Friday, April 23, 2010

MENGGULUNG MOTOR TIGA FASA

MENGGULUNG MOTOR TIGA FASA

I.BAGIAN -BAGIAN MOTOR 3 FASA
Motor 3 fasa pada dasarnya terdiri dari Stator yaitu bagian yang diam(statis) dan Rotor yaitu bagian yang bergerak / berputar(rotasi).
II.ALAT DAN BAHAN
Peralatan yang harus disediakan sebagai acuan dalam melilit stator adalah sebagai berikut:

A. Alat :
1. Kunci pas/ring
2. Obeng
3. Tracker
4. Palu
5. AVO meter
6. Megger/insulation tester
7. Solder
8. Tacho meter
9. Sikat kawat


A. Bahan :
1. Kawat email
2. Kertas prispan/insulation paper
3. Lak/insulation laquer
4. Selongsong (slove)
5. Kertas gosok
6. Kabel NYAF
7. Pelumas/grace
8. Kuas
9. Timah/tinnol
III.TEORI PENDUKUNG
A. Bentuk kumparan:
1. Memusat/konsentris/spiral winding
2. Jerat/buhul/lap winding
3. Gelombang





A. Rumus-rumus
Ujung-ujung kumparan diberi tanda dengan huruf-huruf U,V,W,X,Y, dan Z.bila pangkal diberi tanda U maka ujungnya X, pangkal V ujungnya Y dan pangkal W ujngnya Z.
Syarat jumlah slot, perhitungan jumlah slot harus bisa dbagi 4 dan 3





C. CONTOH PERHITUNGAN
1.Stator motor 3 fasa mempuyai alur (g)12 alur , jumlah kutub (2p)=4, single layer.
Penyelesaian :
Ys = G/2p =12/4 =3
Sehingga ujung kawat di masukkan pada alur nomor 1,maka ujung lainya pada alur nomor 4.
Q =G/2p.m =12/4.3 =1
Berarti jumlah kumparan tiap kelompok adalah 1.
K = G /2p =12/4=3
Tiap kutub terdiri dari 3 kumparan
KAR = 360/G =360/12 =30radian
Jarak antar alur 30radian
KAL =KAR .p =30. 2=60listrik
Kp =120/KAL =120/60=2
Kalau fasa pertama di mulai dari alur 1 maka fasa kedua dari alur ke 3


Dafar lilitan : sigle layer berarti dalam satu alur hanya ada satu kumparan .
U |1-4I I7-10IX
V I 3-6I I9-12IY

WI5-8I I11-2I z

Gambar bentangan :




2. Double layer, sama seperti soal no 1 namun belitan yang digunakan adalah belitan double layer

U I1-4I I7 - 4I I7-10I I1-10IX
V I3-6I I9 - 6I I9-12I I3-12IY
WI5-8I I11-8I I11-2I I5 - 2I z



3 .Perencanan motor 3 fase dengan jumlah alurnya 24 dan 36
Kutubnya dibuat 4 buah dengan belitan single layer.

Penyelesaian :
A. Untuk stator dengan 24 alur
Ys = G/2p =24/4 =6
Langkah belitan adalah 1 -7
Q =G/2p.m =24/4.3 =2
Berarti jumlah kumparan tiap kelompok adalah 2.
K = G /2p =24/4=6
Tiap kutub terdiri dari 6 kumparan
KAR = 360/G =360/24 =15radian
Jarak antar alur 15radian
KAL =KAR .p =15. 2=30listrik
Kp =120/KAL =120/30=4
Kalau fasa pertama di mulai dari alur 1 maka fasa kedua dari alur ke 5

Dafar belitannya sebagai berikut.
U I1-7I I13-19IX
I2-8I I14-20I



V I 5-11I I17-23IY
I6-12I I18-24I



WI9-15I I21-3I z
I10-16I I22-4I

Gambar bentangan :





Penyelesaian :
B. Untuk stator dengan 36 alur
Ys = G/2p =36/4 =9
Langkah belitan adalah 1 -10
Q =G/2p.m =36/4.3 =3
Berarti jumlah kumparan tiap kelompok adalah 3.
K = G /2p =36/4=9
Tiap kutub terdiri dari 6 kumparan
KAR = 360/G =360/36 =10radian
Jarak antar alur 15radian
KAL =KAR .p =10. 2=20listrik
Kp =120/KAL =120/20=6
Kalau fasa pertama di mulai dari alur 1 maka fasa kedua dari alur ke 7

Dafar belitannya sebagai berikut.
U I1-10I I19-28IX
I2-11I I20-29I
I3-12I I21-30I

V I 7-16I I25-34IY
I8-17I I26-35I
I9-18I I27-36I

WI13-22I I31-4I z
I14-23I I32-5I
I15-24I I33-6I

Gambar bentangan :



Motor dengan kecapatan ganda
Motor dengan kecepatan ganda atau dua kecepaan ini bisa dibangun dengan dua cara, pertama memang belitan motor tersebut ada dua, misalnya satu belitan dengan kecepatan 3000 rpm, dan pada stator yang sama dibelitkan belitan kedua dengan kecepatan 1000 rpm, hal demikian tentu saja keterampilan yang sudah diperoleh sudah mencakupi, adapun cara kedua yaitu belitan Dahlander.
Belitan jenis ini tidak menggunakan rumus – rumus karena hanya mengembangkan system penyambungan belitan, berikut ini diberikan contoh – contoh belitan dahlander :
a. untuk motor dengan 24 alur



b. untuk motor dengan 36 alur







MENGGULUNG MOTOR SATU FASE
Untuk menggulung ulang motor satu fase, rumus yang digunakan sama dengan rumus motor 3 fase, hanya saja dianggap dua fase.
Supaya terjadi dua fase, Belitan Utama (BU) dibuat dari kawat yang lebih besar dari Beltan Bantu (BB) dan pada belitan bantu dihubungkansebuah kapasitor yang nilainya tertentu.
Contoh Belitan :
A. Motor satu fase dua (2) pasang kutub, Alurnya 24
Ys = G/2p =24/4 =6
Langkah belitan adalah 1 -7
Q =G/2p.m =24/4.2 =3
Berarti jumlah kumparan tiap kelompok adalah 3.
K = G /2p =24/4=6
Tiap kutub terdiri dari 6 kumparan
KAR = 360/G =360/24 =15radian
Jarak antar alur 15radian
KAL =KAR .p =15. 2=30listrik
Kp =90/KAL =90/30= 3
Kalau fasa pertama di mulai dari alur 1 maka fasa kedua dari alur ke 4

Dafar belitannya sebagai berikut.
I1-7I I21-15I -------------------- I4-10I I24-18I
A I 2-8I I20-14Ia ----------------B I5-11I I23-17I b
I3-9I I19-13I ---------------------I6-12I I22-16I

Gambar bentangan :




B. Motor satu fase dua (2) pasang kutub, Alurnya 36
Ys = G/2p =36/4 =9
Langkah belitan adalah 1 -10
Q =G/2p.m =36/4.2 = 4.5
Berarti jumlah kumparan Belitan Utama 5 adalah Belitan Bantu 4.
K = G /2p = 36/4 = 9
Tiap kutub terdiri dari 9 kumparan
KAR = 360/G =360/36 =10radian
Jarak antar alur 10radian
KAL =KAR .p =10. 2 = 20listrik
Kp =90/KAL =90/20= 4.5
Sehingga fasa berikutnya di mulai dari alur 5






Electric Motor Formula
Electric motors are the most common drives for pumps, fans etc in the refining, oil and gas and petrochem industries. The power supply available determines their characteristics e.g. power, current consumption etc. The following table provides common formula for motor characteristics relative to the power supply.

TO FIND DIRECT
CURRENT SINGLE
PHASE THREE
PHASE
POWER V x I x EFF V x I x EFF x PF 1.732 x V x I x EFF x PF
HORSE
POWER V x I x EFF
746 V x I x EFF x PF
746 1.732 x V x I x EFF x PF
746
CURRENT P
V x EFF P
V x EFF x PF P 1.732 x V x EFF x PF
EFFICIENCY 746 x HPV x I 746 x HPV x I x PF 746 x HP 1.732 x V x I x PF
POWER
FACTOR ------ Input WattsV x I Input Watts1.732 x V x I
SHAFT
SPEED ------ ------ 120 x F
no. of poles

Where
V= Voltage (volts) I= Current (amps) P= Power (watts)
EFF= Efficiency HP= Horsepower F= Frequency (Hz)
PF= Power Factor. A measurement of the time phase difference between the voltage and current in an AC circuit. It is represented by the cosine of the angle of this phase difference. For an angle of 0 degrees, the power factor is 100% and the volt/amperes of the circuit are equal to the watts. (This is the ideal and an unrealistic situation.) Power factor is the ratio of Real Power-KW to total KVA or the ratio of actual power (watts) to apparent power (volt-amperes). For further information on power factor, see our Power Factor toolbox page.

FURTHER READING

3 comments:

  1. terlalu ribet penjelasan nya.............

    ReplyDelete
  2. kalau rumus mencari jumlah lilitan gimana ya?

    ReplyDelete

Iklan