengenai perihal diatas, maka renungkan pula Orang yang makan harta anak yatim secara zalim akan masuk neraka, seperti apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini


QS. 4 : 10“ Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).


Oleh karena bayangkan pula dalam kebiasaan pikiran anda bahwa Pada hari kiamat taubat orang zalim tidak berguna artinya janganlah menunda apa yang terpikir dalam perjalanan hidup ini, agar kita tidak hidup dalam penyesalan, jadi renungkan makna surat dan ayat dibawah ini :

QS. 30 : 57“ Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.


QS. 40 : 52“ (yaitu) hari yang tiada berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la`nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.

KESIMPULAN


Pada bagian terdahulu telah kita ungkapkan makna „Zalim“ yang sejalan apa-apa yang tertuang dalam Al Qur’an sebagai penuntun dan dampak Perbuatan zalim yang dilakukan manusia seperti yang terungkap dalam :

QS. 2 : 59“ Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik. ,145,165,229,231




QS. 3 : 94“ Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.


QS. 5 : 45“ Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

QS. 7 : 162“ Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.

QS. 9 : 23“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

QS. 10 : 106“ Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa`at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”.

QS. 29 : 49“ Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.



QS. 31 : 13“ Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

QS. 49 : 11“ Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

QS. 65 : 1“ Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru.

Bertolak dari pemikiran yang kita ungkapkan diatas dan belajar serta merenungkan ungkapan diatas, maka dalam mengungkit daya kemauan yang kuat menjadi kekuatan kebiasaan pikiran bahwa kita harus usahakan karena tidak sesuatu yang berguna dari pada benar, tidak ada kejahatan yang lebih buruk dari pada zalim, tidak ada ibadat yang lebih

utama dari pada diam dan tidak ada kejelekan yang lebih buruk dari pada perbuatan zalim.

Dengan mengingat apa-apa yang kita utarakan diatas, maka renungkan kembali bahwa Allah mempunyai ampunan yang luas sekalipun terhadap orang seperti yang tertuang dalam :


QS. 13 : 6“ Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan. padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksa-Nya.

Jadi ingatlah bahwa Allah mengampuni orang zalim yang bertaubat seperti yang terungkap dalam :


QS. 27 : 11“ tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Oleh karena itu, apabila manusia itu tidak memerdekakan jiwanya dari harta benda maka pastilah harta yang dimilikinya itu akan menguasainya, maka anda akan menjadi zalim dimana Allah mengetahui orang zalim seperti yang tercantum dalam :


QS. 2 : 246“ Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah”. Nabi mereka menjawab: “Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah

diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?” Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.


QS. 6 : 58“ Katakanlah: “Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.


QS. 9 : 47“ Katakanlah: “Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.


QS. 62 : 7“ Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.

Jadi bila kita merenung dan memikirkan apa-apa yang teruang dalam surat dan ayat diatas, berarti anda memahami bahwa Allah menyiksa orang zalim seperti yang tertuang dalam :


QS. 2 : 59“ Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.

QS. 6 : 45“ Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. ,47“ Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-

konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zalim?


QS. 7 : 162“ Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka., 165“ Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.


QS.10 : 13” Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. ,


52“ Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu: “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.”

QS.11 : 44“ Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.” ,102“ Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.

QS. 14 : 13” Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,


,22“ Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

QS. 16 : 113“ Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.


QS. 18 : 59“ Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.


QS. 21 : 11“ Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).


QS. 22 : 45“ Berapa banyak kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi,


48“ Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).




QS. 25 : 19“ Maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar. ,

37“ Maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.


QS. 27 : 85“ Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa).

QS. 28 : 40“ Maka Kami hukumlah Fir`aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.


,59“ Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.

QS. 29 : 14“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.


,31“ Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim”.


QS. 34 : 42“ Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu”.


QS. 43 : 65“ Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka; lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).

QS. 76 : 31“ Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

Jadi dengan memahami tuntunan seperti yang termuat dalam surat dan ayat diatas yang begitu banyak untuk mengingatkan manusia, maka secara tegas pula Allah menyesatkan orang zalim seperti yang termuat dalam


QS. 14 : 27” Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.

Sejalan dengan Allah tidak menunjuki orang zalim seperti yang tercantum dalam :


QS. 3 : 86” Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.

QS. 4 : 168” Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,

QS. 5 : 51” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.


QS. 46 : 10” Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.


QS. 9 : 19” Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.


109” Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.


QS. 61 : 7” Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.




QS. 62 : 5” Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.


Dengan mendalami apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, masih saja ada orang yang mengejar kelezatan jasmani saja, meninggalkan kenikmatan rohani memperkenyang tubuh tidak mengindahkan rohani, maka mata hatinya akan tertutup, disitulah ketidakmampuan manusia melihat bahwa Allah tidak menyukai orang zalim seperti yang terungkap dalam


QS. 3 : 57” Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. ,


140” Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

QS.30 : 29” Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.

Oleh karena itu bangkitkan daya ingat untuk merenungkan kembali mengenai Dilarang berkawan dengan orang zalim seperti yang termuat dalam :



QS. 6 : 68” Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

QS. 11 : 113“ Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.


QS. 60 : 9” Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Jadi tidak heran kita kepada Keingkaran orang zalim tentang diutusnya rasul seperti yang termuat dalam :


QS. 25 : 8“ atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil) nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.”

Manusia baru sadar apa-apa yang terjadi dari sikap dan perilakunya yang tidak tetuntun dari ketidakmampuan dalam memahami Keluhan orang zalim bila mendapat siksa sepert yang terungkap dalam :


QS.7 : 5“ Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.


QS. 21 : 97“ Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”.


QS. 25 : 27“ Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.”


QS. 35 : 37“ Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Bayangkan dalam pikiran anda bahwa akal itu menteri yang menasehati, hati itu ialah raja yang menentukan, harta itu satu tamu yang akan berangkat, kesenangan itu satu masa yang akan ditinggalkan, maka ingatlah kepada Kutukan Allah kepada orang zalim seperti yang tertuang dalam :


QS. 7 : 44“ Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,


QS. 11 : 18“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan

dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.


Sejalan dengan pikiran diatas cobalah renungkan ungkapan bahwa Malaikat memukul orang zalim waktu sakaratul maut seperti yang termuat dalam :


QS. 6 : 9“ Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan dia berupa laki-Iaki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.


QS. 8 : 50“ Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).

Bayangkan dalam pikiran anda bahwa Neraka tempat kembali orang zalim seperti yang termuat dalam :


QS. 3 : 151“ Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.


QS. 5 : 29“ “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”


72“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil,

sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

QS. 7 : 41“ Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.

QS. 19 : 72“ Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

QS. 29 : 68“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?


QS. 39 : 32“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?

QS. 59 : 17“ Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.

QS. 51 : 59“ Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bahagian (siksa) seperti bahagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.

Jadi bila kita renungkan dan mempelajari apa-apa yang tertuang dalam surat-surat dan ayat-ayat yang terungkap

diatas sebagai tuntunan dalam hidup ini, maka dengan kekuatan pikiran, apakah manusia mampu belajar dari makna ungkapan seperti „Ada orang yang ingin berumur panjang tetapi tidak suka disebut tua. Dalam hidup bukan umur panjang yang penting, tetapi hidup yang memberi manfaat.

Hidup yang sudah pendek itu akan membikin lebih pendek, jika kita mensia- waktu. Orang yang membuang-buang waktu adalah orang yang mnsia-siakan hidup.

Belajar dari ungkapan diatas, mampukah dengan pikiran yang kuat untuk menggugah apa yang disebut dengan ada orang berebut benda keduniaan tetapi tidak mampu mengindahkan kekosongan bathin. Ingatlah pikiran tersebut sebagai satu dorongan untuk tidak berbuat zalim.

50. KEHIDUPAN DUNIA TIPUAN BELAKA


Manusia dalam kehidupan dunia akan selalu kita jumpai susah dan senang yang silih berganti, karena dalam pikiran mereka terletak salah satu kesalahan manusia adalah membebani masa sekarang dengan beban-beban masa depan yang panjang, itulah satu tanda bahwa mereka tidak dapat memahami „kehidupan dunia tipuan belaka“ seperti yang terungkapa dalam :

QS. 6 : 32“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

Oleh karena itu, pikirkan dan renungkan baik-baik bahwa kemewahan telah dijadikan dasar dari penghidupan yang akan anda jalani, maka disitu telah tersurat kejatuhan anda sendiri sejalan dengan hidup anda yang dibentuk oleh pikiran anda sendiri.

Jadi janganlah tertipu dalam kesenangan dan gelisah sewaktu kesusahan, itu berati sesungguhnya membebani pikiran dengan kesulitan yang belum tiba waktunya itu adalah suatu kebodohan yang nyata. Oleh karena itu bangkitkan ingatan anda sehingga anda dapat beripikir kedalam daya kemauan untuk melihat diri. Sejalan dengan pikiran tersebut belajarlah dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam :

QS. 29 : 64“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

QS. 35 : 5“ Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

QS. 47 : 36“ Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.

QS. 57 : 20“ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.


KESIMPULAN


Bila sejenak kita dapat membayangkan atas tuntunan yang terungkap dalam surat dan ayat, maka bukalah mata hati anda untuk memikirkan makna kehidupan dunia dan akherat

sebagai satu kekuatan dalam memandang suatu „kehidupan dunia tipuan belaka“


Dengan begitu, cobalah gerakkan kekuatan pikiran anda kedalam daya kemauan untuk mendalami yang terkait bahwa dalam penghidupan anda akan diuji dengan lima cobaan, apa yang kita sebut 1) dengan kecemasan ; 2) dengan kelaparan ; 3) kekuragan harta benda yang tidak pernah cukup ; 4) kebinasaan diri ; 5) kerusakan tanaman dalam jiwa.

51. KEHIDUPAN


Dalam perjalanan kehidupan ini, sudah seharusnya ada satu kekuatan yang menggerakkan pikiran kita seperti kita membayangkan apa yang terpikirkan dalam „damai yang ada di hati manusia akan menimbulkan damai di muka bumi, kejahatan yang ada di hati mengakibatkan kacaunya masyarakat. Hati yang beriman akan mampu menimbulkan perasaan dan akhlak yang tinggi. Kayuhlah biduk anda tetapi jangan halangi biduk orang yang lain“

Akan kita dorong daya kemauan kita untuk memikirkan sesuatu kedalam melepaskan diri dalam kehidupan yang telah diperingatkan oleh Allah Swt. seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 28“ Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

QS. 2 : 86“ Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.


QS. 2 : 200“ Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah,

sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.


-202“ Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

QS. 2 : 212“ Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

QS. 2 : 214“ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Jadi bila kita memiliki daya kemauan untuk memulai hidup baru, maka dimana ada kemauan, disana ada jalan. Dimana ada kesulitan disamping itu ada kelapangan.

Dengan demikian apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, maka setelah anda membaca dan ada usaha untuk mendalami atas tuntunan yang tersurat dalam Al Qur’an itu, menjadi daya dorong agar kita mampu menjalani kehidupan ini sesuai dengan perintah Allah Swt.

Dengan mendalami makna kekuatan dari tuntunan diatas, kita dapat membayang dalam pikiran kita bahwa dari kesusahan itu akan diperdapat kesenangan. Sebab durian berduri lantaran enak isinya, kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya, bunga ros berduri lantaran harumnya oleh karena itu, bangkitkan kebiasaa dalam berpikir yang produktif dengan mengingat-ingat apa-apa yang tertuang dalam surat dibawah ini :

QS. 6 : 32“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?


QS. 9 : 69“ (keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin adalah) seperti keadaan orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah meni`mati bagian mereka, dan kamu telah meni`mati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu meni`mati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.

-70“ Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, `Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.


QS. 10 : 24“ Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah

sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir.


QS. 11 : 15“ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.-


-16“ Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?

Sejalan dengan kemampuan kita dapat memahami apa-apa yang terungkap dalam surat2 diatas, maka dalam usaha meningkatkan kekuatan pikiran, coba pikirkan pula ungkapan seperti dalam masyarakat tampaknya segenggam uang lebih kuat dari dua genggam kebenaran karena bila uang bersuara kebenaran diam, maka disitulah letak mengapa kita berpikir, untuk mencari tahu dari yang tidak tahu.

Jadi dengan memperhatikan ungkapan dalam pikiran diatas, cobalah pula anda membaca untuk direnungkan apa-apa yang terungkap dalam :

QS. 13 : 26“ Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).




QS. 14 :3“ (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

QS. 16 : 22“ Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.

-23“ Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

QS. 17 : 10“ dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.

QS. 17 : 18“ Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

QS. 18 : 7” Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

-8” Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

QS. 18 : 45” Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-

tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dengan belajar kita menggerakkan kemampuan berpikir maka dengan dorong ingin tahu, kita membaca hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, bila kita renungkan maka sadarilah bahwa kita adalah makhluk pilihan dan kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana kita akan bereaksi terhadap suatu keadaan.

Sejalan dengan pikiran diatas, ingatlah sikap positif menghaslkan persepsi positif dan mengubah situasi menjadi lebih baik, oleh karena itu tingkatkan pikiran anda kedalam berpikir dan belajarkan hal-hal yang terungkap dalam :

QS. 20 : 131” Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

QS. 22 : 66” Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari ni`mat.

QS. 27 : 66” Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya.


QS. 28 : 60” Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah keni`matan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

QS. 29 : 20” Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari

permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. 29 : 64” Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

QS. 30 : 6” (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.


-9” Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.


QS. 31 : 33” Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.


Jadi manfaatkan kebiasaan dalam kekuatan berpikir, maka disitu terletak makna kehidupan yang kita jalani dan secara tidak sadar kita mampu menggerakkan berpkir dengan kekuatan intuisi yang mampu membayangkan sesuatu seperti dengan tidak terasa kita diserang umur tua karena jam, hari, bulan dan tahun liwat sebagai bayangan. Semakin bertambah hari bulan bukanlah umur bertambah panjang, tetapi umur semakin pendek dan semakin dekat dengan pintu kubur.

KESIMPULAN


Ingatlah bahwa masa yang anda miliki adalah hari ini dan hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu tidak ada yang lebih penting daripada kepercayaan diri dan citra diri yang tegas, oleh karena itu manfaatkan kebiasaan berpikir yang disadari dan tidak disadari.

Oleh karena itu tingkatkan kemampuan kedewasaan berpikir sebagai suatu kebutuhan, maka jangan lupa pula untuk mengingat apa yang terungkap dalam :


QS. 42 : 20” Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.

QS. 42 : 36” Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah keni`matan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.

QS. 43 : 33 “Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.

-35” Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

QS. 44 : 56” mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,

Dengan membaca dan merenung apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat diatas, maka kehidupan ini perlu ada usaha-usaha untuk meningkatkan kedewasaan berpikir sebagai jalan untuk menuntun sikap dan perilaku untuk mendorong manusia hdup itu pasti ada masalah, sehingga kita berpikir.

Oleh karena itu, baca dan renungkan agar tumbuh satu kekuatan perasaan bersyukur atas tuntunan agar kita mampu memanfaatkan kebiasaan berpikir yang sejalan dngan apa-apa yang diajarkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 45 : 26” Katakanlah: “Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

QS. 45 : 35” Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.


QS. 46 : 20” Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”.

QS. 53 : 29” Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

-30” Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Jadi dalam usaha meningkatkan kedewasaan berpikir, apa-apa yang kita baca dan kita renungkan dari setiap surat dan ayat diatas, akan mampu mendorong daya kemauan yang kuat dalam membayangkan kekuatan impian ingin tahu dari yang tidak tahu, maka terbukalah satu pikiran bahwa bukan penyesalan yang memerintah anda, oleh karena itu renungkan pula apa-apa yang terungkap dalam :

QS. 57 : 20” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.


QS. 84 : 19” sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).

QS. 87 : 16 “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. -17“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal -18“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,-19” (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Dengan mengungkit kekuatan ingatan melalui usaha untuk meningkatkan kedewasaan berpikir rohaniah, sosial, emosional dan intelektual, berarti ada satu usaha untuk memikirkan bahwa orang yang tidak pernah mengubah pikirannya berati tidak mampu menjadi orang yang sempurna yang sejalan dari tuntunan yang telah dibacanya, oleh karena

itu rubahlah pikiranmu dalam kedelapan yang menyebabkan muka dan jiwa bercahaya seperti yang terungkap dalam 1) kesehatan terjaga ; 2) kegembiraan ; 3) sinar pengetahuan ; 4) kesucian bathin ; 5) kekuatan keimanan ; 6) tidak banyak dosa ; 7) hidup optimis ; berani dan sabar.



52. KEMULIAAN


Untuk membayangkan menjadi orang besar, bukanlah suatu yang salah untuk dipikirkan, namun sesungguhnya hanyalah orang biasa yang semata-mata membuat keputusan yang lebih besar dan menetapkan tujuan yang mulia.

Sejalan dengan pikiran diatas maka manusia perlu untuk meningkatkan pemahaman kata dalam perjalanan hidup ini bahwa Mulia seperti yang diungkapkan dalam :


QS. 2 : 212” Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.


QS. 3 : 26” Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.


QS. 4 : 31” Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

Begitu banyak dalam Al Qur’an yang mengungkapkan makna „mulia“, yang dapat anda temukan lebih lanjut dalam :

QS. 8 : 4,74 ; 12 : 31 ; 17 : 23 ; 22 : 50 ; 23 : 116

QS. 24 : 26,58 ; 27 : 34 ; 33 : 31,44 ; 34 : 4 ; 36 : 11

QS. 41 : 41 ; 43 : 44,81 ; 49 : 13 ; 50 : 1

QS. 56 : 7,8,77 ; 80 : 16

Untuk memahami yang lebih mendalami maka dapat anda simak atas surat dan ayat diatas, cobalah untuk dibaca dan dipelajari dengan harapan bahwa keputusan hari ini mengenai hal diatas adalah kenyataan hari esok dalam pikiran anda.


KESIMPULAN


Dapatkah anda membayangkan bahwa rasa takut adalah pembicaraan pikiran yang menghalangi anda dalam mendengarkan intuisi anda, oleh karena itu jangan anda tinggalkan untuk memikirkan kemungkinan apa yang terungkap dalam pikiran bahwa Dimuliakan dapat menjadi penggerak dalam menemukan jati diri sebagai kekuatan dalam berikap dan berperilaku seperti yang terungkap dalam :


QS. 21 :26” Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan,


QS. 24 : 36” Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,

QS. 36 : 27” apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.

QS. 37 : 42” yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan.

Jadi dengan mendalami makna surat dan ayat diatas, maka memikirkan kemungkinan untuk selalu berusaha dalam perjalanan hidup ini untuk mengingat apa yang terpikirkan seperti apa yang anda sabarkan, anda akan kutip hasilnya karena kesabaran menolong segala pekerjaan. Dalam kesusahan itu dan kesulitan itu tersembunyi nasehat-nasehat kebijaksanaan kedalam satu yang berharga.

Oleh karena itu, bangunlah sifat Kemulian sebagai satu kekuatan benih jiwa, dan ingatlah tuntunan seperti yang termuat dalam :

QS. 21 : 10” Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?


QS. 23 : 71” Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

QS. 35 : 10” Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.


Jadi dengan merenung apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, maka bayangkan pula dalam suatu ingatan agar mampu mewujudkan dalam daya kemauan untuk mengamalkan, apa yang kita sebut Memuliakan sebagai sesuatu dorongan dalam membangun jati diri yang bertolak dari pemahaman ungkapan dalam :


QS. 7 : 157” (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 17 : 62” Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.


,70” Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.


QS. 22 : 18” Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

Jadi apa-apa yang kita pelajari dan direnungkan kembali mengenai yang terungkap diatas dapat menjadi penuntun kedalam sikap dan perilaku yang terpuji.

Oleh karena itu, ingatlah bahwa apa yang bukan kepunyaan kita lebih menarik mata dari kepunyaan kita sendiri. Menariknya sesuatu itu hanya menjelang dapat. Nafsu tidak mau penuh diberikan bumi, dia merasa selalu belum cukup, sehingga kuatkan dalam pikiran bahwa untuk memikirkan alat pertimbangan seperti 1) akal mengalahkan nafsu ; 2) iman mempertimbangkan perbuatan ; 3) kebenaran menumbangkan kekuasaan.

Jadi dengan mengingat alat petimbangan tersebut diatas, cobalah untuk mengingat kembali dan merenungkan untuk mewujudkan apa yang disebut dengan kekuatan dari Sifat hamba yang mendapat kemulian seperti yang terungkap dalam :


QS. 25 : 63” Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.


– 75” Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

QS. 35 : 10 “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.

Dengan belajar dan merenungkan apa-apa yang dituntun oleh surat-surat dan ayat-ayat yang terungkap dari kata Mulia, Dimuliakan, Memuliakan, Kemuliaan agar menjadi satu kekuatan dalam perjalanan hidup ini.



53. KEKAYAAN


Menjalani hidup ini, dibutuhkan satu daya kemauan yang kuat untuk melihat segala sesuatu secara jernih dan dapat berpikir lebih dalam agar manusia mampu memanfaatkan sumber energi bagi penghidupan rohani.

Sejalan dengan pikiran diatas, cobalah renungkan pula makna “Kekayaan” dalam pandangan hidup anda dengan hal-hal yang terungkap dalam :


QS. 2 : 247” Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.


,269” Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).


QS. 18: 34” dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mu’min) ketika ia bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”.

,42” Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu

roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”.


Bertolak dari ungkapan yang tertuang dalam surat dan ayat diatas mampukah setelah membaca, mengkaji, meneliti, menterjemahkan kedalam renungan menjadi daya dorong yang kuat agar kita mampu mengungkit daya ingat melihat hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, maka sebagai tuntunan, renungkan pula apa-apa yang terungkap dalam :


QS.19 : 77” Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan: “Pasti aku akan diberi harta dan anak”.


QS. 28 : 76” Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

QS. 53 : 48” dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.

QS. 93 : 8” Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

QS. 2 : 200” Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.


-202” Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Jadi dengan mendalami makna tuntunan yang terungkap diatas, maka renungkan pula bahwa kekayaan yang paling terjamin dan paling baik ialah rasa puas dengan apa yang kita miliki, sejalan dengan pikiran tersebut, maka perdalamlah tuntunan yang diungkap dalam :

QS. 3 : 10” Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

QS. 8 : 28” Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

QS. 8 : 36” Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,

QS. 16 : 71” Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari ni`mat Allah?

QS. 18 : 46” Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Sejalan dengan kemampuan kita memikirkan hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, maka ada dorongan untuk mewujudkan daya kamauan yang kuat yang sejalan dengan tununan diatas untuk berusaha mengungkapkan bahwa yang anda pikirkan adalah kekayaan yang sebenarnya ialah mensyukuri yang telah kita miliki, Oleh karena itu, tingkatkan daya kemauan untuk mendalami dan memikirkan lebih tenang kedalam nafas ruhani untuk meresakan kedamaian dengan ruhani yang hidup yang sejalan dengan tuntunan dalam :


QS. 28 : 76” Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

– 82” Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (ni`mat Allah)”.

QS. 34 : 34” Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya“.


-37” Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang

memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).

QS. 57 : 20” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

QS. 74 : 6” dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

QS. 89 : 20” dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

QS. 92 : 14” Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

-21” Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

QS. 102 : 1” Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

-8” kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

QS. 104 : 1” Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,


-4” sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.


Bertolak dari kekuatan kita merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat ditas, maka kebiasaan pikiran harus mampu melihat lebih jauh yang mampu untuk mengingatkan sesuatu sepeti kita membayangkan tiap-tiap bertambah keperluan manusia semakin kurang kesenangannya. Orang yang dipengaruhi nafsu tidak merasa puas walaupun dunia ini telah dimilikinya.

KESIMPULAN


Dengan landasan pikiran-piran yang kita utarakan diatas yang terkait dengan pemahamn kita mengenai kata „Kekayaan“ serta tuntunan yang diajarkan dalam Al Qur’an dengan mengungkapkan surat-surat dan ayat-ayat yang berkaitan dengan „Kekayaan“, maka kita dapat membayangkan bahwa paling kayalah anda yang puas dengan barang sedikit karena rasa puas adalah kekayaan alam.

Sejalan dengan pikiran diatas, bayangkan dalam pikiran anda bahwa Kaya atau miskin sebagai ujian, jadi hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu belajarlah dari apa-apa yang terungkap dalam:

QS. 89 : 15“ Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.

-17“ Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

Jadi belajar apa yang kita ungkapkan diatas, maka Orang kaya diuji dengan orang miskin seperti yang terungkap dalam :


QS. 6 : 48“ Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan

perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.


Seandainya anda dapat membayangkan bahwa Allah-lah yang memberi kekayaan, seperti yang terungkap :


QS. 53 : 48“ dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.


Bertolak dari surat-surat dan ayat-ayat dalam Al Qur’an yang telah kita ungkapkan diatas, maka dalam usaha menghaluskan jalan menuju Allah Swt., maka ingatlah makna Allah mahakaya seperti yang terungkap dalam :


QS. 2 : 263“ Perkataan yang baik dan pemberian ma`af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. ,


267“ Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.


QS. 3 : 97“ Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

QS. 4 : 131“ Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan

kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 6 : 133“ Dan Tuhanmu Maha Kaya, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.

QS 10 : 86“ dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.”

QS. 22 : 64“ Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 27 : 40“ Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni`mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

QS. 29 : 6“ Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

QS. 31 : 26“ Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 35 : 15“ Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.


QS. 47 : 38“ Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).

QS. 57 : 24“ (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.


QS.60 : 6“ Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi terpuji.

QS. 64 : 6“ Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan lalu mereka berkata: “Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?” lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Jadi usaha merasakan kedamaian dengan ruhani yang hidup berarti ada keinginan memberikan kekuatan daya ingat seperti kita heran manusia saban hari menyisir rambutnya tetapi tidak ada menyisir otaknya. Oleh karena itu, hindari menjadi tawanan setan dan tegakkan kekuatan untuk menjaga keintiman dengan Allah.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
sambungan 11. balas dendam
November 28, 2010 by suaraatr2025

11. BALAS DENDAM


Balas dendam merupakan salah satu cara syetan memasuki jiwa manusia dan disinilah manusia dengan tingkat kesadaran inderawi sangat mudah terumbang ambing karena ia tidak mampu dalam kesiapan dan wajib memerangi syetan.

Bila manusia secara sadar membangun kebiasaan yang produktif, maka manusia tersebut memiliki kekuatan jiwa untuk melepaskan diri dari „balas dendam“ sebagai sikap dan perilaku sebagai manusia yang tidak beriman.

Sejalan dengan ungkapan pemikiran diatas, maka marilah kita menghayati untuk berbuat sesuatu dalam usaha menemukan tentang diri sendiri agar kita selalu dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt. Oleh karena itu simaklah ungkapan mengenai „balas“ dibawah ini:


Balasan Allah kepada orang yang berbuat baik

SQ. 76 : 5“ Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.

SQ. 76 : 6“Ia bertanya: “Bilakah hari kiamat itu?”


Balasan masing-masing tergantung amalnya

SQ. 46 : 19” Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.

SQ.47 : 4” Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

Balasan perbuatan buruk adalah buruk

SQ. 6 : 160” Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

SQ. 10 : 27” Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Balasan terhadap segala perbuatan manusia

SQ. 82 : 13” Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh keni’matan,

SQ 82 : 14” dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

SQ. 82 : 15” Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

SQ. 82 : 16” Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.


Balas SQ. 2 : 15“ Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

QS. 3 : 4“Sebelum (Al Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).


QS. 4 : 86“ Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

QS. 5 : 29“ “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”

QS. 6 : 10“ Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (`azab) olok-olokan mereka.

QS. 7 : 41“ Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.

Membalas penganiayaan

SQ. 22 : 60“ Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.

Memaafkan lebih baik dibanding membalas

SQ. 42 : 40” Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa mema`afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

SQ. 42 : 43” Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

Dari surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas memberikan petunjuk untuk membuka mata hati agar sebagai manusia dapat memahami sikap dan perbuatan yang terkait dengan aktualisasi dari makna “balasan” ; “dibalas”, “membalas”.

Sejalan dengan pemahaman dari surat dan ayat tersebut diatas, maka bukalah mata hati yang terkait dengan makna “Dendam” seperti yang tertuang dalam surat dan ayat yang mengungkapkan bahwa

“ Tuhan lenyapkan rasa dendam bagi yang di surga

SQ. 15 : 47” Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.


KESIMPULAN


Balas dendam suatu penyakit yang membutakan mata hati manusia yang tidak beriman, maka disitulah pintu masuk cara syetan memasuki jiwa manusia.

Oleh karena itu wajib bagi manusia untuk melawannya.karena 1) sebab syetan merupakan musuh yang nyata bagi manusia yang beriman kepada Allah, sehingga syetan menghendaki manusia jatuh ke lembah kemaksiatan ; 2) kita diharuskan memusuhi syetan karena syetan memang sejak dilahirkan sudah bertabiat memusuhi kita.

Yang menjadi persoalan, bagaimana manusia meretas jalan menjadi diri sendiri, maka disinilah letak kekuatan keinginan dengan niat yang tulus sebagai bagian dari usaha untuk membangun kebiasaan yang produktif selain penguasaan ilmu dan keterampilan yang mampu memberikan daya dorong jiwa tanpa topeng kepalsuan.

Dengan perubahan cara pandang menjalani hidup ini diharapkan secara bertahap mengubah kesadaran inderawi ke tingkat yang lebih tinggi yang kita sebut ketahap kesadaran rasional menuju ke kesadaran rohaniah dalam usaha menuju perjalanan hidup yang abadi.


Jadi ingatlah selalu dalam membentuk kekuatan kemauan yang kuat untuk berubah sejalan dengan tuntunan ajaran sebagai pngakuan kita memeluk agama islam sebagai pegangan hidup ini, maka disitulah terletak kemampuan kita untuk mengamalkannya.


12. BERBANTAH-BANTAHAN


Manusia dengan kebiasaan menggerakkan kekuatan pikiran yang negatif sangat mudah mempengaruhi dalam proses berpikir, sehingga kebiasaan dalam sifat berbantah-bantahan sudah menjadi kebiasaan, oleh karena itu cobalah renungkan surat dan ayat dibawah ini :


SQ. 2 : 188” Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.

SQ. 4 : 29” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

SQ. 4 : 59” Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Bertolak dari landasan pengungkapan surat dan ayat diatas, maka renungkan hal-hal yang kita ungkapkan mengenai hal-hal yang terkait dengan :

Manusia suka membantah

SQ. 16 : 4“ Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.

SQ. 18 : 54“ Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

SQ. 36 : 77“ Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

Cara Nabi Ibrahim membantah penyembah berhala

SQ. 37 : 91” Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: “Apakah kamu tidak makan?

-96” Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”.

Larangan berbahtah-bantahan

SQ. 8 : 46


Bantahan / celaan terhadap orang kafir yang merasa sama dengan orang islam

SQ. 68 : 35 – 43


Bantahan / celaan terhadap kepercayaan syirik

SQ. 27 : 60” Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).

-66” Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya.


SQ. 30 : 35” Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?

-40” Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

SQ. 31 : 10” Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

-11” Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.


SQ. 34 : 22” Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya”.


-27” Katakanlah: “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu (Nya), sekali-kali tidak mungkin! Sebenarnya Dia-lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

SQ. 35 : 13” Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.


-14” Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. ;


40” Katakanlah: “Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bahagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas daripadanya? Sebenarnya orang-orang yang zalim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka”.


-41” Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

SQ. 39 : 38” Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.


-40” siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal”


64” Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?”


-66” Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”.


SQ. 41 : 9” Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.


-47” Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat. Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari Tuhan memanggil mereka: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu?”; mereka menjawab: “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)”.

-48” Dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu, dan mereka yakin bahwa tidak ada bagi mereka sesuatu jalan keluarpun.


SQ. 42 : 9”Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah Pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


-21”Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.

SQ. 43 : 45”Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: “Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?”


-86”Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa`at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa`at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini (nya).

-89”Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).

Bantahan/celaan terhadap yang meremehkan Al-Qur’an

SQ. 56 : 81” Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur’an ini?,

-87” Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?,

KESIMPULAN


Dengan memperhatikan ungkapan-ungkapan seperti yang termuat dalam surat dan ayat diatas, bila kita renungkan dengan sungguh-sungguh dapat menjadi pendorong agar kita mampu membangkitkan kemampuan untuk merubah dari kekuatan berpikir negatif menjadi berpikir positif.

Sebaliknya bila daya kemauan tidak kuat akan sangat mudah kesadaran inderawi mendorong manusia dituntun oleh kekuatan syetan sehingga dengan mudah mempengaruhi jiwa yang selalu ingin mempengaruhi kebiasaan dalam bersikap dan berperilaku yang mengarah kepada kebiasaan untuk selalu mengungkap pikiran yang bersifat berbantah-bantahan.



13. CITA-CITA

Bertitik tolak dari pemikiran, apa arti keberadaannya hidup di dunia sebagai mahluk yang paling mulia diciptakan, maka manusia dikatakan sebagai khalifah di muka bumi. Sejalan dengan kemampuan menggerakkan kekuatan pikiran sebagai manusia yang beriman, maka cita-cita bagaimana menjadi orang yang bertakwa dicintai di dunia dan sukses di akhirat.

Manusia dengan kesadaran yang rendah, disebut juga sebagai kesadaran inderawi, maka mereka beranggapan dunia ini sebagai segala-galanya dalam menjalani hidup ini sehingga menjadikan sebagai pusat segala tujuan dan cita-cita.

Pandangan cita-cita hidup bahwa dunia adalah segala-galanya akan menuntun kedalam sikap dan perilaku yang tidak memiliki kebiasaan yang produktif karena setiap mereka melangkah dengan kesadaran inderawi mendorong pola hidupnya yang sangat meterialistik yang berdampak dengan maksud dn tujuan hidupnya bukan untuk mencari keridhaan Sang Penciptanya.

Untuk mengingat manusia sebagai mahluk yan paling mulia di mata Allah Swt, maka dalam menempatkan cita-cita dalam hidup ini, maka berpegang teguhlah untuk membangun dalam hidup ini pada ajaran yang diyakini oleh yang bersangkutan, oleh karena itu cobalah anda untuk merenung mengenai


„Cita-cita manusia tidak mungkin seluruhnya tercapai“ yang dimuat :

QS. 53 : 24” Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?

QS. 53 : 25” (Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.

Cita-cita orang yang cinta dunia

SQ. 28 : 79

Dengan merenung makna yang tercantum dalam surat dan ayat diatas, maka manusia dengan kekuatan sikap dalam kebiasaan yang produktif (ilmu, keterampilan, keinginan) akan menuntun jiwa manusia, oleh karena itu ingatlah selalu ungkapan “mungkin saya tak dapat mengubah dunia yang saya lihat di sekeliling saya, tetapi saya dapat mengubah cara saya memandang dunia di dalam diri saya”

Sejalan dengan ungkapan diatas, maka cobalah kita merenung kembali, apa yang diungkapkan dalam : “Cita-cita orang yang cinta dunia QS. 28 : 79” Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.

KESIMPULAN


Manusia yang beriman akan selalu dapat menuntun “cita-cita:” dengan meningkatkan kebiasaan yang produktif, oleh karena itu jangan cemas menghadapi masa depan sepanjang kita dapat mengenal “realitas hidup” artinya bila manusia tak mencari kehidupannya sendiri, ia akan selalu mengeluh miskin dan mencela saudaranya.

Jadi dengan kekuatan sikap anda menentukan perbuatan anda, berarti perbuatan anda akan menentukan prestasi anda, maka sukses anda terletak pula pada anda mengenal diri sendiri, maka disitulah anda akan dekat dengan Sang Pencipta-Nya. Continue Reading »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Membangun akhlak
November 17, 2010 by suaraatr2025


MEMBANGUN AKHLAK / MORALDENGAN MEMAHAMI UNSUR KATA BERMAKNA



MENJADI PENGETUK DINDING JIWA




BAGIAN I A-J












DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR …………………………………………………………. 4


1. PENDAHULUAN …………………………………………………………….. 6


2. KATA AMANAH …………………………………………………………… 7


3. KATA AMPUNAN ………………………………………………………… 12


4. KATA ANIAYA ……………………………………………………………. 18


5. KATA ANGKUH ………………………………………………………….. 23


6. BERKATA BENAR DAN JUJUR ………………………………….. 27


7. BERZINA ……………………………………………………………………… 30


8. BOROS …………………………………………………………………………. 33


9. BENCI ………………………………………………………………………….. 34


10. BUNUH DIRI ……………………………………………………………… 37


11. BALAS DENDAM ………………………………………………………. 40


12. BERBATAH-BANTAHAN …………………………………………. 44


13. CITA-CITA ……………………………………………………………….. 49


14. DENGKI ……………………………………………………………………. 50


15. DUSTA ……………………………………………………. 55


16. ENGGAN ………………………………………………….. 62


17. EGOIS, KIKIR ……………………………………………. 70


18. EJEKAN / OLOKAN ……………………………………… 75


19. FAKIR MISKIN …………………………………………… 78


20. HIKMAH …………………………………………………… 88


21. HATI ……………………………………………………….. 96


22. HIRAUAN …………………………………………………. 113


23. IRI HATI ……………………………………………………………………. 115


24. JIWA …………………………………………………………………………. 116


25. JIWA KEDAMAIAN …………………………………………………. 129


26. JUDI …………………………………………………………………………. 131























KATA PENGANTAR


Mengetuk dinding jiwa dengan harapan agar kita selalu mampu menemukan jati diri sebenarnya, maka disitu terletak kemampuan manusia untuk dapat merenungkan dalam bersikap dan berperilaku yang sejalan dengan ungkapan seperti „Bertindak dengan nafsu sama dengan berlayar ke lautan di waktu badai dan topan sedang mengamuk“, dengan begitu kita akan sadar pentingnya membangun kekuatan kemauan yang kuat, maka disitu pula kita sadar membangun kebiasaan yang produktif untuk menuntun kekuatan jiwa yang bersih.

Jadi kehidupan manusia adalah sebagai jalannya matahari : Pertama kita membayangkan terbit matahari sama dengan bayi lahir, minta asuhan ; Kedua matahari naik sama dengan zaman anak-anak penting pendidikan ; Ketiga tengah hari sama dengan zaman pemuda, hendaklah kuat belajar ; Keempat matahari telah mulai turun sama dengan zaman dewasa, sehatkan ekonomi ; Kelima hampir terbenam matahari sama dengan zaman tua, menunggu maut.

Oleh karena itu, bercerminlah, sebab dengan begitu engkau akan lebih mudah sadar. Sebab kelemahanmu, kekuranganmu, aib dan sifat-sifat burukmu amatlah banyak. Namun karena dia menutupinya dari pandanganmu dan pandangan makhluk-Nya engkau tidak menjadi rendah diri.

Jadi waspadailah dirimu saat ketaatan sedang meliputimu. Sebab godaannya sering kali begitu besar, sehingga kuatkan kebiasaan yang digerakkan oleh kemauanmu yang kuat agar kamu berpegang pada nurani, jangan pada naluri sehingga dengan kebiasaan bagaimana engkau mengelola jiwamu dengan kesadaran, kecerdasan dan akal dapat menuntun sikap dan perilakumu.

Bertitik tolak dengan pemikiran diatas, maka „membangun akhlak / moral“ merupakan pondasi dalam kita melangkah agar kita selalu mengagungkan Allah sebagai sahabat sejatimu, dengan begitu kita akan mampu membentuk ingatan yang kuat agar kekuatan pikiran menjadi terang berdasarkan kemampuan kita memahami makna kata dengan pendekatan sbb. :

Pertama, apa yang kami sebut melalui pendekatan menguraikan unsur dalam kata menjadi untaian kalimat yang bermakna ;

Kedua, mendalami kata dengan pendekatan 7M artinya belajar dengan (M)embaca, (M)enterjemahkan, (M)eneliti, (M)engkaji, (M)enghayati, (M)emahami dan (M)engamalkan).

Kedua pendekatan tersebut sering kami manfaatkan untuk menggerakkan kekuatan „OTAK“ (Orang, Tawakal, Amanah, Kerja) dari sudut bathin, dengan begitu kita akan berpikir baik secara sadar (metodis) dengan otak dan hati maupun tidak sadar (non-metodis) dengan hati.

Dengan demikian, pendekatan tersebut memberikan daya dorong untuk mengetuk dinding jiwa dalam proses berpikir biasa, logis, ilimiah, filsafat dan theologis, maka disitu terletak kemampuan kita berpikir untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui, dalam usaha mencari kebenaran, sehingga manusia berpikir.

1. PENDAHULUAN


Bila kita merenung sejenak untuk memanfaatkan kemampuan kita berpikir dalam menemukan diri menuju ke perjalanan hidup ini, maka kita harus berusaha menemukan tentang diri kita melalui suatu pendekatan yang kita sebut dengan menghayati makna huruf dalam kata sebagai daya dorong untuk membangun diri menuju perjalanan hidup yang abadi.

Dengan membangun kebiasaan yang produktif tersebut, kita menarik satu kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan kita mengenal tentang diri, agar kita mampu dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan ajaran agama yang mendidik manusia yang memiliki moral / akhlak sebagai suatu pondasi yang sangat menentukan dalam proses dalam menuntun hati yang selalu disinari jiwa yang bersih.

Oleh karena itu hanya dengan membangun kebiasaan yang produktif, kita mampu mengendalikan pemanfaatan harta, nafsu, syahwat dan pangkat duniawi kedalam ruang dan waktu dalam menumbuh kembangkan ke dalam hati yang ditopang oleh kekuatan jiwa agar kita mampu meningkatkan arti kesadaran, kecrdasan dan akal sebagai alat berpikir dalam diri manusia.

Tingkat kedewasaan berpikir hanya dapat ditingkatkan bila kita menghayati sepenuhnya keinginan ingin tahu yang mendalam makna kata sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.

Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan bahagia di dunia dan akherat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kebiasaan pikiran harus mampu secara berkelanjutan untuk meningkatkan kedewaan berpikir kedalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual dalam kerangka medalami secara mendalami unsur kata yang bermakna untuk menjadi pendorong dalam membangun akhlak / moral yang tergambarkan dalam jati diri manusia.


2. KATA AMANAH


Untuk menghayati apa yang diajarkan dalam Al Qur’an mengenai kata amanah sebagai salah satu landasan untuk meningkatkan ahklak / moral dalam kehidupan kita, dapat kit baca dalam surat dan ayat dibawah ini :


SQ. 2 : 283 “ Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu`amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


S.Q. 4 : 58 “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.


S.Q. 8 : 27 “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.


SQ. 23 : 8” Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,


SQ. 33 : 72 “ Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

SQ. 70 : 32” Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.


Apa yang dapat kita petik dari surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, mengingatkan kepada kita pentingnya kita menghayati makna amanah yang terungkapkan didalam surat dan ayat tersebut untuk menjadi sumber penggerak pikiran kita mengenai :

Kesaksian dalam mu’amalah.
Dasar-dasar pemerintahan
Larangan berkhianat dan faedah bertakwa.
Tujuh buah sifat yang menjadaikan orang-orang mu’min beruntung
Segi kezaliman dan kebodohan manusia ialah mau menerima tugas tetapi tidak melaksanakannya.
Ajaran islam untuk mengatasi sifat-sifat yang jelek pada manusia.
Jadi dengan memahami ungkapan diatas, manusia seharusnya menyadari arti keberadaannya didunia sebagai mahkluk yang paling mulia disisi Allah Swt. Dengan pemahaman itu sudah seharusnya manusia harus pula menyadari untuk terus meningkatkan pemahaman tentang dirinya.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dibawah ini kita mencoba untuk menyadarkan agar kita tunduk seperti yang diperintahkan, tapi yang menjadi persoalan kita, bagaimana caranya agar kita selalu dapat mengingatkan diri ini agar gerakan berpikir menuju ke satu arah amanah yang telah dibebankan kepada manusia. Untuk kebutuhan itu marilah kita mencoba untuk terus mempengaruhi dalam proses berpikir dengan menghayati makna hururuf menjadi kata bermakna sebagai berikut :

Kata AMANAH, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A)Mal ;(M) anusia ;(A) kal ; (N) afsu ; (A) jal ; (H) ihup, maka bila kita renungkan makna kata tersebut memberikan daya dorong dalam proses berpikir agar sikap dan perilaku kita tertuntun dalam usaha menyadarkan tentang keberadaan diri kita dibumi ini.

Marilah kita mencoba untuk mengingatkan kembali dalam ingatan kita mengenai kata-kata tersebut seperti yang tertuang dalam surat dan ayat :


AMAL, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :

Amal yang menentukan derajat manusia dalam S.Q. 6 : 132 “Dan masing-masing orang memperoleh derjat-derjat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Dengan amal dapat dicapai kemenangan akhirat dalam S.Q. 37 : 61 “Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.

Setiap amal dicatat Malaikat dalam S.Q. 78 : 29 “dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.”

MANUSIA, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :

Manusia amat diperhatikan Allah dalam S.Q. 55 : 31 “Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.

Manusia diistimwakan Allah dalam S.Q. 17 : 70 “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.


AKAL, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :

Agar kalian menggunakan akal dalam S.Q. 2 : 73, 242 “Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti “

“Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.

Hanya orang berakal yang dapat mengambil pelajaran dalam S.Q. 14 : 52 “(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”


NAFSU, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :

S.Q. 2 : 87 “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

Allah mengunci hati orang yang menuruti nafsu dalam S.Q. 45 : 23 “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

AJAL, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an:

S.Q. 3 : 145 “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

S.Q. 6 : 2 “Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).

Sampai ajal tiba, tetap menyembah Allah dalam S.Q. 15 : 99 “dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

HIDUP, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :

Hidup sebagai ujian / cobaan dalam S.Q. 67 : 2 “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Hanya hidup di dunia yang dipercayai dalam S.Q. 6 : 29 “Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan”.

Allah menghidupkan dan mematikan dalam S.Q. 2 : 28 “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?


KESIMPULAN :


Dengan menghayati kata yang bermakna dari huruf yang kita utarakan diatas diharapkan akan selalu mengingatkan kita dalam menuju perjalanan hidup yang abadi, maka disitu terletak keinginan kita untuk meningkatkan arti penting untuk selalu mengingat dalam kita bersikap dan berperilaku yang akan selalu didorong oleh pikiran-pikiran ke jalan yang selalu diridhoi oleh Allah Swt.

Jadi bila kita mengingat huruf dalam kata AMANAH berarti pula kita akan selalu ingat untuk menghayati tentang pemahaman kita menuju perjalanan hidup abadi dengan meningkatkan makna Akhlak kedalam diri kita dalam bersikap dan berperilaku karena ia akan selalu memancarkan cahaya dalam mewujudkan kesucian hati.


Ingatlah selalu bahwa untaian kalimat dari huruf menjadi kata bermakna mengenai AMANAH sebagai berikut : “ Melaksanakan (A)MAL oleh (M)ANUSIA dengan memanfaatkan (A)KAL yang sehat dalam proses berpikir agar mampu menahan hawa (N)AFSU agar kita mampu menerima (A)JAL secara ikhlas setelah kita dipanggil oleh Allah Swt maka (H)IDUP ini perlu kita pertanggung jawabkan“

Dengan mengingat-ingat kata tersebut kita akan berusaha pula untuk mempelajari khasanah ilmu yang dituangkan didalam Al Qur’an yang begitu banyak surat dan ayat yang dapat menuntun kepribadian kita menjadi manusia yang diciptakan oleh Allah Swt yang memiliki Akhlak.


Oleh karena itu, tekad untuk mendidik jiwa, sangat tergantung kepada manusia yang mengerti arti keberadaannya hidup dinuia sehingga ia dapat menangkap sebuah peringatan untuk menjauhkan jiwa dari tempat maksiat.


3. KATA AMPUNAN


Untuk menghayati apa yang diajarkan dalam Al Qur’an mengenai kata amanah sebagai salah satu landasan untuk meningkatkan ahklak / moral dalam kehidupan kita, dapat kit baca dalam surat dan ayat dibawah ini :


SQ. 3 : 159” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

SQ. 4 : 27“ Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). – 28“ Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

SQ. 4 : 98” kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), – 99“ mereka itu, mudah-mudahan Allah mema`afkannya. Dan adalah Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.

SQ. 7 : 199”Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.

SQ. 11 : 11” kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

SQ. 39 : 24“ Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mu’min yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan”.

SQ. 53 : 32“ (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

SQ. 64 : 14” Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Untuk menghayati apa yang diajarkan dalam Al Qur’an mengenai kata AMPUNAN sebagai salah satu landasan untuk meningkatkan ahklak / moral dalam kehidupan kita, dapat kita baca dalam surat dan ayat seperti yang terungkap dibawah ini :


SQ. 3 : 159 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.


SQ. 4 : 27“ Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

-28“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.


SQ. 7 : 199 “Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.


SQ. 11 : 11 “kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.


SQ. 39 : 24 “Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mu’min yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan”.

SQ. 53 : 32 “(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.


SQ. 64 : 16 “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.


Dengan memahami makna ampunan seperti yang diajarkan dalam Al Qur’an diantara surat dan ayat tersebut diatas, maka kita lebih meyakini lagi bahwa usaha untuk menghadapi jika rasa sedih, gundah, gelisah dan rasa malumu akan muncul dihadapan kita yang disebut dengan murka Allah Swt dan cinta Allah Swt kepada dirimu.

Untuk itulah kita harus terus mengasyah jiwa dengan memahami yang lebih medalam apa-apa yang diajarkan mengenai

Sifat akhlak Nabi yang harus kita teladani.
Mampu mengendalikan hawa nafsu
Memahami dasar-dasar al-akhlaqul karimah.
Memahmi perbedaan sifat orang-orang kafir dan sifat orang mu’mim.
Menjauhi dosa besar dan mendapat ampunan dari Allah
Hati-hatilah terhadap kehidupan duniawi.
Dengam menyelami makna ampunan yang kita ungkapkan diatas, maka diharapkan ia dapat menyirami kesucian hati sebagai landasan agar kita dalam bersikap dan berperilaku didasarkan adanya kemampuan kita memanfaatkan pikiran ke jalan yang benar.

Sejalan dengan pemikiran itu, untuk menumbuhkan kembangkan kesadaran kita yang lebih mendalam dan menghayati makna ampunan agar dapat kita aktualisasikan dalam kehidupan, diperlukan pula satu pemikiran yang menggerahkan proses kemampuan berpikir menuju kearah peningkatan akhlak.

Kata AMPUNAN, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) kal ;(M) anusia ;(P) atuh ; (U) saha ; (N) asehat ; (A) gama ; (N) eraka. Bila kita renungkan makna kata tersebut memberikan daya dorong dalam proses berpikir agar sikap dan perilaku kita tertuntun dalam usaha menyadarkan tentang keberadaan diri kita.


AKAL, surat dan ayat lain yang tertuang dalam Al Qur’an diantaranya :

Kepada orang yang menggunakan akal, Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya S.Q. 30 : 28 “Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.

Sikap orang berakal S.Q. 39 : 17 – 18 “Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku”

“yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.”


MANUSIA, surat dan ayat lain yang tertuang dalam Al Qur’an diantaranya :

Manusia amat loba dunia S.Q. 2 : 96 “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Manusia hanya bertanggung jawab atas amalnya sendiri dalam S.Q. 2 : 134 “Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”

Manusia pasti kembali kepada Allah dalam S.Q. 2 : 28 “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?


PATUH, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :

dalam S.Q. 24 : 51 Tak ada pilihan lain kecuali patuh “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Perintah mematuhi syarial dalam S.Q. 45 : 18 “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.


USAHA, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :

Usaha ke arah kehidupan duniawi dalam S.Q. 17 : 18 “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

Usaha ke arah kehidupan ukhrawi dalam S.Q. 17 : 19 “Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.


NASEHAT, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :

Saling menasehati dengan kebaikan dalam S.Q. 103 : 3” kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Nasehat Luqman kepada anaknya dalam S.Q. 31 : 12-13 “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.


AGAMA, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :

Agama yang diridhai Allah dalam S.Q. 3 : 19 “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

Perintah mendengarkan eruan agama dalam S.Q. 64 : 16 “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.


NERAKA, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :

Keadaan didalam neraka dalam S.Q. 3 : 12 “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya”.

Yang tidak dapat keluar dari neraka dalam S.Q. 5 : 37 “Mereka ingin ke luar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat ke luar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal.”


KESIMPULAN :


Usaha untuk membangun akhlak merupakan proses yang harus dilakukan secara sadar artinya keinginan untuk melaksanakan kemampuan berpikir secara methodis mendorong seseorang menyatukan kemampuan akal dan hati seperti halnya kita harus memahami makna AMANAH.

Oleh karena itu untuk mendukung landasan dalam pemahaman AMANAH diperlukan pula mendalami makna AMPUNAN sebagai penggerak dalam proses peningkatan berpikir untuk menuntun dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan ini.

Jadi bila kita dapat memahami dari sisi huruf dalam kata AMANAH dan kita rumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna, maka ia harus dapat dijadikan renungan untuk mendalami untuk tidak terjerumus sebagai orang kafir dan munafik.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka makna AMPUNAN yang harus kita bangkitkan kedalam hati adalah kemampuan (A)KAL yang diaktualisasikan oleh (M)ANUSIA agar kita selalu (P)ATUH atas perintah yang diajarkan dalam islam agar menjadi (U)SAHA sebagai bagian dari kebiasaan untuk menuruti (N)ASEHAT-NASEHAT yang diajarkan dalam (A)GAMA agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang masuk (N)ERAKA.


Dengan mendalami makna AMPUNAN dari sisi huruf menjadi kata yang bermakna seperti yang kita uraiankan sebelumnya mampu mempertebal arti keberadaan di bumi sebagai landasan dalam bersikap dan berperilaku agar kita selalu ingat apakah itu dosa yang terpikirkan, itulah sekelunit yang diajarkan kepada diri kita.

Tanpa usaha-usaha yang mendasar untuk membangun akhlak kiranya kita hidup di tengah masyarakat yang penuh dengan topeng kehidupan, kiranya sangat sulit untuk menyadarkan diri, apabila kebiasaan untuk membangun itu tidak dalam pikiran menuju kehidupan yang abadi.


4. KATA ANIAYA


Kata ANIAYA juga merupakan landasan yang dapat mendorong usaha-usaha membangun akhlak manusia, bila yang bersangkuta mau memikirkan dalam bersikap dan berperilaku. Oleh karena itu marilah kita mencoba untuk memahaminya apa yang tertuang dalam Al Qur’an, diantaranya dalam surat dan ayat dibawah ini:

S.Q. 2 : 281 “Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).


S.Q. 3 : 108 “Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.

S.Q. 4 : 30 “Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

S.Q. 5 : 2 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.


Dalam Al Qur’an makna ANIAYA begitu banyak diungkap dalam surat-surat dan ayat, selain yang kita ungkapkan diatas, maka cobalah untuk mendalaminya sebagai bahan dalam usaha kita untuk membangun akhlah sebagai yang tidak bisa kita elakkan dalam kehidupan mengenai ANIAYA yang akan selalu akan kita hadapi. Sejalan dengan pikiran tersebut, maka apa yang dapat mendorong orang untuk memikirkan dari sekelunit surat dan ayat yang telah kita ungkapkan diatas sebagai berikut :

Kita harus menyadari adanya hukum rimba.
Keharusan menjaga persatuan
Islam melindungi hak milik laki-laki dan perempuan.
Janji prasetia kepada Allah dan penyempurnaan agama islam




Kata ANIAYA, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) ncaman ;(N) afsu ;(I) ngat ; (A) mpun ; (Y) akin ; (A) khirat. Bila kita renungkan makna kata tersebut memberikan daya dorong dalam proses berpikir agar sikap dan perilaku kita tertuntun dalam usaha menyadarkan tentang keberadaan diri kita. Sejalan dengan pemahaman itu diperlukan pendalaman mengenai makna huruf menjadi kata sebagai berikut :


ANCAMAN, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :

Ancaman Allah terhadap orang durhaka dalam S.Q. 55 : 31 “Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.

Ancaman Allah terhada orang kafir dalam S.Q. 3 : 10 “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,


NAFSU, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :

Allah mengunci hati orang yang menuruti nfsu dalam S.Q. 45 : 23 “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Nafsu selalu mendorong pada kejahatan kecuali yang diberi rahmat Tuhan dalam S.Q. 12 : 53 “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


INGAT, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :

Ingatlah Allah niscaya akan mendapat rahmat dalam S.Q. 2 : 152 “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku.”

Mengingat Allah akan menentramkan hati dalam S.Q. 13 : 19 “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,”

Mengingat Allah menambah berani / keyakinan dalam S.Q. 8 : 45 “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.”


AMPUN, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :

Allah mengabulkan yang minta ampun dalam S.Q. 4 : 110 “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Allah pemberi ampun dan karunia dalam S.Q. 2 : 268 “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Malaikat memintakan ampun bagi orang yang bertaubat dalam S.Q. 40 : 7 “(Malaikat-malaikat) yang memikul `Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala,


YAKIN, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :

Meyakini tentang perjumpaan dengan Allah dalam S.Q. 2 : 46 “(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

Keyakinan Kafir tentang keadaan setelah mati dalam S.Q. 3 : 5 “(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

Keyakinan yang benar (haqqul yaqin) dalam S.Q. 56 : 95 “Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

Menyembah Allah tanpa keyakinan penuh dalam S.Q. 22 : 11 “Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.


AKHIRAT,diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :

Barangsiapa yang buta hati di dunia maka ia akan tersesat di akhirat dalam S.Q. 17 : 22 “Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).

Hidup kembali di akhirat dalam S.Q. 2 : 28 “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?


KESIMPULAN :


Kata AMANAH dan AMPUN telah kita ungkapkan dalam rangka untuk meningkatkan akhlak manusia bergerak menuju kesempurnaan, oleh karena itu kita perlu terus mencari makna kata lain yang mendorong kemampuan kita memanfaatkan pikiran agar sikap dan perilaku kita terus tertuntun olehnya.

Dibawah ini akan kita utarakan kata ANIAYA, yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuh kembangkan keinginan kita untuk terus mencintai kesempurnaan dalam rangka mengenal tentang diri kita sendiri.

Dengan memahmai unsur huruf dalam kata ANIAYA diharapkan kita mampu meningkatkan kemampuan berpikir untuk mampu membangun pengendalian diri dan disiplin diri karena kita memiliki kekuatan akal untuk menuntun dalam bersikap dan berperilaku.

Kata ANIAYA, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) ncaman ;(N) afsu ;(I) ngat ; (A) mpun ; (Y) akin ; (A) khirat. Bila dari ungkapan kata tersebut kita renungkan kedalam untaian kalimat, maka makna ANIAYA adalah mengingatkan kesadaran kita atas (A)NCAMAN yang ditimbulkan oleh (N)AFSU dari prbuatan yang tercela, oleh karena itu (I)NGATlah selalu agar kita selalu meminta (A)MPUN dengan satu usaha dengan ke (Y)AKINan menggerakkan kecerdasan dan akal untuk memahami keberadaan (A)KHIRAT.


Dengan memahami makna kata ANAIAYA dalam proses berpikir untuk menuntun sikap dan perilaku menjadi manusia yang memiliki akhlak, maka diperlukan motivasi untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. sebagai jalan keluar untuk menemukan diri dalam usaha menuju peralanan hidup yang abadi.



5. ANGKUH


Kata ANGKUH juga merupakan landasan yang dapat mendorong usaha-usaha membangun akhlak manusia, bila yang bersangkutan mau memikirkan

dalam bersikap dan berperilaku agar tidak menjadi sombong dalam arti lainnya. Oleh karena itu marilah kita mencoba untuk memahaminya apa yang tertuang dalam Al Qur’an, diantaranya dalam surat dan ayat dibawah ini:

S.Q. 31 : 18 “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

S.Q. 51 : 44 “Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.

Sejenak bila kita renungkan kedua surat tersebut diatas, mengusik rasa dalam mengungkitkan kesadaran manusia yang lupa arti keberadaannya dibumi sebagai makhluk yang paling mulia diciptakan oleh Allah Swt. Tapi yang menjadi persoalaan kita bila tingkat kesadaran indrawi manusia, maka dalam kehidupan sering kita ketemukan sikap dan perilaku yang angkuh.


Oleh karena itu, marilah kita mencoba mengetuk mata hati ini melalui pemahaman kata ANGKUH, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) ncaman ;(N) afsu ;(G) anjaran ; (K) acau ; (U) saha ; (H) hidup. Bila kita renungkan makna kata tersebut memberikan daya dorong dalam proses berpikir agar sikap dan perilaku kita tertuntun dalam usaha menyadarkan tentang keberadaan diri kita. Sejalan dengan pemahaman itu diperlukan pendalaman mengenai makna huruf menjadi kata sebagai berikut :

ANCAMAN, diantaranya tercantum di dalam Al Qur’an sbb. :

S.Q. 3 : 10 “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

S.Q. 7 : 70 “Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar”.


S.Q. 11 : 32 “Mereka berkata: “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”.


NAFSU,


S.Q. 2 : 87 “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?


S.Q. 4 : 27 “Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

S.Q. 5 : 29 ““Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”


GANJARAN,


S.Q. 4 : 40 “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.


S.Q. 6 : 160 “Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).


KACAU,


S.Q. 9 : 94 “Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan `uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: “Janganlah kamu mengemukakan `uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.


S.Q. 50 : 5 “Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan `uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: “Janganlah kamu mengemukakan `uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.

USAHA,


Tiap diri mendapat balasan dar yang di-usaha-kannya, tercantum dalam

S.Q. 2 : 134 “Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

S.Q. 14 : 51 “agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.

S.Q. 20 : 15 “agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.


S.Q. 53 : 39 “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

HIDUP,

S.Q. 2 : 28 “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?


S.Q. 3 : 2 “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.

S.Q. 4 : 109 “Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang jadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?

S.Q. 7 : 10 “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.


KESIMPULAN


Kata AMANAH, AMPUN ANIAYA telah kita ungkapkan dalam rangka untuk meningkatkan akhlak manusia bergerak menuju kesempurnaan, oleh karena itu kita perlu terus mencari makna kata lain yang mendorong kemampuan kita memanfaatkan pikiran agar sikap dan perilaku kita terus tertuntun olehnya.

Dibawah ini akan kita utarakan kata ANGKUH, yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuh kembangkan keinginan kita untuk terus mencintai kesempurnaan dalam rangka mengenal tentang diri kita sendiri.

Dengan memahmai unsur huruf dalam kata ANGKUH diharapkan kita mau meningkatkan kemampuan berpikir untuk mampu membangun pengendalian diri dan disiplin diri karena kita memiliki kekuatan akal untuk menuntun dalam bersikap dan berperilaku.

Oleh karena itu, marilah kita mencoba mengetuk mata hati ini melalui pemahaman kata ANGKUH, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) ncaman ;(N) afsu ;(G) anjaran ; (K) acau ; (U) saha ; (H) hidup. Bila dari ungkapan kata tersebut kita renungkan kedalam untaian kalimat, maka makna ANGKUH adalah mengingatkan kesadaran kita atas (A)ncaman yang ditimbulkan oleh (N)afsu dari perbuatan yang tercela dengan menerima (G)anjaran dalam bentuk jiwa yang (K)acau dalam menata (U)saha menuju perjalanan (H)idup abadi

Dengan memahami makna kata ANGKUH dalam proses berpikir untuk menuntun sikap dan perilaku menjadi manusia yang memiliki akhlak, maka diperlukan motivasi untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. sebagai jalan keluar untuk menemukan diri dalam usaha menuju perJalanan hidup yang abadi.



6. BERKATA BENAR DAN JUJUR


Disini kita dihadapkan dengan dua kata yaitu berkata disatu sisi dan disisi lain benar. Berkata artinya melahirkan isi hati dengan kata-kata (berbicara). Jadi dalam hidup ini kita akan sering berkata-kata, untuk menunjukkan sikap disatu sisi yang menggambarkan kemampuan kita mengkomunikasikan suara hati ini kepada orang lain, disisi lain untuk kita menunjukkan perilaku yang menggambarkan gaya atau tingkah laku dalam kita berbuat.


Dengan mengungkapkan pemikiran diatas, maka makna „berkata“ dalam

„Perintah berkata yang adil seperti yang termuat dalam :

SQ. 6 : 152“ Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat“

Sejalan dengan pemahaman „Perintah berkata yang adil“, mampukah kita melaksanakan dalam sikap dan perilaku yang sejalan dengan jiwa tanpa topeng kepalsuan. Untuk itu perhatikan pula makna lain seperti dibawah in

„Perintah berkata yang baik kepada Rasulullah, termuat

SQ. 2 : 104 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa`ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.“

Perintah kata benar, seperti yang termuat dalam

SQ. 4: 8“ Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.


SQ. 4 : 9“ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

SQ. 17 : 39“ Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).

SQ. 33 : 70“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,

Orang yang benar (ucapan dan perbuatannya), dapat kita hayati seperti yang termuat dalam

SQ. 33 : 35“ Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“

Perintah berada di tengah orang yang benar dalam

SQ. 9 : 119“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.


KESIMPULAN


Tidak gampang untuk membangun dan meningkatkan kedewasaan berpikir dalam usaha untuk meyakini bahwa dengan mendalami makna kata menjadi daya dorong dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan keinginan mata hati yang sesuai dengan kesiapan orang untuk berubah kedalam kebiasaan yang produktif.

Oleh karena itu, kebiasaan yang produktif hanya bisa tumbuh dan berkembang dalam jiwa tanpa topeng kepalsuan sehingga diperlukan peningkatan terus menerus dalam penguasaan ilmu, keterampilan dan keinginan untuk mampu mengaktualisasikan makna „Berkata Benar“ sebagai bagian dalam kebiasaan untuk menemukan diri sendiri.


Sejalan dengan pikiran diatas, ingatlah selalu ungkapan yang termuat dalam SQ. 33 : 70” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.


Dengan kekuatan pikiran untuk mengamalkannya diperlukan kemauan yang kuat sehingga dalam bersikap dan berperilaku menjadi kebiasaan dalam berpikir yang positif, maka disitulah terletak niat sebagai keinginan untuk mempertahankan kedalam jiwa yang bersih sehingga memberikan sinar yang bersih ke mata hati.


Jadi bila kita selalu membentuk ingatan yang kuat untuk mengamalkannya, akan selalu ada jalan yang terbentang dalam menumbuh kembangkan pikiran yang teran untuk menuntun kebiasaan pikiran kita.





7. BERZINA


Kehidupan ini penuh dengan jiwa yang bertopeng kepalsuan, inilah satu kenyataan yang dihadapi manusia sebagai akibat ia tidak mampu mengenal dirinya, sehingga ia tidak tahu siapa dirinya.

Dalam kehidupan banyak orang dengan tingkat kedewasaan intelektual yang tinggi, namun dangkal dalam kedewasaan rohaniah sehingga ia tidak mampu menangkap segala sesuatu yang menjadi larangan seperti berzina sebagai suatu musibah yang lebih besar dari pada musibah menolak mengikuti ajaran syari’at muslimin.

Mengapa manusia terjebak dengan kehinaan sebenarnya perbuatan yang buruk sebagai akibat pandangan hidub yang kiblat kepada kebendaan sehingga sangat sulit ia mampu menempuh kebiasaan yang produktif dalam kehidupan agar ia mampu membangun kebiasaan menegakkan kehormatan dalam hidupnya, karena disitu terletak makna takwa dalam sikap dan perilaku yang akan menuntun manusia keluar dari kehinaan.


Bertambah jauh usaha manusia untuk mengenal tentang dirinya, maka akan bertambah jauh pula hubungan hamba dengan Tuhannya sehingga begitu mudah syetan berusaha mempengaruhi jiwa manusia dan disitulah pula tingkat kesadaran inderawi yang paling rendah dimana didalam diri seseorang tidak mampu berfungsi dalam intrasaksi positip atas lingkungannya sehingga kebiasaan yang buruk mudah menimpanya.

Oleh karena itu, renungkan kembali makna „berzina“ dalam kehidupan anda, maka berdoalah agar anda dapat menuntun jiwa untuk tidak tergoda oleh syetan dengan selalu mengingat apa yang terungkapkan dalam Al Qur’an sebagai berikut :

Allah mengampuni orang yang dipaksa melakukan zina

SQ. 24 : 33 „Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa (itu).

Dilarang berzina

SQ. 4 : 24 „dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni`mati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

SQ. 5 : 5“ Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.

SQ.25 : 68“ Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),

SQ. 60 : 12“ Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dilarang mendekati zina

SQ. 17 :32“ Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Hukum bagi yang berzina

SQ. 4 : 15“ Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.

SQ. 24 : 2“ Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.

Pria pezina untuk perempuan pezina

SQ.24 : 3“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min.


SQ. 24 : 26” Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).

KESIMPULAN


Dengan membangun kebiasaan yang produktif, diharapkan dapat menumbuhkan sesuatu perubahan dalam sikap dan perilaku tetapi dalam hal ini sangat bergantung pada keinginan dengan niat yang kuat dari suatu pemikiran untuk menemukan tentang diri.

Kebiasaan menemukan diri merupakan langkah dalam perjalanan hidup ini yang penuh dengan tantangan dari godaan syetan, salah satunya adalah berzina. Oleh karena itu, kita dapat keluar dari godaan itu bila kita berkeinginan untuk tidak lalai kepada Allah, sehingga kerjakanlah oleh kalian apa yang telah Allah perintahkan, niscaya Dia akan memenuhi janji-Nya kepada kalian.

Bila pikiran tersebut diatas, kita renungkan melalui pemahaman kita kedalam Surat dan Ayat yang tertuang dalam Al-Qur’an diharapkan menjadi daya dorong untuk membangun kebiasaan dari kesadran inderawi menjadi kesadaran rasional / ilimiah menjadi kesadaran spiritual.

Dengan mendalami yang terungkap dalam Surat dan Ayat Al-Qur’an diatas, maka perubahan tingkat ksadaran mendorong melakukan kebiasaan yang prodktif, karena dengan kebiasaan itulah manusia mengetahui kadar jiwanya sehingga dia tidak akan mengotorinya dengan maksiat kepada Allah.



8. BOROS


Membangun kebiasaan yang produktif akan mendorong kekuatan pikiran dalam bersikap dan berperilaku yang dapat menuntun atas perubahan kesadaran inderawi kedalam kesadaran yang lebih tinggi. Itu berarti manusia menempuh kehidupan ini semuanya untuk terus berdzikir.

Manusia yang berakhlak akan berusaha dalam perjalanan hidupnya akan menunjukkan keteladanannya, sehingga perbuatan “boros” merupakan perbuatan yang tidak terpuji, namun pengaruh godaan syetan dengan tingkat kesadaran yang rendah, soal boros jadi kebutuhan untuk menunjukkan status sosial.

Untuk keluar dari kebiasaan menjalankan hidup dengan “boros” berarti anda menyadari sepenuhnya untuk berubah, sebagai landasan untuk berubah, marila kita ungkapkan seperti yang termuat dalam surat dan ayat Al-qur’an sebagai berikut :

Larangan memboroskan harta

SQ. 17 : 26 “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

SQ. 17 : 27” Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Tidak bertindak boros

SQ. 25 : 67” Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.


KESIMPULAN


Salah satu pesan Rasulullah “sesungguhnya orang yang paling saya cintai dan paling dekat kedudukannya dengan saya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya” (H.R. Tirmidzi).

Bila kita renungkan pesan tersebut, sebagai daya dorong untuk meletakkan landasan yang kuat dengan mendalami kandungan surat dan ayat yang telah diungkapkan diatas, maka kerjakanlah oleh kalian apa yang telah Allah perintahkan, niscaya Dia aka memenuhi janji-Nya kepada kalian.


Jadi membangun kebiasaan yang tidak boros berarti bagian dari usaha membangun jiwa tanpa topeng kepalsuan, sehingga di dunia ini tidak ada satupun orang yang tidak ingin hidup dalam keselamatan di dunia dan di akhirat kelak.

Oleh karena itu, meretas jalan untuk menemukan diri sendiri dengan menciptakan kehidupan yang harmonis, menerapkan kebiasaan yang produktif (ilmu, keterampilan, keinginan) dan mendalami serta mempelajari Al-Qur’an sebagai suatu kebutuhan yang mampu untuk menuntun jiwa manusia yang selalu ingat dan dekat dengan Allah Swt.



9. BENCI


Memahami arti keberadaan anda di dunia yang sejalan dengan jiwa tanpa topeng kepalsuan agar mau menjauhi akhlak tercela yang akan merusakkan hubungan kita dengan sesama. Oleh karena itu “BENCI” merupakan salah satu yang dapat mrusak hubungan manusia, sehingga dengan adanya perasaan tidak suka ini menyebabkan seseorang tidak mau saling memberikan dan menerima nasehat.

Dengan mengungkapkan pikiran diatas, marilah kita mencoba untuk mendalami makna “benci” seperti yang termuat dalam surat dan ayat Al-Qur’an sebagai berikut :

SQ. 2 : 130” Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

SQ. 2 : 216” Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

SQ. 3 : 118” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

SQ. 3 : 119” Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

SQ. 4 : 22” Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

SQ. 5 : 2” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

SQ. 5 : 8” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Dengan mengungkap surat dan ayat tersebut diatas, untuk mengingatkan kita kepada hal-hal disebut dibawah ini :

Agama Nabi Ibrahim a.s.
Hukum perang dalam Islam
Larangan mengambil orang yahudi sebagai teman kepercayaan
Beberapa hukum perkawinan
Janji rasetia kepada Allah dan penyempurnaan agama islam.
Kewajiban berlaku adil dan jujur
Selanjutnya renungkan pula ungkapan yang dapat mengingatkan ingatan kita kepada hal-hal yang berkaitan dengan :

Yang membenci Nabi Muhammad terputusi Rahmat

SQ. 108 : 3” Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Kebanyakan kafir membenci kebenaran

SQ. 23 : 70“ Atau (apakah patut) mereka berkata: “Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.” Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.

SQ. 43 : 78“ Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.

Yang dibenci ternyata baik

SQ. 4 : 49“ Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.


KESIMPULAN


Dengan mendalami makna surat dan ayat dalam Al-Qur’an diatas, maka kekuatan pikiran untuk meretas jalan menemukan tentang diri, haruslah menjadi tantangan untuk terus membangun kebiasaan yang prouktif agar terjaga kebiasaan dari sikap dan perilaku yang dapat merusak akhlak yang tercela.

Oleh karena itu, bangunlah jiwa tanpa topeng kepalsuan, agar anda selamat menempuh perjalanan hidup ini, diperlukan untuk membangun kebiasaan yang produktif agar anda tertuntun untuk memanfaatkan pengetahuan, keterampilan dan keinginan yang selalu menjadi daya dorong untuk melepaskan diri dari godaan syetan yang selalu mendorong manusia terperangkap dari keinginan mempertahankan kesadaran inderawinya.


Jadi ingatlah selalu kata benci dalam pikiran anda yang akan selalu mendorong jiwa kita mnjadi lemah kemauan, sehingga syetan akan selalu mendorong agar benci menjadi alat untuk membentuk ingatan yang kuat, maka hidup ini, dimanakah kita berdiri dan melangkah dalam perjalanan hidup ini ditentukan oleh kita akan masuk dalam golongan mana, apakah kita selalu membentuk ingatan yang kuat kedalam golongan ke kanan, disitulah terletak kebahagian hidup di dunia dan akherat.


10. BUNUH DIRI


Bila seseorang yang tidak biasa membangun kebiasaan yang produktif, maka dengan mudah mereka tidak mampu mengendalikan kekuatan pikiran yang dapat merusak jalan hidup mereka, bahkan tidak jarang mendorong orang menjadi putus asa dengan „BUNUH DIRI“ sebagai manusia yang tidak beriman karena tidak berilmu.

Oleh karena itu dengan membangun kebiasaan yang produktif, mendorong orang untuk berpikir dan belajar seperti yang dimuat surat dan ayat yang mengajarkan bahwa „Allah membri pahala kepada orang beriman „ seperti yang termuat dalam Al-Qur’an sbb. :

SQ. 2 : 62“ Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

SQ. 4 : 152”Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

SQ.5 : 69”Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Bertitik tolak dari pemahaman mengenai „beriman“ seperti yang termuat dalam surat dan ayat yang diungkapkan diatas, maka setiap manusia akan mengetahui apa arti keberadaan di dunia sebagai mahluk yang dimuliakan oleh Allah Swt. Oleh karena itu mampukah manusia selalu ingat apa arti kehidupan ini. Manusia dengan kemampuan berpikirnya harus mampu meletakkan suatu keinginan yang berlandaskan niat yang sejalan dengan pemahamannya mengenai „beriman“ kepada Allah Swt. Sehingga manusia seharusnya secara sadar, apa yang terungkap dalam surat dan ayat yang mengungkapkan bahwa „Allah pelindung orang beriman „ oleh karena itu renungkan surat dan ayat dibawah ini :

SQ. 2 : 257“ Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

SQ. 2 : 54“ Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

SQ. 18 : 6“ Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an


SQ. 2 : 72“ Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

SQ. 2 : 84“ Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.

SQ. 3 : 112“ Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

SQ. 3 : 114“ Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

SQ. 3 : 152“ Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan sesungguhnya Allah telah mema`afkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.

KESIMPULAN


Manusia sebagai mahluk yang mulia di mata Tuhan, maka untuk dapat dekat dengan-Nya diperlukan usaha meningkatkan kesadaran rohaniah secara berkesinambungan agar manusia mengerti arti keberadaannya di dunia sebagai khalifah.

Apapun yang terjadi pada diri anda, maka asahlah kekuatan jiwa anda agar tidak berpikir keputus asahan yang mendorong menjadi manusia yang tidak beriman yang akan menjadi pemicu „bunuh diri“ sebagai jalan pintas untuk melepaskan diri dari segudang masalah hidup yang tidak terpecahkan.

Apa yang kita ungkapkan diatas dalam kaitan dengan „bunuh diri“ dimaksudkan untuk menggugah setiap manusia harus mampu menyadari untuk menemukan tentang dirinya, dengan secara teratur untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif




Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
MENGETUK DINDING JIWA
November 1, 2010 by suaraatr2025







MENGETUK DINDING JIWA MELALUI KEDEWASAAN BERPIKIR KEDALAM PEMANFAATAN OTAK UNTUK HIDUP – MATI – IMAN – AMAL


















DAFTAR ISI



KATA PNGANTAR


BAGIAN I

MAKNA OTAK DALAM PANDANGAN BATIN

I. PENDAHULUAN


1. O menjadi ORANG

2. T menjadi TAWAKAL

3. A menjadi AMANAH

4. K mennjadi KERJA

5. Kesimpulan


II MAKNA ORANG DALAM OTAK

1. O menjadi Organ ;

2. R menjadi Roh ;

3. A menjadi Akal ;

4. N menjadi Naluri / Nafsu ;

5. G menjadi Golongan.


III MAKNA TAWAKAL DALAM OTAK


1. T menjadi (T)aat ;

2. A menjadi (A)qidah ;

3. W menjadi (W)ahyu ;

4. A menjadi (A)llah ;

5. K menjadi (K)itab ;

6. A menjadi (A)l Qur’an ;

7. L menjadi (L)ailatul qodar


IV MAKNA AMANAH DALAM OTAK


1. A menjadi Amal

2. M menjadi Martabat

3. A menjadi Akhlak

4. N menjadi Nasib

5. A menjadi Azab

6. H menjadi Hari


V MAKNA KERJA DALAM OTAK


1. K menjadi KEBAJIKAN

2. E menjadi ENERGI

3. R menjadi RASIONAL

4. J menjadi JANJI

5. A menjadi ADIL


VI PENUTUP




BAGIAN II

HIDUP DAN MATI DALAM PANDANGAN BATHIN


I PENDAHULUAN


II AKTUALISASI MAKNA HIDUP


III MAKNA HIDUP DALAM ISLAM


1. H menjadi HIJRAH

2. I menjadi INSYAF

3. D menjadi DURHAKA

4. U menjadi USAHA

5. P menjadi PAHALA


III MAKNA MATI DALAM ISLAM


1. M menjadi MALAIKAT

2. A menjadi AJAL

3. T menjadi TAKDIR

4. I menjadi ISTIRAHAT


IV PENUTUP




BAGIAN III

MAKNA IMAN DAN AMAL DALAM PANDANGAN BATHIN


I PENDAHULUAN


II MAKNA IMAN


1. I menjadi IKRAR

2. M menjadi MANUSIA

3. A menjadi ALLAH

4. N menjadi NABI

5. Kesimpulan


III MAKNA AMAL

1. A menjadi AKHLAK
2. M menjadi MARTABAT

3. A menjadi AJARAN

4. L menjadi LANGKAH


IV. PENUTUP




KATA PENGANTAR












Dalam perjalanan hidup ini penuh dengan cobaan dan tantangan seperti halnya dunia ini ibarat roda pedati, kesusahan dengan kesenangan silih berganti, dimana kesulitan itu hanya sebentar, sebaliknya kesenangan itu hanya sekejab.

Oleh karena itu, pikirkan kemungkinan “gelap” dalam hidup yang bermakna 1) Gelap karena hari malam ; 2) Gelap mata karena buta ; 3) Gelap otak karena tidak berpengetahuan ; 4) Gelap hati karena tidak beragama ; 5) Gelap penghidupan karena kandas ekonomi.

Jadi dalam kegelapan ini, maka dalam perjalanan hidup yang singkat ini sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah Swt, maka ia harus mampu berpikir tanpa ada keragu-raguan bahwa orang harus mau hidup dan harus tahu bagaimana meninggalkan dunia yang fana ini.

Dengan memperhatikan hal yang kita ungkapkan diatas, maka ada dorongan untuk pikirkan terus bahwa tidak ada kesalahan yang mematikan, kecuali anda menjadikan begitu, sehingga dengan pemikiran tersebut diatas marilah kita menyimak satu setelah mati, kecuali atas amal perbuatannya selagi di dunia. Jadi sejalan dengan pikirkan kemungkinan dan pikirkan terus, maka tulisan dituangkan dalam tiga bagian :

Bagian Pertama, akan mengungkapkan kemampuan pentingnya dalam memanfaatkan „OTAK“ dari sisi pandangan bathin dalam usaha berpikir dalam arti mencari kebenaran, untuk memahami „Manusia, siapa, darimana dan kemana?“. Jawabannya seberapa jauh kita mampu menggerakkan dalam proses berpikir secara sadar (otak dan hati) dan tidak sadar (hati) untuk mengungkit kekuatan ingatan dalam mencari kebenaran.

Bagian Kedua, akan mengungkapkan kemampuan kekuatan kebiasaan pikiran mengamalkan makna „OTAK“ sebagai suatu pendekatan dalam usaha mengetuk dinding jiwa untuk melepaskan diri dari sikap dan perilaku yang tidak sejalan dengan keyakinan dan kepecayaan yang dianutnya, oleh karena itu maka manusia selalu siap menjalankan pemahamannya dalam makna „HIDUP dan MATI“ dari sisi pandangan bathin.


Bagian Ketiga, akan mengungkapkan berdasarkan kemampuan yang terungkap dalam bagian kesatu dan kedua, menjadikan kemauan yang kuat untuk menuntun kedalam kebiasaan pikiran yang produktif agar dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan dalam ajaran Islam yang diyakini sehingga sebagai manusia yang selalu berpikir baik secara sadar maupun tidak, maka segala tempat dapat dipenuhi oleh isinya selain dari tempat ilmu, sehingga tempat ilmu makin diisi makin bertambah besarnya. Tempat ilmu ialah unsur dalam jiwa yang kita sebut „kesadaran, kecerdasan dan akal“. Jadi semakin bertambah ilmu semakin terasa kebodohan kita. Orang yang merasa diri pandai ialah orang tidak menambah pengetahuan.

Sejalan dengan pikiran maka daya kemauan yang kuat akan mampu dalam mengamalkan makna „IMAN dan AMAL“ dalam perjalanan hidup ini.

Melaksanakan kebiasaan yang produktif yang ditopang oleh kekuatan Ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan sebagai niat, akan mampu mendorong kekuatan kebiasaan berpikir kedalam usaha-usaha untuk meningkatkan kedewaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual dalam menuntun sikap dan perilaku.

Akhirnya marilah kita merenungkan ungkapan seperti air laut bila ditimba akan kering, tapi lautan ilmu pengetahuan, kian ditimba kian bertambah airnya.







BAGIAN I

MAKNA OTAK DALAM PANDANGAN BATIN

I. PENDAHULUAN

Bayangkan, apakah memang benar orang-orang islam begitu banyak berperan baik sebagai pelaku ekonomi, eksekutif, legislatif, yudikatif dan berbagai lembaga lainnya, tidak mampu memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi saat ini dalam berbangsa dan bernegara, ataukah kita memang tidak mau berubah dalam bersikap dan berperilaku ataukah kita memang selalu menginginkan untuk dijajah oleh pihak ketiga yang tersembunyi yang sebenarnya bayangan itu diketahui adanya. Inilah semua kenyataan yang kita hadapi bersama sebagai bangsa. Kita menginginkan demokrasi sebagai alat untuk mengangkat derajat bangsa yang terbesar adalah pemeluk islam.

Adakah jalan keluarnya. Masalah untuk tumbuh dan berkembang dalam berbangsa dan bernegara yang kita hadapi masa lampau, masa kini dan masa depan, mampukah kita dalam waktu singkat untuk merubah pola berpikir dalam memecahkan masalah yang kita sebut komplek dan penyakit. Tingkat intisitas dalam mempengaruhi perubahann sikap dan perilaku melalui pendekatan yang kita sebut dengan memaksimumkan pemanfaatan OTAK.

Renungkanlah Rasullullah saw, bersabda:

“ Barangsiapa melapangkan seorang Mu’min dari salah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan-kesusahan hari kiamat.

Dan barangsiapa meringankan penderitaan seseorang, maka Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan di akhirat.

Dan barangsiapa menutupi cacat seseorang Muslim, maka Allah akan menutupi cacatnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan memberikan pertolongan kepada seseorang selama orang tersebut suka menolong saudaranya. Dan barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tiada berkumpul suatu kaum dalam sebuah rumah dari antara rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca Al-Qur’an dan mengkajinya bersama-sama, melainkan keetenangan akan turun kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka dan malaikat akan mengerumuni mereka, serta oleh Allah mereka akan disebut di kalangan orang-orang yang berada di sisi-Nya.

Dan barangsiapa terlambat amalnya, maka dia tidak akan dipercepat oleh nasab keturunan-nya “ (H.R. Muslim)Apakah manusia yang memiliki kekuasaan, mudah dipenga-ruhi untuk membalikkan tingkat kesadaran yang begitu dilihat dari sudut INDERAWI merupakan tingkat yang paling rendah menjadi berubah. Kita bayangkan kalau orang yang kiblat kepada manusia dan materialistik, tidak mudah orang bisa berubah, begitu saja.

Tetapi sebaliknya apakah memang benar orang yang berkuasa saat ini sedang memanfaatkan OTAK dalam arti bahwa setiap unsur huruf memiliki makna yang berdiri sendiri tetapi memiliki saling ketergatungan.

Jadi kata OTAK sebagai suatu pendekatan akan kita uraikan dari unsur huruf menjadi kata yang bermakna, bagi orang islam bahwa unsur huruf dalam OTAK begitu banyak surat dan ayat yang mengungkapkan artinya agar mereka tertuntun ke jalan yang benar sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT.

Jadi huruf dalam kata OTAK terdiri dari :

O menjadi ORANG – T menjadi TAWAKAL – A menjadi AMANAH – K mennjadi KERJA


Continue Reading »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
7. Rambu-rambu menuju perjalanan hidup abadi 8. Penutup
September 26, 2010 by suaraatr2025
7. RAMBU-RAMBU MENUJU PERJALANAN HIDUP ABADI


PENDAHULUAN


Bertitik tolak dengan pokok-pokok pikiran yang telah kita ungkapakan pada bagian terdahulu, diharapkan dengan pendekatan yang kita sebut 7 M (membaca, menterjemahkan, meneliti, mengkaji, menghayati, memahami, mengamalkan) mampu menggerakkan kekuatan pikiran kedalam kemauan dan kebiasaan untuk menuntun tentang menjaga hubungan dengan Allah adalah merupakan suatu kewajiban bagi hamba-hamba Allah yang mendambakan keselamatan.

Oleh karena itu, ingatlah selalu sebagai rambu-rambu menuju perjalanan hidup abadi kedalam kebiasaan kekuatan pikiran untuk :

Pertama, kita harus bertaqwa kepada-Nya dalam arti kita harus mampu dalam melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, sehingga dengan demikian Allah akan selalu menjaga dan memberikan pertolongan kepada kita.

Kedua, Kita harus memohon apa yang kita kehendaki hanya kepada Allah dan tidak kepada yang lain.

Ketiga, Kita harus meyakini bahwa Allah memiliki ketentuan, peraturan dan undang-undang yang diterapkan untuk segala yang ada di dunia ini, yang semuanya akan berlaku, beredar dan berjalan tepat dan sesuai dengan setiap yang ditentukan, diatur dan diundangkan oleh Allah tadi.

Sejalan dengan kekuatan pikiran diatas, maka renungkan tentang tujuh golongan yang mendapat perlindungan Allah di hari Akhirat yaitu :

Imam / pemimpn yang adil.
Pemuda yang tumbuh dewasa dan rajin beribadat kepada Allah.
Orang yang hatinya selalu terikat ke misjid (untuk beribadat)
Dua orang saling kasih mengasihi karena Allah, keduanya berkumpulkan atau berpisah karena Allah.
Seorang lelaki yang diajak (berzina) oleh wanita yang berkedudukan lagi cantik tetapi dia menolak sambil berkata „Saya takut kepada Allah“
Orang yang bersedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya tidak mngetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.
Orang yang selalu ingat kepada Allah di kala sendirian hingga ia mencucurkan air matanya.
Jad untuk memperoleh perlindingan dari Allah pada waktu kita dibangkitkan nanti, kita harus berusaha menjadi Mu’min yang selalu berlaku adil, rajin beribadah, ikhlas, saling menyayangi, menjauhkan diri dari perbuatan zina, suka mengeluarkan sedekah, dan selalu ingat kepada Allah.


Dengan meningkatkan kemauan dan kebiasaan dalam melangkah dari kekuatan pikiran yaitu satu dari sisi „menjaga hubungan dengan Allah dan disisi lain „ memahami tujuh golongan yang mendapat perlindungan Allah di hari akhirat“ diibaratkan seperti mata uang yang memiliki nilai bila kita dingatkan bahwa keselamatan kita, kutamaan kita dan seluruh ikhwal kita ditentukan oleh amal kita sendiri, sehingga jika tidak sempat kita beramal, maka kemuliaan keluarga kita, kakek-nenek kita, bapak-ibu kita tidak akan berarti sama sekali terhadap kehidupan kita.

MELANGKAH MENJALANI RAMBU-RAMBU KEHIDUPAN


Sebelum melangkah dalam kehidupan dunia, maka jangan tertipu pada yang tampak tidak selalu seperti yang sejatinya, cobalah rnungkan seperi ibarat bahwa dunia ini sebagai minum air laut, semakin diminum semakin haus, akhirnya mati dalam kehausan. Oleh karena itu kenalilah tabiat dunia dengan hatimu dan jiwamu dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran inderawi yang menyandarkan penglihatanmu pada nafsu sebagai wilayah kcenderunganmu.

Sebab, ia selalu membawamu memperhatikan aapa yang tampak secara lahir dari peristiwa itu sendiri. Kesulitan berubah menjadi kemudahan ; kebahagian berubah menjadi kesedihan ; kekayaan berubah menjadi kemiskinan adalah tabiat dasar dunia.

Oleh karena itu, renungkan ungkapan seperti “Di dunia lebih mudah membuat kebaikan dari kejahatan. Tetapi manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan. Sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari akal. Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Sedang manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang setan yang menunda ke muka. Tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan serta bersihnya jiwa.” Walaupun dunia ini penuh dengan beraneka kesusahan, orang takwa tidak akan susah sebagaimana ikan tidak asin yang tinggal di air laut yang sangat asin. Jadi dunia ini seperti roda pedati, kesusahan dengan kesenangan silih berganti. Kesulitan itu hanya sebentar, kesenangan itu hanya sekejab.

Dengan demikian ingatlah rambu-rambu dalam perjalanan hidup di dunia ini, yang sejalan dengan kemampuan kita meningkatkan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual dalam usaha memahami dunia ini.


Sejalan dengan kemampuan meningkatkan kekuatan pikiran kedalam kemauan dan kebiasaan diharapkan mampu membentuk ingatan yang kuat dan pikiran yang tenang dalam melaksanakan rambu-rambu menuju perjalanan hidup abadi melalui apa yang kita sebut dengan kekuatan dorongan yang mencakup hal-hal sebagai berukut :


Menggali pijar cahaya Al Qur’an :


Sebagai pedoman hidup kedalam konsepsi islam untuk menuntun manusia bergerak menuju kesempuraan dengan memahami fitah dasar manusia ; kebebasan dan pengendalian diri ; kewajiban paling berharga manusia adalah pendidikan ; peran konstruktif dan destruktif kebiasaan ; mensucikan diri dari kejahatan ; taat dan tunduk menghadapi keputusan Allah ; takut menghadapi kemurkaan allah ; mengingat kematian ; berserah pada takdir dan anugerah ; berjuang dari aib menuju yang gaib ; berhijarah kepada allah dalam berserah ; dzikir cahaya ilahi ; menguak hikmah cahaya ilahi

Menggali kekuatan lentera kehidupan :


Dengan 7 M galilah kekuatan dalam lentera penerangan kalbu ; lentera penerang kehidupan ; lentera penerang kegelapan ; lentera pembakar kebathilan ; lentera dalam balasan jangan tertipu ; tanggalkan kebangggaanmu ; sempurnakan jiwamu ; tinggalkan kebiasaanmu ; balasan ketaatan ; menggugah kewajiban sebagai langkah kehidupan ; sumber ketenteraman batin ; cahaya kebajikan dalam hubungan antar manusia ; keajaiban kekuatan kehendak ; pelita ilahi ; menghiasi hidup dengan cahaya ilahi ; pelita cinta dan kasih sayang ; pelita menuju kebenaran

Meningkatkan kedewasaan dalam kepribadian :


Kreteria nilai-nilai kepribadian ; peran dasar agama dalam pendidikan ; wujud kepribadian dalam pemikiran islam ; peran pembangunan dan pengembangan dari kekuatan islam, iman dan amal serta dampak dari ruh, hati dan iwa ; mengembangkan kekuatan pikiran positif dan menjauh pikiran negatif ; melihat keterkaitan hubungan antara psikologis dan fisiologis ; mengamalkan sumber-sumber kehormatan manusia sejati ; keyakinan diri dan keyakinan kepada tuhan ; Zuhud terhadap kekuasaan

KESIMPULAN


Daya kemauan adalah tonggak dari kekuatan kebiasaan pikiran untuk dapat memberikan daya dorong kedalam usaha yang terpikirkan untuk melihat dunia ini yang hendak kita lalui dalam perjalanan hidup ini.

Oleh karena itu, gerakkan pikiran kedalam keinginan tahuan tentang sadar kemauan yang menunjukkan jalan kedalam kekuasaan untuk memimpin diri sendiri dalam rangka memperkuat daya kemauan dari proses kemauan membentuk watak dari percikan kebiasaan-kebiasaan pikiran positif melalui kekuatan “rambu-rambu menuju perjalanan hidup abadi”

Apa yang terpikirkan dari kemauan dan kebiasaan untuk mendorong membentuk ingatan yang kuat dalam usaha mengungkit kekuatan pikiran yang terang, oleh karena itu, sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber nikmat ; sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa ; sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan ;sediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan ; sediakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu ; sediakan waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketenteraman hati.

Sempurnakan perjalan hidup abadimu, dengan membayangkan bahwa Syurga rindu kepada orang 1) Orang yang tidak menyakiti orang lain ; 2) Orang yang berpuasa ; 3) Orang sembayang malam ; 4) Orang yang memberi makan orang yang lapar ; 5) Bersih jiwanya. Jadi ingatlah bahwa Syurga itu diramaikan dengan pekerjaan yang berat mengerjakannya. Tidak akan dapat masuk syurga seseorang yang dalam hatinya ada takbur meskipun sebesar biji sawi. Neraka diramaikan dengan syahwat.

8. PENUTUP


Sejalan dengan pikiran diatas, maka sejenak coba kita merenungkan, apa yang diungkapkan dalam Al Qur’an dalam AN UUR (Cahaya) surat ke 24, mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan :

Mereka yang mendapat pancaran cahaya ilahi :

QS. 24 : 36“ Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,

37“ laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

38“ (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Mereka yang tidak diberi cahaya ilahi :


QS. 24 : 39“ Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.

40“ Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.

Dengan kemauan dan kebiasaan, kita mengungkit kekuatan pikiran dalam usaha-usaha untuk :

„Menuai perjalanan hidup abadi melalui kemampuan menemukan jati diri dalam melibatkan keagungan Allah“, maka renungkan baik-baik surat An Nur diatas yang akan memberikan gelombang kehidupan dengan mengingat hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :

JANGAN TERUS BERSEDIH bila hidupmu terasa pedih. Ini perputaran-kehidupan yang wajar. Pergeseran keadaan yang lumrah. Dan, dalam setiap putaran waktu yang dijalankan-Nya selalu ada makna dan pesan yang bisa kita ungkap.Kesempitan dan penderitaan kadang justru membuat kita makin dekat dengan-Nya. Kitapun jadi sering datang kepada-Nya untuk mencurahkan segala keluh kesah. Bukankah hal-hal yang besar sering kali diperoleh justru saat kita mengalami kesulitan ? Bukankah prubahan juga kadag muncul dari situasi penuh tekanan ?


KOSONGKAN HATIMU dari selain-Nya maka hatimu akan dipenuhi oleh-Nya. Dunia adalah tabir yang mmbayang-bayangi cahaya-Nya. Bayang-bayang inilah sering kali menjadi kabut yang menutupi kesadaran yang palng rendah, sehingga kita tidak bisa melihat dengan jelas apa yang matahari kesadaran bisa terbit darinya. Lalu biarkan cahaya itu, menyinarimu dalam setiap gerak dan diammu.Semakin terang cahaya dalam engkau masih mungkin tersesat ?

BILA POSISI HATIMU BETUL, cahaya-Nya akan mudah memantul. Hati ibarat cermi. Semakin jernih cermin semakin terang cahaya yang terpantul. Engkau tentu akan menjadi hamba-Nya yang mudah melihat kebenaran, merasakannya dan bahkan menjadi kebenaran itu sebagai napas hidupmu. Dengancermin jernih, gambaran dunia dan dirimu juga terlihat jelas dan bersih, tidak ada bagian-bagian yang samar. Engkau terlindung oleh-Nya dan pintu perbendaraan-Nya terbuka luas untukmu.

SIKAP BERSERAH membuatmu senantiasa tercerah. Sikap bersandar membuatmu senantiasa tersandar. Hidupkanlah cahaya islammu, sebab inilah yang membuatmu tidak lagi campur tangan kepada kehendak-Nya. Segala wujud inderawi tertutup oleh keberserahan dirimu kepada-Nya. Engkau menyadari bahwa bentuk ciptaan hanyalah jejak dan bayang-bayang dari Zat yang esa, yang pada akhirnya akan musnah.

JANGAN TERLALU BANGGA denganpengalaman mistis, sebab itu bisa membuat hatismu statis. Teruskan perjalanan, jangan hanya terkagum-kagum oleh banyak pengalaman. Sebab, hal ini bisa membuatmu lalai dan tehanyut dalam semuanya kebahagian. Engkau masih harus berlanjut, engkau tidak boleh terus temangu dan terkejut. Bila cahaya ruhanimu telah membuatmu bisa“melihat“ hal-gaib, itu Cuma fenomena galib. Masih ada samudra kegaiban yang belum engkau temukan, dan disanalah engkau bisa menylam lebih dalam.

HIDUPLAH SEBAGAIMANA ORANG BIASAmeski engkau dikarunia nikmat „luar biasa“. Sungguh para rasul, nabi dan wali allah hidup seperti orang kebanyakan. Bekerja sebagaimana wajarnya, beraktivitas sebagaimana umumnya. Tidak ada sedikitpun tampilan yang membedakan mereka dengan orang biasa. Rahasia keistimewaan mereka senantiasa tertupi oleh kewajaran hidup mereka.

YANG BATINNYA TERUS BERPIJAR akan hidup semakin wajar. Hiduplah dalam kerendahan hati, dan teruslah belajar tidak suka menonjolkan diri. Belajarlah meniti kesadaran agar bisa mengaki kelemahan dan kesalahan dalam kewajaran. Sebab, begitulah orang-orang pilihan-Nya menjalani hidup.

MESKI SAMUDERA KEGAIBAN ENGKAU LEWATI, belum tentu rahasia para hamba-Nya bisa engkau lawti. Begitulah cara-Nya , begitulah pilihan-Nya dan itulah kekuasaan-Nya. Jika engkau tulus menempuh jalan-Nya lanjutkanlah perjalananmu. Jangan teroda kepada permainan yang bisa membuatmu berbelk. Apa pun karunia-Nya terimalah dengan rasa syukur kepada-Nya.

SETIAP RAHASIA hamba yang tertangkap tidak harus selalu engkau ungkap. Karena butuh kesabaran dan kesadaran yang berkualitas sekaligus. Kesabaran enyingkapi kenyataan bahwa tidak setiap hamba menyadarinya. Juga kesadaran bahwa Dia-lah yang menjadikanmu melihat rahasia orang lain. Memang orang yang sadar sering kali bisa menangkap gelagat hati orang lain.Meskipun sesungguhnya keadaan semacam itu pada hakikatnya merupakan anugerah-Nya. Tetapi sadarilah bahwa selalu ada godaan yang bisa membuat kita salah menyingkapi.


Posted in Uncategorized | Tagged SDM MUSLIMIN | Leave a Comment »
6. Mengetuk dinding Jiwa dengan kekuatan Ruh dan Hati
September 26, 2010 by suaraatr2025
6. MENGETUK DINDING JIWA DENGAN KEKUATAN RUH DAN HATI



PENDAHULUAN


Untuk mengetuk dinding jiwa, maka langkah awal yang terpikirkan bagaimana menggerakkan kekuatan pikiran dalam berpikir artinya berusaha mengetahui sesuatu yang belum diketahui.

Sejalan dengan pemikiran itu, kita mencoba untuk menghayati dari sisi huruf dalam kata. Kedua kata yang kita ungkapkan itu memili-ki sifat ketergantungan yaitu iman dan amal. Dengan pemahaman itu diharapkan memotivasi perasaan dan menghayati untuk menggerakkan kemampuan berpikir dalam usaha menemukan tentang diri sebagai jalan yang lebih dekat untuk mengenal Tuhan.


Sebagai muslim dengan kemampuan berpikir seharusnya ia mampu membina pribadinya sesuai dengan alunan syariat lahir batin serta mengaktualisasikan sepenuh kemampuan dan sebulat hati.

Sejenak bila kita merenung dan menghayati yang difirmankan pada S.Q. 9 : 119 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”

Jadi dengan pemahaman itu, maka orang-orang yang bertakwa, merekalah manusia-manusia bijak dengan setulus hati, sehingga kebenaran merupakan inti ucapan mereka, kesederhanaan adalah pakaian mereka dan kerendahan hati mengiringi gerak gerik dalam menjalankan kehidupan.

Dengan pikiran itu mereka tundukkan pandangan mereka terhadap segala yang diharamkan Allah. Dan mereka gunakan pendengarannya hanya untuk mendengarkan ilmu yang berguna.Jadi jiwanya selalu diliputi ketenangan dalam menghadapi cobaan sama seperti dalam menerima kenikmatan. Dan sekiranya bukan karena kepastian ajal yang telah ditetapkan, niscaya roh mereka takakan tinggal diam dalam jasad-jasad mereka hanya sekejap, baik sifat kerinduannya kepada pahala Allah atau ketakutannya akan hukumannya.

Oleh karena itu kembangkankanlah kemampuan berpikir dalam menemukan diri, sehingga kita meresapkan pandangan bahwa amal merupakan bagian dari iman, dapat dipastikan bahwa iman dapat meningkat dan berkurang. Dengan meningkatnya amal, meningkat pulalah keimanan dan dengan merosotnya amal, berkurang pulalah keimanan. Iman dan amal berjalin erat dan saling mempengaruhi.

Sebaliknya orang yang berpandangan bahwa amal bukan merupa-kan bagian dari iman harus menerima implikasi bahwa iman tidak bertambah dan berkurang dengan bertambah dan berkurangnya amal.

Apa yang kita ungkapkan diatas menjadi daya dorong untuk mem-bayang-bayangi untuk kita selalu mengingat siapa, darimana, kemana perjalanan hidup ini, maka kita merenung kembali apa yang dipesankan oleh Rasullalah Saw. tentang jalan keselamatan seperti yang diungkapkan oleh Abu Hurairah r.a., bahwasanya beliau bersabda :

“Barang siapa melapangkan seorang Mu’min dari saalah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa meringankan penderitaan seseorang, maka Allah akan meringankan penderitaan-nya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa menutupi cacat seseorang Muslim, maka Allah akan menutupi cacatnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan selalu memberikan pertolongan kepada sseseorang selama tersebut suka menolong saudaranya. Dan barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tiada ber-kumpul suatu kaum dalam sebuah rumah dari antara rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca Al Qur’an dan mengkajinya bersama-sama, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat akan meliputi mereka dan malaikat akan mengerumuni mereka,serta oleh Allah mereka akan disebut di kalangan orang-orang yang berada disisi-Nya. Dan barangsiapa terlambat amalnya maka dia tidak akan dipercepat oleh nasab keturunannya”

(H.R. Muslim).

Apa yang dapat kita tarik sebagai renungan untuk kita pikirkan dalam kehidupan agar jalan keselamatan menuju perjalanan abadi :

Menciptakan kehidupan yang harmonis dalam lingkungan hidup yang dijalaninya.
Berusha memupuk kebiasaan yang produktif dengan meningkatkan ilmu, keterampilan dan keinginan yang sejalan dengan niat.
Berusaha mengamalkannya dari seluruh ajaran dalam Al Qur’an kedalam iman dan amal dalam kehidupannya.
Dengan memperhatikan firman Allah dan sunnah Rasul yang kita utarakan diatas maka meningkatkan kemampuan berpikir dengan pendekatan pemahaman intuisi dan perasaan yang dapat membentuk akhlak dan martabat menjadi satu kepribadian yang utuh sehingga diharapkan dapat menumbuhkan akan hakikat diri kedalam sikap dan perilaku. Salah satunya adalah membangun kebiasa-an yang produktif yang berlandaskan ilmu, keterampilan dan ke-inginan menjadi manusia yang memiliki kejujuran.

Kejujuran adalah kebenaran yang menjadi lanndasan iman dan kenyataan kehidupan sehari-hari, sebaliknya kebohongan adalah yang tidak benar dijadikan landasan berpijak. Oleh karena itu dalam usaha menuju ke jalan kebenaran maka ia beriman kepada Allah Swt, mengetahui rahasia kehidupan, maka ia harus menempuh kejujuran daalam ucapan dan perbuatannya serta menjadikannya dalam hidupnya. Karena ia menyadari sepenuhnya bahwa bohong adalah bertentangan dengan iman. Bohong adalah bahaya yang merusak aqidah dan amal perbuatan.

Sejalan dengan pokok pikiran yang kita ungkapkan diatas, maka usaha-usaha untuk mengetuk dinding jiwa dengan kekuatan ruh dan hati diperlukan kekuatan dalam berpikir, dimaksudkan untuk mengetahui dari sesuatu yang belum diketahui, disinilah letak manusia berpikir mencari kebenaran dengan mengungkit pemahaman sebagai daya dorong menjadi „KAYA“ dalam kebiasaan yang produktif artinya mencari (K)ebenaran dengan landasan (A)gama dengan kekuatan (Y)akin dalam menjalankan (A)manah.

DENGAN 7 M MENDALAMI MAKNA RUH, HATI DAN JIWA


Sejenak kita membayangkan bahwa andil dalam kehidupan walaupun pada diri sendiri, maka kalau jasmani makan, rohani juga makan yaitu dengan pengetahuan. Kalau jasmani berpakaian rohani mesti berpakaian yaitu budi. Kalau jasmani berlatih, rohani juga dilatih yaitu dengan kesusahan. Kalau jasmani dibersihkan , rohani juga dibersihkan dengan kesucian bathin dan kalau jasmani diobati rohani juga harus diobati dengan kebiasaan pikiran prodktif, maka akan terbentang keinginan untuk mengetahui dari yang tidak tahu menjadi tahu sebagai dorongan untuk berpikir. Jadi untuk mengetuk dinding jiwa dengan kekuatan roh (ruh) dan hati dalam menuai perjalanan hidup abadi diperlukan kekuatan untuk mengetahui apa yang diajarkan dalam Al Qur’an tentang Roh, Hati dan Jiwa itu sendiri.

RUH (ROH), seperti yang diungkapkan dalam Al Qur’an sbb. :

QS. 17 : 85” Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

QS. 4 : 171 “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

QS. 19 : 17” maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

QS. 32 : 9” Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

QS. 38 : 72” Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.

QS. 66 : 12” dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang ta`at.

QS. 78 : 38” Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

QS. 81 : 7” dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),

Dengan mngungkapkan surat dan ayat yang kita kemukan diatas, maka kita untuk memikirkan hal-hal yang terkait dengan :

Petunjuk-petunjuk Alah dalam menghadapi tantangan ;
Pandangan Al Qur’an terhadap Nabi Isa a.s. ;
Kisah Maryam dan Nabi Isa a.s. ;
Proses kejadian manusia dan kebangkitannya di hari kiamat ;
Adam dan godaan iblis ;
Contoh-contoh tentang isteri yang tidak baik dan isteri yang baik ;
Perintah agar manusia memilih jalan yang benar kepada Tuhannya ;
Dikala terjadi peistiwa-peristiwa besar pada hari kiamat, tahulah tiap-tiap jiwa apa yang telah dikerjakannya waktu di dunia.
Ruh berangsur dewasa sesuai dengan perkembangan jasmani :

S.22 : 5“ Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

Ruh berarti malaikat :

QS. 19 : 17” maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.


Manusia setelah meninggal ruhnya kembali kepada Allah :

QS.6 : 62” Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat.


Ruh termasuk urusan Tuhan / persoalan ruh monopoli Allah :

QS.17 : 85” Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Ruh yang sadar :

QS. 75 : 2” Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Ruh yang tenang :

QS.89 : 27” Hai jiwa yang tenang.

Ruh dan jasad manusia akan dipertemukan lagi di akherat :

QS. 81 : 7” dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),


Keadaan ruh orang tidur/mati ; Ayat Allah pada dinamika ruh manusia :


QS. 39 : 42” Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

HATI, diungkapkan dalam surat dan ayat seperti dibawah ini :

QS, 2 : 10” Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.,

93” Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menta`ati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)”., 118, 204, 225, 235, 263, 264, 283, 284

QS. 3 : 103” Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menta`ati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)”.,118,119,120, 126, 139, 151, 153, 154, 156, 167, 170,171,186,199

QS. 4 : 4” Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya., 32, 63, 65, 90, 104, 155

QS. 5 : 7” Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami ta`ati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)., 13, 41, 52, 68, 89, 113

QS. 6 : 25” Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al Qur’an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”., 3, 45, 48, 110, 113

QS. 7 :35” Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati., 49, 64, 93, 10, 101, 17, 205

QS. 8 : 2” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,, 10, 11, 12, 24, 43, 45, 49, 63, 78

QS. 9 : 8” Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian)., 14, 15, 45, 47, 48, 55, 64, 87, 93, 110, 114, 117, 125, 127

QS. 10 : 62” Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati., 74, 88

QS. 11 : 120Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.,

QS. 13 : 28” (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

QS. 14 : 37” Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur., 43

QS. 15 : 47“ Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan., 88

QS. 16 : 22” Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong., 78, 102, 108, 127

QS. 17 : 25” Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat., 36, 72, 74

QS. 18 : 6” Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an)., 14, 18, 28, 57

QS. 19 : 24” Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu., 26, 96

QS. 20 : 40” (yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir`aun): ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?” Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Mad-yan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa,, 67

QS. 21 : 3” (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?”

QS. 22 : 15“ Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya., 31, 35, 46, 53, 54

QS. 23 : 60” Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,, 63, 78

QS. 24 : 37”, 50

QS. 25 : 32” laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. , 74

QS. 26 : 88” (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,, 194

QS. 27 : 14”Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.

QS. 28 : 7” Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul., 10, 13, 43

QS. 30 : 59” Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.

QS. 31 : 23” Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 32 : 9” Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

QS. 33 : 4”Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan isteri-isterimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). , 5, 10, 11, 12, 26, 37, 51, 53

QS. 34 : 23“ Dan tiadalah berguna syafa`at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa`at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “(Perkataan) yang benar”, dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

QS. 35 : 38“ Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Qs. 37 : 84” (Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.

QS. 39 : 22“ Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata., 45

QS. 40 : 18” Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata., 19, 35, 80

QS. 42 : 24” Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah”. Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 43 : 71” Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.”

QS. 46 : 26“ Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.

QS. 47 : 20“ Dan orang-orang yang beriman berkata: “Mengapa tiada diturunkan suatu surat?” Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka., 29

QS. 48 : 4” Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,, 11, 12, 18, 26

QS. 49 : 7” Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,, 14

QS. 50 : 16” Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya,

QS. 53 : 11“ Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

QS. 57 : 6” Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 59 : 2” Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan., 10, 13, 14,

QS. 64 : 11“ Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

QS. 65 : 6” Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya; dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu), dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

QS. 66 : 4“ Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu’min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

QS. 67 : 13“ Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Dengan membaca serta kita merenungkan tentang hati yang diungkapkan dalam surat dan ayat diatas mengingatkan kita kepada hal-hal yang terkait dengan :

Golongan munafik ;
Keharusan menjaga persatuan ;
Kewajiban para washi terhadap asuhannya dan kewajiban para wali terhadap orang yang dibawah perwaliannya ;
Wudhu’, mandi dan tayamun ;
Kesaksian kaum musyrikin terhadap dirinya sendiri dan keadaan merka di hari kiamat ;
Pengutusan para Rasul dan akibat penerimaan dan penolakan kerasulan ;
Sifat-sifat orang mu’min ;
Sebab-sebab perjanjian damai Pelajaran dari kisah-kisah beberapa Nabi ;
Ketenteraman hati orang-orang yang beriman serta pembalasan bagi mereka ;
Permohonan-permohonan Nabi Ibrahim a.s. ;
Rahmat Allah bagi orang-orang yang bertakwa :
Ketakaburan menjadikan seseorang ingkar kepada kebenaran ;
Beberapa tata krama pergaulan ;
Ancaman terhadap kpercayaan Tuhan punya anak ;
Kelahiran Nabi Isa a.s. ;
Nikmat-nikmat Allah Kepada Nabi Musa a.s. sejak kecil ;
Ocehan kaum musyrikin Allah pasti datang ;
Sifat-sifat seorang muslim yang ukhlis ;
Mereka yang mendapat pancaran nur ilahi ;
Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al Qur’an pada hari kiamat ;
Kisah Ibrahim a.s. ;
Musa a.s. menerima wahyu dari tuhan , Muhammad-pun menerima wahyu yaitu Al Qur’an dari Tuhan ;
Musa a.s. dicampakkan ke dalam sungai Nil untuk menyelamatkan kaumnya dari kekejaman Fir’aun ;
Anjuran memperhatikan tamsil ibarat yang terdapat dalam Al Qur’an
Kekuasaan Allah adalah mutlak dan akibat pengingkaran terhadapnya ;
Proses kejadian manusia dan kebangkitannya di hari kiamat ;
Sembahan-sembahan selain Allah tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun;
Kebenaran Allah dan tidak berdanya sembahan-sembahan selain Allah
Nabi Ibrahim menghancurkan berhala ;
Perbandingan antara orang-orang mu’min dan orang-orang yang kafir.
Kewajiban menunaikan ibadat kepada Allah ;
Allah mmberikan pembalasan kepada amal seseorang menurut niatnya ;
Kebahagian yang dini’mati oleh penduduk surga dan kesengsaraan yang dialami oleh penduduk neraka ;
Kehancuran kaum ‚aad ;
Ancaman terhadap orang-orang munafik dan orang-orang murtad ;
Khabar gembira kepada Nabi Muhammad S.A.W. dan kaum muslim ;
Cara menyelsaikan persngktaan yang timbul antara kaum muslimin ;
Gerak gerik manusia dan perkataannya dicatat oleh para malaikat ;
Tuhan bersumpah bahwa wahyu yang diturunkan kepada nabi muhammad s.a.w. adalah benar. ;
Segala sesuatu pada hakekatnya milik Allah maka janganlah kamu merasa berat menafkahkan harta dan rezekimu di jalan Allah ;
Pegusir bani nadhir dari madinah ;
Kesalahan-kesalahan manusia akan dinampakkan Allah pada hari kiamat
Beberapa ketentun tentang thalaaq dan ‚iddah ;
Nabi Muhammad s.a.w. dengan istri-isterinya ;
Janji-janji Allah kepada orang-orang mu’min.

Allah mendinding antara manusia dan hatinya :

QS. 8 : 24” Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

Allah mengetahui yang di dalam hatinya:

QS. 3 : 29” Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. 35 : 38” Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.


Allah mengunci hati orang yang mengikuti hawa nafsu :


QS. 2 : 7” Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat., 88” Dan mereka berkata: “Hati kami tertutup”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.

QS. 42 : 24“ Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah”. Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 45 : 23“ Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

QS. 47 : 16“ Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka. , 24“ Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?

QS. 57 : 16“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

QS. 63 : 3“ Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.

QS. 74 : 31“ Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.


Allah menutup hati orang yang berpaling setelah dieringatkan :


QS. 18 : 57“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya,

Berhati-hati :


QS. 5 : 41“ Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah” Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

QS.9 : 50“ Jika kamu mendapat sesuatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: “Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi berperang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.

QS. 64 : 14“ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Baik hati :


QS. 49 : 3”Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

QS. 50 : 33“ (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,

QS. 57 : 16“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik., 27“ Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

QS.58 : 22“ Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.

QS. 59 : 9“ Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 66 : 4“ Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu’min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

Hati keras bagai batu :


QS. 2 : 74“ Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Rela hati :

QS. 2 : 158“ Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa`i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.


Sedih hati :


QS.2 : 62“ Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati., 262“ Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan sipenerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Ketenteraman hati bisa dicapai dengan mengingat Allah :


QS. 13 : 28“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Orang yang buta hati tak dapat lagi memahami kebenaran :

QS. 22 : 46“ maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

Suka hati :


QS. 41 : 11“ Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.


Teguh hati :


QS. 16 : 96 “ Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

QS. 39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Rendah hati :


QS. 6 : 63”Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”

QS. 7 : 55”Berdo`alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas., 146“ Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.

QS. 25 : 63”Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

QS. 28 : 83”Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

QS. 31 : 18” Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri., 19“ Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

QS. 40 : 35” (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.

JIWA, diungkapkan dalam surat dan ayat seperti dibawah ini :

QS. 2 : 155” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

QS. 3 : 164” Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata., 185” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

QS. 4 : 63” Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka., 95” Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

QS. 5 : 45” Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

QS. 6 : 36” Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan., 151” Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).

QS. 7 : 172” Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

QS. 8 : 72” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

QS. 9 : 81” Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas (nya)”, jikalau mereka mengetahui., 103” Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui., 118” dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

QS. 17 : 33” Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.

QS.18 : 74” Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”.

QS. 21 : 102” mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam meni`mati apa yang diingini oleh mereka.

QS. 25 : 68” Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),

QS. 31 : 28” Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

QS. 32 : 13” Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripadaku; “Sesungguhnya akan aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.

QS. 39 : 42”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir., 70“ Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.

QS. 40 : 17”Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.

QS. 49 : 15” Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.

QS. 61 : 11” (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,

QS. 75 : 2” dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).

QS.81 : 14” maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

QS. 82 : 5” maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

QS. 86 : 4” tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya.

QS. 91 : 7” dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),, 8” maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,, 9” sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

Dengan membaca dan kita merenungkan kembali tentang jiwa seperti yang trungkap dalam surat dan ayat diatas akan mengingatkan kita tentang hal-hal yang terkait dengan :

Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran ;
Akhlak dan beberapa sifat nabi Muhammad s.a.w.,
Kebhakilan dan dusta serta balasannya ;
Dasar-dasar pemerintahan,
Perbedaan antara orang yang berjihad dan yang tidak berjihad karena uzur dengan yang tidak berjihad ;
Pengigkaran orang-orang yahudi terhadap hukum-hukum taurat dan khausan memutuskan perkara meurut hukum yang diturunkan Allah ;
Firman Allah yang membsarkan hati nabi Muhammad s.a.w.,
Peraturan-peraturan yang dibuat-buat oleh kaum musyrikin dan pimpinan Allah terhadap kaum muslimin ;
Ketaudian sesuai dengan fitrah manusia ;
Cinta perdamaian dan keharusan mempertebal semangat jihad ;
Keadaan orang-orang munafik yang tidak mau berjihad, 103 Keharusan penguasa memungut zakat,
Larangan memintakan ampun untuk orang-orang musyrik ;
Beberapa tata krama pergaulan ;
Khidr membunuh seorang anak ;
Kisah beberapa orang Nabi ;
Sifat-sifat hambah Allah yang mndapat kmuliaan ;
Kekuasaan Allah adalah mutlak dan akibat pegingkaran terhadapnya ;
Sebuah perbandingan antara orang-orang mu’min dengan orang kafir ;
Syafa’at itu adalah semata-mata hak Allah ,
Beberapa peristiwa yang terjadi pada hari kiamat ;
Kewajiban menunaikan ibadat kepada Allah ;
Ciri-ciri iman yang sebenarnya ;
Kemenangan dapat diperoleh hanya dengan pengorbanan;
Kekuasaan Allah menghidupkan manusia seperti semula ;
Teguran kepada Rsulullah s.a.w. ;
Celaan terhadap manusia yang durhaka kepada Allah ;
Tiap-tiap manusia itu ada yang menjaganya;
Manusia diilhami Allah jalan yang buruk dan yang baik.
Berjihad dengan jiwa dan harta untuk mendapatkan keridhaaan Tuhan

QS.61 : 11“ sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,, 12“ niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn. Itulah keberuntungan yang besar., 13“ Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Penghargaan Allah terhadap jiwa yang tenang

QS. 89 : 27” Hai jiwa yang tenang., 28” Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya., 29” Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,, 30” dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Jiwa seseorang dalam kekuasaan Tuhan

QS. 39 : 42”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir., 70“ Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.


Tiap yang berjiwa akan merasakan mati

QS. 3 : 185“ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

QS. 21 : 35” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

QS. 29 : 57” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

Jiwa yang menyesali dirinya

QS. 75 : 2” dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).

Jiwa yang muta’innah

QS. 89 : 27” Hai jiwa yang tenang., 28” Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya., 29” Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,, 30” dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Mengotori jiwa

QS. 91 : 10” dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Penyakit jiwa (hati)

QS. 2 : 10” Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

QS. 8 : 49” (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

QS. 9 : 125” Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

QS. 22 : 15” Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya., 53” agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,

QS. 24 : 50” Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.

QS. 33 : 12” Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”., 60” Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar,

QS. 47 : 29” Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?

Persaksian jiwa tentang tuhan

QS. 7 : 172” Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,



Mensyujikan jiwa

QS. 91 : 9” dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Tiap jiwa di jaga oleh malaikat

QS.13 : 11“ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

QS.86 : 4“ tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya.

KESIMPULAN

Hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya. Semuanya silih berganti, kesulitan yang satu disusul oleh kesulitan lain, oleh karena itu bayangkan dalam kebiasaan berpikir bahwa hidup tiada berilmu sebagai sampan tidak berkemudi. Orang yang tidak mnambah ilmunya berarti kalah dalam perjuangan hidup.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka kita juga membayangkan bahwa hidup dalam pelayaran yang jauh untuk menuju keakhirat, maka terbayang dalam kekuatan pikiran untuk menggugah kemauan dan kebiasaan menjadi penggugah untuk 1) perkuat sampan, tambal mana yang bolong ; 2) peringan beban ; 3) perbanyak perbekalan ; 4) segala pekerjaan dengan ikhlas.

Oleh karena itu, segala usaha untuk meraih kesempurnaan spritual dalam mengetuk dinding JIWA dengan kekuatan ROH (RUH) dan HATI dalam perjalanan hidup abadi ini adalah kekuatan meningkatkan kesempurnaan sebagai fitrah yang sangat kuat dalam diri manusia kedalam berbagai dorongan yang bergolak dari kekuatan amalan lahir dan bathin

Kekuatan dorongan tersebut ingatlah bahwa ROH (RUH) bila diuraikan unsur kata menjadi (R)ahasia , (O)rang / (U)mur, (H)idup, jadi bila unsur kata tersebut disusun kedalam untaian kalmat yang bermakna, HIDUP adalah Kekuasaan sebagai (R)ahasia Tuhan yang menetapkan (U)mur dalam perjalanan (H)idup manusia. Dengan mengingat HIDUP sebagai untaian kalimat yang bermakna menjadi pendorong bahwa setiap waktu bila Tuhan telah berkehendak dapat mencabutnya.

Oleh karena itu, ingatlah pula kekuatan dorongan HATI, bila diuraikan unsur kata menjadi (H)asrat, (A)manah, (T)ndakan, (I)lmu, jadi bila unsur kata tersebut disusun kedalam uantaian kalimat yang bermakna, maka HATI adalah dorongan kekuatan memandang yang digerakkan oleh kekuatan (H)asrat dalam menjalankan (A)manah kedalam (T)indakan yang berlandaskan keputusan (I)lmu pengetahuan.

Kekuatan dorongan JIWA, bila diuraikan unsur kata menjadi (J)asmani, (I)hsan, (W)atak, (A)gama, jadi bila unsur kata tersebut disusun kedalam untaian kalimat yang bermakna, JIWA adalah kekuatan unsur badan sebagai (J)asmani yang bertanggung jawab kedalam (I)hsan dalam membangun (W)atak yang berlandaskan tuntunan (A)gama.

Bertitik tolak dari kekuatan pemikiran diatas, diharapkan ada kemampuan manusia menmukan jati dirinya dengan mengetuk dinding JIWA yang ada dalam diri manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan kualitas yang sejalan dengan tingkat kedewasaan berpikir dengan memahami, menghayati dan mengamalkan kekuatan RUH yang memberikan energi kepada manusia yang ditiupkan oleh Allah dengan membawa sifat-sifat Allah agar kehidupan manusia sesuai dengan fitrahnya, maka sesungguhnya manusia itu siap untuk mengenal Allah, dengan HATI-nya bukan dengan jiwa. Jadi hatilah yang mengenal Allah dan hati pula yang mendekatkan diri kepada-Nya, hati yang beramal untuk-Nya, hati yang berusaha menuju kepada-Nya dan hati pula yang menyingkapkan tabir penghalang terhadap sesuatu yang ada pada sisi-Nya.

Sedangkan JIWA sebagai anggota-anggota tubuh yang lain hanyalah menjadi pengikut atau pengiring, pelayan dan alat-alat penghidmatan kepadanya, Oleh karena itu HATI mempergunakan anggota-anggota itu seprti raja mempergunakan hamba sahaya dan laksana gembala mempergunakan ternaknya da seperti tukang atau pengrajin mempergunakan perkakasnya.

HATI diterima disisi Allah, apabila ia selamat dan bersih dari selain Allah. Dan ia terdinding dari Allah, apabila ia tenggelam dalam selain Allah. Hatilah yang dituntut, hatilah yang diajak bicara, hatilah yang dimurkai. Dan hati pulalah yang merasakan bahagia ekat dengan Allah.

Maka berutunglah manusia apabila ia dapat membersihkan hatinya. Danhati itu pula mengalahkan dan mencelakakannya apabila ia mengotori dan menodainya. Pada hakikatnya hatilah yang taat kepada Allah, sedang ibadat yang dilakukan oleh anggota-anggota adalah cahayanya. Hati pula yang durhaka dan melawan Allah sedang kejahatan yang dilakukannya yang mengalir ke seluruh anggota adalah merupakan bekas-bekasnya.

Dengan gelap dan terangnya hati, nyatalah kebaikan dan kejahatan lahiriah, karena setiap benjana membayangkan apa yang ada di dalamnya.

Apabila manusia mengenal hatinya, niscaya ia akan mengenal dirinya dan apabila ia mengenal dirinya niscaya ia mengenal Tuhannya. Sebaliknya apabila manusia tidak mengenal hatinya, niscaya ia tidak mengenal dirinya. Dan apabila ia tidak mengenal drinya, niscaya ia tidak mengenal Tuhannya.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka manusia harus mampu memanfaatkan dari kekuatan OTAK (Orang, Tawakal , Amanah, Kerja) batin dengan mengungkit kekuatan berpikir melalui alat berpkir sebagai unsur jiwa yang disebut dengan kekuatan KESADARAN, KECERDASAN dan AKAL dalam proses berpikir dari yang tidak tahu menjadi tahu untuk mencari kebenaran melalui pemaham atas makna ORANG (organ, ruh, akal, nafsu, golongan) TAWAKAL ( taat, aqidah, wahyu, allah, kitab, alqur’an, lailatur qodar) AMANAH ( amal, martabat, akhlak, nasib, azab, hari) KERJA (kebajikan, energi, rasional, janji, adiL ) sebagai unsur pendorong dalam berpikir.


Posted in Uncategorized | Tagged SDM MUSLIMIN | Leave a Comment »
5. Makna Amal Dalam Hidupku
September 26, 2010 by suaraatr2025
5. MAKNA AMAL DALAM HIDUPKU
PENDAHULUAN


Untuk mengembangkan kemampuan kita berpikir dalam memahami makna amal, sebaiknya kita mengingatkan kembali nasehat dua perkara yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw, sesungguh-nya belaiau bersabda :

“ Ada dua perkara yang paling utama tiada tandingannya, yaitu iman kepada Allah dan memberikan manfaat untuk orang-orang muslim”

“ Hamba yang paling dicitai Allah Swt. adalah hamba yang paling bermanfaat bagi hamba lain. Amal yang paling utama adalah memberikan kegembiraan kepada hati orang mukmin, suatu kegembiraan yang menghindarkannya dari kelaparan atau kesusah-an atau membayarkan utangnya. Ada dua perkara yang paling jahat, yang tiada tandingannya yaitu mempersekutukan Allah dan membahayakan orang-orang muslim”

Dari kedua ungkapan diatas, bila kita renungkan dan hayati, maka memberikan daya dorong untuk kita mengungkapkan pemikiran mengenal amal yang kita lihat dari perangainya artinya bagaimana manusia dalam perjalanan hidup untuk bersikap dan berperilaku.

Oleh karena itu, kita merenungkan kembali ungkapan yang diucapkan oleh Nabi Muhammad Saw, mengatakan bahwa :

“Tidak ada bahan lain untuk surga dan neraka bagi manusia setelah mati, kecuali atas amal perbuatannya selagi di dunia”.

Dengan mengingat hal-hal yang kita ungkapkan diatas, maka timbul pertanyaan pada diri kita, bagaimana caranya kita memufuk suatu kebiasaan yang produktif agar membentuk keperibadian untuk mampu mempergunakan otak dan hati. Atau dengan kata lain bahwa berpikirlah sesuka hati ini, tapi hati-hati dalam menyatakan pikiran, sehingga kalau saja kita berpikir tanpa membatasi tujuan, kita hanya pada pemikiran saja. Itu berarti kita tidak membentuk kebiasaan menjadi amal dalam bersikap dan berperilaku.

Dengan kemampuan berpikir intuisi, maka seseorang telah mengakui percaya kepada Allah dan kepada hari kemudian, dan telah mengakui pula kepada Rasul-rasul utusan Tuhan, niscaya dengan sendirinya kepercayaan itu mendorongnya mencari perbuatan-perbuatan yang diterima dengan rela oleh Tuhan. Niscaya dia bersiap-siap sebab dia telah percaya bahwa kelak dia akan berjum-pa dengan Tuhan. Niscaya dia senantiasa berusaha di dalam hidup menempuh jalan lurus. Jadi seorang mengakui dirinya dermawan, berusaha mencari lobang untuk menafkahkan harta bendanya kepada orang yang patut dibantu.

Dengan pemahaman diatas, maka dalam membentuk perangai menjadi suatu kepribadian yang dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan dunia, marilah kita menguraikan makna amal dari sisi unsur huruf menjadi kata bermakna sehingga dapat membayangkan bahwa seorang mengaku muslim tetapi tidak mengamalkannya, bagaikan peluru yang tidak dipergunakan. Jadi nilai manusia hidup bukan hartanya saja, tetapi amalnya terhadap sesama manusia.


AMAL, adalah menyangkut perintah Allah SWT melalui pesuruh-Nya Nabi Muhammad SAW untuk menjalankan syariat yang menyeluruh persoalan hidup lahir dan batin, artinya Allah SWT menetapkan bahwa syariat lahir adalah untuk diamalkan oleh jasad lahir, sedangkan syariat batin adalah untuk diamal-kan oleh jasad batin (roh)

Didalam Al Qur’an kata amal dapat kita ketemukan dalam surat dan ayat pada S.Q. 2 : 167, 223 ; 3 : 57 , 136, 139 ; 5 : 53 ; 6 : 88 , 160 ; 7 : 53 , 171 ; 11 : 7 ; 17 : 13 ; 42 : 15 ; 49 : 2, 14 ; 50 : 17 ; 58 : 6 ; 67 : 2.

Sebagai contoh S.Q. 2 : 167 “Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api Neraka “


S.Q. 2 : 223 “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.”

Bila kita renungkan ayat tersebut diatas dan memahami pula arti amalan, maka kita akan dapat lebih mendalami kandungan surat dan ayat lain yang akan memberikan arti dalam pemahaman keberadaan manusia sebagai khalifah di dunia ini untuk menjalankan AMANAH sesuai dengan perintah-NYA.

Untuk itu sebagai daya dorong dalam usaha-usaha manusia untuk selalu ingat kepada keyakinan dan berserah diri kepada Allah SWT, maka diperlukan adanya suatu cara pendekatan dalam mendorong untuk menciptakan hihmak berpikir agar kita selalu dapat menempatkan sikap dan perilaku untuk menjalankan AMANAH dengan mengingat hal-hal yang termuat dalam surat dan ayat yang menjadi batasan tentang diri kita yaitu :

Pemahaman arti amal saleh.
Balasan Allah kepada amal seseorang menurut niatnya.
Balasan masing-masing tergantung amalannya.
Balasan untuk yang beramal baik
Derajat seseorang disisi Tuhan sesuai dengan amalnya.
Hendaknya segala amal dikerjakan karena Allah.
Balasan terhadao orang beramal buruk.
Jaji Allah bagi yang mengerjakan amal saleh.
Kemuliaan manusia terletak pada amal dan imannya.
Amal salleh mempertemukan manusia dengan Tuhannya.
Amal saleh yang kekal lebih baik dari perhiasan dunia.
Setiap amal mendapat pahala dari Tuhan.
Setiap orang akan memetik buah amalnya sendiri.
Setiap orang telah ditetapkan amal perbuatannya.
Tuhan tidak menyianyiakan amal seseorang.
Amal untuk kebaikan dirinya sendiri.
Yang menerima buku amal dari kanan akan menerima pemeriksaan yang mudah.
Yang menerima buku amal dari belakang akan masuk neraka.
Yang mengerjakan amal dalam keadaan beriman akan diberi pahala.
Demikianlah bila kita selalu mengingat-ingat hal-hal yang kita sebutkan diatas, maka setiap kita berpikir dalam melaksanakan sesuatu akan menuntun kita dalam bersikap dan berperilaku ke jalan yang benar, maka disitulah letak kebahagian kita menyiapkan bekal dalam menuju perjalanan abadi.


Dengan pikiran itu pula, kita dapat mengembangkan pikiran untuk meletakkan landasan yang kuat dalam mewujudkan amalan dalam bersikap dan berperilaku berdasarkan pemahaman kita dari huruf menjadi kata bermakna dari amal.

Oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan manusia dalam menemukan tentang dirinya, mari kita menghayati unsur huruf dalam amal sebaga berikut :


AKHLAK DALAM UNSUR KATA (A)MAL :

AKHLAK, sistem nilai yang sesuai dengan ajaran dianut oleh manusia yang sejalan dengan keyakinan dan kepercayaan yang dapat menuntun manusia dalam bersikap dan berperilaku.Oleh itu dalam islam maka sistem yang dimaksud adalah Al Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai sumber nilainya.

Jadi akhlak yang menuntun dan membentuk kepribadian individu manusia sehingga setiap individu berbeda dari orang lain, oleh karena itu seberapa jauh seseorang dapat berakhlak dengan kepribadian sesuai dengan tuntunan Allah SWT, tergantung yang bersangkutan mengangkat derajatnya di mata Allah.

Mengenai dasar-dasar akhlak dapat kita ketemukan dalam Al Qur’an pada surat-surat S.Q. 7 : 199, 200, 201 ; 2 :109 ; 3 : 134, 159 ; 4 : 149 ; 5 :13. Dibawah ini kita ungkapkan surat dan ayat yang dimaksud sebagai berikut :

S.Q. 7 : 199 “Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.”

S.Q. 7 : 200 “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

S.Q. 7 :201 “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.


S.Q. 2 : 109 “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.

Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”


S.Q. 3 : 134 “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.


S.Q. 3 : 159 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Dari contoh surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa bimbingan yang diberikan Islam merupakan pendekatan yang paling luhur dan paling berharga yang dapat menuntun akhlak dengan kepribadian yang luhur sehingga dapat dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan fitrah dan bakat untuk memanfaatkan hikmah berpikir ke jalan Allah SWT.





MARTABAT DALAM UNSUR KATA A(M)AL :


MARTABAT, tingkat harkat kemanusiaan dimata Allah SWT, dimana manusia memahami secara bulat apa maksud ia diciptakan-Nya untuk beribadah, sebagai khalifah, sebagai Ummat Nabi Saw dalam melanjutkan perjuangannya. Inilah dambaan manusia untuk menuntun harga darinya.

Untuk beribadah bukan hanya manusia tetapi seluruh makhluk di muka bumi ini beribadah menurut caranya masing-masing. Untuk itu perhatikan perintah Allah SWT dalam Al Qur’an seperi yang termuat dalam


S.Q. 24 : 41 “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

Jadi ibadanya Matahari yaitu dengan bergerak setiap hari dari tumur ke barat, begitu juga ibadahnya air yaitu senantiasa me-ngalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Apalagi manusia makhluk yang paling sempurna asal kejadiannya.

Sebagai khalifah, ketika Allah SWT menciptakan manusia, maka malaikat protes, seperti yang termuat dalam surat :

S.Q. 2 : 30 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Oleh karena itu, manusia sebagai penanggung jawab di muka bumi dan sebagai khalifatullah yang diberi sifat kasih sayang kepada seluruh manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sejalan dengan pikiran itu bahwa pada diri setiap manusia terdapat empat sifat sesuai dengan kehendak Allah SWT yaitu 1) sifat hewanniyah, menggunakan harta dan diri untuk makan, minum, dan keperluas jasmani lainnya ; 2) sifat Malaikat menggunakan harta dan diri untuk ibadah ; 3) sifat Khalifah menggunakan harta dan diri untuk memberi manfaat kepada orang lain ; 4) sifat Nubuwwah menggunakan harta dan diri di jalan Allah (untuk memperjuangkan agama Allah).


Sebagai Ummat Nabi Saw, setelah meninggal Rasulullah Saw, maka tugas untuk mangajak manusia taat kepada Allah SWT, maka tugas ini diembankan kepada ummat ini. Seperti yang termuat dalam surat dibawah ini :

S.Q. 12 : 108 “Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu”.

Cobalah renungkan bahwa orang yang bertaqwa kepada Allah dengan martabat yang tinggi seperti yang tercantum dalaam Al Qur’an pada S.Q. 25 : 75 “Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

AJARAN DALAM UNSUR KATA AM(A)L :


Dalam menjalankan kehidupan ini sesuai dengan perintah Allah Swt seperti yang termuat dalam Al Qur’an dan petunjuknya melaui Sunnah Nabi Muhammad Saw., maka ajaran syariat lahir untuk di-amalkan oleh jasad lahir dan syariat batin adalah untuk diamalkan oleh jaasad batin (roh).

Oleh karna itu ajaran jasad lahir semua anggota kita yang nampak dengan mata kasar manakala jasad batin ialah jasad ghaib yeng menggrakkan seluruh anggota lahir yang boleh berpikir, merasa, mengingat, mengetahui, memahami dan apa sahaja yang kita miliki dalam diri kita masing-masing yang dikenali sebagai roh.

Dengan pemahaman itu, maka amalan batin (hakikat) baik achlak dengan manusia maupun akhlak dengan tuhan tidaklah mudah, ditambah lagi bila amalan syariat (lahir) baik hablumminallah maupun hablumminannas haruslah dijalankan serentak dan seiring.

Kita menyadari bahwa tidak mudah melaksanakannya seperti yang difirmankan Allah Swt dalam Al Qur’an pada :

S.Q. 2 : 45 “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,

S.Q. 2 : 46 “(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.


Jadi dengan meningkatkan ajaran itu, maka dalam perjalanan hidup ini, kesemuanya itu untuk memperindah iman, islam serta ihsan seorang muslim sehingga terwujud sifat dan watak takwa kepada Allah Swt. dengan sebebanr-benar takw pada diri seseorang. Disamping itu dalam hati mengandung niat untuk membuat sesuatu yang baik dan bermanfaat selamanya bagi manusia.


Oleh karena itu, meningkatkan syariat lahir dan batin kedalam lahir batin yang berpadu erat tanpa terpisah-pisah makan amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan. Untuk itu dalam berpikir, bekerja dan belajar haruslah kita tumbuhkan secara berkelanjutan untuk memahami dan manghayati yang terkait dengan keutumaan dalam :

Ilmu dan ulama
Laa Ilaaha Illallooh
Bismillaahir Rohmananir Rohiim
Sholawat Nabi Saw.
Iman
Wudhu
Siwak
Adzan
Sholat Jamaah
Jum’at
Masjid
Serban
Puasa
Fardhu
Sholat Sunnat
Zakat
Sedekah
Salam
Doa
Istighfar
Dzikrullooh
Tasbih
Taubat
Fakir
Nikah
Ancaman Zina
Ancaman homoseks
Larangan minuman khomer
Kepandaian memanah
Berbhakti kepada dua orang tua
Mendidik anak
Tawadhu’
Tidak bicara
Sedikit makan, tidur, bersuka ria
Sedikit ketawa
Mengoh orang sakit
Mengingat mati
Mengingat kubur dan ketakutan di dalamnya
Larangan meratapi orang mati
Sabar ketika mendapat musibah.
Hal-hal yang kita ungkapkan diatas, dapat kita pahami dan dipelajari dari beragam penulis, yang masalah maukah kita meluangkah waktu membaca, berpikir dan belajar. Seandainya kita menyadari hidup di dunia adalah tempat ujian iman dan amal, maka dengan memanfaatkan “OTAK” diharapkan mampu memberikan daya dorong untuk mengenal tentang diri ini untuk menghayati hal-hal yang berkaitan maksud dan keperluan hidup dalam kesiapan menuju perjalanan abadi melalui rasa hati.

LANGKAH DALAM UNSUR KATA AMA(L)


Mampukah kita membangkitkan semangat untuk tumbuh sebagai sesuatu dalam menjalani khidupan ini menjadi kebiasaan yang produktif. Kebisaan yang produktif, apabila kita mampu menempatkan dan menegakkan kedalam tiga tonggak dalam memahami kemampuan kita berpikir yaitu :

Tonggak pertama adalah ilmu yang harus kita cari dari seperangkat informasi untuk menggerakkan apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Tonggak kedua adalah pengetahuan yang harus kita cari dan direnungkan dari pengalaman diri sendiri dan atau orang lain untuk menggerakkan bagaimana melakukan.

Tonggak ketiga adalah keinginan yang harus digerakkan dari suatu penghayatan yang bermula dari niat sebagai daya dorong mau melakukannya.

Bertumpu kepada pemahaman tersebut kita akan menyadari setiap apa kekurangan yang terjadi pada diri kita untuk mengenal diri melalui rasa hati dengan demikian kita terus meningkat kemampu-an berpikir dari tidak tahu menjadi tahu, yang kesemuanya kita dalam melangkah selalu melibatkan Allah.

Dengan pemikiran itu kita selalu berpikir “jangan mengikuti langkah syeitan, seperti yang termuat dalam firman Allah sbb.:


S.Q. 6 : 142 “Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu,

S.Q. 24 : 21 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dengan peringatan terrsebut cobalah renungkan kembali, bagai-mana kita dapat memahami, menghayati dan mengaktualisasikan kedalam kehidupan sehar-hari dari pemanfaatan “OTAK”. Oleh karena itu gerakkan alat berpikir yang kita sebut KESADARAN, KECERDASAN DAN AKAL dalam kerangka kita menangkap keinginan untuk menarik pelaajaran dari hikmak berpikir sepan-jang hidup sebagai tuntunan kita bersikap dan berperilaku.


KESIMPULAN

Pemahaman dari sisi huruf pada kata amal, dapat kita rumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna seperti dibawah ini :

AMAL adalah sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh gambaran keperibadian seseorang yang ber-AKHLAK dengan landasan nilai yang dianutnya untuk menumbuh kembangkan MARTABAT sebagai gambaran harga dirinya melalui pemahaman AJARAN yang terkait dengan satu syariat menyeluruh persoalan hidup lahir dan batin kedalam LANGKAH-langkah untuk membangun suatu kebiasaan yang produktif.

Bertitik tolak dari pemahaman diatas, maka kita dapat merenungkan kata amal yang begitu banyak tercantum dalam Al Qur’an sebagai contoh kita ungkapkan pada :

S.Q. 2 : 167 “Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka.”

Amal Saleh terungkap pada S.Q. 2 : 25 “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.”

Kita disuruh oleh Allah Swt untuk berpikir, dengan kemampuan mempergunakan alat berpikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal kita dapat menghayati kekayaan dan keindahan alam semesta ciptaaan illahi.

Dengan pikiran itulah manusia yang berakhlak mampu menuntun sikap dan perilaku dengan ajaran islam tidak mau tumbuh di atas jiwa yang dibungkus oleh kemusyrikan dan kebendaan, sehingga kekuatan pikiran menuntun manusia menjadi bermartabat.

Posted in Uncategorized | Tagged SDM MUSLIMIN | Leave a Comment »
5. Makna Amal dalam hidupku
September 16, 2010 by suaraatr2025
5. MAKNA AMAL DALAM HIDUPKU

PENDAHULUAN


Untuk mengembangkan kemampuan kita berpikir dalam memahami makna amal, sebaiknya kita mengingatkan kembali nasehat dua perkara yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw, sesungguh-nya belaiau bersabda :

“ Ada dua perkara yang paling utama tiada tandingannya, yaitu iman kepada Allah dan memberikan manfaat untuk orang-orang muslim”

“ Hamba yang paling dicitai Allah Swt. adalah hamba yang paling bermanfaat bagi hamba lain. Amal yang paling utama adalah memberikan kegembiraan kepada hati orang mukmin, suatu kegembiraan yang menghindarkannya dari kelaparan atau kesusah-an atau membayarkan utangnya. Ada dua perkara yang paling jahat, yang tiada tandingannya yaitu mempersekutukan Allah dan membahayakan orang-orang muslim”

Dari kedua ungkapan diatas, bila kita renungkan dan hayati, maka memberikan daya dorong untuk kita mengungkapkan pemikiran mengenal amal yang kita lihat dari perangainya artinya bagaimana manusia dalam perjalanan hidup untuk bersikap dan berperilaku.

Oleh karena itu, kita merenungkan kembali ungkapan yang diucapkan oleh Nabi Muhammad Saw, mengatakan bahwa :

“Tidak ada bahan lain untuk surga dan neraka bagi manusia setelah mati, kecuali atas amal perbuatannya selagi di dunia”.

Dengan mengingat hal-hal yang kita ungkapkan diatas, maka timbul pertanyaan pada diri kita, bagaimana caranya kita memufuk suatu kebiasaan yang produktif agar membentuk keperibadian untuk mampu mempergunakan otak dan hati. Atau dengan kata lain bahwa berpikirlah sesuka hati ini, tapi hati-hati dalam menyatakan pikiran, sehingga kalau saja kita berpikir tanpa membatasi tujuan, kita hanya pada pemikiran saja. Itu berarti kita tidak membentuk kebiasaan menjadi amal dalam bersikap dan berperilaku.

Dengan kemampuan berpikir intuisi, maka seseorang telah mengakui percaya kepada Allah dan kepada hari kemudian, dan telah mengakui pula kepada Rasul-rasul utusan Tuhan, niscaya dengan sendirinya kepercayaan itu mendorongnya mencari perbuatan-perbuatan yang diterima dengan rela oleh Tuhan. Niscaya dia bersiap-siap sebab dia telah percaya bahwa kelak dia akan berjum-pa dengan Tuhan. Niscaya dia senantiasa berusaha di dalam hidup menempuh jalan lurus. Jadi seorang mengakui dirinya dermawan, berusaha mencari lobang untuk menafkahkan harta bendanya kepada orang yang patut dibantu.

Dengan pemahaman diatas, maka dalam membentuk perangai menjadi suatu kepribadian yang dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan dunia, marilah kita menguraikan makna amal dari sisi unsur huruf menjadi kata bermakna sehingga dapat membayangkan bahwa seorang mengaku muslim tetapi tidak mengamalkannya, bagaikan peluru yang tidak dipergunakan. Jadi nilai manusia hidup bukan hartanya saja, tetapi amalnya terhadap sesama manusia.


AMAL, adalah menyangkut perintah Allah SWT melalui pesuruh-Nya Nabi Muhammad SAW untuk menjalankan syariat yang menyeluruh persoalan hidup lahir dan batin, artinya Allah SWT menetapkan bahwa syariat lahir adalah untuk diamalkan oleh jasad lahir, sedangkan syariat batin adalah untuk diamal-kan oleh jasad batin (roh)

Didalam Al Qur’an kata amal dapat kita ketemukan dalam surat dan ayat pada S.Q. 2 : 167, 223 ; 3 : 57 , 136, 139 ; 5 : 53 ; 6 : 88 , 160 ; 7 : 53 , 171 ; 11 : 7 ; 17 : 13 ; 42 : 15 ; 49 : 2, 14 ; 50 : 17 ; 58 : 6 ; 67 : 2.

Sebagai contoh S.Q. 2 : 167 “Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api Neraka “


S.Q. 2 : 223 “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.”

Bila kita renungkan ayat tersebut diatas dan memahami pula arti amalan, maka kita akan dapat lebih mendalami kandungan surat dan ayat lain yang akan memberikan arti dalam pemahaman keberadaan manusia sebagai khalifah di dunia ini untuk menjalankan AMANAH sesuai dengan perintah-NYA.

Untuk itu sebagai daya dorong dalam usaha-usaha manusia untuk selalu ingat kepada keyakinan dan berserah diri kepada Allah SWT, maka diperlukan adanya suatu cara pendekatan dalam mendorong untuk menciptakan hihmak berpikir agar kita selalu dapat menempatkan sikap dan perilaku untuk menjalankan AMANAH dengan mengingat hal-hal yang termuat dalam surat dan ayat yang menjadi batasan tentang diri kita yaitu :

Pemahaman arti amal saleh.
Balasan Allah kepada amal seseorang menurut niatnya.
Balasan masing-masing tergantung amalannya.
Balasan untuk yang beramal baik
Derajat seseorang disisi Tuhan sesuai dengan amalnya.
Hendaknya segala amal dikerjakan karena Allah.
Balasan terhadao orang beramal buruk.
Jaji Allah bagi yang mengerjakan amal saleh.
Kemuliaan manusia terletak pada amal dan imannya.
Amal salleh mempertemukan manusia dengan Tuhannya.
Amal saleh yang kekal lebih baik dari perhiasan dunia.
Setiap amal mendapat pahala dari Tuhan.
Setiap orang akan memetik buah amalnya sendiri.
Setiap orang telah ditetapkan amal perbuatannya.
Tuhan tidak menyianyiakan amal seseorang.
Amal untuk kebaikan dirinya sendiri.
Yang menerima buku amal dari kanan akan menerima pemeriksaan yang mudah.
Yang menerima buku amal dari belakang akan masuk neraka.
Yang mengerjakan amal dalam keadaan beriman akan diberi pahala.
Demikianlah bila kita selalu mengingat-ingat hal-hal yang kita sebutkan diatas, maka setiap kita berpikir dalam melaksanakan sesuatu akan menuntun kita dalam bersikap dan berperilaku ke jalan yang benar, maka disitulah letak kebahagian kita menyiapkan bekal dalam menuju perjalanan abadi.


Dengan pikiran itu pula, kita dapat mengembangkan pikiran untuk meletakkan landasan yang kuat dalam mewujudkan amalan dalam bersikap dan berperilaku berdasarkan pemahaman kita dari huruf menjadi kata bermakna dari amal.

Oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan manusia dalam menemukan tentang dirinya, mari kita menghayati unsur huruf dalam amal sebaga berikut :


AKHLAK DALAM UNSUR KATA (A)MAL :

AKHLAK, sistem nilai yang sesuai dengan ajaran dianut oleh manusia yang sejalan dengan keyakinan dan kepercayaan yang dapat menuntun manusia dalam bersikap dan berperilaku.Oleh itu dalam islam maka sistem yang dimaksud adalah Al Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai sumber nilainya.

Jadi akhlak yang menuntun dan membentuk kepribadian individu manusia sehingga setiap individu berbeda dari orang lain, oleh karena itu seberapa jauh seseorang dapat berakhlak dengan kepribadian sesuai dengan tuntunan Allah SWT, tergantung yang bersangkutan mengangkat derajatnya di mata Allah.

Mengenai dasar-dasar akhlak dapat kita ketemukan dalam Al Qur’an pada surat-surat S.Q. 7 : 199, 200, 201 ; 2 :109 ; 3 : 134, 159 ; 4 : 149 ; 5 :13. Dibawah ini kita ungkapkan surat dan ayat yang dimaksud sebagai berikut :

S.Q. 7 : 199 “Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.”

S.Q. 7 : 200 “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

S.Q. 7 :201 “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.


S.Q. 2 : 109 “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.

Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”


S.Q. 3 : 134 “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.


S.Q. 3 : 159 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Dari contoh surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa bimbingan yang diberikan Islam merupakan pendekatan yang paling luhur dan paling berharga yang dapat menuntun akhlak dengan kepribadian yang luhur sehingga dapat dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan fitrah dan bakat untuk memanfaatkan hikmah berpikir ke jalan Allah SWT.





MARTABAT DALAM UNSUR KATA A(M)AL :


MARTABAT, tingkat harkat kemanusiaan dimata Allah SWT, dimana manusia memahami secara bulat apa maksud ia diciptakan-Nya untuk beribadah, sebagai khalifah, sebagai Ummat Nabi Saw dalam melanjutkan perjuangannya. Inilah dambaan manusia untuk menuntun harga darinya.

Untuk beribadah bukan hanya manusia tetapi seluruh makhluk di muka bumi ini beribadah menurut caranya masing-masing. Untuk itu perhatikan perintah Allah SWT dalam Al Qur’an seperi yang termuat dalam


S.Q. 24 : 41 “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

Jadi ibadanya Matahari yaitu dengan bergerak setiap hari dari tumur ke barat, begitu juga ibadahnya air yaitu senantiasa me-ngalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Apalagi manusia makhluk yang paling sempurna asal kejadiannya.

Sebagai khalifah, ketika Allah SWT menciptakan manusia, maka malaikat protes, seperti yang termuat dalam surat :

S.Q. 2 : 30 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Oleh karena itu, manusia sebagai penanggung jawab di muka bumi dan sebagai khalifatullah yang diberi sifat kasih sayang kepada seluruh manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sejalan dengan pikiran itu bahwa pada diri setiap manusia terdapat empat sifat sesuai dengan kehendak Allah SWT yaitu 1) sifat hewanniyah, menggunakan harta dan diri untuk makan, minum, dan keperluas jasmani lainnya ; 2) sifat Malaikat menggunakan harta dan diri untuk ibadah ; 3) sifat Khalifah menggunakan harta dan diri untuk memberi manfaat kepada orang lain ; 4) sifat Nubuwwah menggunakan harta dan diri di jalan Allah (untuk memperjuangkan agama Allah).


Sebagai Ummat Nabi Saw, setelah meninggal Rasulullah Saw, maka tugas untuk mangajak manusia taat kepada Allah SWT, maka tugas ini diembankan kepada ummat ini. Seperti yang termuat dalam surat dibawah ini :

S.Q. 12 : 108 “Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu”.

Cobalah renungkan bahwa orang yang bertaqwa kepada Allah dengan martabat yang tinggi seperti yang tercantum dalaam Al Qur’an pada S.Q. 25 : 75 “Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

AJARAN DALAM UNSUR KATA AM(A)L :


Dalam menjalankan kehidupan ini sesuai dengan perintah Allah Swt seperti yang termuat dalam Al Qur’an dan petunjuknya melaui Sunnah Nabi Muhammad Saw., maka ajaran syariat lahir untuk di-amalkan oleh jasad lahir dan syariat batin adalah untuk diamalkan oleh jaasad batin (roh).

Oleh karna itu ajaran jasad lahir semua anggota kita yang nampak dengan mata kasar manakala jasad batin ialah jasad ghaib yeng menggrakkan seluruh anggota lahir yang boleh berpikir, merasa, mengingat, mengetahui, memahami dan apa sahaja yang kita miliki dalam diri kita masing-masing yang dikenali sebagai roh.

Dengan pemahaman itu, maka amalan batin (hakikat) baik achlak dengan manusia maupun akhlak dengan tuhan tidaklah mudah, ditambah lagi bila amalan syariat (lahir) baik hablumminallah maupun hablumminannas haruslah dijalankan serentak dan seiring.

Kita menyadari bahwa tidak mudah melaksanakannya seperti yang difirmankan Allah Swt dalam Al Qur’an pada :

S.Q. 2 : 45 “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,

S.Q. 2 : 46 “(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.


Jadi dengan meningkatkan ajaran itu, maka dalam perjalanan hidup ini, kesemuanya itu untuk memperindah iman, islam serta ihsan seorang muslim sehingga terwujud sifat dan watak takwa kepada Allah Swt. dengan sebebanr-benar takw pada diri seseorang. Disamping itu dalam hati mengandung niat untuk membuat sesuatu yang baik dan bermanfaat selamanya bagi manusia.


Oleh karena itu, meningkatkan syariat lahir dan batin kedalam lahir batin yang berpadu erat tanpa terpisah-pisah makan amalan lahir dan batin wajib dilaksanakan serentak dalam satu masa di semua waktu dan keadaan. Untuk itu dalam berpikir, bekerja dan belajar haruslah kita tumbuhkan secara berkelanjutan untuk memahami dan manghayati yang terkait dengan keutumaan dalam :

Ilmu dan ulama
Laa Ilaaha Illallooh
Bismillaahir Rohmananir Rohiim
Sholawat Nabi Saw.
Iman
Wudhu
Siwak
Adzan
Sholat Jamaah
Jum’at
Masjid
Serban
Puasa
Fardhu
Sholat Sunnat
Zakat
Sedekah
Salam
Doa
Istighfar
Dzikrullooh
Tasbih
Taubat
Fakir
Nikah
Ancaman Zina
Ancaman homoseks
Larangan minuman khomer
Kepandaian memanah
Berbhakti kepada dua orang tua
Mendidik anak
Tawadhu’
Tidak bicara
Sedikit makan, tidur, bersuka ria
Sedikit ketawa
Mengoh orang sakit
Mengingat mati
Mengingat kubur dan ketakutan di dalamnya
Larangan meratapi orang mati
Sabar ketika mendapat musibah.
Hal-hal yang kita ungkapkan diatas, dapat kita pahami dan dipelajari dari beragam penulis, yang masalah maukah kita meluangkah waktu membaca, berpikir dan belajar. Seandainya kita menyadari hidup di dunia adalah tempat ujian iman dan amal, maka dengan memanfaatkan “OTAK” diharapkan mampu memberikan daya dorong untuk mengenal tentang diri ini untuk menghayati hal-hal yang berkaitan maksud dan keperluan hidup dalam kesiapan menuju perjalanan abadi melalui rasa hati.

LANGKAH DALAM UNSUR KATA AMA(L)


Mampukah kita membangkitkan semangat untuk tumbuh sebagai sesuatu dalam menjalani khidupan ini menjadi kebiasaan yang produktif. Kebisaan yang produktif, apabila kita mampu menempatkan dan menegakkan kedalam tiga tonggak dalam memahami kemampuan kita berpikir yaitu :

Tonggak pertama adalah ilmu yang harus kita cari dari seperangkat informasi untuk menggerakkan apa yang harus dilakukan dan mengapa.

Tonggak kedua adalah pengetahuan yang harus kita cari dan direnungkan dari pengalaman diri sendiri dan atau orang lain untuk menggerakkan bagaimana melakukan.

Tonggak ketiga adalah keinginan yang harus digerakkan dari suatu penghayatan yang bermula dari niat sebagai daya dorong mau melakukannya.

Bertumpu kepada pemahaman tersebut kita akan menyadari setiap apa kekurangan yang terjadi pada diri kita untuk mengenal diri melalui rasa hati dengan demikian kita terus meningkat kemampu-an berpikir dari tidak tahu menjadi tahu, yang kesemuanya kita dalam melangkah selalu melibatkan Allah.

Dengan pemikiran itu kita selalu berpikir “jangan mengikuti langkah syeitan, seperti yang termuat dalam firman Allah sbb.:


S.Q. 6 : 142 “Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu,

S.Q. 24 : 21 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dengan peringatan terrsebut cobalah renungkan kembali, bagai-mana kita dapat memahami, menghayati dan mengaktualisasikan kedalam kehidupan sehar-hari dari pemanfaatan “OTAK”. Oleh karena itu gerakkan alat berpikir yang kita sebut KESADARAN, KECERDASAN DAN AKAL dalam kerangka kita menangkap keinginan untuk menarik pelaajaran dari hikmak berpikir sepan-jang hidup sebagai tuntunan kita bersikap dan berperilaku.


KESIMPULAN

Pemahaman dari sisi huruf pada kata amal, dapat kita rumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna seperti dibawah ini :

AMAL adalah sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh gambaran keperibadian seseorang yang ber-AKHLAK dengan landasan nilai yang dianutnya untuk menumbuh kembangkan MARTABAT sebagai gambaran harga dirinya melalui pemahaman AJARAN yang terkait dengan satu syariat menyeluruh persoalan hidup lahir dan batin kedalam LANGKAH-langkah untuk membangun suatu kebiasaan yang produktif.

Bertitik tolak dari pemahaman diatas, maka kita dapat merenungkan kata amal yang begitu banyak tercantum dalam Al Qur’an sebagai contoh kita ungkapkan pada :

S.Q. 2 : 167 “Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka.”

Amal Saleh terungkap pada S.Q. 2 : 25 “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.”

Kita disuruh oleh Allah Swt untuk berpikir, dengan kemampuan mempergunakan alat berpikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal kita dapat menghayati kekayaan dan keindahan alam semesta ciptaaan illahi.

Dengan pikiran itulah manusia yang berakhlak mampu menuntun sikap dan perilaku dengan ajaran islam tidak mau tumbuh di atas jiwa yang dibungkus oleh kemusyrikan dan kebendaan, sehingga kekuatan pikiran menuntun manusia menjadi bermartabat.

Posted in Uncategorized | Tagged SDM MUSLIMIN | Leave a Comment »
4. Pemahaman Iman dalam perjalanan hidupku
September 16, 2010 by suaraatr2025
4. PEMAHAMAN IMAN DALAM PERJALANAN HIDUPKU

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehar-hari kita biasa mendengar kata iman diucapkan oleh setiap individu yang mengaku sebagai muslim. Tapi apakah ia sadar apa yang diucapkannya. Dalam kata iman itu sendri mengandung makna yang harus dihayati kedalam kesucian hati menjadi janji sebagai muslim artinya orang yang beragama islam.Menjadilah seorang mukmin artinya orang yang beriman di jalan Allah Swt, dan diharapkan menjadi muttaqin artinya orang yang tawakal.

Dengan kemampuan seseorang berpikir, maka ia dapat merenung-kan arti janji yang kita utarkan diatas, sehingga janji adalah sebagai ukuran sampai dimana keluhuran budi seseorang karena bagi mereka janji adalah hutang. Jadi yang dinamakan janji tidak bisa dibayar dengan apapun, kecuali melaksanakan janji itu.

Sebagai suatu pendekatan untuk menghayati arti iman dapat kita ungkapkan dari unsur hudruf menjadi kata bermakna kedalam un-taian kalimat yang dapat dipergunakan untuk memberikan daya dorong menjalankan kehidupan ini yang bersumber dari firman Allah Swt yang dimuat dalam Al Qur’an sbb. :


IKRAR DALAM UNSUR KATA (I)MAN

Kata ikrar artinya janji seseorang dalam membuat pengakuan.

Dalam Al Qur’an, kata ikrar dapat kita ketemukan dalam surat :


S.Q. 2 : 84 “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.”


S.Q. 2 : 89” Dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la`nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.


S.Q. 9 : 75 “Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.


S.Q. 9 : 77” Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.”


Dari keempat surat yang kita ungkapkan diatas, mendorong untuk kita menghayati arti pengakuannya kedalam kalimah Syahadatain. Dengan demikian setiap yang kita ucapkan sebagai muslim, mukmim dan muttaqin kita dalam bersikap dan berperilaku sejalan dengan ikrar yang kita ucapkan.

Di jaman modern ini, manusia tahu arti syahadat : Tiada Tuhan selain Allah.Dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah.

Bila ia mengaku sebagai muslim hanya didasarkan bahwa paham ia mengucapkan dua kalimat syahadat, sebagai ikrar untuk masuk islam, tapi dalam kehidupan selama niat itu tidak direalisasikan dalam perbuatan bersikap dan berperilaku, maka menurut penilaian Allah Swt, ia belum mempunyai arti, selama niat itu belum ditun-jukkan dalam penyerahan sebulat hati artinya segala perintah dan hukum-Nya aku taati, suruh-Nya aku kerjakan, larangan-Nya aku hentikan deengan segenap kerelaan.

Dalam S.Q. 13 : 25 “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).”

Dari surat tersebut harus dapat menggugah dalam menuju kesucian hati untuk mengingatkan dalam perjalanan hidup bahwa balasan untuk orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan.


MANUSIA DALAM UNSUR KATA I(M)AN :


Mengenai manusia begitu banyak diungkapkan dalam Al Qur’an dari 114 surat, tidak kurang 77 surat pada surat No. 2 – 36, 38-39, 41-47, 49-59, 62-64, 66, 70-72, 80, 82-84, 86, 89-90, 95-96, 99-100,103,110,114. yang membicarakan kata manusia dalam surat-surat tersebut. Bila kita mengungkapkan soal manusia dalam pikiran kita mempertanyakan yang terkait dengan SIAPA, DARIMANA dan KEMANA ?

SIAPA, adalah manusia sebagai khalifah di muka bumi. Firman Allah Swt yang termuat dalam:

S.Q. 2 : 30 “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.


DARIMANA. sejarah manusia dimulai dari diciptakannya Adam. Adam menurut Al Qur’an adalah manusia pertama dari mana generasi manusia dimulai. Jadi Allah menciptakan manusia bergenerasi. Untuk telah difirman dalam Al Qur’an pada :


S.Q. 76 : 1” Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?”


S.Q. 20 : 53, 54, 55 “Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.(53)

“Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguh-nya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.(54)

“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.(55)

Jadi Allah Swt tidak membatasi bahwa yang diciptakan dari unsur debu maupun tanah itu hanya Adam sendiri, tetapi semua manusia diciptakan dari unsur debu juga dan kepadanya kita akan kembali.

KEMANA, Adam telah dijanjikan untuk menjadi khalifah di bumi semenjak sebelum diciptakan, dalam waktu sekejap mata yang memberitahukan tentang akan datangnya makhluk baru (manusia).

Dalam S.Q. 33 : 72 “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,”

Dari surat diatas bahwa manusia memikul “amanat”, merupakan kekhususan yang dapat membedakan antara manusia dengan makhluk-makhluk lain di antaranya para malaikat.

Sejalan dengan pemahaman kita diatas, bila kita dapat memelihara serba sedikut tentang sifat-sifat manusia sebagai muslim, mukmim, muttaqin sebagaimana yang dikhndaki oleh Allah Swt dan Rasul-Nya. Semoga dapat menuntun kita dalam perjalanan hidup ini. Didalam Al Qur’an banyak diungkapkan. Sedikit kita ungkapkan untuk kita hayati, namun bila yang sedikit ini dapat kita aktualisasi-kan, insya Allah yang banyak akan mudah dilaksanakan

S.Q. 23 – 1-9” Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.”

Pada surat dan ayat tersebut menyebutkan sifat-sifat yang membu-at orang-orang mukmin itu menang dan beruntung yaitu :

Beriman
Khusyuk dalam shalat
Menunaikan zakat
Menjaaga kemaluan
Memelihara amanah dn janji
Memelihara shalat
Dengan menjaga dan memelihara sifat-sifat yang sedikit diatas untuk menuntunnya. Manusia mengaku berpenghaarapan pada Allah, namun ia berdusta, demi Tuhan Yang Mahaagung ! Kenapa tak tampak tanda-tandanya dalam amalnya ?!. Siapa saja yang berharap kepada seseorang pasti terlihat buktinya dalam apa saja yang dilakukannya, namun anehnya harpan kepada Allah selalu tak lepas dari kepalsuan. Semua ketakutan adalah pasti, tapi ketakutan terhadap Allah selalu diliputi keraguan.

ALLAH dalam unsur kata IM(A)N :
Didalam Al Qur’an, mengenai kata Alllah banyak diungkapkan dari 114 Surat, dimana terdapat 87 surat yang membicarakannya. Hanya 27 surat yang tidak mengungkapkan yaitu surat No.60, 68, 75, 77, 78, 80, 83, 86, 89, 90, 92-94, 97, 99, 100-103, 105-109, 111, 113, 114.

Disamping itu banyak kita ketemukan didalam surat dan ayat yang dapat memberikan daya dorong dalam kita berpikir untuk mengha-yati dalam hal-hal yang berkaitan dengan :

Balasan Allah untuk orang yang berbuat kebajikan
Bantahan Allah terhadap ocehan kaum musyrikin
Ciptaan Allah menurut ukuran teertentu
Keagungan Allah
Kekuasaan Allah yang tergambar pada alam semesta
Ketenteraman bagi orang yang mengingat Allah
Allah lambat dalam menghukum
Mata manusia tidak dapat melihat Allah
Allah mengazab setelah memperingatkan
Allah mengetahui yang lahir dan yang bathin
Allah mengetahui yang tersembunyi
Allah menunjukkan jalan pada orang yang berjihad
Pemeliharaan Allah atas\wahyu yang diturunkannya
Allah pencipta alam semesta
Penegasan Allah bahwa wahyu yang diturunkan kepada naba Muhammad adalah benar.
Dan seterusnya.
Pemahaman mengenai hal-hal diatas mendorong kita memiliki kesadaran untuk takut dan menaruh harapan kepada Allah Swt, oleh karena itu marilah kita ungkap yang terdapat dalam Al Qur’an


S. Q. 2 : 74 “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”


S.Q. 2 : 40 “Hai Bani Israil, ingatlah akan ni`mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).

S.Q. 2 : 150 “Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan ni`mat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.”

S.Q. 2 : 235 “Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma`ruf. Dan janganlah kamu ber`azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis `iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.”

Dari surat dan dayat yang kita ungkapkan diatas mengingkatkan kita bahwa hanya kepada tuhanlah harus takut. Sejalan dengan itu kita dapat membayangkan manusia yang mengharapkan Allah Swt. tapi dalam kehidupan manusia lupa beramal untuknya. Oleh karena itu seandainya kita mau berpikir untuk mempertebal keyakinan dan percaya atas kebesaran Allah Swt, maka anjuran untuk takut kepada Allah, alangkah banyaknya ayat-ayat yang terdapat dalam Al Qur’an yang mulia yang mengingatkan kita tentang ktakutan kepada Allah.

Yang menjadi pertanyaan kita bahwa mampukah kita memahami mengenai masa beredar detik demi detik, tidak pernah berhenti. Satu detik yang ditinggalkan berarti satu detik umur kita hilang. Satu detik berlalu bermakna satu detik juga bertambah dekat dengan kematian.

Dengan pikiran itu, diharapkan dapat menggugah hati kita untuk selalu belajar, hanya dengan ilmulah kita menangkap bayang-bayang ketakutan dalam arti menuju kepangkuan harapan kepada Allah. Bila selalu kita bangkitkan kesadaran rohanniah, maka ter-buka pintu hati untuk berpikir ke arah dari yang tidak tahu menjadi tahu dengan begitu kita akan menyadari arti kehidupan dalam me-nuju perjalanan abadi.

Dibawah ini kita ungkapkan surat dan ayat tentang ketakutan kepada Allah Swt pada :


S.Q. 2 : 48 “Dan jagalah dirimu dari (`azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.

S.Q. 3 : 102 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

S.Q. 3 : 169 – 175 “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.”(169)

“mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(170)

“Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.(171)

“(Yaitu) orang-orang yang menta`ati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.(172)

“(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (173)

“Maka mereka kembali dengan ni`mat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar” (174)

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (175)


S.Q. 6 : 15 –18 “Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.”

“Barangsiapa yang dijauhkan azab daripadanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata. (16)

“Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (17)

“Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.(18)


S.Q. 6 : 48 – 49 “Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.(49)

S.Q. 8 : 2 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,”

S.Q. 22 : 1-2 “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

“(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras. (2)

S.Q. 22 : 34-35 “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

“(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.” (35)


S.Q. 23 : 57 – 61 “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,

“Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,

“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun),

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,

“mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.

S.Q. 23 : 101 – 111” Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.

“Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

“Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

“Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.

“Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

“Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.

“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

“Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.

“Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo`a (di dunia): “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.

“Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka.

“Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.”


S.Q. 24 : 36-38 “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,

“laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

“(Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

S.Q. 33 : 63-68 “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.

“Sesungguhnya Allah mela`nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),

“mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong.

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul”.

“Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).

“Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.

S.Q. 52 : 25-28 “Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya.

“Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”.

“Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.

“Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.


S.Q.55 : 46 “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

S.Q. 80 : 34-37 “pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,

“dari ibu dan bapaknya,

“dari isteri dan anak-anaknya.

“Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Apa yang kita ungkapkan diatas serta memahami apa yang tercan-tum dalam surat dan ayat tersebut, maka kita menyadari sepenuh-nya bahwa anjuran takut kepada Allah Swt didasarkan petunjuknya secara langsung yang kita sadari untuk menyadarkan dalam ke-mampuan kita berpikir dari menghayati atas ciptaannya termasuk manusia itu sendiri sebagai khalifah di bumi.

Dengan menggerakkan alat berpikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal dalam memanfaatkan makna “OTAK” dalam perjalanan hidup ini, maka seluruh keyakinan dan kepercayaan dengan berse-rah diri secara bulat akan mendukung dalam bersikap dan berperi-laku untuk takut kepada Allah Swt.

Sahabat Anas Ibnu Malik r.a. telah menceritakan dari Nabi saw. Bahwa Nabi saw telah bersabda :

“Seseorang di antara kalian tidak beriman sebelum mencintai diriku lebih dari kecintaannya terhadap orang tuanya, anak-anaknya dan manusia semuanya” (Riwayat Syaikhain dan Imam Nasai)”

Maksudnya, Nabi saw. Lebih dicintai olehnya daripada manusia semuanya. Atau dengan kata lain, tidaklah sempurna iman seseorang sebelum ia mendahulukan hal-hal yang diridai Allah dan Rasul-Nya daripada hal-haal yang memuaskan kaum kerabat terdekatnya.

Jadi apa yang telah kita utarakan bahwa keutamaan takut kepada Allah swt. melalui ayat-ayat untuk membuka mata hati manusia yang ditunjukkan ungkapan dalam Al Qur’an mengenai :

Beberapa perintah dan larangan Tuhan kepada Bani Israil ; Keharusan menjaga persatuan ;

Pahala orang-orang yang mati syahid ;

Keagungan Allah dan persaksiannya atas kenabian Muhammad Saw

Kesempurnaan ilmu Allah dan bukti-bukti ksaksiannya

Sifat-sifat orang mukmin

Kedahhsyatan hari kiamat

Haji , manasiknya dan syi’arnya

Sifat-sifat seorang muslim yang mukhlis

Peristiwa-peristiwa pada hari kiamat dan kedahsyatannya

Mereka yang mendapat pancaran nur ilahi

Hanya Allah yang mengetahui kapan terjadinya hari berbangkit

Ancaman terhadap orang-orang kafir

Sumpah-sumpah yang menandaskan bahwa azab Allah pasti datang kepada orang-orang yang mendustakan dn krunianya pasti akan dilimpahkan kepada orang-orang yang takwa

Pahala bagi orang-orang yang bertakwa

Peringatan Tuhan kepada manusiayang tidak tahu hakikat dirinya.

Selain dari apa yang kita utarakan diatas, takut kepada Allah Swt, dapat juga digugahkan oleh pikiran yang kita peroleh dari pengamatan dan atau pengambilan pelajaran yang ditunjukkan oleh Allah dengan beragam kejadian dalam bentuk peringatan, cobaan, musibah dan azab.

Disamping itu kita ketahui pula melalui hadits yang melukiskan misalkan dalam mengembangkan pikiran seperti untuk memahami makna ciri iman yang sempurna sebagai contoh :

Sahabat Anas Ibnu Malik r.a. telah menceritakan dari Nabi saw. Bahwa Nabi saw telah bersabda :

“Seseorang di antara kalian tidak beriman sebelum mencintai diriku lebih dari kecintaannya terhadap orang tuanya, anak-anaknya dan manusia semuanya” (Riwayat Syaikhain dan Imam Nasai)”

Maksudnya, Nabi saw. Lebih dicintai olehnya daripada manusia semuanya. Atau dengan kata lain, tidaklah sempurna iman seseorang sebelum ia mendahulukan hal-hal yang diridai Allah dan Rasul-Nya daripada hal-haal yang memuaskan kaum kerabat terdekatnya.

NABI dalam unsur kata IMA(N) :


Memahami syahdat Muhammad itu Rasul Allah, bahwa Rasulullah itu benar-benar Rasul Allah yang dipercayakan untuk menyampai-kan risalah. Risalah petunjuk yang senantiasa menyertai ummat manusia untuk ditaati dan diikuti.Dialah satu-satunya orang yang dipercayai Allah untuk mnyampaikan ayat-ayat yang wajib dipa-tuhi bersama dengan kepatuhan kepada Allah Swt.

Mengenai nabi ini didalam Al Qur’an banyak diungkapkan dalam surat-surat No.2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 16, 17, 19, 21, 22, 25, 33, 37, 39, 43, 49, 65, 66, 71. Sebagi contoh dari surat tersebut dapat diungkapkan pada ;

S.Q. 2 :136 “Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

S.Q. 3 : 81 “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.

S.Q. 4 : 26 “Allah hendak menerangkan (hukum syari`at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

S.Q. 5 : 20 “Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah ni`mat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain”.

S.Q. 6 : 87 “(dan Kami lebihkan pula derajat) sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.


S.Q. 7 : 94 “Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.


S.Q. 8 : 64 “Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mu’min yang mengikutimu.


Kita pahami bahwa Wahyu adalah petunjuk yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul, Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertam ketika beliau berusia 40 tahun. Mengenai wahyu itu banyak kita ketemukan dalam Al Qur’an dan bila kita merenung dan menghayatinya, maka kita melangkah dalam perjalanan hidup ini untuk menjahui atas perbuatan kekufuran, bid’ah, lalai dan cinta dunia


Cobalah kita renungkan surat dan ayat yang diungkapkan dibawah ini untuk lebih menggerakkan menuju kesucian hati pada :

S.Q. 6 : 19 “Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur’an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui”. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.

S.Q. 11 : 14 “Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu): “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?”


S.Q. 12 : 3 “Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.”


S.Q. 13 : 30 “Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah: “Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat”.

Dengan surat dan ayat tersebut diatas menunjukkan kepada kita bahwa Al Qur’an di wahyukan kepada nabi Muhammad, selanjutnya kita yakini pula dengan surat dan ayat dibawah ini :

S.Q. 2 : 33 “Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

S.Q. 3 : 44 “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.”

KESIMPULAN


Di jaman modern ini, manuia dalam perjalanan hidup ini terperangkap kedalam pola pikir yang disebut dengan paham sekulerisme yang sangat mendorong orang kedalam kesadaran inderawi yang mengagungkan pandangan hidup yang bersifat materistik, sehingga orang kaya dan terhormat terlalu disanjung sedangkan orang miskin dan tidaak berpangkat dianggap orang hina. Kiranya pikiran ini tidak perlu kita perdebatkan dalam menyelami pandangan iman.

Diatas telah kami ungkapkan satu pendekatan untuk memandang kadar iman yang dilihat dari unsur huruf dalam kata iman menjadi kata yang bermakna dalam hidup ini. Oleh karena itu bila kita rumuskan menjadi dari huruf menjadi untaian kalimat yang bermakna maka kata IMAN dapat dirumuskan bahwa :



IMAN adalah suatu pernyataan yang diucapkan oleh orang tuanya setelah melahirkan sang bayi, setelah berumur dengan memahami berdasarkan ilmu pengetahuan agama, ia meluruskan IKRARnya dengan mengucapkan syahadatin sebagai MANUSSIA dengan yakin dan percaya dalam berserah diri secara bulat kepada ALLAH dan RASULNya artinya segala perintah dan hukumnya aku taati ; suruhNya aku kerjakan, laranganNya aku hentikan.

Berdasarkan konsep berpikir diatas, maka kita membedakan ting-katan iman dalam kehidupan manusia sejalan dengan kemampuan berpikir manusia.

Dalam berpikir manusia dapat menggerakan alat berpikir yang kita sebut dengan KESADARAN, KECERDASAN dan AKAL. Setiap kita melangkah dalam bersikap dan perilaku akan dituntun oleh kemampuan kita menggerakkan alat berpikkir tersebut.

Dengan memanfaatkan makna “OTAK” untuk berpikir, bekerja dan belajar, sehingga dapat diaktualisasikan secara produktif sesuai dengan visi hidup anda, agar kita percaya diri maka pada usia lanjut tidak mengenal pikun kecuali faktor-faktor yang harus dipertimbangkan seperti kondisi medis. Sejalan dengan pemikiran tersebut, memperhatikan tahapan usia seperti yang dikemukakan oleh Ibnul Jauzi yang membagi umur ini menjadi lima masa yaitu :

Masa kanak-kanak, sejak dilahirkan hingga mencapai 15 th.
Masa muda dari 15 th s/ d 30 th.
Masa dewasa dari 30 th s/d 50 th.
Masa tua dari 50 th s/d 70 th.
Masa usia lanjut dari 70 th s/d hingga akhir umur yang dikaruniakan oleh Allah Swt.
Dengan memahami umur manusia diharapkan ia menyadari selalu siap bila saat tiba di panggil oleh penciptaNya, oleh karena itu dapat memberikan daya dorong dalam menghayati arti hidup ini dengan memanfaatkan otak untuk mengerjakan berbagai ketaatan, menunjukkan hatinya kepada Allah Swt dan selalu bertobat kepadaNya, sejalan dengan itu ingat kepada ucapan Iamam Syafi’I setelah mencapai umut 40 tahun, berjalan dengan bertongkat sebatang kayu. Ketika ditanya sebabnya, beliau berkata “supaya aku senantiasa ingat bahwa aku adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju akhirat”

Dengan menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan otak atas kanan dengan menggerakkan kesadaran dan otak kiri dengan menggerakkan kecerdasan serta otak bawah dengan meng-gerakkan akal untuk menghayati, maka berpikir disini terwujud dari proses mental yang sadar. Oleh karena itu aktualisasi dalam berpikir dapat berbentuk yang disebut dengan :

Berpikir Biasa yaitu memahami situasi dalam lingkungannya sendiri dan pengarug faktor dari luar diri dirinya.
Berpikir Logis yaitu teknik penalaran untuk dapat menarik kesimpulan yang korek.
Berpikir Ilimiah yaitu berpikir secara sistimatis, metodis dan objektif dalam mencari kebenaran dalam ilmu pengetahuan.
Berpikir Filsafat yaitu berpikkir dialektis yang terarah untuk mendapatkan kebenaran hakiki, integral dan universal.
Berpikir Theologis yaitu berpikir berdasarkan Al Qur’an yang bertujuan untuk mencapai keyakinan dan kepercayaan kepada kebesaran Allah Swt kedalam wujud Al Haq.
Dengan pola berpikir diatas yang sifat disadari (Otak dan hati) dan kita juga tidak boleh melepaskan kemampuan berpikir yang tidak disadari hati) Dengan menyatukan kemampuan berpikir tersebut kita dapat mengungkapkan kemampuan berpikir dalam memahami dan menghayati tingkatan IMAN manusia kedalam kelompok-kelompok sebagai berikut :

PERTAMA, IMAN DENGAN TINGKAT KESADARAN TERBAWAH (pada tarap tahu) artinya ia beriman dalam posisi sekedar ikut-ikutan, disini ia memanfatkan kemampuan dalam berpikir biasa yang hanya didorong sekedar mengikuti orang lain karena percaya kepada rukun iman, dia sendiri tidak pernah memikirkan untuk mencari tahu dalam menjawab 4W 1H dalam kehidupannya. Mengapa ia berpikir demikian tidak lain sikap dan perilaku yang didorong oleh indrawinya saja.

KADUA, IMAN DENGAN TINGKAT KESADARAN RENDAH (tahu dan mengerti) artinya ia beriman berdasarkan kepada pemikiran yang rasional, dimana keyakinan hanya dengan pertimbangan bahwa segala sesuatu berpijak dengan logika apa yang dinyatakan dengan benar menurut pikirannya.

KETIGA, IMAN DENGAN TINGKAT KESADARAN CUKUP (mengerti dan menghayati) artinya ia beriman berdasarkan kepada pemikiran yang bersifat ilimiah berusaha mencari pembenaran dari realita terhadap objektifnya.

KEEMPAT, IMAN DENGAN TINGKAT KESADARAN BAIK ( menghayati dan meyakini) artinya ia beriman berdasarkan kepada pemikiran yang bersifat filsafat berusaha meyakinkan kedalam kebenaran yang hakiki.

KELIMA, IMAN DENGAN TINGAKT KESADARAN TAUHID artinya iman yang tertinggi yang dicapai oleh para nabi dan rasul serta manusia yang telah mampu berpikir yang bersandar kepada yang bersifat agamis seperti empat imam-imam mazhab termasuk wali Allah yang besar seperti Imam Ghazali, Hasan Al Basri dsb.

Dari kelima tingkatan kita berada dimana, itulah yang menjadi per-tanyaan besar dalam kehidupan manusia saat ini, mampukah kita masuk kedalam ketingkatan keempat, itulah usaha manusia akan menuju perjalanan abadi dengan meningkatkan kemampuan berpi-kir intuisi untuk mendorong kesadaran dalam menemukan siapa, darimana dan kemana saya.

Dengan pemahaman IMAN dari sisi huruf menjadi kata bermakna kedalam (I)KRAR, (M)ANUSIA, (ALLAH), (NABI), diharapkan menjadi daya dorong untuk lebih mendalami dari sisi intuisi dan perasaan seperti yang terungkap pada kata dalam Al Qur’an yang begitu banyak dapat kita ketemukan, sebagai contoh :

S.Q. 3 : 49 “Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu`jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.”

Beriman dapat kita ketemukan pada S.Q. 2 : 3 “(payaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,”

Orang beriman dan berilmu ditinggikan derajatnya seperti yang termuat pada S.Q. 58 : 11 “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sikap yang lemah iman dalam menghaadapi cobaan pada S.Q. 29 : 10-11 “Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?

“Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman: dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.

Dengan memperhatikan hal-hal yang diungkapkan diatas, maka iman akan tumbuh dan berkmbangkan sejalan dengan kekuatan manusia meningkatkan kedewasaan berpikir kedalam kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intelktual.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka renungkan pula bahwa iman itu adalah ibarat benda atau barang yang belum diberi pakaian, maka yang akan jadi perluasan adalah sifat malu dan jadi roh dan jiwanya adalah ikhlas hartanya budi cahanyanya pengetahuan.

Posted in Uncategorized | Tagged SDM MUSLIMIN | Leave a Comment »
2. ISLAM, IMAN, AMAL DAN 3. Pemaham Islam
September 16, 2010 by suaraatr2025
2. ISLAM, IMAN dan AMAL


Renungkan ketiga kata tersebut sebagai satu kekuatan yang mampu menggerakkan kebiasaan pikiran dalam perjalanan hidup ini dengan penuh tantangan dan cobaan yang akan dialami oleh manusia dalam meretas jalan menemukan jati diri.

Anda mengaku memeluk ISLAM artinya segala perintah dan hukumnya aku taati, suruhnya aku kerjakan, larangannya aku hentikan dengan segenap kerelaan. Jadi Islam sebagi input, maka sekarang saya telah percaya kepada Allah artinya sekarang saya telah mengenal siapa Allah, kenal dan yakin inilah IMAN sebagai proses dalam perjalanan hidup ini. Jadi menyerah (islam) dan iman (percaya), maka sebagai outputnya menjadi AMAL sebagai lentera kehidupan dalam meraih hidup bahagia dunia dan akhirat.

Yang menjadi masalah, bagaimana anda mampu (M)emahami, (M)enghayati dan (M)engamalkan dalam perjalanan hidup anda, dalam hal ini untuk mengungkit pikiran kita menjadi satu kekuatan kebiasaan dengan menguraikan sbb.:

Kata ISLAM terdiri dari kata (I) menjadi Ilmu ; (S) menjadi Sunnatullah ; (L) menjadi Lihat ; (A) menjadi Agama ; (M) menjadi Muslimin


Kata IMAN terdiri dari kata (I) menjadi Ikrar ; (M) menjadi Manusia ; (A) menjadi Allah ; (N) menjadi Nabi.


Kata AMAL terdiri dari kata (A) menjadi Akhlak ; (M) menjadi Martabat ; (A) menjadi Ajaran ; (L) menjadi Langkah.


Jadi untuk mengungkit kekuatan pikiran kita, apa yang terpikirkan bahwa kata-kata tersebut diatas mampu memotivasi untuk mengetuk dinding jiwa dalam mengaku dan menjalankan agama yang kita peluk. Oleh karena itu, pergunakanlah unsur jiwa sebagai sesuatu di dalam diri kita yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan kualitas seiring dengan tingkat kedewasaan berpikir anda yang kita sebut alat berpikir berupa „kesadaran, kecerdasan dan akal“.

Dengan ketiga unsur itu, kita harus mampu menggerakkan kekuatan pikiran kedalam 7 M sebagai suatu pendekatan untuk menggerakkan kebiasaan pikiran yang produktif

3. PEMAHAMAN ISLAM DALAM PERJALANAN HIDUPKU


Membangun kebiasaan yang produktif haruslah di dorong oleh kemampuan untuk merubah proses dalam berpikir yang mampu menuntun sikap dan perilaku karena hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri dan ingatlah masa yang kita miliki adalah hari ini. Jadi manfaatkanlah kekuatan berpikir dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Bertolak dari kekuatan otak dan hati mendorong kita berpikir secara yang disadari untuk mengungkit kekuatan ingatan dalam memahami unsur huruf pada kata ISLAM sebagai daya dorong agar kita selalu melibatkan Allah dalam menemukan jati diri dengan uraian sebagai berikut :


ILMU DALAM UNSUR KATA (I)SLAM :


Sejalan dengan kita mengaku memeluk ISLAM artinya segala perintah dan hukumnya aku taati, suruhnya aku kerjakan, larangannya aku hentikan dengan segenap kerelaan, maka disitu terletak kebutuhan akan ilmu sebagai tonggak dari usaha meningkatkan kedewasaan kita berpikir menjadi kebiasaan yang produktif. Mengenai Ilmu dalam unsur kata (I)slam dapat kita temukan dalam surat dan ayat sebagai berikut :

QS. 2 : 145, 247, 255 ; 3 : 61 ; 4 : 162, 166 ; 6 : 100 ; 11 : 14 ; 12 : 22 ;

13 : 43 ; 17 : 60 ; 18 : 65, 66, 91 ; 20 : 110 ; 21 : 7,74,79 ; 22 : 54 ; 26 : 21;

27 : 40,84 : 28 : 78 ; 29 : 43 ; 38 : 45.

Dengan mengungkapkan kata Ilmu seperti yang termuat dalam surat dan ayat di bawah ini :

Al-Baqarah QS. 2 : 145 “Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.

Al-Baqarah QS. 2 : 247” Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

AL-Baqarah QS. 2 : 255” Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Ali Imran QS. 3 : 61” Siapa yang membantahmu tentang kisah `Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la`nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

An-Nisaa QS. 4 : 162” Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mu’min, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

QS. 4 : 166” (Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Qur’an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikatpun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.

Al-An’aam QS. 6 : 100” Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): “Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan”, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.

Huud QS.11 : 14” Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu): “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?”

Yusuf QS. 12 : 22” Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Ar-Ra’d QS.13 : 43” Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab”.

Al-Israa QS. 17 : 60” Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.

Al-Kahfi QS. 18 : 65” Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

QS. 18 : 66” Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

QS. 18 : 91” demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.

Thaahaa QS. 20 : 110” Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.

Al-Anbiyaa QS. 21 : 7” Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.

QS. 21 : 74” dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,

QS. 21 : 79” maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.

Al Hajj QS. 22 : 54” dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

Asy-Syu’araa QS. 26 : 21” Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.

An-Naml QS. 27 : 40” Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni`mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

QS. 27 : 84” Hingga apabila mereka datang, Allah berfirman: “Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kamu tidak meliputinya, atau apakah yang telah kamu kerjakan?”

Al-Qashash QS. 28 : 78” Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

Al-Ankabuut QS. 29 : 43” Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

Shaad QS. 38 : 45” Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya`qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.

Dengan mengungkapkan kata Ilmu seperti yang termuat dalam surat dan ayat di atas, dimaksudkan untuk mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan :

Keesaan Tuhanlah akhirnya yang menang
Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran
Kisah Al Masih ‘Isa Putera Maryam
Pembalasan Allah terhadap pelanggaran-pelanggaran orang2 Yahudi
Kebenaran Wahyu, akibat berbuat dusta terhadap Allah dan larangan memaki berhala.
Kebenaran Wahyu
Usuf mendapat godaan
Tiap-tiap masa mempunyai tantangan dn jawaban sendiri-sendiri
Kaum yang ingkar pasti mendapat hukuman
Nabi Musa A.S. bertemu dengan Khidhr a.s.
Dzulqarnain dengan Ya’juj dan ma’jujKeadaan hari kiamat
Ocehan kaum musyrikin terhadap kerasulan Muhammad Saw serta wayyu yang dibawanya dan penolakan Al Qur’an terhadapnya.
Kisah beberapa orang Nabi
Tugas Rasul adalah memberi peringatan
Soal jawab antara Musa a.s. dan Fira’un
Pembicaraan Sulaiman dengan burung Hud-hud
Tanda-tanda kedatangan hari kiamat dan huru-hara di saat datangnya kiamat itu.
Kisah Karun dan kekayaannya yang hars menjadi pelajaran bagi manusia
Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur
Beberapa orang Nabi pilihan.
Jadi dengan merenungkan apa yang diungkap dalam surat dan ayat diatas, untuk menggugah kekuatan pikiran melalui pemahaman atas pentingnya ilmu, maka disitu terletak kekuatan untuk memberikan daya dorong untuk mengungkit kekuatan daya ingat.

Jadi dengan berintraksi dengan Al Qur’an mendorong kekuatan dalam kemauan dan kebiasaan untuk merenungkan bahwa ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

Selajutnya dibawah ini kita ungkapkan buah pikiran dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam bukunya “Sisi Buah Ilmu” dari dua sudut :

Pertama dari sudut pengungkapan yang tertuang dalam Al Qur’an dalam surat dan ayat, mengungkapkan „buah Ilmu“ sbagai berikut :

Kesaksian Allah Subhanahu wa ta’ala kepada orang berilmu (1)

Ali Imran QS. 3 : 18” Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ketinggian derajat orang-orang berilmu (10)

Al-Mujaadalah QS. 58 : 11“ Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Al-Anfaal QS. 8 : 2“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,

Orang-orang berilmu adalah orang-orang yang takut kepada Allah (12)

Faathir QS. 35 : 28“ Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.

Al-Bayyinah QS. 98 : 8“ Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Ilmu (pengetahuan) manusia tentang tuhannya (15)

Ath-Thalaaq QS. 65 : 8“ Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.

Ilmu adalah nikmat allah yang paling mulia (18)

An-Nisa QS. 4 : 113“ Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.

Nikmat ilmu itu harus disyukuri (19)

Al-Baqarah :QS. 2 : 151“ Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Ilmu adalah karunia Allah (20)

Al-Baqarah QS. 2 : 30“ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

QS. 2 : 32“ Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ilmu adalah kehidupan dan cahaya (22)

Al-Ana’am QS. 6 : 122” Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Al-Hadid QS. 57 : 28” Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

QS. 57 : 29” (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Al Baqarah QS. 2 : 257” Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

ASY-Syu’araa QS. 26 : 52“ Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli”.

Al-Maidah QS. 5 : 15“ Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

QS. 5 : 16“ Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

An-Nisa’ QS. 4 : 174“ Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu`jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).

Ath-Thalaq QS. 65 : 10“ Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,

QS. 65 : 11” (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.

An-Nur QS. 24 : 35“ Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Asy-Syuura QS. 42 : 52“ Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli”.

Yunus QS. 10 : 58“ Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Al-An’am QS. 6 : 122“ Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Kebaikan dua kekuatan ; Ilmu dan Pengetahuan (26)

Al-Ashr QS. 103 : 1”Demi masa. 2.“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, 3.“ kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Surat Al-Quran yang pertama kali turun menunjukkan tentang kutamaan ilmu (28)

Al’-Alaq QS. 96; 1” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. 5Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Ilmu itu seperti hujan (32)

Ar-Ra’d QS. 13 : 17” Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.


Ilmu adalah penguasa atas segala sesuatu (sisi 53)

An-Nisaa’ QS. 4 : 69” Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya., 70” Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

Al-Hadid QS. 57: 18” Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak., 19” Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

Ulama adalah pemimpin (sisi 56)

As-Sajdah QS. 32 : 24” Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.

Al-Furqan QS. 25 : 74” Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Ilmu adalah pemimpin amal perbuatan (sisi 59)

Al-Mulk QS. 67 : 2 Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Al-Kahfi QS. 18 : 110” Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Al-Maa’idah QS. 5 : 27” Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.

Kemuliaan ilmu itu karena kemuliaan sesuatu yang telah pasti (63)

Al-Hasyr QS. 59 : 19“ Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

Al-Kahfi QS. 18 : 28“ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Perbedaan tingkatan dalam ilmu (68)

Al-Baqarah QS. 2 : 33Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

Al-Hasyr QS. 59 : 16“ (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam”.

Al-Anfal QS. 8 : 48“ Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.


Kemuliaan ilmu dan orang berilmu (69)

Al-Hasyr QS. 59 : 2“ Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.

Al-An’aam QS. 6 : 110“ Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.

Al-Hajj QS. 22 : 46“ maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

An-Nuur QS. 24 : 37“ laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

An-Najm QS. 53 : 11“ Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

QS. 53 : 17“ Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.





Perangkat-perangkat mendapatkan ilmu (70)

An-Nahl QS. 16 : 78“ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Al-Ahqaaf QS. 46 : 26“ Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.

Al-Balad QS. 90 :8“ Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,

QS.90 : 10“ Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.

Al-Insan QS. 76 : 3“ Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

Al-Israa’ QS. 17 : 36“ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.


Kesempurnaan itu diraih dengan ilmu (72)

AlAn’am QS. 6 : 124“ Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.

Al-Maidah QS. 5 : 3“ Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

An-Nisa QS. 4 : 113“ Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.

Ar-Ra’du : 24

Ilmu adalah obat bagi semua penyakit hati (73)

Al-Baqarah QS. 2 : 10“ Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

Al-Mudatstsir QS. 74 : 30“ Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

Al-Hajj QS. 22 : 53“ agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,

Al-Ahzab QS. 33: 32“ Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik,

Yunus QS. 10 : 57“ Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Al-Isra’ QS. 17 : 72“ Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).

Al-Isra’ QS. 17 : 97“ Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.

Ilmu adalah kebalikan dari lalai (75

Al-A’raf QS. 7 : 205“ Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

Al-Kahfi QS. 18 : 28“ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Al A’raf QS. 7 : 179“ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Al-Ashr QS. 103 : 3“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Shaad QS. 38 : 45“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya`qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.

Al-An’am QS. 6 : 122” Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Al-Anfal QS. 8 : 22“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.

Al-Furqan QS. 25 : 44“atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

Ar-Rum QS. 30 : 52“Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.

Fathir QS. 35 : 22“dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.

Al-Munaafiquun QS. 63 : 4“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

Al-Jumu’ah QS. 62 : 5” Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Ali Imran QS.3 : 86” Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.

An-Nisa’ QS. 4 : 69” Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. -70 “Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

Sifat-sifat terpuji adalah buah dari ilmu (76)

Al-Qalam QS.68 : 1” Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, 2“ berkat ni’mat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. 3” Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.-4” Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Tingkatan-tingkatan pencari ilmu (91)

An-Nisa’ QS. 4 : 69” Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Ilmu adalah kebaikan di dunia (92)

Al-Baqarah QS. 2 : 201” Dan di antara mereka ada orang yang berdo`a: “Ya peliharalah kami dari siksa neraka”.


Diantara contoh kemuliaan ilmu dan orang berilmu (106)


Al-Maidah QS.5 : 63“ Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.

Ali Imran QS. 3 : 79” Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

Ali Imran QS. 3 : 14” Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Al-Baqarah QS. 2 : 171” Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.

Al-Hadid QS. 57 : 28 “Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

Al-An’am QS. 6 : 122” Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Al-Maidah QS. 5 : 16” Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Asy-Syura QS. 42 : 52” Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli”.

An-Najm QS. 53 : 4” Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),-5” yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,

AT-Takwir QS. 81 : 19” sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),-20” yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy,

An-Nisa QS. 4 : 104” Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Yunus QS.10 : 63” (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.

At-Taubah QS. 9 : 46” Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.”

An-Nisa’ QS. 4 : 59” Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Yusuf QS. 12 : 55” Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.”

Al-Furqan QS. 25 : 44” atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

Al-An’am QS. 6 : 83” Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Ali Imran QS.3 : 20” Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Asy-Syura QS. 26 : 16” Musa berkata (pula): “Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu”.

Al Baqarah 2 :150” Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan ni`mat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

Al-Jatsiyah QS. 45 : 25“ Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain dari mengatakan: “Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

ASY-Syura QS. 26 : 15”Berkata Fir`aun kepada orang-orang sekelilingnya: “Apakah kamu tidak mendengarkan?”

Fathir QS. 35 : 10”Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.

Thaahaa QS.20 : 5”(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy.

Asy-Syura QS. 26 : 11”(yaitu) kaum Fir`aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?”

An-Nahl QS. 16 : 125” Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Al-Ankabut QS. 29 : 46” Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

Al-Hadid QS. 57 : 25” Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Ali Imran QS. 3 : 96” Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. -97” Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Al-A’raaf QS. 7 : 105” wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku”.-106” Fir`aun menjawab: “Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar”. 107” Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.

Al-An’am QS. 6 : 116” Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).

Yusuf QS. 12 : 103” Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.

Saba’ QS. 34 : 13” Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.

Shaad QS. 38 :24” Daud berkata: “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

Al-Baqarah QS. 2 : 30” Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Al-An’am QS. 6 : 165“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

An-Naml QS. 27 : 62” Atau siapakah yang memperkenankan (do`a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo`a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).

Al-Ar’raaf QS. 7 : 129” Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir`aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.


Antara ilmu dengan dakwah (107

Fushshilat QS. 41 : 33” Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

Al-Jinn QS. 72 : 19” Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.

An-Nahl QS. 16 : 125” Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

Yusuf QS. 12 : 108” Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

Buah ilmu ialah keyakinan (108)

Al-Baqarah QS. 2 : 4” Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

Al-A’raaf QS. 7 : 32” Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

Al-An’am QS. 6 : 75” Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin.

An-Naml QS. 27 : 82” Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.

Al-Taghaabun QS. 64 : 11” Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


Ilmu adalah kewajiban Syar’iyyah (109)

Al-Baqarah QS. 2 : 177” Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

An-Nisa’ QS. 4 : 136” Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

Al-A’raaf QS. 7: 33” Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.

Ilmu itu membuka hakikat (110)

Ali Imran QS. 3 : 31” Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

„Islam itu musnah karena empat orang“ 1) orang yang tidak berbuat sesuai dengan apa yang ia ketahui ; 2) orang yang berbuat tidak berdasarkan pengetahuannya ; 3) orang yang tidak erbuat dan tidak engetahui ; 4) orang yang melarang manusia belajar.

Kelompok satu, ialah orang yang mempunyai ilmu tapi tidak mengamalkannya. Orang seperti amat membahayakan manusia ;

Kelompok dua, orang yang beribadah tapi bodoh. Manusia berprasangka baik kepadanya karena ibadahnya dan keshalihannya kemudian menirunya karena kebodohannya.

Kedua kelompok itulah yang disebut salah seorang dari generasi salaf dalam ucapannya “Waspadalah terhadap fitnah orang berilmu yang berdosa dan ahli ibadah itu bodoh karena fitnah keduanya adalah fitnah bagi setiap orang yang terkena fitnah”

Sesungguhnya manusia itu meniru ulama dan ahli ibadah, jika ulama berdosa dan ahli ibadah itu bodoh maka musibah menjadi merata karena ulah keduanya dan fitnah membesar menimpa seluruh manusia.

Kelompok ketiga, orang yan tidak mempunyai ilmu dan tidak mempunyai amal

perbuatan. Mereka tidak ubahnya seperti binatang ternak.

Kelompok keempat, wakil2 iblis di atas permukaan bumi yaitu orang-orang yang mengembosi manusia dari mencari ilmu dan mendalami agama. Mereka sangat membahayakan manusia daripada syetan2 dari kalangan jin karena mereka menjauhkan hati dari petunjuk Allah Taala dan jalan-Nya

Ulama adalah pelindung syariat (111)

Al-An’am QS. 6 : 88” Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. -89” Mereka itulah orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka kitab, hikmat (pemahaman agama) dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

Ilmu termasuk balasan yang paling baik (117)

AZ-Zumar QS. 39 : 33” Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. 34” Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik, -35” agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Yusuf QS. 12 : 22” Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Selanjutnya dapat pula kita ketemukan pendekatan yang diungkapkan beliau dari sisi hadish yang terungkap mengenai isi buah ilmu dalam kalimat sebagai berikut“

Iman tidak terjadi kecuali dengan ilmu (sisi 54)

Sifat kesempurnaan itu kembali kepada ilmu (sisi 55)

Kebutuhan manusia kepada ilmu (sisi 57)

Ilmu adalah amal perbuatan yang sedikit, namun banyak pahalanya (sisi 58)

Amal perbuatan tanpa ilmu adalah seperti perjalanan tanpa petunjuk jalan (60)

Petunjuk ialah mengetahui kebenaran (61)

Ilmu adalah petunjuk kehidupan hati dan jiwa (62)

Ilmu dan Tauhid (64)

Ilmu adalah jalan yang paling dekat kepada Dzat terbesar (65)

Kebutuhan makhluk kepada ilmu (66)

Ilmu, keutamaannya dan penjelasan ruang lingkupnya (67)

Seluruh kebahagian dalam ilmu (71)

Ilmu adalah jalan keselamatan (74)

Majelismajelis ilmu adalah taman-taman surga (77)

Orang berilmu dan kelebihannya (78)

Antara ilmu dan jihad (79)

Antara ilmu dan ibadah (80)

Antara ilmu dan sedekah (81)

Ilmu adalah ibadah yang paling mulia (82)

Ibadah dengan ilmu (83)

Para Ulama dan Para Nabi (84)

Komunitas para ulama (85)

Ilmu adalah ibadah (86)

Majelismajelis para ulama (87)

Mencari ilmu adalah amal perbuatan yang paling utama (88)

Ilmu itu lebih baik daripada ibadah-ibadah sunnah (89)

Ilmu dan takut kepada Allah (90)

Ilmu itu dengan belajar (93)

Antara ilmu dan qiyamu lail (94)

Pemberian Allah kepada hamba2-nya dari alangan orang berilmu (95)

Kematian orang berilmu dan kematian ahli ibadah (96)

Setiap hari ilmu harus bertambah (97)

Buah iman adalah imu (98)

Ulama adalah manusia sejati (99)

Ilmu adalah keberuntungan yang paling agung (100)

Ilmu itu menghidupkan hati (101)

Ilmu adalah jihad (102)

Antara orang berilmu dan orang yang belajar ilmu (103)

Pencari ilmu itu seperti mujahid

Perlindungan allah kepada pencari ilmu (105

Para ulama adalah orang-orang yang adil dalam ummat ini (112)

Keberadaan ilmu adalah keberadaan agama dan dunia (113)

Ilmu itu mengangkat pemiliknya (114)

Ilmu itu membuat istimewa pemiliknya (115)

Ilmu itu kekayaan (116)

Ilmu adalah kehidupan hati (118)

Ilmu dan pertanyaan (119)

Orang ilmu itu tidak sama dengan orang lain ( 120)

Ilmu adalah jalan keselamatan (121)

Ilmu Allah meliputi segala sesuatu :


QS. 002 : 033 “Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”


QS. 006 : 003 “Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

QS. 006 : 059 “ Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).


QS. 007 : 65 „Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum `Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”


QS. 015 : 024”Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada-mu dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripadamu).

QS.018 : 109“ Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).

QS.031 : 027“ Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

QS.020 : 098” Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu”.


QS. 022 : 070” Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.


QS. 027 : 065“ Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

QS. 032 : 006“ Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

QS. 027 : 074“Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan.


QS. 028 : 069” Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.

QS. 023 : 019” Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan,

QS. 034 : 001 “Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

QS. 034 : 002” Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

Ilmu manusia berasal dari Allah dan sangat terbatas :

QS. 002 : 031“ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

QS. 096 : 004“ Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

QS. 096 : 005“ Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

QS. 017 : 085” Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

QS. 006 : 050” Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan (nya)?

QS. 002 : 255“ Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

QS. 016 : 078“ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

QS. 017 : 036“ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.


QS. 007 : 179“ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.


QS. 023 : 078“ Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

Derajat dan keadaan orang yang tidak berilmu :

QS. 10 : 039“Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.

QS. 45 : 018“ Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.


QS. 31 : 006“ Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

QS. 7 : 199“ Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.

QS.16 :119“ Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.

Keutamaan dan derajat orang yang berilmu :


QS. 35 : 28“ Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.

QS. 3 : 18“ Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

QS. 34 : 6“ Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

QS. 4 : 162“ Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mu’min, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

QS. 58 : 11“ Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 16 : 43“ Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,

QS. 21 : 7“ Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.

Al Qur’an sumber Ilmu pengetahuan :

Ibrahim QS. 14 : 1” Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Thaahaa QS. 20 : 113” Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.

An-Nahl QS. 16 : 65”Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).

QS. 16 : 83“ Mereka mengetahui ni`mat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.

QS. 16 : 90“ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Az-Zumar QS. 39 : 9” (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Kewajiban menuntut ilmu dan mengajarkannya :

At-Taubah QS. 9 : 122”Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Ali Imran QS. 3 : 187” Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya.” Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.

Al-Baqarah QS. 2 : 146” Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Al-BaqarahQS. 2 : 147” Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

An-Nahl QS. 16 : 125” Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

QS. 2 : 151” Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.


SUNNATULLAH DALAM UNSUR KATA I(S)LAM :


Setiap ciptaan Allah ditentukan hukumnya :

Al-Furqaan QS. 25 : 2” yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

Al-Baqarah QS. 2 : 31” Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

Al-Mulk QS. 67 : 3” Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? -4” Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.

Wujud dan ciri hukum Allah / sunnatullah :

Hukum yang diwahyukan / tertulis :

Al-Anbiyaa QS. 21 : 105“ Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.

Al-Ahzab QS. 33 : 38“ Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, -39“ (yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.

Ali Imran QS. 3 : 137“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Ath-Thalaaq QS. 65 : 2” Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. 3“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. -

Hukum yang tidak diwahyukan / tidak tertulis :

Yunus QS. 10 : 101” Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfa`at tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”.

Al-A’raaf QS. 7 : 185” Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Qur’an itu?

Sifat-sifat Sunnatullah :

Sunnutullah itu eksak / pasti berlaku :

Al-Qamar QS. 54 : 49” Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Ali Imran QS. 3 : 137” Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Ath-Thalaaq QS. 65 : 2” Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. -3”Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Sunnutullah / tetap, tak berubah :

Al-Israa’QS. 17 : 77” (Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu.

Al-Ahzab QS. 33 : 62” Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.

Al-An’aam QS. 6 : 115” Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-Fath QS. 48 : 23” Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

Sunntullah itu objektif / berlaku untuk siapa saja :

Al-Hijr QS.15 : 21” Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.

Al-Abiyaa QS. 21 : 15” Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.

Al-Hujaraat QS. 49 : 13” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Adakah penyimpangan terhadak hukum Allah ? :

Al-Anbiyaa QS. 21 : 68” Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”. -69” Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. -70” mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. – 71” mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.

Maryam QS. 19 : 22” Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. -26” Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. -27” Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

LIHAT DALAM UNSUR KATA IS(L)AM

Untuk memahami kata „lihat“, dapat kita temukan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 259 ; 4 : 61 ; 6 : 24 ; 8 : 48 ; 13 : 2 ; 19 : 83 ; 22 : 44 ; 27 : 27, 88 ;

28 : 34 ; 33 : 19 ; 34 : 31 ; 37 : 179 ; 42 : 44, 45 ; 45 : 23, 28 ; 53 : 11,12


Sebagai contoh dibawah ini diungkap beberapa surat dan ayat sebagai berikut :

QS. 2 : 259” Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapa lama kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

QS. 4 : 61” Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

QS. 6 : 24” Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.

Dari surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, mengingatkan kita bahwa makna “lihat” dalam perjalanan hidup ini, dibutuhkan untuk kita selalu merenung agar kita menemukan apa yang kita pikirkan yang menyangkut hal-hal yang termuat dalam surat dan ayat sebagai berikut :

Membangkitkan kembali orang-orang yang sudah mati ;
Dasar-dasar pemerintahan ;
Kesaksian kaum musyrikin terhadap dirinya sendiri dan keadaan mereka di hari kiamat;
Pengkhianatan syaitan terhadap janjinya kepada pengikut-pengikutnya ;
Bukti-bukti kekuasaan Allah dan kesempurnaan ilmu-nya ;
Azab bagi orang-orang yang menentang para nabi dan pahala bagi orang-orang yang mentaatinya ;
Ayat-ayat Allah sebagai penawar hati Nabi Muhammad SAW;
Pembicaraan Sulaiman dengan burung Hud-hud ;
Tanda-tanda kedatangan hari kiamat dan hura-hura di saat datangnya kiamat itu ;
Permohonan Musa a.s. kepada Allah untuk mengangkat Harun as menjadi pembantunya;
Bantuan Allah kepada kaum muslimin dalam peperangan ahzab ;
Keingkaran-keingkaran orang kafir dan keadaan mereka di akhirat ;
Para Rasl dan pengikutnya pasti mendapat kemenangan ;
Orang-orang yang dibiarkan sesat oleh Allah tidak akan menemukan pemimpin yang memberi petunjuk ;
Tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepada penyembah-penyembah hawa nafsu ; Pada hari umat manusia dihisab, mereka berlutut dan disuruh membaca catatan perbuatannya selama di dunia ;
Tuhan berumpah bahwa wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah benar.
Selanjutnya renungkan makna kata yang diungkapkan dibawah ini:

Dilihat QS. 5 : 94” Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barangsiapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih.

Kelihatan QS. 7 : 108” Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.

Lihatlah QS.17 : 48” Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).

Melihat, QS. 2 : 114” Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

Penglihatan, QS. 2 : 7“ Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat., 20“ Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.


Perlihatkan QS. 2 : 260” Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati”. Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?”. Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)”. Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah melihat apa yang dikerjakan manusia

QS. 2: 265” Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.


Kaum Musa minta melihat Allah

QS. 2 : 55” Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang”, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.

QS. 4 : 153” Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma`afkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.


AGAMA DALAM UNSUR KATA ISL(A)M :


Sebelum kita mampu mengamalkan suatu keyakinan, maka diperlukan adanya kemampuan untuk memahami dan menghayatinya, oleh karena dibawah ini diungkapkan kata AGAMA seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :


QS. 2 : 132, 135, 140, 193, 217 ; 3 : 14, 73, 83, 85, 101, 102, 103, 112 ; 4 : 46, 125, 146, 163, 171, 175 ; 5 : 3, 46, 57, 77, 106 ; 6 : 70, 79, 125, 137, 159, 161 ; 7 : 51, 88, 89 ; 8 : 39, 49, 72 ; 9 : 12, 29, 32, 33, 36, 48, 122 ; 10 : 104, 105 ; 11 : 62 ; 12 : 37, 38, 40, 108 ; 14 : 13 ; 16 : 123 ; 21 : 92, 9 ; 22 : 40, 67, 78, 23 : 52, 53 ; 24 : 7, 55 ; 26 : 137 ; 30 : 30, 32, 43 ; 45 : 17, 18 ; 47 : 7 ; 48 : 9, 28 ; 49 : 2

Sebagai contoh dibawah ini diungkap beberapa surat dan ayat makna kata AGAMA sbb.:

QS. 2 : 132 “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

QS. 3 : 14 “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

QS. 4 : 46” Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): “Raa`ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.

QS. 5 : 3” Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 6 : 70” Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur’an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa`at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

QS. 7 : 51” (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

QS. 8 : 39” Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

QS. 9 : 12” Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.

QS. 10 : 104” Katakanlah: “Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman”,

Seluruh surat dan ayat yang disebut diatas dengan mengungkap beberap surat dan ayat itu untuk mengingatkan kita kepada hal-hal yang tercantum dibawah ini sebagai penggugah jiwa yang perlu kita renungkan secara terus menerus sebagai berikut :

Agama Nabi Ibrahim a.s.,
Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Allah SWT,
Hukum perang dalam islam ;
Ancaman Allah kepada orang-orang kafir dan pengaruh harta benda duniawi,
Sikap ahli kitab terhadap orang islam,
Janji para Nabi kepada Allah tentang kenabianMuhammad saw,
Keharusan menjaga persatuan,
Kelebihan ummat islam dari ummat yang lain ;
Orang-orang tidak suci batinnya dn ancaman Allah terhadap mereka,
Pembalasan itu sesuai dengan perbuatan bukan menurut angan-angan,
Beberapa keburukan orang munafik,
Persamaan pokok-pokok agama yang diwahyukan kepada para Rasul,
Pandangan Al Qur’an terhadap Nabi Isa a.s. ;
Janji prasetia kepada Allah dan penyempurnaan agama Islam, 46 Pengingkaran orang-orang Yahudi terhadap hukum-hukum taurat dan keharusan memutuskan perkara menurut hukum yang diturunkan Allah,
Dilarang berteman akrab dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani dan akibat melanggarnya,
Pernyataan Allah tentang kekafiran orang yang mengitiqadkan Isa as. Itu Tuhan,
Anjuran berwasiat dengan persaksian ;
Tuntanan –tuntunan dalam menghadapi masyarakat,
Cara Nabi Ibrahim as. Memimpin kaumnya kepada agama tauhid,
Sikap kepala batu kaum musyrikin dan sikap mereka terhadap kerasulan Muhammad saw,
Peraturan-peraturan yang dibuat-buat oleh kaum musyrikin dan pimpinan Allah terhadap kaum muslimin ;
Penutusan para Rasul da akibat penerimaan dan penolakan kerasulan,
Kisan Nabi Luth as.;
Permusuhan kaum musyirikin terhadap Nabi dan kewajiban memerangi mereka sampai terpelihara agama Allah,
Pengkhianatan syaitan terhadap janjinya kepada pengikut-pengikutnya,
Cinta perdamaiandan keharusan mempertebal semangat jihad ;
Sebab-sebab perjanjian damai dibatalkan,
Umat islam mendapat kemenangan dalam pelbagai pertempuran,
Kepercayaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani serta sikap-sikap mereka,
Bulan-bulan yang dihormati, memintakan ampun untuk orang-orang musyrik ;
Da’wa Islam ;
Kisah Nabi Shaleh as.;
Da’wah Yusuf dalam penjara, 108 Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Yusuf as.;
Akibat yang diderita oleh kaum yang menolak kebenaran ;
Nabi Ibrahim as. Adalah teladan yang baik ;
Kisah beberapa orang Nabi ;
Izin berperang bagi orang-orng mu’min,
Tiap-tiap umat mempunyai syari’at yang tertentu,
Agma Ilam bukanlah agama yang sempit,
Agama yang dibawa Nabi-bi adalah satu ;
Hukum li’an,
Kekuasaan yang dijanjikan Allah kepada orang yang ta’at dan mengerjakan amal saleh ;
Kisa Hud as. ;
Manusia menurut fitrah beragam tauhid,
Akibat yang buruk dan yang baik dari perbuatan manusia ;
Bani Isyrail mengingkari kerasulan Muhammad saw sesudah mereka mengetahui bukti-bukti kebenarannya;
Orang-orang mu’in pasti menang dan orang-orang kafir pasti hancur ;
Terjadinya Bai’aturridhwan (perjanjian setia ini di ridhai oleh Allah),
Kebenaran mimpi Mimpi Nabi Muhammad saw memasuki mekah akan terbukti ;
Tatakrama terhadap Rasulullah saw.
Agama Allah :

Al-Hadiid QS. 57 : 25” Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Asu-Shaff QS.61 : 7” Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. -8” Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci., -9” Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci. -14” Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Al-Bayyinah QS.98 : 1” Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,, -5” Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

An-Nashr QR.110 : 2” (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur’an),

Islam Agama yang diridhai Allah :

Ali Imran QS. 3 : 19” Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya





Islam satu-satunya yang dibenarkan :

Ali Imran QS. 3 :85“ -85” Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Hanya orang berilmu dapat memikirkan Agama :

Az-Zummar QS. 39 : 9“ (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Jadilah penolong Agama Allah :

Ash-Shaff QS. 61 : 14” Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Kebebasan dalam beragama :

Al-Kahfi QS. 18 : 29”Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.





Keselamatan bagi yang benar-benar beriman kepada Agama Allah :

Al-Baqarah QS. 2 : 64 „Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi.

An-Nisaa QS. 4 : 146“ Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.


Kewajiban menjalankan agama menurut kadar kemampuan masing-masing :

Al-Mu’minuun QS. 23 : 62“ Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.

Kewajiban Muhammad Saw menyampaikan Agama :

Al-Maa’idah QS. 5 : 67” Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Orang yang mendustakan Agama :

Al-Maa’uun SQ. 107 : 1” Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?-2” Itulah orang yang menghardik anak yatim,-3” Itulah orang yang menghardik anak yatim,-4” Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, -5” Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, -6” orang-orang yang berbuat riya. -7” dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Peringatan terhadap Agama Kristen :

Al-Kahfi QS. 18 : 4“ Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”.

Maryam QS.19 : 88” Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. , -89”Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,, -90”hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,, -91”karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak., -92”Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.

Petahankan Agama dalam barisan yang teratur :

Ash-Shaff QS. 61 : 4” Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Agama yang dibawa Ibrahim :

Al-Baqarah QS. 2 : 130” Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh., -131” Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”., -132” Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”., -133” Adakah kamu hadir ketika Ya`qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Agama yang dibawa nabi-nabi adalah sama :

Al-Ma’minuun QS. 23 : 52” Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.

Tak ada paksaan dalam Agama :

Al-Kaafiruun QS. 109 : 6“ Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

Al-Baqarah QS.2 : 256“ Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ahli Kitab tak dipandang beragama :

Al-Maa’idah SQ. 5 : 68“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

At- Taubah QS. 9 : 29“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.


Hanya Agama Allah yang bersih dari syirik :

Shaad QS. 39 : 3“ Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

Jangan ambil pemimpin yang mengolok-olok agama :

Al-Maa’idah QS. 5 : 57“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

Al-An’aam QS. 6 : 70“Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur’an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa`at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

Al-‘raaf QS. 7 : 51” (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Al-Jaatsiyah QS. 45 : 9” Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.

Yang menerima Agama Islam tidak sama dengan hatinya yang membatu :

QS. 3 : 19” Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

AZ-Zumar QS. 39 : 22” Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.


Saudara seagama :

At-Taubah QS. 9 : 11” Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.

Agama Tauhid :

Al-Mu’minuun QS. 23 : 32 “Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): “Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).

AR-Ruum QS. 30 : 30” Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Agama Yahudi :

Al-Jumu’ah QS. 62 : 6” Katakanlah: “Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

MUSLIMIN DALAM UNSUR KATA ISLA(M)


Kata muslim diungkapkan dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 8 : 73“ Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

QS. 9 : 1“ (Inilah pernyataan) pemutusan perhubungan daripada Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

QS. 15 : 2“ Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

Sejenak dengan membaca dan kita merenung hal-hal yang terkait dengan kata muslim dalam surat dan ayat diatas, mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan :

Cinta perdamaian dan keharusan mempertebal semangat jihad
Orang islam bebas dari tanggung jawab terhadap perjanjian dengan kaum musyrikin.
Jaminan Allah terhadap kemurnian Al Qur’an dan kejayaan islam

Muslimin diperintah untuk berlomba dalam kebaikan :

QS. 2 : 148“ Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Kelebihan muslimin dari ummat yang lain :

QS. 2 : 143“ Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

QS. 3 : 110“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Kewajiban muslimin :

QS. 2 : 136“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.,

143“ Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya. ,

165“ Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata: “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.,

177“ Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak akan dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih.,

195“ Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.”

QS. 3 : 110“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.,

137“ Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

QS. 6 : 165“ Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 11 : 112“ Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

QS. 47 : 22“ Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?

Muslimin tak boleh perang dalam bulan haram :

QS. 2 : 217“ Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.


Tuhan menamai ummat islam muslimin :

QS. 22 : 78“ Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Imanlah dan masuklah kepada Agama Islam

QS. 4 : 136“ Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

QS. 2 : 62“ Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

QS. 2 : 208“ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.,

209“ Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

QS. 2 : 23“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.,

24“ Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.,

28“ Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?,

29“ Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Syahadat, persaksian masuk agama islam :

QS. 7 : 158”Katakan “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya , Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk”

QS. 3 : 52” Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.,

53” Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.,

64” Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.,

68” Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.

Mengamalkan ajaran islam :

QS. 2 : 208” Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.,

286” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

QS. 4 : 146” Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

QS. 39 : 10” Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.,

14” Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”.,

38” Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.

QS. 64 : 16” Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS.22 : 78” Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

QS. 6 : 152” Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa`at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat,,

153” dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.

QS. 23 : 62” Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.

Hubungan antaragama :

QS.21 : 107” Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

QS. 16 : 125” Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

QS. 6 : 104” Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfa`atnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (mu).

108” Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

QS. 29 : 46” Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

QS. 3 : 61” Siapa yang membantahmu tentang kisah `Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la`nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

QS. 73 : 10” Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

QS. 109 : 1” Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir,,

6” Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

QS. 2 : 120” Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

256” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

QS. 8 : 61” Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.,

62” Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min,,

57” Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.,

58” Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

QS. 5 : 82” Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.

KESIMPULAN


Apa yang terpikirkan setelah kita mengakui sebagai manusia yang diciptakan memeluk agama ISLAM, maka islam memerintahkan dan mengharuskan supaya kita memikir-mikirkan dan mengenang-ngenang kepada kerajaan langit menjadi tahu.

Oleh karena itu, bayangkan dalam kekuatan kebiasaan yang produktif kita meyakini bahwa ilmu kepandaian itu ialah sahabat yang setia bagi teman hidup sampai kepada penghabisan umur kita.

Jadi ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan buta, sebagai daya dorong membentuk kekuatan kemauan dan kebiasaan untuk mendalami dengan 7M menjawab guna agama dalam pandangan kita adalah 1) Mengeluarkan manusia dari lembah yang gelap gulita kepada yang terang cuaca ; 2) Memberi petunjuk manusia dari Tuhan Yang Maha Kuasa ; 3) Mengajarkan cara-cara untuk memperoleh kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.

Kebiasaan pikiran yang bertolak dari 7M, maka ISLAM bagiku adalah satu kekuatan yang mendorongku untuk memikirkan unsur kata yang bermakna dalam Kata ISLAM terdiri dari kata (I) menjadi Ilmu ; (S) menjadi Sunnatullah ; (L) menjadi Lihat ; (A) menjadi Agama ; (M) menjadi Manusia, maka ISLAM adalah ajaran yang mengandung konsepsi yang menuntun belajar dengan ILMU kedalam kekuatan Aqidah, Syari’ah, Akhlaq melalui kekuatan SUNNATULLAH untuk me-LIHAT dengan melibatkan Allah dalam diriku sebagai satu-satunya AGAMA yang diakuinya menjadi kunci meraih hidup bahagia dunia dan akhirat bagi MUSLIMIN yang mampu memanfaatkan otaknya.


Bertolak dari pmahaman diatas, maka renungkan kata orang bijak yang dapat memberikan dorongan untuk mengungkit daya ingat agar mampu kedalam mendorong kearah kemauan dan kebiasaan seperti ungkapan „Ilmu lebih mulia dari pada harta, sedang harta kita yang harus menjaganya“ jadi ilmu adalah barang yang paling mahal dan tinggi nilainya.

Dalam pikiran kita haruslah menjadi kekuatan bahwa ilmu adalah ruh agama islam dan tiang iman, siapa mengajarkan ilmu Allah memberi pahalanya, siapa mengamalkannya Allah mengajarkannya apa-apa yang tidak ia ketahui.

Jadi ilmu itu jiwa agama dan tiang tonggaknya. Ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh. Agama tanpa ilmu buta. Oleh karena itu, kekuatan ajaran Islam renungkanah ungkapan Muhammad SAW. „ Bekerjalah bagi kehidupan, seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah kepada Tuhanmu seakan-akan kamu akan mati besok“

Kemauan dan kebiasaan akan menuntun manusia yang memiliki kepribadian dengan ilmu sebagai lentera kehidupan dalam menuju hidup bahagia di dunia dan di akhirat.

No comments:

Post a Comment

Iklan