Saturday, August 20, 2011

Simulasi konfigurasi router

Hari ini gw mw share ilmu dikit tentang Simulasi konfigurasi router pada static routing pada 2 jaringan
Disini saya akan memakai software simulasi CISCO packet tracer 5.3
Pertama”, kita pasang dulu PC – PT, Switch PT, dan Router PT
4 PC – PT


2 Switch PT

1 Router PT

Kemudian sambungkan router – switch – pc menggunakan “connections” -> Auto connection
Nah, secara logical, hardware” kita telah terhubung.
Sekarang kita akan melakukan static routing, utk masing” PC, switch, dan Router agar bisa terhubung satu dengan yang lainnya.
Kita membuat  IP dari masing” PC kita adalah :
  • IP PC0 : 192.168.1.2/24
  • IP PC1 : 192.168.1.3/24
  • IP PC2 : 192.168.2.2/24
  • IP PC3 : 192.168.2.3/24
Dan untuk router kita:
  • IP FastEthernet 0/0 : 192.168.1.1/24
  • IP FastEthernet 1/0 : 192.168.2.1/24
Tips: Cara untuk mengetahui IP Default Gateway yg benar utk tiap Port dari Router:
Lihat gambar dibawah ini:

Perhatikan arah dari port:
Fa 0/0 atau FastEthernet 0/0 utk jaringan sebelah kiri
Fa 1/0 atau FastEthernet 1/0 utk jaringan sebelah kanan
IP Default Gateway & IP Address komputer biasanya identik:
Fa 0/0 : 192.168.1.1
IP PC 0 : 192.168.1.2
IP PC 1: 192.168.1.3
3 oktet pertama biasanya identik. Dan biasany utk router, oktet ke empat dari IP bernilai 1.
Jadi, kita set dulu nih IP untuk masing” PC:
Klik di masing” PC yg ada, lalu masuk ke bagian ini:
Kilk yg dilingkari, terus bakal keluar sperti ini:
Pastikan kalian memilih IP Static.
Kemudian isilah IP address masing” PC (ada 4 PC).
Kemudian subnet masknya (255.255.255.0) <- Class C
Terakhir, default gatewaynya sesuai dengan yg diatas.
Jika sudah, sekarang kita akan setting routernya. (Inti dari static routing 2 jaringan)
Klik routernya, pilih CLI (Command Line Interface).
Catatan: Sebenarny kita bisa setting langsung dari “Config”, namun agar lebih memperkaya ilmu, kita lakukan dari CLI
Akan keluar tampilan seperti ini.
Let’s Code !
> Enable routernya :
Router>ena
> Masuk ke configuration terminal :
Router#conf term
> (Optional) Ubah nama router:
Router(config)#hostname (nama_router)
Router(config)#hostname nobodysplace
Nah, dsini gw mngubah Router#, menjadi nobodysplace
Sekarang kita masuk ke Fast Ethernet nya:
> Masuk Fast Ethernet 0/0 :
nobodysplace(config)#int fasteth 0/0
> Masukkan IP Address & Subnet Masknya :
nobodysplace(config-if)#ip address (IP_ADDRESS) (SPASI) (SUBNET_MASK)
nobodysplace(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
> Bikin Port Fast Ethernet nya jadi nyala terus:
nobodysplace(config-if)#no shutdown
> Exit dari interface Fast Ethernet:
nobodysplace(config-if)#exit
Nah, lakukan hal yang sama terhadap port Fast Ethernet 1/0 & Serial 2/0
Setelah semua port telah di set ip nya dan di nyalain, code terakhir:
> Membuat IP bisa berfungsi (IP Forwarding)
nobodysplace(config)# ip forward UDP
Jika sudah, harusnya akan menjadi sperti ini:
Semuanya berwarna hijau yg mengindikasikan bahwa smua hardware sudah terkoneksi.
Bagaimana kita membuktikan bahwa koneksi kita berjalan?
Kita lakukan transfer data / ping.
Caranya:
Klik ikon yg ada di lingkaran merah, kemudian klik PC source, kemudian klik PC destination.
Sukses atau tidaknya transfer data, akan terihat di area lingkaran biru.
Lakukan transfer utk ke smua PC.
Biasanya, jika pertama kali dilakukan transfer data, akan terlihat “Failed”. Cobalah utk kedua kalinya. Jika belum berhasil juga, cek IP yg di setting di masing” PC & Router.
Jika sukses, akan terlihat seperti ini:
Daaaannn selesai !
Kini kalian bisa mencobanya dengan jaringan yg lebih kompleks 
Tapi tutorial disini baru menggunakan 1 router. Mungkin kalian bisa mengeksplore sndiri bgmn menghubungkan 2 router, atau juga bisa menunggu saya posting tutorial berikutnya.
Semoga Bermanfaat ^_^
P.S: Jika kalian melihat adanya kesalahan dalam tutorial ini, jika berkenan, bisa memperbaikinya dengan comment di bawah. Thank’s a lot ! :D

No comments:

Post a Comment

Iklan