Friday, September 14, 2018

Cara Memisahkan Isi Sel Menjadi Beberapa Kolom di Excel

Cara Memisahkan Isi Sel Menjadi Beberapa Kolom di Excel


Anda mungkin pernah membuka file CSV (comma-separated values atau character-separated values) di Excel, yang datanya tidak ditaruh per kolom, tetapi semuanya dijejalkan pada satu sel atau kolom. Dengan tampilan data seperti itu, tentu saja sulit untuk membacanya apalagi menggunakannya. Untungnya, Microsoft Excel memiliki tool Text To Columns untuk menangani masalah ini.
Membagi isi sel - Text to Columns Excel
Text To Columns membagi isi kolom atau sel menjadi beberapa kolom berdasarkan tanda pemisahnya. Delimiter atau tanda pemisah tersebut bisa berupa koma, spasi, tab, huruf, tanda baca atau karakter lainnya.
Fitur ini juga bisa kita gunakan untuk membagi teks pada sebuah sel, misalnya nama lengkap yang dipisahkan dengan spasi dan membaginya menjadi kolom nama pertama dan nama kedua.
Berikut tip dan cara membuatnya.
 

Tip dan Hal Penting:

Hal-hal penting yang perlu diketahui dan dipersiapkan sebelum data dipisah menjadi beberapa kolom:
  • Gunakan tanda pemisah yang sama untuk seluruh data. 
    Seperti contoh berikut, setiap sel pada kolom A berisi nama kota dan ongkos kirim dengan pemisah berupa koma semuanya.
    Data dengan tanda pemisah koma dan tanda petik
  • Taruh data dalam tanda petik dua (“ ”) bila ada lebih dari satu kata dan memiliki tanda pemisah yang sama di dalamnya.
    Contoh: sel dengan data Garut, Kab. Garut, 24000 ingin dipisah menjadi dua kolom, yaitu nama kota (Garut, Kab. Garut) dan ongkos kirim (24000). Tetapi oleh Excel, data tersebut akan dipisahkan menjadi tiga kolom karena ada tanda koma pada nama kota. Agar tanda koma tersebut tidak dianggap sebagai tanda pemisah oleh Excel, maka taruh nama kota dalam tanda petik dua seperti ini: Garut, Kab. Garut, 24000.

Cara Membagi Isi Sel dengan Text To Columns

Tutorial ini menggunakan contoh data daftar nama kota dan ongkos kirim yang akan dibagi menjadi dua kolom dengan tanda pemisah koma (lihat gambar 2 di atas).
Catatan: cara berikut juga bisa digunakan untuk data dengan tanda pemisah berupa spasititik komagaris miring atau karakter lainnya. Penjelasannya ada di langkah 5.
Langkah-langkah:
  1. Buka lembar kerja Excel atau file CSV yang akan dipisahkan datanya.
  2. Pilih atau blok kumpulan sel yang akan dipisahkan tersebut.
  3. Pada Data tab, Data Tools grup, klik Text to Columns untuk membuka kotak dialog Convert Text to Columns Wizard.
    Klik Text to Columns untuk membuka kotak dialog Convert Text to Columns Wizard
  4. Pada layar pertama (Step 1), klik Delimited, dan kemudian klik Next.
    Step 1 - klik Delimited
  5. Di layar berikutnya (Step 2) kita akan menentukan pembatas yang memisahkan isi sel. Pada contoh ini, isi sel dipisahkan dengan koma, untuk itu centang kotak Comma saja di bagian Delimiters dan kosongkan kotak yang lain.
    Tip:
    • Pilih Tab bila data menggunakan tanda pemisah tab.
    • Pilih Semicolon bila data menggunakan tanda pemisah titik koma.
    • Pilih Space bila data menggunakan tanda pemisah spasi.
    • Untuk karakter lain, pilih Other dan isi kotak di sampingnya dengan tanda pemisah, misalnya / (garis miring), bila data menggunakan tanda pemisah tersebut.
    Step 2 - pilih Delimiter, text qualifier dan Data Preview
  6. Jangan lupa centang juga kotak Treat consecutive delimiters as one. Hal ini berguna apabila data memiliki tanda pemisah dua atau lebih berturut-turut. Dengan mencentang kotak tersebut, maka oleh Excel akan dianggap satu saja, sehingga tidak akan dipisahkan menjadi sel kosong.
  7. Pilih Text qualifier tanda petik dua (“) untuk memberitahu Excel agar mengabaikan tanda pemisah yang muncul dalam tanda petik tersebut.
    Catatan: tanda petik pada data harus dibuat terlebih dahulu sebelum melakukan pemisahan. Bila data belum menggunakan tanda petik, klik Cancel untuk memperbaiki data dan ulangi mulai langkah 2.
  8. Hasil pemisahannya bisa dilihat di kotak Data preview. Bila hasil sesuai dengan yang diinginkan maka klik Next.
  9. Layar ketiga (Step 3) yang merupakan tahap terakhir adalah menentukan format atau tipe data. Excel akan otomatis menggunakan format Generalpada semua kolom. Kita bisa menggunakan format ini untuk tipe data teks, angka, dan tanggal.
    Hal penting: bila data berupa angka dan digit pertama data adalah nol (contoh: kode anggota 0233), maka harus menggunakan format yang lain, yaitu Text. Karena bila memilih General, maka Excel akan menghapus angka nol dari digit pertama data.
    Step 3- tentukan format data kolom
    Cara menentukan tipe data:
    1. Klik kolom di kotak Data preview.
    2. Kemudian di bagian Column data format klik Text.
    3. Ulangi langkah di atas (a dan b) untuk kolom yang lain.
  10. Jika ingin hasil pemisahan ditaruh di kolom yang lain, klik icon tanda panah merah di sebelah kanan kotak Destination (lihat gambar di atas) dan kemudian pilih sel yang berikutnya, misalnya C2 dan kemudian tekan ENTER untuk kembali ke layar Convert Text to Columns Wizard.
    Hal penting: jika kita tidak menentukan kolom yang baru, maka data yang sudah dipisah akan ditimpakan di kolom asal data dan kolom-kolom di sampingnya. Untuk itu, sebaiknya siapkan beberapa kolom kosong terlebih dahulu.
    Cell destination untuk hasil text to columns
  11. Klik Finish. Sekarang data sudah terpisah menjadi dua kolom.
    Tampilan hasil sel yang dipisahkan menjadi dua kolom

Thursday, April 12, 2018

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksterna

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksterna

Windows 8.1 USB

Cara Install Windows ke Dalam FlashDisk / Harddisk Eksternal

[ Bisa untuk Windows 7 / Windows 8 / Windows 8.1 / Windows 10 ]

Pernah membayangkan punya sebuah Sistem Operasi Windows yang langsung bisa dijalankan di USB FlashDisk ? jika kalian pernah membayangkan hal tersebut, kali ini saya akan memberikan tutorialnya dengan mudah cara install Windows 7 / 8 / 8.1 / 10 kedalam FlashDisk. Cara ini bukan membuat media bootable Windows ke USB FlashDisk seperti menggunakan Rufus loh, namun dengan cara ini kita akan benar-benar menginstall OS Windows 7 / 8.1 atau Windows 10 kedalam sebuah FlashDisk yang nantinya bisa kita bawa kemana-mana !

Yang Dibutuhkan :

- Sebuah FlashDisk Kosong berukuran 32 GB atau sebuah Harddisk External. Sangat direkomendasikan sudah USB 3.0, agar transfer data lebih cepat. Ingat ! FlashDisk Kosong, apabila FD kalian ada data yang penting, segera pindahkan ! karena FD tersebut nantinya akan di format !
- File ISO Sistem Operasi Windows. Baik Windows 7 hingga Windows 10, disarankan menggunakan Windows 8/8.1 atau Windows 10 karena Windows 7 tidak benar-benar portable.
- Software WinToUSB ( Download Disini ).

Cara Install OS Windows kedalam FlashDisk / Hardisk Eksternal :

1. Install aplikasi WinToUSB, setelah itu jalankan WinToUSB sebagai Administrator.

2. Kemudian kalian cari file ISO Windows yang ingin kalian install. Caranya cukup klik Ikon Browse seperti gambar dibawah ( yang diberi kotak merah ). Kalian bisa lihat WinToUSB segera mendeteksi file ISO tersebut sebagai Windows 10 Enterprise 64-bit. Dan jika sudah klik Next.

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksternal

3. Pada pilihan ini kalian pilih media penyimpanan file ISO yang nantinya akan diinstall. Media Penyimpanan yang saya gunakan adalah sebuah FlashDisk berukuran 32 GB USB 3.0 merk SanDisk. 

Jika muncul pesan seperti dibawah kalian klik OK, nantinya WinToUSB akan melakukan proses format, kalian tunggu saja beberapa detik.

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksternal


4.  Kalian akan diberitahu untuk memilih mana yang akan menjadi boot partition dan system partition.
- boot partition adalah sebuah partisi yang berisi berbagai macam file yang dibutuhkan Windows, biasanya partisi ini berisi folder Program Files, Windows, Program Data, dan lain sebagainya.
- system partition / adalah sebuah partisi yang berisi berbagai macam file seperti Ntldr, Boot.ini, Ntdetect.com, bootmgr. Apabila partisi ini tidak ada, maka kamu tidak akan dapat masuk kedalam Windows.

 Kalian bisa menyimpan kedua partisi tersebut dalam 1 partisi yang sama. Perhatikan pada kotak yang berwarna merah, pada Windows 64-bit ( baik Windows 7 hingga Windows 10 ) membutuhkan ruang kosong sebesar 20 GB, sedangkan pada Windows 32-bit ( baik Windows 7 hingga Windows 10 ) biasanya membutuhkan ruang kosong 16 GB.

Apabila kurang dari ukuran tersebut, kalian akan mendapatkan pesan seperti DISK PARTITION OR SPACE IS INSUFFICIENT.(0x000000C205620000). Oleh karena itu saya merekomendasikan menggunakan FlashDisk berukuran 32 GB atau lebih, pake Hardisk Eksternal juga bisa, asalkan berukuran lebih dari 20 GB.Jika kalian sudah menggunakan FlashDisk 32 GB namun masih mendapatkan pesan tersebut, kalian ubah saja ukurannya pada kotak yang berwarna merah seperti gambar dibawah, pada contoh kali ini saya memberikan ruang penyimpanan sebesar 25 GB.

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksternal

5. Setelah Selesai klik Next lalu tunggu hingga proses selesai. Biasanya memakan waktu hingga 15 Menit tergantung kecepatan PC serta media penyimpanan yang kalian gunakan.

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksternal

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksternal

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksternal

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksternal

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksternal

6. Done ! kalian sudah berhasil membuat Windows didalam FlashDisk !, sekarang kalian boleh Close software WinToUSB.

Cara Install Windows ke Dalam USB FlashDisk atau Harddisk Eksternal

Bagaimana Cara Menjalankannya ?

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menggunakan FlashDisk yang sudah terinstall Windows ? jawabannya gampang sekali ! tinggal kalian ubah saja posisi boot USB FlashDisk kalian pada PC atau Laptop, letakkan posisi boot FlashDisk yang sudah terinstall Windows pada posisi paling awal / atas.

Note :

- Jika kamu mencolok pertama kali USB FD kamu ke PC, maka akan memakan waktu yang cukup lama, hal ini normal, Windows akan mengkonfigurasikan driver dan lain sebagainya dengan PC kamu ( seperti saat pertama kali install ulang ). Hal ini akan terus terjadi apabila kamu menjalankan Windows Portable ini didalam komputer / PC yang berbeda-beda.

- USB FlashDisk memiliki kecepatan transfer data yang lambat dibandingkan Harddisk External yang saat ini sudah mendukung USB 3.0.

- Bisa digunakan untuk Windows Server juga. Namun catatan lainnya adalah, Windows 7 / Server tidak benar-benar portable. Terkadang kalian akan memiliki masalah dalam proses aktivasi dan juga driver.

- Khusus untuk Windows 7 dan Windows Server, hanya support untuk port USB 2.0 bukan 3.0.

Tidak bisa untuk Windows XP ( Hari gini masih pake XP ? )

Thursday, November 23, 2017

Trik Faucet untuk bitcoin Gratis

Mengakali Situs Faucet Bitcoin Gratis dengan IP Proxy

Cara merubah IP Proxy untuk Mengakali Situs Faucet Bitcoin Gratis - Hallo agan-agan yang cantik dan ganteng, kali ini saya akan berbagi tips dan trik mudah tentang cara merubah IP Proxy komputer / laptop kalian untuk mengakali situs-situs faucet yang menyediakan BitCoin Gratis. Cara ini memang sangat membosankan, karena ini manual tidak otomatis, kalau mau yang otomatis silakan baca posting saya yang berjudul "Cara Menambang Bitcoin Gratis", siapa tau aja agan-agan semua mau mencobanya. Nah kalo mau mencoba trik ini silakan simak dibawah ini cara merubah alamat IP Proxy secara manual untuk mengakali situs faucet bitcoin.

Cara Manual merubah IP Proxy di Mozilla Firefox

Pertama
 


Kedua

Ketiga

Keempat

Oke, jika sobat mengikuti langkah-langkah pada gambar gambar diatas, dipastikan ip proxy sobat akan 100% berubah sesuai ip proxy yang agan gunakan. Nah untuk mendapatkan sebuah alamat ip proxy gratis, sobat bisa langsung mencari di situs freeproxylist.com atau hidemyass.com, di kedua situs tersebut agan bisa mendapatkan ip proxy gratis sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan, saya sarankan agan mencari port 80 atau 8080 supaya cepat (katanya).

Demikian cara merubah IP Proxy untuk mengakali situs faucet penyedia bitcoin gratis, dan artikel selanjutnya saya akan membahas situs faucet bitcoin gratis yang akan jadi targetnya. See you next time guest.

Thursday, November 9, 2017

cara menggunakan AVO meter mengukur dan menghitung hasil pengukuran arus, tegangan, tahanan dengan akurat

AVO meter, cara mengukur dan menghitung hasil pengukuran arus, tegangan, tahanan dengan akurat

pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang  cara menggunakan Multimeter, multitester atau juga sering disebut AVOmeter dalam segi mengukur arus, tegangan, tahanan dengan mudah, baik dan benar. sesuai dengan fungsi dari alat ini.

Melakukan pengukuran? Bisakan dilakukan?

Mengukur dan menghitung hasil pengukuran tersebut pada Avometer atau multimeter  adalah bagian paling penting bagi sobat yang ingin belajar ilmu kelistrikan, karena bila sobat tidak menguasai ilmu pengukuran ini, maka sudah dipastikan sobat tidak akan bisa memperbaiki rangkaian elektronika dan rangkaian instalasi listrik dengan baik. Bukan begitu?....

Hal yang wajib sobat kuasai sebelum melakukan pengukuran menggunakan Avometer ini adalah mengetahui setiap fungsi dari bagian pada Avo meter atau multitester tersebut. Oleh karena itu jangan lewatkan pembahasan penting satu ini


Cara melakukan pengukuran menggunakan Avo meter atau Multitester
Sebelum sobat mulai melakukan pengukuran menggunakan Avometer atau juga bisa disebut multimeter dan multitester ini, sobat perlu memahami berbagai macam hitungan yang dapat dihitung

Antara lain Tahanan (Ohm), arus (ampere), dan Volt (tegangan) berikut gambarnya
AVO meter cara mengukur dan menghitung hasil pengukuran arus, tegangan, tahanan dengan akurat
gambar AVO meter yang sering saya gunakan, jelek sekali hhaa

cara mengukur arus, tegangan, tahanan dengan AVO meter sangatlah mudah! Namun banyak orang tidak mengetahui caranya, oleh karena itu saya akan sajikan cara cara mengukur arus, tegangan, tahanan dengan AVO meter

sebelum melakukan pengukuran dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan adalah kondisi Avometer harus ada dalam keadaan baik, tidak cacat dan masih bekerja dengan normal sebagai mana mestinya

berikut cara pengukurannya :

cara mengukur arus / ampere menggunakan AVO meter
AVO meter cara mengukur dan menghitung hasil pengukuran arus, tegangan, tahanan dengan akurat

Pertama
Sebelum mengukur arus DC, sobat perlu memutuskan hubungan dengan pacar sobat, maaf maksudnya sobat perlu memutuskan salah satu jalur hubungan antara beban dan sumber tegangan sebagai tempat untuk melakukan pengukuran. Seperti yang ditunjukan oleh gambar diatas.

Kedua
Arahkan selektor switch atau saklar pemilih yang berfungsi untuk memilih jenis apa yang akan diukur, sehingga menunjuk ke arah DcmA baik itu di 2.5 atau di 25 atau di 0.25A

Ketiga
Arahkan Zero Adjusment (alat untuk mengatur jarum penunjuk nilai pada layar agar bernilai ZERO atau NOL pada posisi stanby

Keempat
Lakukan kalibrasi Avometer yaitu dengan menyatukan jarum penunjuk – dan + (probe) sehingga jarum penunjuk nilai pada layar bergerak penuh

Kelima
Arahkan jarum – dan + sebagai penghubung ke terminal seperti ditunjukan oleh gambar diatas (tepatnya garis warna merah)

keenam
Lihat hasil pada layar bagian skala ukur hasil yang diperoleh. Untuk perhitungan hasilnya akan dibahas setelah ini

Cara mengukur Tegangan (VOLT) pada rangkaian menggunakan Avo meter

Untuk melakukan pengukuran terhadap tegangan sebenarnya hampir sama dengan mengukur arus. namun yang berbeda dari pengukuran Tegangan adalah jika pada pengukuran arus dilakukan dengan dihubungkan seri, maka untuk mengukur tegangan, dilakukan dengan pemasangan jarum pengukur (probe) secara paralel

Penasaran dengan rangkaian seri dan paralel boelh dibaca Merangkai rangkaian seri dan paralel beserta teorinya
Beberapa perbedaannya adalah : 

Sobat arahkan selektor switch ke arah DcmA atau ACV sesuai dengan tegangan yang diukur
Bagi sobat yang kebingungan dengan arus AC dan DC silahkan dibaca Perbedaanantara arus AC dan DC listrik

Lakukan pengukuran seperti ditunjukan oleh gambar dibawah ini :
AVO meter cara mengukur dan menghitung hasil pengukuran arus, tegangan, tahanan dengan akurat
Maka hasil akan terlihat dan untuk menghitung nilai dari hasil pengukuran bisa dibaca setelah ini

Cara mengukur tahanan atau Ohm dengan Avo meter atau multitester

Caranya
Perhatikan terlebih dahulu contoh dibawah ini
AVO meter cara mengukur dan menghitung hasil pengukuran arus, tegangan, tahanan dengan akurat

Pertama
Matikan sumber arus atau tegangan, ketika akan mengukur tahanan (ohm)

Kedua
Ambil gelas dan seduh kopi dulu agar nikmat...(abaikan)

Kedua
Arahkan selektor switch (sklar pemilih) sehingga mengarah ke ohm meter x1, bisa juga x10 atau x100 namun sobat perlu rumus perhitungan Ω agar dapat mengetahui nilainya
AVO meter cara mengukur dan menghitung hasil pengukuran arus, tegangan, tahanan dengan akurat
Ketiga
Arahkan jarum terminal kearah yang dicontohkan pada gambar

keempat
Lihat jarum penunjuk menunjuk ke skala ukur yang bernilai berapa dan itulah hasilnya, dan hasilnya adalah 2Ω + 4Ω + 6Ω + 8Ω = 20Ω, dan jarum penunjukpun akan mengarah ke angka 20 Ω

Namun bila sobat mengarahkan selektor switch ke arah Ω x10 maka nilai yang akan ditunjuk oleh jarum penunjuk adalah 2 dan sobat tiggal kalikan 2 x10 dan itulah hasilnya samakan 20 Ω

Setelah sobat mengetahui cara mengukur berbagai jenis ukuran listrik menggunakan avometer, apakah semua itu cukup? Jelas semuanya belum cukup, karena pengukuran yang dilakukan secara konstan tanpa mempertimbangkan faktor yang dapat memicu keakuratan hasil pengukuran, maka hasil pengukuranpun akan tidak akurat bahkan salah

Terkecuali memang Avometer sobat adalah avometer digital yang langsung dapat melihat nilai hasil pengukuran tersebut dilayar dalam bentuk angka

Namun akan sangat berbeda dengan sobat yang menggunakan Multitester atau Avometer analog yang perlu ilmu lebih lanjut untuk membacanya dan juga perlu mempertimbangkan beberapa faktor penentu keakuratan hasil pengukuran

Lalu apa saja faktor yang dapat memicu keakuratan hasil pengukuran?

Faktor – faktor yang memicu keakuratan hasil pengukuran menggunakann multimeter atau multitester alias AVOmeter adalah sebagai berikut :
1 Avometer masih bekerja dengan baik alias belum rusak
2 pastikan sebelum pengukuran bahwa Zero Adjusment tetap stanby pada posisi NOL jika tidak maka    silahkan gesrkan Zero adjusment tersebut agar jarum penunjuk nilai mengarah pada angka NOL
3 perhatikan arah dari selektor switch mengarah ke nilai yang mana
   Setelanjutnya
Untuk menghitung nilai dari ACV, DCV atau DcmA SAMA, jadi kita pelajari saja salah satunya sehingga menghemat waktu

Perhatikan contoh perhitungan nilai dari pengukuran tegangan (Volt) berikut :
1 Nilai tegangan yang diukur pada layar Avometer menunjukan angka 15 VDC    
2 lalu sobat posisikan selektor switch (saklar pengatur) pada posisi 1000 DCV
3 saat memperhatikan layar pada alat ukur ternyata hanya menunjukan skala terbesar adalah 250, 50, dan 10 tidak ada nilai tertinggi 1000
AVO meter cara mengukur dan menghitung hasil pengukuran arus, tegangan, tahanan dengan akurat
namun tenang, skala pengukur deratan 0-10 menunjukan bila jarum penunjuk nilai pengukuran mengarah pada angka 10 sementara selektor switch mengarah pada angka 1000 DCV maka nilai dari 10 pada layar tersebut adalah 1000 DCV

kembali pada no 1 dimana nilai tegangan yang diukur adalah 15 Volt sementara skala ukur pada selektro switch mengarah ke angka 1000 maka jarum pada layar akan mengarah pada bagian awal dan dengan jarak yang sangat kecil.

solusinya, pindahkan selektor switch ke nilai DCV yang dapat membuat jarum penunjuk nilai pada layar bergerak lebih jauh agar nilai pengukuran lebih akurat

misalnya kita menggerakan selektor switch atau saklar pengubah (pemilih) pada posisi 10 DCV maka jarum penunjuk akan bergerak cepat keujung kanan melebihi kapasitas angka dari layar kaca Avometer. Hal ini disebabkan nilai tegangan yanga diukur jauh lebih besar dibanding skala maksimal dari nilai yang dipilih selektor switch

Sobat harus hati – hati karena jika hal tersebut didiamkan begitu saja akan merusak Avometer itu sendiri, solusinya, bila hal tersebut terjadi maka cepat cepat putuskan hubungan dari benda yang diukur dengan avometer dan pindahkan nilai yang diukur menjadi lebih besar dengan selektro switch misalnya pada 2.5 DCV pindahkan ke 10 DCV

Kembali dengan hasil pengukuran 15Volt, bila saklar pemilih (selektor switch ) mengarah pada bagian 50 DCV, maka jarum penunjuk nilai akan bergerak Tepat ditengah antara nilai 10 – 20 pada skala ukur (range 0-50) yang artinya nilai yang ditunjukan bernilai 15Volt

Sebaliknya bila sobat belum mengetahui tegangan tersebut dan ingin mengetahui nilai akurat dari hasil pengukuran sobat maka cermati Rumus berikut :
Hasil ukuran =
Skala yang dipilih
X angka yang ditunjuk oleh jarum
skala terbesar pada layar
 Sebagai contoh

Berapa hasil tegangan dari hasil pengukuran yang menunjukan angka 10 pada layar sementara batas ukur dilayar tersebut adalah 10 dan nilai selektor switch yang dipilih adalah 50

Diketahui             = skala yang dipilih                           = 50
                                = skala terbesar pada layar          = 10
                                = angka yang ditunjuk jarum         = 10
Maka     hasil = (50/10) X 10
                                = 50 volt
Contoh yang kedua

Skala yang dipilh                               = 50
Skala terbesar pada layar              = 50
Angka yang ditunjuk jarum          = 22 dari (0-50)
Maka     hasil = (50/50) X 22
                                = 22 Volt

Berbeda dengan pengukuran Direct Current Volt (DCV), Alternating Current Volt (ACV), dan Direct Current Mili Ampere (DcmA), menghitung nilai dari hasil ukur Ohm () pada multimeter atau multitester Analog terbilang lebih mudah dibanding dengan yang disebutkan sebelumnya

Misalnya pada pengukuran Ohm meter diatas sudah dijelaskan....

Namun, bila sobat masih bingung dengan pembahasan diatas, saya akan coba bahas kembali dengan lebih detail.... ok


Sebelum pengukuran dan penghitungan dilakukan perhatikan dan pastikan bahwa alat ukur tidak rusak secara fisik dan masih berfungsi sebabagi mana mestinya

Arahkan selektor switch (saklar pemilih) pada bagian x1, x10, x100, atau x1K Ω sesuai dengan kehendak sobat. Setelah terpilih, Atur Zero Adjusment agar pada posisi stanby jarum mengarah pada angka ZERO (NOL). Kenapa demikian? “supaya hasil pengukuran lebih akuran dan sesuai tentunya”
Biasakan sebelum melakukan pengukuran baik itu DCV, ACV, DcmA, ataupun  lakukan Kalibrasi alat ukur, yaitu menghubungkannya kedua jarum pengukur – dan + sehingga jarum penunjuk nilai bisa bergerak

Setelah itu, lakukan pengukuran sebagai mana telah dijelaskan diatas yaitu dengan menempelkannya terhadap komponen atau rangkaian yang akan diukur

Perlu dingat kembali bahwa pengukuran Ohm dilakukan pada saat komponen atau rangkaian tidak bertegangan, jika dilakukan ketika keadaan bertegangan maka akan merusak alat ukur itu sendiri
Setelah terlihat hasilnya maka lakukan tips membaca nilai pada Avometer dengan cara berikut :
Misalnya jarum menunuk pada angka 20 sementara pengali atau selektorswitch mengarah pada x100, maka nilai tahanan tersebut adalah 20X200 = 2000 

Cara Memisahkan Isi Sel Menjadi Beberapa Kolom di Excel

Cara Memisahkan Isi Sel Menjadi Beberapa Kolom di Excel Anda mungkin pernah membuka file  CSV  ( comma-separated values  atau  charac...