Showing posts with label Adminitrasi sekolah. Show all posts
Showing posts with label Adminitrasi sekolah. Show all posts

Saturday, June 3, 2023

MENGONLINEKAN LOCALHOST DENGAN CLOUDFLARE

 

CARA MENGONLINEKAN LOCALHOST DENGAN CLOUDFLARE MUDAH DAN GRATIS

Assalamulaikum Wr. Wb.

Halo Sahabat 

Di postingan ini saya akan sedikit berbagi cara mudah mengonlinekan aplikasi localhost salah satunya Moodle yang tentunya juga gratis.


Jika pada postingan sebelumnya sudah di share cara mengonlinekan localhost menggunakan ngrok dan localhost.run kali ini kita akan menggunakan layanan gratis dari  Cloudflare

Baik kita langsung saja.

Cara Mengonlinekan eRapor Localhost Cloudflare

1. Download dulu file yang akan kita instal yaitu "cloudflared-windows-amd64.msi"

di https://github.com/cloudflare/cloudflared/releases

cloudflared windows amd64 msi

2. Setelah itu kita jalankan atau instal file msi tersebut.

instal cloudflare msi

3. Jika sudah berhasil diinstal, buka aplikasi "CMD"

buka cmd

4. Kemudian ketikan perintah cloudflared tunnel --url localhost:8080  tekan enter. Sesuikan angka 8080 dengan port aplikasi yang ingin Anda onlinekan. Untuk contoh saya coba mengonlinekan moodle

cloudflared tunnel --url localhost

5. Setelah itu Anda akan mendapatkan link url untuk membuka erapor secara online. Silahkan copy paste link tersebut untuk dibagikan ke yg membutuhkan agar bisa mengakses mooodle yang telah dionlinekan. Cari link pada bagian "Your quick Tunnel has been created!" seperti gambar dibawah ini. Bila link dirasa terlalu panjang, sebelum di share bisa gunakan penyingkat URL, semisal s.id

Your quick Tunnel has been created

6. Sekarang buka link yang telah didapatkan tadi. Karena tidak mendukung HTTPS mungkin akan muncul di brwoser Deceptive site ahead. Pilih "Details" ---  "Visit this unsafe site."

Deceptive site ahead

7. Sekarang Anda Sudah berhasil mengonlinekan aplikasi erapor berbasis web localhost. 

8. Agar lebih mantabs, saya lanjutkan bagaimana cara mengonlinekan erapor localhost ini hanya dengan satu klik dengan cara klik file .bat  Buka desktop "Klik Kanan" --- "New" --- "New text document"


9. Tulis/ketikkan cloudflared tunnel --url localhost:8080

cloudflare tunnel

10. Setelah itu "save as" ke format .bat    Misalnya saya beri nama "buka online.bat"

buka erapor online bat

12. Ketika Anda ingin mengonlinekan localhost erapor tinggak klik saja file bat yang telah dibuat.

buka file bat

Monday, August 17, 2020

Modul TKJ

 

Berikut adalah beberapa ebook tkj yang temen - temen dapat unduh

 

Modul Belajar Komputer Dasar untuk Siswa TKJ

1. BAB 1 : Dasar - Dasar Komputer Personal
2. BAB 2 : Merakit Merawat dan Memperbaiki Komputer Personal

 

Modul Sistem Operasi untuk Siswa TKJ

3. BAB 3 : OS untuk Komputer Tunggal

 

Modul Jaringan komputer lengkap untuk Siswa TKJ

4. BAB 4 : Jaringan Komputer
5. BAB 5 : Instalasi Jaringan Komputer
6. BAB 6 : OS Jaringan GUI
7. BAB 7 : OS Jaringan TUI

 

Modul Administrasi Server untuk Siswa TKJ

8. BAB 8 : Administrasi Text
9. BAB 9 :WAN
10. BAB 10 : Pengelolaan Server Jaringan
11. BAB 11 : Firewall
12. BAB 12 : Backup dan Restore Basisdata

Thursday, July 16, 2020

Materi TKJ Kelas 1 ,2 Dan 3



                            Materi TKJ Kelas 1 ,2 Dan 3

Download Dibawah ini!!!!
>>>Semester 1 TKJ

NoDownload MateriLink Download
1DKK 01 PPTLink
2DKK 02 PPTLink
3DKK 03 PPTLink
4KK 01 PPTLink
5KK 02 PPTLink

Download Dibawah ini!!!!
>>>Semester 2 TKJ

NoDownload MateriLink Download
1KK 03 PPTLink
2KK 04 PPTLink
3KK 05 PPTLink
4KK 06 PPTLink
5KK 07 PPTLink
6KK 08 PPTLink

Download Dibawah ini!!!!
>>>Semester 3 TKJ

NoDownload MateriLink Download
1KK 09 PPTLink
2KK 10 PPTLink
3KK 11 PPTLink
4KK 12 PPTLink

Semester 4 nya kan PSG, Atau Prakrin..... belajar materi, Mandiri Serta Belajar di Lingkungan Kerja...
Khusus bagi yang Kelas XII TKJ.

Download Dibawah ini!!!!
>>>Semester 5-6 TKJ

NoDownload MateriLink Download
1KK 13 PPTLink
2KK 14 PPTLink
3KK 15 PPTLink
4KK 16 PPTLink
5KK 17 PPTLink
6KK 18 PPTLink
7KK 19 PPTLink

Tuesday, September 3, 2019

Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan Kurikulum 2013 (K13) revisi 2017/2018

Inilah materi lengkap tentang Keamanan dan Kesehatan Kerja berdasarkan Kurikulum 2013 (K13) revisi 2017/2018. Materi ini merupakan bagian dari mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar SMK jurusan TKJ kelas X semester 1.


Materi K3 LH ini mencakup 4 pembahasan secara detil yaitu :
Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Praktek Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Mengatur Merapihkan Area tempat kerja
1. Dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja

Keselamatan berasal dari kata dasar selamat. Selamat diartikan terhindar dari bahaya, tidak mendapat gangguan,sehat tidak kurang suatu apapun.

Menurut WJS Poerwadarminta : Keselamatan diartikan keadaan perihal terhindar dari bahaya, tidak mendapat gangguan,sehat tidak kurang suatu apapun.

Pekerja terkadang tidak merasa bahwa keselamatan dan kecelakaan itu saling bersinggungan,didalam bekerja harus selalu berfikir bagaiman kita dapat mengantisipasi agar dapat mengurangi resiko kecelakaan.

Lakukanlah sesuatu dengan mengharapkan keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar Operasional Prosedur (SOP). Keselamatan dalam menangani bahaya/resiko harus sesuai dengan SOP keselamatan dalam penggunaan peralatan dan melakukan suatu pekerjaan dengan keadaan sehat. Keselamatan kerja dalam bahasa Inggris adalah WORK SAFETY mempunyai fungsi mencegah kecelakaan di tempat tenaga kerja melakukan pekerjaan.

UU tanggal 19 Nopember 1969 pasal 1 ketentuan–ketentuan pokok mengenai tenaga kerja :
Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik didalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

UU no.1 tanggal 12 januari 1970 pasal 2 tentang keselamatan kerja :
Keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, dipermukaan air, didalam air serta di udara, yang berada dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

Kesehatan berasal dari kata sehat. Sehat menurut World Health Organization (WHO). Health is state of complete physical, mental and social wellbeing and not merely the absence of disease and infirmity. Sehat menurut Hanlon mencakup keadaan pada diri seseorang secara menyeluruh untuk tetap mempunyai kemampuan melakukan tugas fisiolologis maupun psikologis penuh.

UU no 2 tahun 1960, tentang pokok-pokok kesehatan, pasal 2 menyebutkan bahwa yang dimaksud kesehatan ialah meliputi kesehatan badan, rohaniah (mental) dan sosial. Dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan–kelemahan lainnya. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sehat tersebut mencakup :


1. Sehat secara jasmani , dapat dilihat secara physical (penampilan ) yaitu :
Dapat melakukan aktifitasnya dengan baik misal makan, minum, berjalan dan bekerja.
Penampilan baik misalnya cara berpakaian, berbicara
Dapat menggunakan sarana dan prasarana kerja dengan baik sesuai aturan.
2. Sehat secara mental/rohani, dapat dilihat dari bagaimana seseorang yaitu :
Menentukan prioritas dengan memilah-milah yan benar dan berguna dalam kehidupan,
Menghargai dan memberi hadiah diri sendiri atas tindakan,sikap,dan pikiran yang positif,
Menjalankan hidup kerohanian dengan teratur,
Mengasihi sesama dengan memberi bantuan dalam bentuk nasehat, moril /materil,
Berfikir kedepan dan mengantisipasi bagaimana cara menghadapi kesulitan
Berbagi pengalaman dan masalah dengan keluarga, teman
Mengembangkan jaringan sosial/kekeluargaan.
3. sehat secara sosial, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
Urbanisasi
Pengaruh kelas sosial
Perbedaab ras
Latar belakang etnik
Kekuatan politis
Ekonomi
Setiap orang dituntut untuk dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan keahlian masing-masing.

Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja adalah :

Melindungi para pekerja dari kemungkinan–kemungkinan buruk yang mungkin terjadi akibat kecerobohan pekerja/siswa
Memlihara kesehatan para pekerja/siswa untuk memperoleh hasil pekerjaan yang optimal
Mengurangi angka sakit/angka kematian diantara pekerja.
Mencegah timbulnya penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang diakibatkan oleh sesama pekerja
Membina dan meningkatkan kesehatan fisik maupun mental
Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja
Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien

Ruang lingkup keselamatan kesehatan kerja pada dasarnya ada 3 aspek Yaitu :

1. Aspek Pekerja /Siswa
Kesehatan para pekerja/siswa di perusahaan/disekolh harus dijaga dengan baik, karena untuk peningkatan kinerja sehingga menjadi tenaga yang produktif dan profesional. Tugas dan tanggung jawab pekerja/siswa adalah :
Mempelajari dan melaksanakan aturan dan instruksi keselamatan kerja,
Memberikan contoh cara kerja yang aman kepada pekerja baru/siswa yang kurang berpengalaman,
Menunjukkan kesiapan dan minat untuk mempelajari dan melatih diri terhadap keselamatan kerja pada setiap tugas pekerjaan
2. Pekerjaan
Pekerjaan dapat diselesaikan bila ada pekerja. Namun para pekerja /siswa tidak banyak berarti apabila pekerjaan yang dilaksanakan tidak diperlakukan sesuai dengan aturan/presedur yang telah ditetapkan. Hal ini dimaksudkan untuk :
Mencegah dan menghindarkan terjadinya kecelakaan.
Menjaga mutu pekerjaan.
Tidak menurunkan produksi
Tidak merusak angota badan
Mengadakan latihan–latihan terhadap para pekerja /siswa daidalam bidang khusus.
Kecelakaan-kecelakaan itu disebabkan kaarena persoalan teknis dan sebagian besar disebabkan karena kelelahan. Kelelahan dapat menimbulkan efek buruk terhadap jasmani maupun arohani. Efek buruk terhadap jasmani disebut EXHAUSTION, sedangkan efek buruk terhadap rohani disebut NEURASTHENI.

Usaha untuk mencegah /memperkecil kecelakaan dapat dilakukan dengan cara : a). Mengadakan pengaturan tata cara kerja ,antara lain melakukan penjadualan yang baik dan jam kerja rasional serta adanya istirahat berkala diantara jam kerja. b).Menerapkan dan mematuhi peraturan sekolah atau perundangan –undangan lamanya jam kerja. c). Menerapkan rolling kerja

3. Tempat bekerja
Tempat bekerja merupakan bagian yang penting bagi suatu perusahaan/sekolah, secara tidak langsung tempat bekerja akan berpengaruh pada kesenangan, kenyamanan, dan keselamatan dari pda pekerja/siswa. Keadaan atau suasana yang menyenangkan (Comfortable) dan aman (safe) akan menimbulkan gairah produktifitasa kerja.

Usaha-usaha kesehatan yang perlu dilakukan terhadap tempat kerja secara umum adalah menerapkan hygiene dan sanitasi tempat kerja secara khusus antara lain :
Penerangan/pencahayaan dalam ruangan kerja /workshop harus disesuaikan /diatur dengan jenis pekerjaan yang dilakukan.
Pengontrolan udara dalam ruangan kerja.
Suhu ruangan dalam ruangan kerja.
Tekanan udara dalam ruangan kerja.
Pencahayaan.
2. Hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Ketentuan–ketentuan pokok mengenai tenaga kerja ,diatur dengan Undang-undang tanggal 19 Nopember 1969, dimana tercantum pada pasal 10 : Pemerintah membina perlindungan kerja yang mencakup :
a. Norma keselamatan kerja ( UU no 1 tahun 1970)
b. Norma kesehatan kerja higiene perusahaan ( PMP no 7 tahun 1964 )
Perusahaan /sekolah kejuruan secara hukum berkewajiban untuk menghilangkan atau mengurangi resiko /kecelakaan kerja sekecil mungkin. Ketika pekerja/sekolah dalam keadaan penuh tekanan, atau bekerja dalam suasana yang sangat sibuk tidaklah mudah untuk menerapkan keamanan kerja. Namun dalam keadaan apapun pekerja /sekolah harus tetap memperhatikan dan menerapkan keselamatan kesehatan kerja sebagai perioritas.

Untuk melaksanakan tujuan tersebut perusahaan /sekolah kejuruan harus menyediakan atau membuat panduan keselamatan kesehatan kerja, dimana tugas pekerja /siswa adalah menggunakan peralatan dan mengaplikasikan dalam kegiatan yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan / sekolah.

Perusahaan /sekolah wajib menyediakan alat-alat pelindungan keselamatan kesehatan kerja seperti : pakaian kerja/jas lab, sandal jepit, sepatu plastik, masker, sarung tangan, kaca mata, kotak P3K dan isinya, alat pemadam kebakaran, tangga, tempat sampah, alat-alat kebersihan dan sebagainya. Semua pekerja siswa wajib mengetahui tempat alat pemadam kebakaran, kotak P3K dan mengetahui cara penggunaannya. Untuk mencegah kecelakaan kerja, semua pekerja /siswa harus mentaaati seluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja yang telah ditentukan yang berpedoman pada undang-undang yang berlaku. Perlu diingatkan bahwa akibat yang ditimbulkan dari kelalaian dapat menyebabkan pekerja /siswa diberhentikan dari pekerjaan/sekolah atau diberi peringatan. Oleh karena itu sebaiknya pekerja/siswa selalu berhati-hati dalam setiap mengerjakan tugasnya,dengan mematuhi dan melaksanakan instruksi- instruksi tentang pemakaian alat-alat pelindung keselamatan kesehatan kerja. Tempat kerja dipelihara kebersihan serta kerapihannya untuk menjaga kesehatan bersama.

3. Menerapkan praktik Keselamatan kesehatan kerja
Bagi perusahaan /sekolah maupun pekerja/siswa dimanapun berada didalam lingkungan kegiatan suatu pekerjaan ,hendaklah menerapkan K3 merupakan hal yang sangat penting dengan berpedoman sebagai berikut :
Pengusaha menyediakan alat-alat pelindungan keselamatan kerja sesuai dengan kegitan suatu pekerjaan misalnya pakaian kerja /jas lab, sarung tangan, masker, dan sebagainya
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja ,semua pekerja harus mentaati seluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja dengan berpedoman pada UU no 1 tahun 1970.
Alat-alat pemadaman kebakaran harus ditempatkan ditempat yang mudah terlihat dan terjangkau, diberi cat berwarna merah.
Semua pekerja/siswa wajib mengetahui tempat alat-alat pemadam kebakaran dan mengetahui cara penggunaannya.
Benda-benda yang mudah terbakar harus diperhatikan keamanannya serta dilakukan tindakan pencegahan terhadap bahaya kebakaran.
Bila terjadi kebakaran, pluit/tanda bahaya atau tanda khusus lainnya harus segera dibunyikan ,dan para pekerja/siswa yang berada ditempat kejadian, harus berusaha memadamkan api.
Mencegah dan mengurangi kecelakaan, dimana setiap pekerja/praktikan diwajibkan memakai alat pengaman sesuai peralatan yang digunakan, dan sebelum menutup ruangan laboratorium/bengkel setiap hari, teknisi dan instruktur diwajibkan untuk memeriksa mesin, kran gas, kompor gas dan peralatan lainnya yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran.
Kelengkapan alat P3K harus ditempatkan ditempat yang mudah terjangkau, dan harus tetap diperiksa serta dilengkapai isi kebutuhan sesuai ketentuan P 3 K
Segera memberi pertolongan pertama pada setiap kecelakaan sesuai dengan tata cara yang semestinya dilakukan.
Tempat kerja harus memperoleh penerangan yang cukup,dan sebelum meninggalkan laboratorium /bengkel,periksa dan matikan semua instalasi yang berkaitan dengan mesin kecuali untuk penerangan.
4. Merapihkan area dan tempat kerja
Menjaga/memelihara area dan tempat kerja membutuhkan perhatian dan kewaspadaan yang terus menerus, satu upaya penyelamatan tergantung pada unjuk kerja setiap pekerja/siswa yang bekerja ditempat trersebut.Kecelakaan sangat mudah terjadi, maka dari itu setiap bekerja dan selesai bekerja dimana tempat kerja perlu dirapihkan, seperti uraian tugas berikut :

a. Kesehatan kerja
Tempat kerja pekerja dipelihara kebersihan dan kerapihannya, untuk kesehatan bersama, misalnya dilarang meludah dilantai, dilarang membuang sampah disembarang tempat, membersihkan meja kerja dan peralatan yang dipakai,
Setiap pekerja harus mematuhi dan melaksanakan instruksi-instruksi tentang pemakaian alat-alat pelindung K3 yang disediakan.
Setiap pekerja yang mengetahui pekerja lain menderita penyakit menular seperti lepra, syphilis, kolera, TBC, demam berdarah, muntaber dan sebagainya, harus segera melapor kepada pimpinan untuk segera diambil langkah-langkan pencegahan.

b. Menyelenggarakan penyegaran udara
Agar sirkulasi udara di tempat kerja bersih dan segar dengan baik, maka debu-debu pada mesin dan jendela harus bersih, pintu dan jendela harus dalam keadaan terbuka, di ruang laboratorium dipasang fan agar udara bersih selama ada kegiatan/praktek.

c. Memelihara kebersihan kesehatan dan ketertiban
Bengkel/laboratorium harus tetap dalam keadaan bersih, baik sesudah maupun sebelum digunakan praktek, untuk instruktur perlu mengatur grup piket kebersihan.
Bengkel/laboratorium harus menyiapkan tempat penampungan sementara bahan-bahan sisa praktekum sebelum dibuang ketempat pembuangan
Air buangan /sisa bahan pencuci lainnya harus ditampung pada tempat tertentu yang dibuat untuk itu
Air buangan sisa bahan proses/pencucian yang mengandung zat kimia tidak boleh langsung dibuang kesaluran /sungai tanpa dinetralisir terlebih dahulu
Setiap orang yang berada di bengkel/laboratorium harus mentaati tatatertib yang berlakau dan menggunakan peralatan sesuai prosedur
Zat-zat/bahan yang disiapkan dan setelah digunakan harus dalam keadaan bersih dan tertutup, disimpan dilemari zat/obat yang telah disediakan
Alat-alat dan meja kerja setelah digunakan harus dibersihkan oleh praktikan dan piket .

d. Mengamankan pengangkutan bahan dan peralatan
Pemasukan dan pengeluaran bahan dan peralatan ke dan dari laboratorium/gudang harus mendapat persetujuan kepala laboratorium/instruktur/toolman, yang dilakukan dengan penuh kecermatan dan ketelitian
Untuk kelancaran dan keselamatan bahan dan peralatan yang keluar masuk laboratorium/yang dipakai, maka diwajibkan untuk menyiapkan cara/prosedur peminjaman dan pengembalian yang khusus

e. Pencegahan bahaya aliran listrik
Pemeriksaan dan perawatan sekring, fitting, saklar, sistem pertahanan dan kabel sambung aliran listrik harus dilakukan secara berkala
Jika kabel kelistrikan rusak, maka harus diganti oleh orang yang mempunyai keahlian sejenis agar terhindar dari bahaya
Bila ada mesin yang tidak jalan /trobel segera matikan dan laporkan kepada guru/instruktu/toolman untuk dicek dan selanjutnya diperbaiki
Bila menggunakan peralatan listrik seperti setrika, mixer, dryer, kompor listrik, periksa terlebih dahulu dan jangan sekali-kali memakai alat tersebut jika terdapat kerusakan. Bila alat digunakan jangan sekali-kali meninggalkan tanpa ditunggui ketika sedang dihubungkan dengan listrik. Bila alat sedang digunakan terjadi hubungan pendek segera matikan dan segera cabut kabel saluran listrik dari stop kontak dinding

f. Penataan ruang bengkel.
Penataan ruang bengkel atau tempat kerja disebut juga penataan ruang alat dan persediaan. Dimana ditinjau dari tujuannya yaitu:

a). Berhubungan dengan fasilitas, sbb:
Penyediaan serta pengaturan yang baik dari fasilitas /peerlengkapan perbaikan yang diperlukan untuk proses pengerjaan.
Mengurangi sekecil mungkin waktu menganggur dan waaktu menunggu dalam penggunaan peralatan.
Penghematan pemakaian ruangan /tempat kerja untuk digunakan secara efektif.
Mengurangi sebanyak mungkin kerugian investasi (perencanaan modal) dalam peralatan atau fasilitas lainnya.
Memungkinkan perawatan /pemeliharaan yang baik terhadap semua fasilitas peralatan perbaikan.
Fleksibel terhadap perubahan-perubahan yang diperlukan apabila ada perubahan.
b). Berhubungan dengan tenaga kerja, sbb:
Perencanaan penggunaan tenaga kerja seefisie


Bengkel/laboratorium harus tetap dalam keadaan bersih, baik sesudah maupun sebelum digunakan praktek, untuk instruktur perlu mengatur grup piket kebersihan.
Bengkel/laboratorium harus menyiapkan tempat penampungan sementara bahan-bahan sisa praktekum sebelum dibuang ketempat pembuangan
Air buangan /sisa bahan pencuci lainnya harus ditampung pada tempat tertentu yang dibuat untuk itu
Air buangan sisa bahan proses/pencucian yang mengandung zat kimia tidak boleh langsung dibuang kesaluran /sungai tanpa dinetralisir terlebih dahulu
Setiap orang yang berada di bengkel/laboratorium harus mentaati tatatertib yang berlakau dan menggunakan peralatan sesuai prosedur
Zat-zat/bahan yang disiapkan dan setelah digunakan harus dalam keadaan bersih dan tertutup, disimpan dilemari zat/obat yang telah disediakan
Alat-alat dan meja kerja setelah digunakan harus dibersihkan oleh praktikan dan piket .

d. Mengamankan pengangkutan bahan dan peralatan
Pemasukan dan pengeluaran bahan dan peralatan ke dan dari laboratorium/gudang harus mendapat persetujuan kepala laboratorium/instruktur/toolman, yang dilakukan dengan penuh kecermatan dan ketelitian
Untuk kelancaran dan keselamatan bahan dan peralatan yang keluar masuk laboratorium/yang dipakai, maka diwajibkan untuk menyiapkan cara/prosedur peminjaman dan pengembalian yang khusus

e. Pencegahan bahaya aliran listrik
Pemeriksaan dan perawatan sekring, fitting, saklar, sistem pertahanan dan kabel sambung aliran listrik harus dilakukan secara berkala
Jika kabel kelistrikan rusak, maka harus diganti oleh orang yang mempunyai keahlian sejenis agar terhindar dari bahaya
Bila ada mesin yang tidak jalan /trobel segera matikan dan laporkan kepada guru/instruktu/toolman untuk dicek dan selanjutnya diperbaiki
Bila menggunakan peralatan listrik seperti setrika, mixer, dryer, kompor listrik, periksa terlebih dahulu dan jangan sekali-kali memakai alat tersebut jika terdapat kerusakan. Bila alat digunakan jangan sekali-kali meninggalkan tanpa ditunggui ketika sedang dihubungkan dengan listrik. Bila alat sedang digunakan terjadi hubungan pendek segera matikan dan segera cabut kabel saluran listrik dari stop kontak dinding

f. Penataan ruang bengkel.
Penataan ruang bengkel atau tempat kerja disebut juga penataan ruang alat dan persediaan. Dimana ditinjau dari tujuannya yaitu:

a). Berhubungan dengan fasilitas, sbb:
Penyediaan serta pengaturan yang baik dari fasilitas /peerlengkapan perbaikan yang diperlukan untuk proses pengerjaan.
Mengurangi sekecil mungkin waktu menganggur dan waaktu menunggu dalam penggunaan peralatan.
Penghematan pemakaian ruangan /tempat kerja untuk digunakan secara efektif.
Mengurangi sebanyak mungkin kerugian investasi (perencanaan modal) dalam peralatan atau fasilitas lainnya.
Memungkinkan perawatan /pemeliharaan yang baik terhadap semua fasilitas peralatan perbaikan.
Fleksibel terhadap perubahan-perubahan yang diperlukan apabila ada perubahan.
b). Berhubungan dengan tenaga kerja, sbb:
Perencanaan penggunaan tenaga kerja seefisien mungkin.
Mengurangi resiko kecelakaan kerja yang sesuai dengan kemampuannya.
Penempatan tenaga kerja/siswa yang sesuai dengan bidang kemampuannya.
Membuat suasana kerja yang menyenangkan dan harmonis.
Memperhatikan kondisi kesehatan pekerja/siswa saat bekerja.
Memungkinkan penempatan ruang kepala bengkel/instruktur yang tepat
c). Berhubungn dengan bahan, alat dan spare part, sbb :
Pengaturan cara peyimpanan bahan, alat, spare part sebaik mungkin agar pemakaian lantai ruangan sehemat mungkin
Pengaturan tata letak mesin sesuai SPM yang berlaku dan disesuaikan urutan proses/pekerjaan, agar menghemat lantai ruangan dan efektif, efisien waktu
Menghindari hal-hal yang dapat merusak baahan, alat, dan spare part
Menghindari terjadinya kehilangan bahan, alat dan spare part
Menghindari kecelakaan dan gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh bahan
d). Dibuatkan denah ruangan untuk mempermudah akses pengawasan dan pemeliharaan .

Itulah materi lengkap tentang K3LH (Kesselamatan dan Kesehatan Kerja). Untuk materi selanjutnya adalah Dasar Perakitan Komputer.

Monday, September 2, 2019

cara buka microsoft word yang diproteksi

Cara merubah file Word yang diproteksi, agar bisa di copy dan di edit
Biasanya file word merupakan file yang di protect alias di password, sangat membahayakan sekali apabila ketika seseorang yang mempassword (protect) sebuah file word lalu lupa passwordnya. Sehingga menyebabkan seseorang, tidak bisa mengcopy, bahkan mengedit file tersebut.

Berikut ini cara agar file microsoft word yang tadinya diproteksi (tanpa menggunakan password) bisa di edit, dan bahkan bisa di copy :

1. save as file word tadi di folder lain, lalu simpan file tadi dengan format XML Documents *.xml

2. tutup file word tadi

3. buka file yang telah dirubah menjadi XML Documents tadi, dengan notepad atau wordpad.

4. cari kata protection, menggunakan Ctrl+F

5. setelah ketemu, hapus kode ini yang saya garis bawahi ini :

w:documentProtection w:edit="forms" w:enforcement="on" w:unprotectPassword="9D77CE88"/


6. setelah itu, save file yang sudah dirubah kodenya tadi.

7. buka file yang sudah dirubah kodenya tadi dengan microsoft word. Insya Alloh, sudah bisa dicopy dan diedit file nya...

Jika ada kesulitan, PM ke Chat WA disamping blog

Saturday, September 15, 2018

Cara Memisahkan Isi Sel Menjadi Beberapa Kolom di Excel

Cara Memisahkan Isi Sel Menjadi Beberapa Kolom di Excel


Anda mungkin pernah membuka file CSV (comma-separated values atau character-separated values) di Excel, yang datanya tidak ditaruh per kolom, tetapi semuanya dijejalkan pada satu sel atau kolom. Dengan tampilan data seperti itu, tentu saja sulit untuk membacanya apalagi menggunakannya. Untungnya, Microsoft Excel memiliki tool Text To Columns untuk menangani masalah ini.
Membagi isi sel - Text to Columns Excel
Text To Columns membagi isi kolom atau sel menjadi beberapa kolom berdasarkan tanda pemisahnya. Delimiter atau tanda pemisah tersebut bisa berupa koma, spasi, tab, huruf, tanda baca atau karakter lainnya.
Fitur ini juga bisa kita gunakan untuk membagi teks pada sebuah sel, misalnya nama lengkap yang dipisahkan dengan spasi dan membaginya menjadi kolom nama pertama dan nama kedua.
Berikut tip dan cara membuatnya.
 

Tip dan Hal Penting:

Hal-hal penting yang perlu diketahui dan dipersiapkan sebelum data dipisah menjadi beberapa kolom:
  • Gunakan tanda pemisah yang sama untuk seluruh data. 
    Seperti contoh berikut, setiap sel pada kolom A berisi nama kota dan ongkos kirim dengan pemisah berupa koma semuanya.
    Data dengan tanda pemisah koma dan tanda petik
  • Taruh data dalam tanda petik dua (“ ”) bila ada lebih dari satu kata dan memiliki tanda pemisah yang sama di dalamnya.
    Contoh: sel dengan data Garut, Kab. Garut, 24000 ingin dipisah menjadi dua kolom, yaitu nama kota (Garut, Kab. Garut) dan ongkos kirim (24000). Tetapi oleh Excel, data tersebut akan dipisahkan menjadi tiga kolom karena ada tanda koma pada nama kota. Agar tanda koma tersebut tidak dianggap sebagai tanda pemisah oleh Excel, maka taruh nama kota dalam tanda petik dua seperti ini: “Garut, Kab. Garut”, 24000.

Cara Membagi Isi Sel dengan Text To Columns

Tutorial ini menggunakan contoh data daftar nama kota dan ongkos kirim yang akan dibagi menjadi dua kolom dengan tanda pemisah koma (lihat gambar 2 di atas).
Catatan: cara berikut juga bisa digunakan untuk data dengan tanda pemisah berupa spasi, titik koma, garis miring atau karakter lainnya. Penjelasannya ada di langkah 5.
Langkah-langkah:
  1. Buka lembar kerja Excel atau file CSV yang akan dipisahkan datanya.
  2. Pilih atau blok kumpulan sel yang akan dipisahkan tersebut.
  3. Pada Data tab, Data Tools grup, klik Text to Columns untuk membuka kotak dialog Convert Text to Columns Wizard.
    Klik Text to Columns untuk membuka kotak dialog Convert Text to Columns Wizard
  4. Pada layar pertama (Step 1), klik Delimited, dan kemudian klik Next.
    Step 1 - klik Delimited
  5. Di layar berikutnya (Step 2) kita akan menentukan pembatas yang memisahkan isi sel. Pada contoh ini, isi sel dipisahkan dengan koma, untuk itu centang kotak Comma saja di bagian Delimiters dan kosongkan kotak yang lain.
    Tip:
    • Pilih Tab bila data menggunakan tanda pemisah tab.
    • Pilih Semicolon bila data menggunakan tanda pemisah titik koma.
    • Pilih Space bila data menggunakan tanda pemisah spasi.
    • Untuk karakter lain, pilih Other dan isi kotak di sampingnya dengan tanda pemisah, misalnya / (garis miring), bila data menggunakan tanda pemisah tersebut.
    Step 2 - pilih Delimiter, text qualifier dan Data Preview
  6. Jangan lupa centang juga kotak Treat consecutive delimiters as one. Hal ini berguna apabila data memiliki tanda pemisah dua atau lebih berturut-turut. Dengan mencentang kotak tersebut, maka oleh Excel akan dianggap satu saja, sehingga tidak akan dipisahkan menjadi sel kosong.
  7. Pilih Text qualifier tanda petik dua (“) untuk memberitahu Excel agar mengabaikan tanda pemisah yang muncul dalam tanda petik tersebut.
    Catatan: tanda petik pada data harus dibuat terlebih dahulu sebelum melakukan pemisahan. Bila data belum menggunakan tanda petik, klik Cancel untuk memperbaiki data dan ulangi mulai langkah 2.
  8. Hasil pemisahannya bisa dilihat di kotak Data preview. Bila hasil sesuai dengan yang diinginkan maka klik Next.
  9. Layar ketiga (Step 3) yang merupakan tahap terakhir adalah menentukan format atau tipe data. Excel akan otomatis menggunakan format Generalpada semua kolom. Kita bisa menggunakan format ini untuk tipe data teks, angka, dan tanggal.
    Hal penting: bila data berupa angka dan digit pertama data adalah nol (contoh: kode anggota 0233), maka harus menggunakan format yang lain, yaitu Text. Karena bila memilih General, maka Excel akan menghapus angka nol dari digit pertama data.
    Step 3- tentukan format data kolom
    Cara menentukan tipe data:
    1. Klik kolom di kotak Data preview.
    2. Kemudian di bagian Column data format klik Text.
    3. Ulangi langkah di atas (a dan b) untuk kolom yang lain.
  10. Jika ingin hasil pemisahan ditaruh di kolom yang lain, klik icon tanda panah merah di sebelah kanan kotak Destination (lihat gambar di atas) dan kemudian pilih sel yang berikutnya, misalnya C2 dan kemudian tekan ENTER untuk kembali ke layar Convert Text to Columns Wizard.
    Hal penting: jika kita tidak menentukan kolom yang baru, maka data yang sudah dipisah akan ditimpakan di kolom asal data dan kolom-kolom di sampingnya. Untuk itu, sebaiknya siapkan beberapa kolom kosong terlebih dahulu.
    Cell destination untuk hasil text to columns
  11. Klik Finish. Sekarang data sudah terpisah menjadi dua kolom.
    Tampilan hasil sel yang dipisahkan menjadi dua kolom

10 Cara Dapatkan Penghasilan Pasif dari Aset Kripto

  Semua pecinta aset kripto nampaknya paham bahwa cara paling umum dalam mendulang cuan di aset kripto adalah dengan   trading . Hanya saja,...