Wednesday, September 25, 2019

6 Cara Sukses Blogging untuk Startup

6 Cara Sukses Blogging untuk Startup

Sebagai perusahaan baru yang sedang berkembang dan bersentuhan langsung dengan teknologi, produk, dan aplikasi di dunia maya, startup merupakan gerakan akar rumput yang kelak diharapkan bisa menjadi koorporasi yang mapan dan mampu ikut membangun perekonomian bangsa.
Membangun perusahaan dengan strategi pemasaran berbiaya rendah merupakan suatu tantangan tersendiri bagi sebuah startup untuk mengembangkan sayap usahanya.
Blog bisa dijadikan media pemasaran alternatif yang murah dan cukup efektif yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga keberlangsungan dan pengembangan bisnis startup.
Untuk itu, artikel ini akan sedikit membagi ilmunya kepada para founder tentang cara sukses blogging untuk startup.

Mengapa startup membutuhkan blog?blogging untuk startup

Pengguna internet di Indonesia saat ini hampir mencapai angka 100 juta dan masih akan bertambah seiring dengan kemajuan teknologi yang memengaruhi perkembangan dunia digital.
Melalui blog Anda bisa mengenalkan identitas dan bidang usaha Anda, berinteraksi dengan konsumen potensial, serta membangun relasi secara lebih luas dengan budget yang sangat ekonomis. Secara luas, berikut adalah manfaat blogging bagi startup:
  • Blog bisa menjadi media pemasaran yang memberikan press release gratis untuk memperkenalkan brand dan menjelaskan tentang produk, manfaat produk, serta hal-hal lainnya yang membuat konsumen tahu tentang bisnis yang Anda jalankan.
  • Melalui blog, Anda tidak hanya bisa mengenalkan produk namun juga berinteraksi langsung dengan konsumen dan relasi, berbagi pengetahuan dan solusi inovatif seputar produk dan bisnis yang dijalankan, bahkan bisa juga digunakan untuk menjaring investor.
  • Blogging bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rangking situs Anda di mesin pencari. Konten-konten baru dan relevan yang Anda posting di blog bisa menjadi mesin pendongkrak SEO. Dan jika postingan Anda digunakan oleh situs-situs industri atau situs populer lainnya, maka nilai dan keberadaan Anda akan semakin terlihat.

Tips memulai blogging untuk startup

1. Rencanakan konten blog yang akan Anda bagikan

Blog startup yang baik adalah yang mampu memberikan informasi yang jelas dan memberikan solusi inovatif atas permasalahan-permasalahan bisnis dan sosial kemasyarakatan.
Untuk itu, sebelum memulai blog, tentukanlah hal-hal apa saja yang akan Anda bagikan.
Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa menjadi panduan untuk memulai blog Anda:
  • Siapakah sasaran Anda secara demografis dan apa permasalahan yang menjadi perhatian utamanya?
  • Apa tujuan blog Anda dan bagaimana menjawab permasalahan tersebut?
  • Seperti apakah tipe postingan yang paling cocok untuk menarik target pengguna blog Anda? (Apakah berbentuk tutorial, infografis, slide show, interview, dsb.)
  • Apakah yang akan menjadi penekanan dalam tulisan Anda, apakah tentang profesionalitas atau lebih pada kepribadian bisnis Anda?
  • Hal-hal apa saja yang berkaitan dengan startup Anda yang akan Anda bagikan?
  • Topik-topik lain apa saja yang berkaitan, yang akan Anda bagikan dan bagaimana ia berkorelasi dengan startup Anda?
  • Bagaimana Anda akan mengupdate dan memelihara blog Anda secara konsisten?

2. Sediakanlah materi-materi yang komprehensif untuk mengisi blog Anda

blogging untuk startup
Selain memublikasian konten secara reguler, blog startup harus mampu menyajikan materi-materi yang mendalam, bermanfaat, menarik dan bisa diakses secara gratis oleh para pengunjung.
Materi konten blog startup harus mampu memberikan panduan dan gambaran yang menyeluruh tentang usaha Anda.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk membuat materi startup yang berkualitas:
  • Ciptakanlah materi-materi yang segar yang sewaktu-waktu bisa dikembangkan dalam perkembangan industri terbaru.
  • Buatlah materi yang bersahabat dengan para pengguna. Artinya, isi konten Anda harus mudah dipahami, tidak membosankan, dan enak dibaca.
    Manfaatkan gambar-gambar, video, grafik atau bahkan slide shows untuk membuat konten Anda semakin menarik.
  • Lemparkanlah umpan balik.
    Pengunjung blog Anda adalah orang yang tertarik dan memiliki keingintahuan lebih banyak tentang startup Anda.
    Ajaklah mereka untuk menjalin komunikasi dengan Anda dengan menawari mereka untuk menggunakan format pendaftaran (sign up) agar Anda bisa mengirimkan berita atau penawaran terbaru, serta bertanya jawab seputar produk startup Anda.
    Jangan lupa sediakan pula materi-materi yang bisa diunduh, kolom komentar atau daftar e-book yang berkaitan dengan startup Anda.

3. Kenali kompetitor Anda

Sebuah startup harus sanggup menciptakan inovasi-inovasi yang menawarkan keunikan dan nilai tambah bagi penggunanya.
Untuk itu, Anda harus mengetahui keunggulan yang Anda miliki dan apa yang membedakan Anda dengan kompetitor.
Dengan begitu, Anda bisa menentukan strategi efektif yang bisa mengisi celah kekurangan yang ada di kompetitor Anda.

4. Sosialisasikan konten Anda di sosial media

Sosialisasi di sosial media merupakan persyaratan yang harus dipenuhi, baik oleh blogger amatir maupun profesional.
Promosikanlah blog Anda dan terhubunglah dengan komunitas dan tautan terkait lainnya.
Kirimkanlah email kepada mereka dan mintalah untuk menautkan tautan Anda dengan mereka jika mereka merasa membutuhkannya.

5. Bergurulah pada startup yang sudah berhasil

blogging untuk startup
Belajarlah dari mana pun, termasuk dari kompetitor.
Dari sana Anda bisa mencari inspirasi untuk semakin memperbaiki dan menyeimbangkan konten blog.
Termasuk di dalamnya memperbaiki komunikasi marketing dan menjalin relasi secara lebih luas lagi.

6. Berkolaborasilah dengan tim Anda

Menjalankan startup, mempromosikannya dan meluangkan waktu untuk mengelola blog akan sangat menguras energi.
Mungkin akan sulit bagi Anda untuk melakukan semua hal tersebut seorang diri.
Untuk itu, Anda membutuhkan sebuah tim yang mampu berkolaborasi dan berkontribusi untuk memikirkan bagaimana cara sukses blogging untuk startup yang bisa membuat blog Anda berhasil dan disinggahi banyak pengunjung.

Cara Setting Free Domain pada Website - untuk Wordpress CMS

Cara Setting Free Domain pada Website (1) - untuk Wordpress CMS


Free domain yang saya maksud di sini sudah pasti free domain dari provider yang saya rekomendasikan untuk pambaca pada postingan yang sebelumnya di sini, yaitu dari www.co.cc atau www.co.nr. Namun, sekarang saya akan menjelaskan 1 saja, yaitu free domain dari www.co.cc. Pertimbangan saya adalah karena free domain dari www.co.cc sudah lama saya gunakan meskipun hanya untuk bahan percobaan. Soalnya menggunakannya relatif mudah menurut saya. Bagi pembaca yang mungkin belum kenal dengan free domain yang saya sebut barusan, ada baiknya membaca postingan saya yang ini. Jika tertarik menggunakannya, silahkan langsung mendaftar ke www.co.cc.Supaya kita membahasnya berurutan, saya akan membagi 2 bagian tutorial setting free domain ini.

  1. Setting Free Domain untuk Wordpress CMS
  2. Setting Free Domain untuk Blogspot
Oke deh, langsung kita bahas 1 persatu dimulai dari setting free domain untuk Wordpress CMS
  1. Saya asumsikan pembaca sudah melakukan pemindahan web Wordpress CMS Anda ke hosting online. Kita akan mencontohkan dengan menggunakan www.000webhost.com free hosting sebagai untuk web tersebut.
  2. Silahkan pembaca mendaftar pada www.co.cc untuk mendapatkan sebuah free domain. Anda bisa mendaftar dengan mengklik menu Getting A New Domain atau langsung melakukan check availability untuk melihat apakah nama domain yang Anda inginkan masih tersedia atau tidak. Keduanya sama saya. Jika nama domain tersebut masih tersedia, maka Anda boleh menggunakannya.
  3. Jika akun Anda sudah diverifikasi dan nama domain gratis yang Anda inginkan sudah terdaftar, maka silahkan login ke akun Anda di www.co.cc tersebut.
  4. Klik menu Manage Domain yang ada di sebelah kiri halaman akun. 
  5. Domain yang baru terdaftar dan belum disesuaikan dengan website yang akan menggunakan domain tersebut akan terlihat seperti gambar di bawah ini. Pada contoh ini domain yang saya dapatkan adalah "banditbatak.com".
  6. Klik link Set up yang ada pada kolom Service Type. Anda akan masuk pada halaman seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut. Silahkan klik tombol Set Up atau klik link Please domain setup now.
  7. Selanjutnya akan muncul 3 pilihan Set Up Domain. Untuk web Wordpress CMS yang telah kita hostingkan di www.000webhost.com sebelumnya, kita menggunakan tipe Set Up yang pertama, yaitu pengaturan DNS (Domain Name Server). Untuk itu, silahkan klik pilihan: 1. Manage DNS.
  8. Anda akan diminta memasukkan Name Server ke dalam kotak isian pada pilihan ini. Dari mana kita mendapatkan Name Servers ini? Tentu name servers ini adalah name servers dari server hosting yang kita gunakan. Karena kita menggunakan free hosting di www.000webhost.com, maka name servers yang kita gunakan adalah dari free hosting tersebut. Untuk itu, masuklah ke dalam akun free hosting Anda di www.000webhost.com  
  9. . Jika sudah berhasil login, masuklah ke dalam control panel akun Anda, kemudian pada bagian Main Menu, klik tombol menu View Account Details.
  10. Pada bagian atas Anda akan melihat tabel Nameserver details yang berisi name servers dari www.000webhost.com. Baris pertama adalah name server 1, baris kedua adalah name server 2, dan seterusnya jika tersedia lebih dari 2 name servers.
  11. Name servers tersebutlah yang Anda masukkan ke dalam kotak isian di akun www.co.cc pada langkah 8. Silahkan kembali lagi pada halaman Set Up domain name servers pada www.co.cc untuk memasukkan name servers dari www.000webhost.com tersebut.
  12. Jika sudah dimasukkan, klik tombol Set Up yang ada di bawahnya. Disana Anda juga diberitahu bahwa dibutuhkan waktu sekitar 48 jam untuk menyesuaikan perubahan yang telah Anda lakukan.
  13. Apakah sudah cukup sampai di situ? Kita masih perlu melakukan pengaturan pada webserver dimana kita melakukan hosting website kita yaitu pada www.000webhost.com. Jika Anda mendapatkan free domain pada www.co.cc terlebih dahulu, baru kemudian mendaftar pada www.000webhost.com untuk mendapatkan free hosting, maka Anda bisa langsung menggunakan domain co.cc tersebut dan memasukkannya ke dalam kotak isian I want to host my own domain pada halaman Create New Account seperti pada gambar berikut. Jika Set up DNS juga sudah dilakukan, maka domain co.cc tersebut sudah bisa digunakan.

    Namun, jika Anda terlebih dahulu mendaftar pada www.000webhost.com dan menggunakan domain yang mereka berikan, baru kemudian mendapatkan free domain dari www.co.cc, maka kita perlu pengaturan domain co.cc pada hosting tersebut.
  14. Silahkan masuk kembali ke control panel akun Anda pada www.000webhost.com. Pada bagian Domains, klik tombol menu Parked Domains.

    Parked domain di sini maksudnya adalah menjadikan domain co.cc yang telah Anda dapatkan menjadi domain alternatif untuk membuka web yang sedang Anda atur ini. Artinya seperti ini, coba perhatikan nama domain asli dari web yang kita jadikan contoh tersebut, yaitu "anakranto.comyr.com". Domain ini adalah domain yang diberikan oleh www.000webhost.com ketika mendaftar pada free hosting tersebut. Nah, dengan menggunakan parked domain ini, maka ketika parked domain tersebut dibuka pada browser, isi yang terlihat adalah isi dari domain asli yaitu anakranto.comyr.com. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa website Anda akan mempunyai 2 domain, yaitu anakranto,comyr.com dan banditbatak.co.cc yang akan Anda jadikan sebagai parked domain. Dengan demikian, keduanya bisa digunakan untuk membuka website Anda pada browser. Pada bagian isian Park, masukkan domain .co.cc yang ingin Anda gunakan. Sebagai contoh masukkan "banditbatak.co.cc". Setelah itu klik tombol Parked Domain.
  15. Jika proses tersebut dijalankan dengan benar dan berhasil, maka Anda hanya perlu menunggu tidak lebih dari 48 jam (bergantung pada waktu Set Up DNS untuk domain yang Anda daftarkan pada www.co.cc) dan sudah dapat menggunakan free domain co.cc tersebut.
Perlu diketahui bahwa setting domain untuk free domain dan pay domian relatif sama. Meskipun keduanya mempunyai perbedaan, tetapi cara pengaturan DNS-nya relatif sama. Saya sengaja menggunakan free hosting dan free domain sebagai bahan tutorial ini supaya bisa dijalankan oleh semua orang. Jika Anda sudah mempertimbangkan penggunaan pay hosting maupun pay domain, maka perbedaan keduanya perlu Anda pertimbangkan

memindahkan website kita dari localhost ke hosting online:

memindahkan website kita dari localhost ke hosting online:
  1. Silahkan login untuk masuk ke dalam akun Anda di 000webhost.Com. Klik menu "Members Area" yang ada di menu sebelah kanan.
  2. Jika login berhasil, kita akan masuk pada halaman akun yang menampilkan daftar domain yang telah Anda daftarkan pada 000webhost.Com. Salah satu ciri khas dari 000webhost.Com adalah bahwa control panel untuk hosting dibedakan untuk tiap domain. Silahkan klik link "Go to CPanel" yang ada di kolom "Action" pada tabel domain tersebut.
  3. Anda akan masuk pada halaman Control Panel akun Anda. Coba perhatikan bagian Account Information yang ada di sebelah kanan. Ada beberapa informasi yang penting yang akan kita gunakan sebelum memindahkan file website dari localhost ke hosting online. Sekarang perhatikan kembali bagian Account Information yang ada di sebelah kanan Control Panel Anda.



    • Domain. Merupakan domain dari website yang akan kita simpan secara online. Pada localhost domain website kita adalah "http://localhost/webku" (sesuai dengan nama folder dari website yang kita simpan pada htdosc).
    • Username. Merupakan username yang akan kita gunakan untuk mengakses file manager website kita. Username ini berbeda untuk tiap domain yang telah kita daftarkan.
    • Password. Merupakan password yang akan kita gunakan untuk mengakses file manager. Password ini sama dengan password yang kita gunakan pada saat login ke dalam 000webhost.Com.
    • Home Root. Merupakan tempat dimana kita akan menyimpan file website kita pada webserver tersebut. Pada localhost kita menyimpan di "C:\xampp\htdocs\".
  4. Sekarang kita akan mengatur database website kita terlebih dahulu. Pada Control Panel Anda, klik tombol menu MySQL pada bagian Software/Services. Anda akan diarahkan menuju halaman "Manage MySQL Database".
  5. Buatlah sebuah database baru dan user baru yang bisa mengakses database tersebut.


    • MySQL database name. Merupakan nama database yang akan kita buat untuk website kita. Jika pada localhost, nama database yang kita buat adalah seperti pada gambar yang ada pada langkah 3 di atas, maka nantinya, nama database yang kita pakai adalah yang sedang kita buat sekarang.
    • MySQL user name. Merupakan username yang bisa mengakses database yang telah kita buat. Pada localhost, username ini adalah "root".
    • Password for MySQL userPassword yang akan kita gunakan untuk mengakses database yang telah kita buat tersebut. Pada localhost yang menggunakan Xampp, password tersebut tidak ada (kosong).
    Silahkan klik tombol Create Database yang ada di bawahnya. Jika sudah berhasil, silahkan kembali pada bagian pembuatan database baru tersebut. Di sebelah bawah Anda akan melihat detail dari database yang telah Anda buat di dalam sebuah tabel. Anda juga bisa melihat informasi database host yang ditunjukkan pada kolom MySQL Host. Jika pada localhost, database host yang kita pakai adalah "localhost", maka pada hosting online ini, databse host yang kita gunakan adalah yang ditunjukkan pada tabel database tersebut.
  6. Coba diingat kembali setting configuration yang kita lakukan pada saat menginstal Wordpress CMS pada localhost. Saya sarankan untuk membukanya kembali
    Pengaturan yang kita lakukan seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas adalah pengaturan pada localhost. Sehinnga, agar nantinya website kita bisa dibuka, kita harus merubah pengaturan konfigurasi tersebut sesuai dengan webserver dimana kita akan meng-hosting-kan website kita secara online. Sekarang kita akan mengganti setting configuaration pada website Wordpress CMS yang kita buat pada localhost dengan menggunakan informasi yang telah kita dapatkan dari langkah 3 dan langkah 5 agar sesuai dengan hosting online. Silahkan buka  file website Anda yang ada di "C:\xampp\htdocs\webku" (sesuai dengan nama folder website yang Anda instal). Cari file yang bernama "wp-config.php", kemudian buka file tersebut menggunakan notepad, wordpad, atau dreamweaver.

    Gambar di atas menunjukkan setting configuration untuk localhost seperti yang Anda lakukan pada saat instalasi Wordpress CMS pada localhost.


    • Ganti "datawebku" yang ada pada baris 19 pada gambar dengan database name yang telah Anda buat pada langkah 5 di atas
    • Ganti "root" yang ada pada baris 22 pada gambar dengan username yang telah Anda buat pada langkah 5 di atas
    • Tuliskan password yang telah Anda buat pada langkah 5 di atas ke dalam tanda petik tunggal yang ada pada baris 25 pada gambar.
    • Ganti "localhost" yang ada pada baris 28 pada gambar dengan username yang telah Anda buat pada langkah 5 di atas
    Setelah itu simpan kembali file "wp-config.php" tersebut.
  7. Sekarang saatnya meng-upload seluruh file website kita ke dalam hosting online di 000webhost.Com. Buka kembali Control Panel Anda seperti langkah 2 di atas. Klik tombol menu File Manager yang ada pada bagian Files. Anda akan masuk ke halaman login untuk masuk ke file manager. Gunakan username dan password yang ditunjukkan pada bagian Account Informatiion yang telah dijelaskan pada langkah 3.
  8. Anda akan masuk ke dalam halaman file manager. Masuklah ke dalam folder "public_html", karena di dalam folder tersebutlah kita akan meng-upload seluruh file website Anda. Jika sudah masuk ke dalam folder tersebut, silahkan klik menu Upload  yang ada di bagian atas. Anda akan masuk ke halaman Upload file and archive. Ada 2 cara upload yang tersedia:


    • Files. Digunakan untuk meng-upload file satu persatu.
    • Archive. Digunakan untuk meng-upload file yang disimpan dalam bentuk archive, yaitu .zip, .tar, .tgz, .gz. 
    Kita akan menggunakan cara  yang kedua agar lebih mudah dan tidak menghabiskan waktu yang banyak mengingat file Wordpress CMS milik kita sangat banyak. Untuk itu, kita harus menyimpan terlebih dahulu file-file website Wordpress CMS kita ke dalam salah satu bentuk archive tersebut. Sebagai contoh kita kompress ke dalam bentuk .zip. Buka file website Anda yang ada di "C:\xampp\htdocs\webku". Perlu diperhatikan bahwa yang akan kita kompress bukanlah folder "webku" secara langsung, tetapi isi dari foder "webku" agar website akan langsung terlihat ketika dibuka melalui domain yang digunakan, dan tidak lagi membuka folder "webku".
  9. Jika sudah dikompres dalam bentuk .zip, silahkan kembali lagi ke halaman upload pada file manager Anda.

    Setelah itu, klik tanda contreng warna hijau di sebelah kiri atas untuk men-submit atau memulai untuk meng-upload archive. Secara otomatis, sistem server akan mengekstrak file tersebut di dalam file manager Anda, sehingga hasilnya akan seperti gambar di bawah ini.
  10. Setalah kita meng-upload file ke dalam hosting online tersebut, kita juga perlu untuk memindahkan database website Wordpress CMS milik kita ke webserver. Buka PHPMyAdmin Anda pada localhost dengan membuka alamat "http://localhost/phpmyadmin". Klik database yang Anda gunakan pada website Wordpress CMS milik Anda. Dari contoh yang sebelumnya, nama database kita adalah "datawebku".

    Klik menu Export yang ada di sebelah atas. Simpan database Anda dalam bentuk .sql. Beri nama misalnya "datawebku.sql". Caranya dengan memilih opsi SQL sebagai bentuk file databse, kemudian beri centang pada bagian Save as file, lalu klik tombol Go yang ada di sebalah kanannya.
  11. Sekarang kembali lagi ke dalam Control panel Anda pada 000webhost.Com. Klik tombol menu PhpMyAdmin pada bagian Software/services. Anda akan masuk ke bagian phpMyAdmin Access. Klik link Enter phpMyadmin pada tabel List of current databases. Anda akan masuk ke halaman PHPMyAdmin pada 000webhost.Com. Bentuknya tidak terlalu berbeda dengan PHPMyAdmin yang ada pada localhost karena menggunakan software yang sama. 
  12. Langkah selanjutnya adalah memasukkan database yang kita simpan dari localhost tadi. Klik menu Import. Pada bagian File to import, klik tombol Browse dan pilih file "datawebku.sql" yang telah kita export sebelumnya dari localhost. Setelah itu klik tombol Go yang ada di sebelah bawah.
  13. Langkah terakhir adalah mengganti URL website Anda dari "http://localhost/webku" menjadi domain yang Anda miliki yang ditunjukkan pada bagian Account Information yang telah dijelaskan pada langkah 3. Masih pada PHPMyAdmin pada hosting online, klik tabel "wp_options" (prefix tergantung pada saat instalasi) yang ada pada database Anda. Klik menu Browse untuk melihat isi dari tabel tersebut. Edit baris "siteurl" untuk mengubah URL website Anda. Ganti "http://localhost/webku" menjadi domain dari website Anda.

TrobelShoting Komputer

Troubleshooting adalah   adanya suatu masalah atau adanya ketidak normalan pada komputer kita . Masalah komputer atau troubleshooting dib...