Kumpulan artikel dalam dunia pendidikan, untuk mempermudah pemahaman siswa maupun orang awam dalam memahami pendidikan yang semakin maju dan agar dapat memaximalkan keahlian dalam hal berprestasi.
Showing posts with label MPLS. Show all posts
Showing posts with label MPLS. Show all posts
Wednesday, July 8, 2020
Tuesday, July 7, 2020
Sunday, July 5, 2020
Kalender Pendidikan 2020-2021
Kalender Pendidikan
SK Kalender Pendidikan Jawa Timur
Klik Disini
SK Kalender Pendidikan Jawa Timur
Klik Disini
Pemulaan tahun pelajaran di provinsi Jawa Timur dimulai pada hari senin tanggal 13 Juli 2020 dan akhir tahun pelajaran pada hari sabtu tanggal 19 juni 2021.
Hari pertma kagiatan pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan satuan pendidikan diisi dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru yang berlangsung salam 3 hari yaitu tanggal 13 s.d 15 Juli 2020.
Ditetapkan pada pasal 5 beban belajar di provinsi Jawa Timur:
- Dalam penyelenggaraan pendidikan, satuan pendidikan menggunakan sistem semester yang membagl 1 (satu) tahun pelajaran adalah semester ganjil dan semester genap baik bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem reguler dan atau sistem kredit semester (SKS);
- Jumlah minggu efektif dalam satu tahun pelajaran :
a Kurikulum 2006, Jumlah mlnggu efeklif 34·38 mlnggu, dengan nncian masing-masing semester paling sedikt 17 minggu dan paling banyak 19 minggu;
b. Kurikulum 2013, jumlah mlnggu efektJf minimal 36 minggu, dengan rincian semester 1 s.d 5 paling sedikit 18 minggu, sedangkan semester genap kelas XII SMA/SMALB dan SMK/SMKLB paling sedikit 14 minggu; - Satuan pendldikan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam satu mlnggu 5 (lima) atau 6 (enam) hari;
- Jumlah hari belajar efektif fakultas dalam (satu) tahun pelajaran sebanyak 3 hari;
Materi kurikulum 2013
Materi kurikulum
2013 dan Revisinya
Tahappelaksanaanpembelajarankurikulum 2013 meliputi:
a. KegiatanPendahuluanDalamkegiatanpendahuluan, guru:
1) mengondisikansuasanabelajar yang menyenangkan.
2) mendiskusikankompetensi yang
sudahdipelajaridandikembangkansebelumnyaberkaitandengankompetensi yang
akandipelajaridandikembangkan;
3) menyampaikankompetensi yang
akandicapaidanmanfaatnyadalamkehidupansehari-hari; dan
4) menyampaikangarisbesarcakupanmateridankegiatan yang
akandilakukan.
5) menyampaikanlingkupdanteknikpenilaian yang akandigunakan
b. KegiatanIntiKegiatanintimerupakan proses
pembelajaranuntukmencapaikompetensi, yang dilakukansecarainteraktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasipesertadidikuntukberpartisipasiaktif, sertamemberikanruang yang
cukupbagiprakarsa, kreativitas, dankemandiriansesuaidenganbakat,
minatdanperkembanganfisiksertapsikologispesertadidik.
Kegiatanintimenggunakanpendekatansaintifik yang
disesuaikandengankarakteristikmatapelajarandanpesertadidik.
Guru memfasilitasipesertadidikuntukmelakukan proses mengamati,
menanya, mengumpulkaninformasi/mencoba, menalar/mengasosiasi,
danmengomunikasikan. Dalamsetiapkegiatan guru
harusmemperhatikanperkembangansikappesertadidikpadakompetensidasardari KI-1 dan
KI-2 antaralainmensyukurikaruniaTuhan, jujur, teliti, kerjasama, toleransi,
disiplin, taataturan, menghargaipendapat orang lain yang
tercantumdalamsilabusdan RPP.
c. KegiatanPenutupKegiatanpenutupterdiriatas:
1) Kegiatan guru bersamapesertadidikyaitu:
(a) membuatrangkuman/simpulanpelajaran;
(b) melakukanrefleksiterhadapkegiatan yang sudahdilaksanakan;
dan
(c) memberikanumpanbalikterhadap proses danhasilpembelajaran.
2) Kegiatan guru yaitu:
(a) melakukanpenilaian;
(b)
merencanakankegiatantindaklanjutdalambentukpembelajaranremedi, program pengayaan,
layanankonselingdan/ataumemberikantugasbaiktugas individual
maupunkelompoksesuaidenganhasilbelajarpesertadidik; dan
(c) menyampaikanrencanapembelajaranpadapertemuanberikutnya.
DayaDukung Proses
pembelajaranmemerlukandayadukungberupaketersediaansaranadanprasaranapembelajaran.Sarana
yang meliputiperabot, peralatanpendidikan, media pendidikan,
bukudansumberbelajarlainnya, bahanhabispakai, sertaperlengkapan lain yang
diperlukanuntukmenunjang proses pembelajaran yang teraturdanberkelanjutan.
prasarana yang meliputilahan, ruangkelas, ruangpimpinansatuanpendidikan,
ruangpendidik, ruangtatausaha, ruangperpustakaan, ruanglaboratorium,
ruangbengkelkerja, ruang unit produksi, ruangkantin, instalasidayadanjasa,
tempatberolahraga, tempatberibadah, tempatbermain, tempatberkreasi,
danruang/tempat lain yang
ASPEK PENILAIAN
Pengetahuan
Aspekpengetahuanmerupakanaspek yang ada di dalammateripembelajaranuntukmenmbahwawasansiswa di suatubidang. Di dalamstrukturkurikulumini,jenjang SD memilikipengetahuansebanyak 20% dan 80% aspekkarakter,jenjang SMP memilikibobotpengetahuan 40% dan 60% aspekkarakter,danjenjang SMA memilikibobotpengetahuan 80% dan 20% aspekkarakter. PadaKurikulum 2013 memangdiintergrasikandenganpendidikankarakter yang sebelumnyatelahdicanangkanpemerintahsebelumterbentuknyakurikulumini.
Aspekpengetahuanmerupakanaspek yang ada di dalammateripembelajaranuntukmenmbahwawasansiswa di suatubidang. Di dalamstrukturkurikulumini,jenjang SD memilikipengetahuansebanyak 20% dan 80% aspekkarakter,jenjang SMP memilikibobotpengetahuan 40% dan 60% aspekkarakter,danjenjang SMA memilikibobotpengetahuan 80% dan 20% aspekkarakter. PadaKurikulum 2013 memangdiintergrasikandenganpendidikankarakter yang sebelumnyatelahdicanangkanpemerintahsebelumterbentuknyakurikulumini.
Keterampilan
Aspekketerampilanbertujuanuntukmeningkatkanketerampilansiswadalammembuat,melaksanakan,danmengerjakansuatusoalatauproyeksehinggasiswadapatterlatifsifatilmiahdankarakter yang merujukpadaaspekketerampilan. Aspekketerampilandapatberupaketerampilanpengerjaansoal,keterampilanpengerjaandanpelaksanaanproyek,keterampilanmembuatteks,danketerampilandalammenjawabsoallisan.
Sikapdan Perilaku
Aspekpenilaiansikapdanperilakumerupakanaspekpenilaiandenganmenilaisikapdanperilakupesertadidikselama proses pembelajaran. Aspekpenilaianinidinilaioleh guru dalamjurnalharian,temansejawatdalamsebuahlembarannilai,dandiambilolehdirimasing-masingsiswa.
Materi Video Klik Disini
MATERI TATA KRAMA SISWA
Tujuan: Setelah mengikuti
uraian materi ini diharapkan siswa baru dapat memahami pentingnya tata krama di
lingkungan sekolah dan mengenal isi tata krama siswa
A. Apa Itu Tata Krama ?
Kita hidup berada dalam sebuah kelompok masyarakat yang senantiasa berinteraksi dalam pergaulan. Dalam pergaulan hidup tentu kita menginginkan keharmonisan dan kenyamanan.Untuk mewujudkan keharmonisan dan kenyamanan maka diperlukan aturan pergaulan yang biasa disebut tata karma.
Tata Krama terdiri dari dari dua kata,yaitu “tata” dan “krama”.Tata berarti adat istiadat / aturan, norma,sedangkan krama mengandung pengertian sopan santun, kelakuan yang sesuai dengan norma peraturan yang disepakati di dalam pergaulan antar manusia. Tata Krama dilakukan oleh siapapun dimanapun dan kapanpun sejak kita masih kanak – kanak dalam segala hal apa saja sepanjang masih berhubungan dengan kemanusiaan atau kemasyarakatan.
Tata krama atau adat sopan santun atau sering disebut etiket telah menjadi bagian dalam hidup, contoh; pada waktu Anda masih kanak-kanak, orang tua Anda sudah melatih Anda menerima pemberian orang dengan tangan sebelah kanan dengan mengucapkan terima kasih. Orang tua Anda melatih anda cara makan, minum, menyapa, memberi hormat dan berpakaian. Lama kelamaan perilaku Anda menjadi kebiasan. Tata krama adalah kebiasaan, yang lahir dalam hubungan antar manusia. Tata krama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas lama kelamaan dapat merambat ke lingkungan yang lebih luas.
Dalam pergaulan sehari-hari sering kita jumpai manusia dengan type kedondong yaitu orang yang berpenampilan menarik dalam berpakaian, berbicara, makan, minum, dan berjalan. Namun penampilan itu hanyalah polesan saja. Ternyata hatinya dikuasai oleh sifat-sifat tak terpuji, suka dendam, egois, suka menyakiti hati. Ada juga manusia yang bertype durian, penampilan tidak menarik, kasar, dan tidak mengundang simpati, namun berhati emas, rendah hati, suka memaafkan, suka menolong dan menghargai orang lain. Kulit durian memang tajam dan kasar, tetapi buah durian terasa enak kalau dimakan. Makna tata krama yang sesungguhnya bukanlah seperti kedondong yang licin kulitnya dan masam rasanya, demikian pula makna tata krama bulanlah seperti durian yang tajam tapi enak rasanya. Kedua-duanya sama merugikan.
Tata krama telah menjadi bagian dari pergaulan sehari-hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antara manusia setempat.
B. Maksud dan Tujuan Tata Krama
Warga masyarakat lingkungan sekolah terdiri dari guru, staf tata usaha dan siswa. Dengan beragamnya usia dan pekerjaan maka sangat diperlukan tata karma pergaulan antara siswa dengan guru/staf tata usaha dan antarsiswa.
Maksud dan tujuan tata karma di lingkungan sekolah adalah:
1. Supaya siswa dapat bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari – hari sesuai dengan nilai – nilai normatif yang melandasi kepribadian siswa serta sebagai tolok ukur penilaian yang baku bagi pembinaannya.
2. Agar siswa memiliki sikap dan perilaku yang dapat menanamkan dan menumbuhkan disiplin dan tata tertib serta jiwa kesatuan yang tinggi sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai siswa / peserta didik
3. Agar tercipta kerukunan hidup,keharmonisan hubungan antarwarga sekolah sehingga segala aktivitas pendidikan di lingkungan sekolah berjalan dengan lancar.
Warga masyarakat lingkungan sekolah terdiri dari guru, staf tata usaha dan siswa. Dengan beragamnya usia dan pekerjaan maka sangat diperlukan tata karma pergaulan antara siswa dengan guru/staf tata usaha dan antarsiswa.
Maksud dan tujuan tata karma di lingkungan sekolah adalah:
1. Supaya siswa dapat bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari – hari sesuai dengan nilai – nilai normatif yang melandasi kepribadian siswa serta sebagai tolok ukur penilaian yang baku bagi pembinaannya.
2. Agar siswa memiliki sikap dan perilaku yang dapat menanamkan dan menumbuhkan disiplin dan tata tertib serta jiwa kesatuan yang tinggi sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai siswa / peserta didik
3. Agar tercipta kerukunan hidup,keharmonisan hubungan antarwarga sekolah sehingga segala aktivitas pendidikan di lingkungan sekolah berjalan dengan lancar.
C. Tata Krama Di Lingkungan Sekolah
Tata krama di lingkungan sekolah terdiri dari; tata krama bergaul,tata karma berpakaian dan tata krama belajar. Tata krama bergaul terdiri dari tata krama bergaul dengan guru/staf tata Usaha dan tata krama bergaul dengan sesama siswa.
1. Tata Krama Bergaul
a. Bergaul Dengan Guru
Guru adalah orang dewasa,baik dewasa umur maupun dewasa pikiran.Oleh karena itu,para siswa bila bergaul dengan para guru/staf tata usaha,hendaknya selalu mengingat aturan bergaul dengan dengan orang dewasa,antara lain:
1). Berbicara yang sopan di hadapan guru,antara lain suara tidak melebihi dari suara guru
2). Mengucapkan salam bila bertemu dengan guru
2). Tidak memotong pembicaraan gurudan bila terpaksa maka harus minta maaf terlebih dahulu
3). Memperhatikan guru yang sedang bicara,antara lain tidak membelakangi guru atau tidak sibuk dengan urusan lain
4). Tidak memanggil atau meminta sesuatu pada guru dari arah belakang atau jarak yang jauh,melainkan mendekati guru dari depan atau samping.
5). Tidak lewat atau lari di depan guru yang sedang duduk,kecuali terpaksa dengan minta izin
6). Tidak boleh menyapa guru dengan sapaan yang tidak sopan seperti mengucapkan “halo Pak/halo Bu !” atau mengucapkan “halo Boss !” dan sebagainya
7). Bila dipanggil oleh guru maka harus segera menyahut dan mendatangi guru serta segera melaksanakan perintahnya
8). Tidak boleh memasuki ruang guru atau berkerumun di depn meja guru kecuali di panggil atau ada urusan penting
9). Tidak boleh mengambil sesuatu di ruang guru tanpa izin guru
10). Tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor dihadapan guru
11). Tidak boleh membantah atau menentang guru secara emosional
12). Tidak boleh meludah di depan guru
13). Tidak menjelek-jelekkan guru di hadapan orang tua atau masyarakat
14). Bersalaman dengan guru dan mencium tangannya bila sesama jenis kelamin,dan tidak bila berbeda jenis kelamin karena dilarang dalam agama.
15). Menerima keadaan guru,tidak merendahkan guru, dan bersabar terhadap guru yang bertempramen keras,yang suka marah dan menghukum siswa yang melanggar
Tata krama di lingkungan sekolah terdiri dari; tata krama bergaul,tata karma berpakaian dan tata krama belajar. Tata krama bergaul terdiri dari tata krama bergaul dengan guru/staf tata Usaha dan tata krama bergaul dengan sesama siswa.
1. Tata Krama Bergaul
a. Bergaul Dengan Guru
Guru adalah orang dewasa,baik dewasa umur maupun dewasa pikiran.Oleh karena itu,para siswa bila bergaul dengan para guru/staf tata usaha,hendaknya selalu mengingat aturan bergaul dengan dengan orang dewasa,antara lain:
1). Berbicara yang sopan di hadapan guru,antara lain suara tidak melebihi dari suara guru
2). Mengucapkan salam bila bertemu dengan guru
2). Tidak memotong pembicaraan gurudan bila terpaksa maka harus minta maaf terlebih dahulu
3). Memperhatikan guru yang sedang bicara,antara lain tidak membelakangi guru atau tidak sibuk dengan urusan lain
4). Tidak memanggil atau meminta sesuatu pada guru dari arah belakang atau jarak yang jauh,melainkan mendekati guru dari depan atau samping.
5). Tidak lewat atau lari di depan guru yang sedang duduk,kecuali terpaksa dengan minta izin
6). Tidak boleh menyapa guru dengan sapaan yang tidak sopan seperti mengucapkan “halo Pak/halo Bu !” atau mengucapkan “halo Boss !” dan sebagainya
7). Bila dipanggil oleh guru maka harus segera menyahut dan mendatangi guru serta segera melaksanakan perintahnya
8). Tidak boleh memasuki ruang guru atau berkerumun di depn meja guru kecuali di panggil atau ada urusan penting
9). Tidak boleh mengambil sesuatu di ruang guru tanpa izin guru
10). Tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor dihadapan guru
11). Tidak boleh membantah atau menentang guru secara emosional
12). Tidak boleh meludah di depan guru
13). Tidak menjelek-jelekkan guru di hadapan orang tua atau masyarakat
14). Bersalaman dengan guru dan mencium tangannya bila sesama jenis kelamin,dan tidak bila berbeda jenis kelamin karena dilarang dalam agama.
15). Menerima keadaan guru,tidak merendahkan guru, dan bersabar terhadap guru yang bertempramen keras,yang suka marah dan menghukum siswa yang melanggar
b. Bergaul dengan Sesama Siswa
1). Mengormati kakak kelas dan menyayangi adik kelas
2). Saling menjaga perasaan dengan tidak mengucapkan kata-kata yang dapat menyinggung perasaan teman,baik secara lisan maupun secara tertulis
3). Saling menolong atau membantu kesulitan sesama teman
4). Tenang atau tidak ribut di samping teman yang sedang belajar
5). Senantiasa bersalaman bila bertemu dengan teman
6). Tidak boleh mengambil sesuatu milik teman kecuali atas izin teman
7). Tidak boleh mengganggu atau menyakiti sesama siswa
8). Tidak boleh bermusuhan atau putus hubungan dengan sesama siswa
9). Tidak berburuk sangka terhadap teman
10). Mengingatkan teman yang berperilaku tidak sopan terhadap guru atau melanggar tata tertib sekolah
11). Tidak menyebarkan rahasia atau aib teman kepada orang lain
2. Tata Krama Berpakaian dan berhias,antara lain:
a. Berpakaian seragam sekolah sesuai dengan aturan sekolah yang berlaku
b. Menjaga aurat terhadap guru atau sesama siswa, antara lain tidak membuka jilbab selama di lingkungan sekolah (bagi siswa perempuan).
c. Ganti baju di ruang tertutup
d.Siswa tidak dibolehkan bersolek atau berdandan atau memakai parfun berlebih – lebihan
e. Siswa tidak dibolehkan memakai perhiasan emas
f. Siswa tidak dibolehkan mengupload foto diri di facebook atau media lainnya yang menampatkan aurat
g. Siswa tidak dibolehkan memakai tato
h. Siswa tidak dibolehkan menulisi,mewarnai atau mencoreti pakaiannya
i. Tidak boleh memakai baju seragam olah raga pada saat mengikuti mata pelajaran selain olah raga
3. Tata Krama Belajar,antara lain:
a. Membenahi kelas sebelum guru masuk,antara lain menyapu,merapikan tempat duduk,menyapkan perlengkapan menulis dan lap papan tulis
b. Hadir di kelas pada waktunya,bila terlambat maka mengucapkan salam lalu menyampaikan alasan keterlambatan kepada guru
c. Tidak ribut, berisik dan membuat gaduh saat jam pelajaran berlangsung
d. Meminta ijin kalau hendak keluar pada saat jam pelajaran berlangsung pada guru yang mengajar.
e. Tidak menentang pendapat guru secara emosional.
f. Diam memperhatikan saat guru berbicara
g. Pada saat bel masuk dibunyikan, peserta didik masuk kelas dengan didahului berbaris di depan kelas masing – masing .
h. Pada permulaan pelajaran pertama dan sesudah jam pelajaran berakhir para peserta didik berdo’a dan menghormati guru, serta bersalaman dengan guru pengajar terakhir sebelum pulang sekolah.
i. Pada jam istirahat, siswa wajib berada di luar kelas.
k. Selama jam sekolah, siswa wajib berada di sekolah dan tidak boleh meninggalkan sekolah, kecuali dengan ijin guru piket / guru pembimbing.
l. Pada waktu guru terlambat masuk kelas, maka ketua kelas wajib menghubungi guru yang bersangkutan untuk mengingatkannya.
m. Bagi siswa yang tidak masuk sekolah, harus ada surat ijin atau pemberitahun secara tertulis dari orang tua / wali dan tidak tidak diperbolehkan siswa minta izin pada guru lewat telephon.
n. Tidak memilih-milih atau membeda-bedakan guru dalam menghormati, mentaati dan mengikuti mata pelajarannya.
1). Mengormati kakak kelas dan menyayangi adik kelas
2). Saling menjaga perasaan dengan tidak mengucapkan kata-kata yang dapat menyinggung perasaan teman,baik secara lisan maupun secara tertulis
3). Saling menolong atau membantu kesulitan sesama teman
4). Tenang atau tidak ribut di samping teman yang sedang belajar
5). Senantiasa bersalaman bila bertemu dengan teman
6). Tidak boleh mengambil sesuatu milik teman kecuali atas izin teman
7). Tidak boleh mengganggu atau menyakiti sesama siswa
8). Tidak boleh bermusuhan atau putus hubungan dengan sesama siswa
9). Tidak berburuk sangka terhadap teman
10). Mengingatkan teman yang berperilaku tidak sopan terhadap guru atau melanggar tata tertib sekolah
11). Tidak menyebarkan rahasia atau aib teman kepada orang lain
2. Tata Krama Berpakaian dan berhias,antara lain:
a. Berpakaian seragam sekolah sesuai dengan aturan sekolah yang berlaku
b. Menjaga aurat terhadap guru atau sesama siswa, antara lain tidak membuka jilbab selama di lingkungan sekolah (bagi siswa perempuan).
c. Ganti baju di ruang tertutup
d.Siswa tidak dibolehkan bersolek atau berdandan atau memakai parfun berlebih – lebihan
e. Siswa tidak dibolehkan memakai perhiasan emas
f. Siswa tidak dibolehkan mengupload foto diri di facebook atau media lainnya yang menampatkan aurat
g. Siswa tidak dibolehkan memakai tato
h. Siswa tidak dibolehkan menulisi,mewarnai atau mencoreti pakaiannya
i. Tidak boleh memakai baju seragam olah raga pada saat mengikuti mata pelajaran selain olah raga
3. Tata Krama Belajar,antara lain:
a. Membenahi kelas sebelum guru masuk,antara lain menyapu,merapikan tempat duduk,menyapkan perlengkapan menulis dan lap papan tulis
b. Hadir di kelas pada waktunya,bila terlambat maka mengucapkan salam lalu menyampaikan alasan keterlambatan kepada guru
c. Tidak ribut, berisik dan membuat gaduh saat jam pelajaran berlangsung
d. Meminta ijin kalau hendak keluar pada saat jam pelajaran berlangsung pada guru yang mengajar.
e. Tidak menentang pendapat guru secara emosional.
f. Diam memperhatikan saat guru berbicara
g. Pada saat bel masuk dibunyikan, peserta didik masuk kelas dengan didahului berbaris di depan kelas masing – masing .
h. Pada permulaan pelajaran pertama dan sesudah jam pelajaran berakhir para peserta didik berdo’a dan menghormati guru, serta bersalaman dengan guru pengajar terakhir sebelum pulang sekolah.
i. Pada jam istirahat, siswa wajib berada di luar kelas.
k. Selama jam sekolah, siswa wajib berada di sekolah dan tidak boleh meninggalkan sekolah, kecuali dengan ijin guru piket / guru pembimbing.
l. Pada waktu guru terlambat masuk kelas, maka ketua kelas wajib menghubungi guru yang bersangkutan untuk mengingatkannya.
m. Bagi siswa yang tidak masuk sekolah, harus ada surat ijin atau pemberitahun secara tertulis dari orang tua / wali dan tidak tidak diperbolehkan siswa minta izin pada guru lewat telephon.
n. Tidak memilih-milih atau membeda-bedakan guru dalam menghormati, mentaati dan mengikuti mata pelajarannya.
D. Akibat Melanggar Tata Krama
Seperti halnya norma lainnya.Bila melanggar tata krama (norma kesopanan) juga akan mendapat sanksi atau hukuman. Siswa yang tidak mentaati tata krama kadang dianggap sebagai siswa yang tidak sopan atau kurang ajar, maka sanksi atau hukuman yang bisa diberikan antara lain:
1. Peringatan secara lisan (teguran).
2. Peringatan secara tertulis atau membuat perjanjian dengan tembusan kepada orang tua / wali perserta didik.
3. Panggilan orang tua
3. Tidak boleh mengikuti pelajaran sementara waktu (skorsing).
4. Tinggal Kelas
5. Dikembalikan kepada orang tua / wali (dikeluarkan dari sekolah).
Seperti halnya norma lainnya.Bila melanggar tata krama (norma kesopanan) juga akan mendapat sanksi atau hukuman. Siswa yang tidak mentaati tata krama kadang dianggap sebagai siswa yang tidak sopan atau kurang ajar, maka sanksi atau hukuman yang bisa diberikan antara lain:
1. Peringatan secara lisan (teguran).
2. Peringatan secara tertulis atau membuat perjanjian dengan tembusan kepada orang tua / wali perserta didik.
3. Panggilan orang tua
3. Tidak boleh mengikuti pelajaran sementara waktu (skorsing).
4. Tinggal Kelas
5. Dikembalikan kepada orang tua / wali (dikeluarkan dari sekolah).
Ajaklah siswa mengucapkan janji:
Demi cita-citaku,saya bersungguh-sungguh berjanji:
1. Akan mematuhi tata tertib dan tata krama siswa yang berlaku di sekolah yang saya cintai ini
2. Rela menerima sanksi apabila saya dengan sengaja melakukan perbuatan yang melanggar tata tertib siswa
3. Siap menjaga nama baik Lembaga sebagai sekolah yang unggul salam prestasi dan yang teladan dalam budi pekerti.
Demi cita-citaku,saya bersungguh-sungguh berjanji:
1. Akan mematuhi tata tertib dan tata krama siswa yang berlaku di sekolah yang saya cintai ini
2. Rela menerima sanksi apabila saya dengan sengaja melakukan perbuatan yang melanggar tata tertib siswa
3. Siap menjaga nama baik Lembaga sebagai sekolah yang unggul salam prestasi dan yang teladan dalam budi pekerti.
Materi video Klik Disini
MATERI KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
MATERI KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Di era globalisasi ini banyak tantangan memangbagi negeri kita, namun kesadaran berbangsa dan bernegara sudah selayaknya rakyat dan pemerintah untuk bersama sama memberikan pemahaman bagi rakyatnya, khususnya kaum muda. Pemerintah ikut bertanggung jawab mengemban amanat untuk memberikan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi warganya, bila rakyat bangsa Indonesia sudah tidak memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, maka ini merupakan bahaya besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mengakibatkan bangsa ini akan jatuh ke dalam kondisi yang sangat parah bahkan jauh terpuruk dari bangsa-bangsa yang lain yang telah mempersiapkan diri dari gangguan bangsa lain.
Mengingat kondisi bangsa kita sekarang, merupakan salah satu indikator bahwa warga bangsa Indonesia di negeri ini telah mengalami penurunan kesadaran berbangsa dan bernegara. Hal ini bisa kita lihat dari berbagai daerah sering bergejolak diantaranya tawuran antar warga, perkelaian pelajar, ketidakpuasan terhadap hasil pilkada, perebutan lahan pertanian maupun tambang, dan lain-lain. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai makna bahwa individu yang hidup dan terikat dalam kaidah dan naungan di bawah Negara Kesatuan RI harus mempunyai sikap dan perilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi kebaikan Bangsa dan Negara Indonesia.
Berbagai masalah yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara sebaiknya mendapat perhatian dan tanggung jawab kita semua. Sehingga amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan wilayah Republik Indonesia serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan.
Hal lain yang dapatmengganggukesadaranberbangsadanbernegara di tingkatpemuda yang perlu di cermatisecaraseksamaadalahsemakintipisnyakesadarandankepekaansosial di tingkatpemuda, padahalbanyakpersoalan-persoalanmasyarakat yang membutuhkanperananpemudauntukmembantumemediasimasyarakat agar keluardarihimpitanmasalah, baikitumasalahsosial, ekonomidanpolitik, karenadenganterbantunyamasyarakatdarisemualapisankeluardarihimpitanpersoalan, maka bangsa ini tentunya menjadi bangsa yang kuat dan tidak dapat di intervensi oleh Negara apapun, karena masyarakat itu sendiri yang harus disejahterakan dan jangan sampai mengalami penderitaan. Di situ pemuda telah melakukan langkah konkrit dalam melakukan bela negara.
Kesadaran bela negara adalah dimana kita berupaya untuk mempertahankan negara kita dari ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta tanah air. Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri masyarakat. Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Keikutsertaan kita dalam bela negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air kita.
Nilai-nilai bela negara yang harus lebih dipahami penerapannya dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara antara lain:
1. Cinta Tanah Air
Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita cintai. Kesadaran bela negara yang ada pada setiap masyarakat didasarkan pada kecintaan kita kepada tanah air kita. Kita dapat mewujudkan itu semua dengan cara kita mengetahui sejarah negara kita sendiri, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan pastinya menjaga nama baik negara kita.
2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang harus sesuai dengan kepribadian bangsa yang selalu dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsanya. Kita dapat mewujudkannya dengan cara mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok dan menjadi anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
3. Pancasila
Ideologi kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan sungguh luar biasa, pancasila bukan hanya sekedar teoritis dan normatif saja tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah alat pemersatu keberagaman yang ada di Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain. Nilai-nilai pancasila inilah yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan hambatan.
4. Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara
Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban untuk bangsa dan negara. Contoh nyatanya seperti sekarang ini yaitu perhelatan seagames. Para atlet bekerja keras untuk bisa mengharumkan nama negaranya walaupun mereka harus merelakan untuk mengorbankan waktunya untuk bekerja sebagaimana kita ketahui bahwa para atlet bukan hanya menjadi seorang atlet saja, mereka juga memiliki pekerjaan lain. Begitupun supporter yang rela berlama-lama menghabiskan waktunya antri hanya untuk mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet yang berlaga demi mengharumkan nama bangsa.
5. Memiliki Kemampuan Bela Negara
Kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan tetap menjaga kedisiplinan, ulet, bekerja keras dalam menjalani profesi masing-masing.
Kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari Siskamling, membantu korban bencana sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia sering sekali mengalami bencana alam, menjaga kebersihan minimal kebersihan tempat tinggal kita sendiri, mencegah bahaya narkoba yang merupakan musuh besar bagi generasi penerus bangsa, mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok karena di Indonesia sering sekali terjadi perkelahian yang justru dilakukan oleh para pemuda, cinta produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terus menerus mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Apabila kita mengajarkan dan melaksanakan apa yang menjadi faktor-faktor pendukung kesadaran berbangsa dan bernegara sejak dini, yakni dengan mengembalikan sosialisasi pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah, juga sosialisasi di masyarakat,niscaya akan terwujud.. Pada pendidikan kewarganegaraan ditanamkan prinsip etik multikulturalisme, yaitu kesadaran perbedaan satu dengan yang lain menuju sikap toleran yaitu menghargai dan mengormati perbedaan yang ada. Perbedaan yang ada pada etnis dan religi sudah harusnya menjadi bahan perekat kebangsaan apabila antar warganegara memiliki sikap toleran.
Nasionalisme adalah sikap mencintai bangsa dan negara sendiri. Nasionalisme terbagi atas ;
a. Nasionalisme dalam arti sempit, yaitu sikap mencintai bangsa sendiri secara berlebihan sehingga menggap bangsa lain rendah kedudukannya, nasionalisme ini disebut juga nasionalisme yang chauvinisme, contoh Jerman pada masa Hitler.
b. Nasionalisme dalam arti luas, yaitu sikap mencintai bangsa dan negara sendiri dan menggap semua bangsa sama derajatnya.
Hans Kohn dalam bukunya Nationalism its meaning and history mendivinisikan nasionalisme sebagai berikut :
Suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan individu tertinggi harus diserahkan pada negara.
Perasaan yang mendalam akan ikatan terhadap tanah air sebagai tumpah darah.
Ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk membina nasionalisme Indonesia :
a. Mengembangkan persamaan diantara suku-suku bangsa penghuni nusantara
b. Mengembangka sikap toleransi
c . Memiliki rasa senasib dan sepenanggungan diantara sesama bangsa Indonesia
Empat hal yang harus kita hidari ndalam memupuk sermangat nasionalisme adalah :
a. Sukuisme, menganggap msuku bangsa sendiri paling baik.
b. Chauvinisme, mengganggap bangsa sendiriu paling unggul.
c. Ektrimisme, sikap mempertahankan pendirian dengan berbagai cara kalau perlu dengan kekerasan dan senjata.
d. Provinsialisme, sikap selalu berkutat dengan provinsi atau daerah sendiri.
Sikap patriotisme bangsa indonesia telah dimulai sejak jaman penjajahan, dengan banyaknya pahlawan pahlawan yang gugur dalam rangka mengusir penjajah seperti Sultan Hasanudin dari Makasar, Pangeran Diponogoro dari Jawa tengah, Cut Nyak Dien Tengku Umar dari Aceh dll. Sikap patriotis memuncak setelah proklamasi kemerdekaan pada periode perjuangan fisik antara tahun 1945 sampai 1949 yaitu periode mempertahankan negara dari keinginan Belanda untuk kembali menjajah Indonesia.
Sikap patriotisma adalah sikap sudi berkorban segala-galanya termasuk nyawa sekalipun untuk mempertahankan dan kejayaan negara. Ciri-ciri patriotisme adalah:
a. Cinta tanah air.
b. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
c . Menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
d. Berjiwa pembaharu.
e. Tidak kenal menyerah dan putus asa.
Implementasi sikap patriotisme dalam kehidupan sehari hari :
a. Dalam kehidupan keluarga ; Menyaksikan film perjuangan, Membaca buku bertema perjuangan, dan Mengibarkan bendera merah putih pada hari-hari tertentu.
b. Dalam kehidupan sekolah ; Melaksanakan upacara bendera, mengkaitkan materi pelajaran dengan nilaiu-nilai perjuangan, belajar dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan.
c . Dalam kehidupan masyarakat ; Mengembangkan sikap kesetiakawanan sosial di lingkungannya, Memelihara kerukunan diantara sesama warga.
d. Dalam kehidupan berbangsa ; Meningkatkan persatuan dan kesatuan, Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945, Mendukung kebijakan pemerintah, Mengembangkan kegiatann usaha produktif, Mencintai dan memakai produk dalam negeri, Mematuhi peraturan hukum, Tidak main hakim sendiri, Menghormati, dan menjungjung tinggi supremasi hukum, Menjaga kelestarian lingkungan.
Materi Video Klik Disini
Subscribe to:
Posts (Atom)
10 Cara Dapatkan Penghasilan Pasif dari Aset Kripto
Semua pecinta aset kripto nampaknya paham bahwa cara paling umum dalam mendulang cuan di aset kripto adalah dengan trading . Hanya saja,...
-
Semua pecinta aset kripto nampaknya paham bahwa cara paling umum dalam mendulang cuan di aset kripto adalah dengan trading . Hanya saja,...
-
Membuat Website Dengan PHP Dari Awal Langkah Demi Langkah Memahami PHP Untuk Pemula Apakah anda tertarik untuk membuat website anda s...
-
Komputer yang tidak bisa shutdown alias komputer tidak mau mati, tidak mau “bobok” adalah masalah yang sangat sering terjadi. Yang...