Tuesday, June 12, 2012

Modul Daftar isi

1. Buat style dari masing-masing bagian yang akan dimasukkan ke dalam daftar isi.
a. Bagian judul
– Blok judul

– Atur format huruf sesuai dengan keinginan, seperti ukuran huruf, center, dll => Klik styles pada panah ketiga terbawah.

– Klik save selection as a new quick styles => isi nama stye, contoh: judul
b. Sub bab
Blok sub judul => ikuti seperti langkah-langkah serupa di atas.
Akhirnya sampai pada Klik save selection as a new quick styles =>isi nama stye, contoh: subjudul1

c. Sub sub bab
Blok sub sub judul => ikuti seperti langkah-langkah serupa di atas.
Akhirnya sampai pada Klik save selection as a new quick styles => isi nama stye, contoh: subjudul2

2. Buat semua bagian (judul, sub judul, sub sub judul) sesuai dengan style yang sudah dibuat sebelunnya (poin 1 di atas) misalnya sub judul: rumusan masalah
– Blok sub judul: rumusan masalah

– Begitu juga dengan bagian yang lain. Sampai akhir bab. Disarankan untuk tidak menggunakan nomor otomatis dalam penomoran sub bab ataupun sub sub bab

Bila telah membuat style pada semua bagian, kita sudah bisa membuat daftar isi..
Buat halaman baru di awal, sebagai halaman Daftar Isi:
Page layout  => breaks => newpage
Tulis judul daftar isi
buat style untuk daftar isi dgn style yang sesuai, dalam hal ini style judul

Cara membuat daftar isi:
References => table of content => insert table of content => option => isi sesuai dengan bagian style yang ingin kita masukkan ke daftar isi. dalam hal ini contohnya (judul, sub judul, sub sub judul). Isi 1, 2 atau 3 dst sesuai dengan keinginan kita menjorokkan bagian ini. => ok => ok
Langsung jadi daftar isi => edit seperlunya.



3. Bagaimana bila terjadi penambahan sub judul?
Yang harus dilakukan cukup Klik mouse bagian kanan pada daftar isi yang telah jadi => Update field => update entire table => OK


4. Bagaimana bila terjadi perubahan pada nomor halaman ?
Yang harus dilakukan cukup Klik mouse bagian kanan => Update field => update page number only => OK
5. Apa bisa membuat Daftar tabel, Daftar Gambar dll ?
Bisa, prinsipnya bahwa setiap bagian (judul tabel, judul ganbar, judul lampiran) masing-masing harus dibuat style.
Langkah selanjutnya tinggal membuat Halaman Baru (lihat bagian 2) untuk masing-masing Daftar, yang selanjutnya tinggal membuat TOC seperti langkahi bagian 2.
Bila muncul Pesan di bawah, pilih No.



Cara Buat Daftar pustaka
  • Tempatkan cursor pada akhir kalimat kutipan referensi. Klik menu : Reference à Insert Citation à Add New Source à
    tentukan Type of Source à
    Isi yang Lengkap, selengkap mungkin à OK. Agak ribet sih, tapi jangan khawatir, anda cukup isi sekali tiap literatur yang digunakan. Jadi isilah setiap awal anda mengkutip kalimat dari literatur. Anda tinggal mengatur STYLE sesuai kebutuhan. Contoh:



Hasilnya: (bila Style-nya ISO 690-Numerical Reference – DAFTAR PUSTAKA DISUSUN BERDASARKAN URATAN KEMUNCULAN LITERATUR)

Hasilnya: (bila Style-nya APA –DAFTAR PUSTAKA DISUSUN BERDASARKAN ALFABET PENGARANG)

  • Bila ada kalimat di kutip dari beberapa literatur, anda harus meletakkan cursor di belakang literatur pertama(DI DALAM KURUNG). Selanjutnya seperti sebelumnya, isi daftar baru (Reference à Insert Citation à Add New Source).
    Bila Literatur yang ingin ditambahkan telah anda masukkan sebelumnya, anda cukup meng-klik-nya pada list Insert Cititation. Contoh:


Hasilnya: (bila Style-nya APA)

  • Selanjutnya, MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA. Letakkan cursor pada tempat yang anda inginkan. Beri Judul. Selanjutnya Klik menu : Reference à Bibliography à Insert Bibliography


Hasilnya: (bila Style-nya APA)
Kepustakaan
Stevens, L. M., Lynm, C., & Glass, R. M. (2008). Hypertension. Retrieved August 3, 2008, from JAMA: http://jama.ama-assn.org/cgi/content/full/299/24/2914 Wetzler, M., Byrd, J., & Bloomfield, C. (2005). Acute and Chronic Myeloid Leukemia. In D. L. Kasper, E. Braunwald, A. Fauci, S. Hauser, D. Longo, & L. Jameson, Harrison’s Principles of Internal Medicine. New York: McGraw-Hill Professional.
Hasilnya: (bila Style-nya ISO 690-Numerical Reference)
Kepustakaan
1. Stevens, Lise M., Lynm, Cassio and Glass, Richard M. Hypertension. JAMA. [Online] 2008. [Cited: August 3, 2008.] http://jama.ama-assn.org/cgi/content/full/299/24/2914. doi:10.1001/jama.299.24.2914.
2. Wetzler, Meir, Byrd, John and Bloomfield, Clara. Acute and Chronic Myeloid Leukemia. [book auth.] Dennis L. Kasper, et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine. New York : McGraw-Hill Professional, 2005.
  • Setelah posisi ini, anda tinggal mengedit seperlunya isi Daftar Pustaka, sesuaikan dengan Pedoman Penulisan Daftar Pustaka di Institusi anda. Apabila anda akan menyisipkan literature baru diantaranya, anda tinggal menambahkan sesuka hati. Bila semua kutipan telah dilengkapi dengan masing-masing literatur, anda tinggal meng-UPDATE. Caranya:
AWALnya : (bila Style-nya ISO 690-Numerical Reference)
Saat jantung kita memompa darah melalui pembuluh darah arteri, terjadi tekanan pada dinding arteri. Hipertensi (tekanan darah tinggi) terjadi saat tekanan darah tetap tinggi sepanjang waktu. Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan kerusakan pada sistem sirkulasi yang bisa mengakibatkan maslah serius seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan kebutaan.(1; 2) Kepustakaan
1. Stevens, Lise M., Lynm, Cassio and Glass, Richard M. Hypertension. JAMA. [Online] 2008. [Cited: August 3, 2008.] http://jama.ama-assn.org/cgi/content/full/299/24/2914. doi:10.1001/jama.299.24.2914.
2. Wetzler, Meir, Byrd, John and Bloomfield, Clara. Acute and Chronic Myeloid Leukemia. [book auth.] Dennis L. Kasper, et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine. New York : McGraw-Hill Professional, 2005.
Literatur baru (LICHTMAN, M. A., & LIESVELD, J. L. (2000). Chronic Myelogenous Leukemia and Relaed Disorders) akan disisipkan di kalimat kedua:
Saat jantung kita memompa darah melalui pembuluh darah arteri, terjadi tekanan pada dinding arteri. Hipertensi (tekanan darah tinggi) terjadi saat tekanan darah tetap tinggi sepanjang waktu (1). Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan kerusakan pada sistem sirkulasi yang bisa mengakibatkan maslah serius seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan kebutaan (1,2).
Bila telah selesai, cara meng-UPDATE : Klik panah di akhir kutipan, klik Update Cititation and Bibliography


HASILNYAnya : (bila Style-nya ISO 690-Numerical Reference)
Saat jantung kita memompa darah melalui pembuluh darah arteri, terjadi tekanan pada dinding arteri. Hipertensi (tekanan darah tinggi) terjadi saat tekanan darah tetap tinggi sepanjang waktu (1). Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan kerusakan pada sistem sirkulasi yang bisa mengakibatkan maslah serius seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan kebutaan. (2; 3)
Kepustakaan

1. LICHTMAN, MARSHALL A and LIESVELD, JANE L. Chronic Myelogenous Leukemia and Relaed Disorders. [book auth.] Ernest Beutler, et al. Williams Hematology. 6th edition. New York : McGraw-Hill Professional, 2000.
2. Stevens, Lise M., Lynm, Cassio and Glass, Richard M. Hypertension. JAMA. [Online] 2008. [Cited: August 3, 2008.] http://jama.ama-assn.org/cgi/content/full/299/24/2914. doi:10.1001/jama.299.24.2914.
3. Wetzler, Meir, Byrd, John and Bloomfield, Clara. Acute and Chronic Myeloid Leukemia. [book auth.] Dennis L. Kasper, et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine. New York : McGraw-Hill Professional, 2005.

Atau Hasilnya: (bila Style-nya APA)
Saat jantung kita memompa darah melalui pembuluh darah arteri, terjadi tekanan pada dinding arteri. Hipertensi (tekanan darah tinggi) terjadi saat tekanan darah tetap tinggi sepanjang waktu (LICHTMAN & LIESVELD, 2000). Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan kerusakan pada sistem sirkulasi yang bisa mengakibatkan maslah serius seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan kebutaan (Stevens, Lynm, & Glass, 2008; Wetzler, Byrd, & Bloomfield, 2005). Kepustakaan
LICHTMAN, M. A., & LIESVELD, J. L. (2000). Chronic Myelogenous Leukemia and Related Disorders. In E. Beutler, M. Lichtman, B. Coller, T. Kipps, & U. Seligsohn, Williams Hematology (6th edition ed.). New York: McGraw-Hill Professional.
Stevens, L. M., Lynm, C., & Glass, R. M. (2008). Hypertension. Retrieved August 3, 2008, from JAMA: http://jama.ama-assn.org/cgi/content/full/299/24/2914
Wetzler, M., Byrd, J., & Bloomfield, C. (2005). Acute and Chronic Myeloid Leukemia. In D. L. Kasper, E. Braunwald, A. Fauci, S. Hauser, D. Longo, & L. Jameson, Harrison’s Principles of Internal Medicine. New York: McGraw-Hill Professional.

Apabila anda hendak mengubah rincian daftar pustaka, misalnya terdapat kesalahan pengetikan (contoh pd “judul artikel” pd literatur no 1), maka Klik menu : Reference à Manage Source à
pilih literatur pada kotak kanan yang akan di ubah à
EDIT à
edit seperlunya à


Membuat Halaman Pertama berbeda dengan selanjutnya
Aku terinspirasi membuat ini karena beberapa waktu yang lalu aku melihat file tesis teman yang begitu ribet. Satu makalah dibuatnya bisa lebih dari 10 file kali. Setiap bab dibuat 2 file, file untuk no halaman pertama dan file untuk no halaman setelahnya. Belum lagi untuk no halaman Daftar (i, ii, dst) berbeda dengan no halaman Bab (I,II,II, dst).


Bagaimana prinsipnya?
Jadikan setiap bab sebagai section tersendiri. Section tersendiri ini contohnya: Bab I, Bab II dst masing-masing merupakan satu section tersendiri. Begitu juga antara Daftar Isi, Daftar Tabel, dst. Caranya:
  1. Setiap akan mengganti bab baru, jadikan bab baru itu sebagai new page. Caranya:
    1. Letakkan cursor di akhir bab.
    2. Klik Page Layout àbreakà new page
    3. Lakukan langkah di atas setiap akan pindah bab baru. Saya ingatkan lagi, lakukan ini pada perpindahan, contohnya: Daftar Isi ke Daftar Tabel, juga Daftar Tabel ke Bab I, dst.

  2. Masukkan nomor halaman Daftar (i, ii, iii, dst). Caranya:
    1. Tempatkan cursor pada halaman judul bab, co/ Kata Pengantar
    2. Klik Insert
      à Page Number à
      pilih posisi yang dinginkan. Resminya posisi Bawah bagian Tengah.

    3. Pastikan aktifkan (cek list) pada Difference First Page

    4. Klik Page Number à Format Page number àPilih tipe i, ii, iii,; bila ini halaman pertama, maka pada start at, mulai dari i. à
      OK

    5. Pindahkan cursor pada halaman kedua dari daftar pustaka
    6. Klik Page Number ==>
      pilih posisi. Resminya KANAN ATAS

    7. Untuk Halaman2 bab selanjutnya tinggal menyesuaikan dengan format nomor. Bila nomor halaman bab nasih menggunakan tipe yang sama (i, ii, iii, …), pada bagian vi. Aktifkan pada posisi continue from previous section. Bila ingin mengubah format nomor halaman, Misalnya untuk BAB I yang menggunkan tipe 1,2,3…, tinggal mengubah bentuk penomoran (lihat kembali bagian vi.) dan pada bagian start at isi dengan 1.
  3. Ada kendala? Jangan mudah menyerah!. Coba aja lagi. … kalo tetep ga bisa, berarti gw yang bego bwt turotial ini. Maafkan!

No comments:

Post a Comment

Iklan