Tuesday, March 27, 2012

Resiko operasional


RESIKO OPERASIONAL
Resiko operasional = resiko yang paling tua, misalnya bahaya memasang alat, konflik, sistem gaji, mengawasi kerja karyawan. Sumber-sumber resiko  operasional :
v      kegagalan proses internal, contoh : tragedi baring bank dll
v      kegagalan manusia, contoh : kecelakaan kerja
v      resiko sistem, con : kerusakan data
v       resiko eksternal : di luar kendali organisasi.
Mengukur resiko operasional :
1.       dengan frekuensi dan probability
2.       signifikan/severity
Empat kuadran resiko :
v      frekuensi dan signifikan rendah : perlu low control
v      frekuensi tingsi signifikan rendah : perlu monitor
v      frekuensi  rendah signifikan tinggi : harus detect n' monitor, paling sulit dipahami dan dideteksi
v      frekuensi dan signifikan tinggi : prevent at source / mencegah.
Memilih kuadran resiko :
Frekuensi          Signifikan   teknis      .
1.rendah           rendah          low
2.tinggi              rendah       monitor
3.rendah          tinggi         detect
4.tinggi              tinggi        prevent     .
Globalisasi semakin meningkatkan resiko sebab kejadian suatu negara cepat merembet. Otomatisasi memunculkan resiko baru, yaitu resiko gagal sistem. Out-sourcing (menggunakan jasa pihak luar untuk pekerjaan intern) : resiko hasil yang buruk.
Resiko Perubahan Kurs.
Jika perekonomian suatu negara membaik, maka mata uangnya cenderung menguat. 
Sistem/ekonomi kurs bebas   kurs tetap 
Menguat           apresiasi      revaluasi
Melemah          depresiasi    devaluasi
Eksposur perubahan kurs :
v      eksposur transaksi (hedging dll)
v      eksposur akuntansi (FIFO dll)
v      eksposur operasi : jika yen menguat terhadap dolar AS, maka harga toyota di AS lebih mahal, membuat daya saing toyota di AS turun
v      eksposur ekonomi = ekspo transaksi + ekspo operasi.
Resiko Teknologi  : penggunaan teknologi yang tidak tepat bisa merugikan perusahaan secara significan. Sebab harga mesin mahal, dan tidak terpakai !
Resiko Likuiditas : jika perusahaan mengalami kesulitan membayar kewajiban jangka pendek. Kreditor minta utang dagang diubah menjadi wesel supaya ada kekuatan hukum, disebut resiko solvensi. Rasio Lancar = Aktiva lancar dibagi utang lancar. Acid Rasio = (Aktiva lancar – Persediaan) per Utang lancar. Sumber resiko likuiditas bank :
1.       sisi asset : bank harus bisa menyediakan sejumlah uang cash
2.       sisi pasiva :  hutang, saham dll
Resiko Politik.  Sovereign risk, terutama bagi perusahaan multinasional. Paling ringan = perubahan aturan. Sedang = kerusuhan. Berat = pengambilalihan/ nasionalisasi.


INSURANCE / ASURANSI
Memilih alternatif resiko :
Frekuensi resiko            Signifikan   teknik..
1.rendah                       rendah         retensi
2.tinggi                          rendah         retensi
3.rendah                      tinggi          transfer
4.tinggi                          tinggi        dihindari
5. apabila memungkinkan               shifting .
Risk retensi (menanggung resiko sendiri), contoh : supermaket tersebut beranggapan bahwa pencurian oleh pembeli merupakan bagian dari bisnis, tetapi bila kerugian besar (signifikan), perusahaan bisa mendanai resiko dengan cara :
Ø      dana cadangan : menyisihkan 1% pendapatan untuk biaya kerugian. Masalah akuntansi : rekening dana ini dapat membuat bank/kreditor dan unit pajak tidak percaya.
Ø      self  insurans : meningkatkan dana cadangan menjadi asuransi internal jika : (a)eksposur besar, (b)resiko bisa diprediksi, (c)masalah akuntansinya teratasi.
Ø      captive insurans : mendirikan anak perusahaan khusus asuransi jika : a)perlakuan pajak bagus,  b)kontrak asuransi dengan manajemen bisa lebih fleksibel.
Jenis risk transfer (resiko dialihkan) :
1)Asuransi
2)Hedging = membeli kontrak forward atau future dengan posisi long dari penjual kontrak derivatif
3)Incorporated = membentuk PT terbuka (go-publik), pemegang saham dan kreditor akan menanggung resiko
4)teknik lain = menetapkan harga dalam dolar bukan rupiah dll.
Pengendalian resiko tidak ada kaitan dengan pencapaian hasil. Pengendalian resiko bertujuan : a)mengurangi probabilitas munculnya kejadian lebih buruk,  b)mengurangi tingkat signifikan.
Teknik Domino : satu jatuh semua jatuh = Heinrich. Sebab kesalahan :
1.lingkungan social &bawaan (gampang marah)
2.personal fault
3.unsafe or phisikal hazard (tindakan/kondisi bahaya)
4.kecelakaan
5.cedera.
Menurut teknik domino = yang baik mencegah nomer 3.
Mekhofer, resiko dipecah jadi :
1)hazard (yang mendorong)
2)lingkungan hazard
3)interaksi hazard dengan lingkungan
4)hasil interaksi
5)konsekuensi hasil.
Fokus pengendalian resiko = hazard. Contoh : alat pemadam tidak mencegah terjadinya kebakaran, tetapi memadamkan. Lain misalnya : membuat tembok tahan api. Timing resiko = dilakukan sebelum, selama, dan sesudah resiko, misalnya menjauhkan minyak dari api. Diversifikasi = don't put your egg in one basket untuk mengurangi resiko kerugian saham. Bila satu saham jatuh, dapat ditutup dari untung pada saham lain. Risk shifting = menggeser resiko perubahan kurs ke konsumen dengan cara menetapkan harga dalam $US. Eksposur operasi rentan terhadap perubahan kurs. Netting Eksposur = menggabungkan eksposur yang berlawanan sehingga eksposur bersihnya nol, termasuk jenis shifting.
Markowitz : deviasi standar merupakan indikator resiko. Varian = kuadrat deviasi standar. Makin besar deviasi standar makin besar varian, makin besar resiko investasi.
Sharpe : resiko total = (1)resiko unik perusahaan (bisa dihilangkan dengan diversifikasi = resiko tidak sistematis),  (2)resiko pasar (tidak bisa dihilangkan = resiko sistematis).
Sinergi bisa diperoleh dengan :
1.skala ekonomi : lebih besar, lebih baik. Contoh : memesan barang lebih banyak akan dapat potongan besar. Perusahaan kecil kalah bersaing dengan yang besar sebab agregat demand tetap atau mengecil.
2.skope ekonomi : memproduksi 2/lebih jenis dengan input yang sama, misalnya : sabun mandi dan cuci = sharing input. Rumus : AC < AC1 + AC2. Jika gabungan terlalu banyak bisa juga terjadi disekonomi : AC > AC1 + AC2 + AC3.
Asuransi menggunakan law of large number = resiko makin kecil bila jumlah eksposur (yang ditanggung) bertambah. Premi jangan terlalu tinggi sebab = orang yang ceroboh saja yang membeli premi tinggi. Tipe resiko yang bisa diasuransikan  :
1)yang bisa diukur/ditentukan
2)resiko yang mempunyai kemiripan dan banyak. Contoh : Resiko kematian sangat tidak pasti, tetapi dalam jumlah besar, misalnya kelompok umur, profesi/pekerjaan bisa diukur tepat.
3)ketidaksengajaan/kecelakaan
4)bukan karena bencana
5)adalah kerugian besar
6)probabilitas terjadinya tidak terlalu tinggi. Misalnya : saat "katastropik" = jika depresi semua bisnis merugi.
Prinsip-prinsip asuransi :
1. Indemnity.
a)tidak bisa memperoleh pertanggungan lebih daripada kerugian sebenarnya, berapapun – premi asuransi yang dibeli 
b)tidak bisa memperoleh pertanggungan lebih dari satu perusahaan asuransi untuk objek yang sama
2. Insurable interest.
didasarkan atas kepentingan : a)jiwa ayah, keluarga mempunyai kepentingan ekonomi, b)gudang penting untuk disewakan, c)mobil penting untuk transport, d)sebuah bola tidak penting sebab disepak-sepak dll.
3. Subrogation
perusahaan asuransi berhak atas kas yang diterima dari pihak lain dari objek asuransi. Contoh : ganti rugi kebakaran yang diberikan pihak yang bersalah dll.
4. Utmost good faith
kepercayaan, kejujuran, dan representasi
(pernyataan) atas warranty (klausul/syarat kondisi).Bila ada penyembunyian = perusahaan asuransi bisa menolak atau premi ditambah. Kesalahan data setelah polis (teken kontrak) boleh diperbaiki.
Jenis industri asuransi :
Ø      Asuransi personal contoh : kematian, kecelakaan, pemecatan dll
Ø      Asuransi properti : kecelakaan yang bisa menanggung resiko properti, contoh : kebakaran, kerusakan dll
Ø      Asuransi wajib :  asuransi kecelakaan lalu-lintas dll
Ø      Asuransi sukarela : bebas
Ø      Asuransi publik dan swasta
Reasuransi : kerjasama dua perusahaan asuransi untuk menanggung resiko yang nilainya besar, atau membeli asuransi dari perusahaan asuransi lain. Ceding compani : yang mentransfer/menjual resiko asuransi. Reinsurer : yang menerima/membeli. Line/retensi : bagian yang dipertahankan oleh ceding. Cession : bagian yang dijual. Retrocession : proses mentranfer resiko.
General insurer : asuransi umum untuk properti dan kecelakaan.
Perusahaan adjuster : perusahaan yang fokus pada estimasi kerugian kecelakaan. Konsultan aktuaria : fokus menghitung premi asuransi.
Perusahaan asuransi melakukan fungsi :
Ø      Produksi : penjualan - pemasaran
Ø      Underwriting : memilih jenis resiko yang akan ditanggung objek
Ø      Cara penentuan premi : 1)menghitung kerugian yang diperkirakan untuk kelas resiko tertentu, 2)ditambah target keuntungan, 3)menghitung jumlah eksposur (kontrak) yang akan diperoleh, 4)membagi kerugian yang diharapkan dengan jumlah kontrak. Contoh : perusahaan asuransi akan membayar kerugian karena kecelakaan mobil yang mencapai Rp1 M per tahun. Diperkirakan akan diperoleh 1000 kontrak. Target laba dan cadangan biaya Rp200 ribu per kontrak. Besar premi : a)premi sebelum target laba = Rp1 M per 1000 = Rp1 juta. b)premi setelah laba masuk = Rp1 jt + Rp200 ribu = Rp1,2 jt.
Sifat-sifat premi yang ideal :
v      tidak terlalu tinggi atau rendah
v      adil untuk semua nasabah
v      bisa direvisi
v      mendorong usaha pencegahan kerugian, bukan sebaliknya
v      memperhitungkan tingkat resiko, atau perilaku tidak hati-hati (moral hazard), caranya : yang moral hazardnya tinggi membayar premi lebih tinggi.
Manajemen klaim asuransi :
1)inspeksi lapangan
2)menentukan besar kerugian
3)menentukan besarnya penyesuaian
4)menyetujui & membayar klaim.
Petugas yang melakukan inspeksi lapangan adalah = adjuster, atau boleh pihak independen. Investasi perusahaan asuransi jiwa lebih banyak ke obligasi dan hipotik karena aman dalam jangka panjang. Sementara, asuransi properti dan kecelakaan = ke saham biasa atau preferen.  Instrumen Forward adalah instrumen derivatif yang paling tua. Contoh : kurs forward tiga bulan mendatang = menyediakan rupiah sebesar nilai kontrak bila  nilai kurs berubah. Hedging forward = hedging terhadap tingkat bunga, yaitu perhitungan perubahan tingkat bunga dan kurs sehingga tidak akan mengakibatkan, kerugian atau keuntungan pada posisi total. Biasa dipakai untuk portofolio obligasi. Kelemahan forward : 1)dijual di pasar over the counter (tanpa toko resmi) : fleksibilitas tinggi menyebabkan variasi tinggi, 2)produk tidak standar cenderung sulit diperdagangkan, 3)biaya transaksi tinggi, 4)resiko default (rekanan tidak bayar) tinggi. Future didesain mengurangi dua kelemahan forward (1)standarisasi kontrak, meliputi besar kontrak (1 kontrak 3 juta, 2 kontrak 6 juta dst), jatuh tempo future tiap bulan tertentu, kualitas produk (contoh : kopi kualitas A, rokok B dst), (2)marking to market (penyesuaian har-ga pasar) tiap hari dan melalui Bursa resmi. Pedagang yang tidak cukup kuat dan mempunyai posisi rugi, bisa keluar dari kontrak sebelum jatuh tempo (bisa diperdagangkan). Jika penjual/pembeli default, bursa yang menanggung. Opsi : hak untuk membeli/menjual aset/kontrak pada harga tertentu (call = membeli, put = menjual). Harga tertentu disebut harga eksekusi. Dengan opsi potensi kerugian diatasi dengan cara uang muka saham = opsi di muka. Karena boleh bayar uang muka saja, kerugiannya hanya sebesar uang muka.
Fischer Black dan Myron Scholes = formula nilai premi opsi dipengaruhi :
Ø      harga aset saat ini dan harga eksekusi
Ø      jangka waktu, makin lama periode, makin tinggi harga opsi volatilitas, makin tinggi volatilitas, makin tinggi kemungkinan harga aset untuk berubah, naik/turun. Jika saham, kenaikan volatilitas akan menaikkan resiko saham tidak berlaku untuk opsi
Ø      tingkat bunga bebas resiko. Beli opsi bisa dianggap seperti membeli harga aset dengan harga eksekusi. Semakin besar tingkat bunga, makin besar bunga tabungan, makin tinggi opsi call. Makin rendah opsi putnya.
Ø      jika dividen dibayarkan, harga saham turun, nilai opsi call turun, opsi put naik.
Resiko Swap = pertukaran aliran kas antara dua pihak. Untuk melindungi resiko perubahan tingkat bunga, dilakukan swap. Menghilangkan resiko kredit, contoh : jika bank menjual kredit ke pihak lain. Teknik lain = SEKURITASI. Yaitu : bank memberi kredit KPR kepada nasabah, KPR digabung, bank menerbitkan obligasi, dijual ke investor. KPR sebagai jaminan obligasi tsb.
Lain-lain derivatif = future atas future untuk resiko cuaca. Dll. Instrumen derivatif cenderung lebih komplek dari instrumen tradisional. Manajemen kualitas ingin memperbaiki kualitas output melalui pengendalian operasional. Jaminan mutu adalah sistem menyeluruh untuk menjaga dan mencapai kualitas : (a)rekayasa kualitas : proses dan desain produk, (b)pengendalian kualitas, inspeksi standar.
Six Sigma : mengelola produk rusak dan penyimpangan, secara sistematis bekerja menghilangkan hal tsb. Dipelopori Bill Smith dari motorola. 2 metodenya : 1)DMAIC = memperbaiki yang di bawah standar dan secara gradual,  (2)DMADV = untuk proses atau output baru. Lima peranan six sigma :
1.pimpinan puncak menetapkan visi,
2.champion = melaksanakan fungsi six sigma,
3.master black belts = ditunjuk oleh champions sebagai pakar menggunakan statistik membantu sabuk hitam/hijau,
4.pemegang sabuk hitam =  melaksanakan proyek spesifik,
5.pemegang sabuk hijau = karyawan biasa.
Tujuan dari perbaikan proses bisnis lebih pada perubahan radikal, bukan gradual.
Michel Hammer /James Champi = perbaikan proses bisnis harus revolusioner. Jika situasi menjadi tidak terkendali, maka perbaikannya agar kembali ke situasi normal.

RESIKO MANAJEMEN
Manajemen resiko yang ideal, dalam suatu organisasi, mencakup 3 kunci : formal dan sistematis, terintegrasi, dan komprehensif. Formal dan sistematis = secara resmi, sadar, didukung manajer puncak. Terintegrasi = menyatu. Komprehensif = bukan parsial.  Infrastruktur keras = ruang kerja, komputer, mobil, dan struktur organisasi. Infrastruktur lunak : budaya hati-hati, responsive dll.
Perbandingan paradigma baru-lama dalam mengelola resiko :
Lama : 1)pengelolaan resiko dilakukan secara terpisah oleh masing-masing unit, 2)ad-hoc (diadakan bila perlu),  3)fokus sempit, terutama kepada yang diasuransikan.
Baru : 1)terintegrasi dengan pekerjaan,  2)kontinyu,  3)fokus luas, semua jenis resiko.
Proses manajemen resiko baru :
1.       mengidentifikasi semua resiko dan meranking
2.       sesi brainstorming = menggabung ide manajer – konsultan
3.       menghitung probability  dampak resiko secara kuantitatif
4.       menggunakan ukuran yang mudah, misalnya VAR
5.       mengawasi ketidak-konsistensian, efek diversifikasi, kesempatan, dan penghematan pendanaan resiko.
Mekanisme kontrol : 1)tidak ada orang yang mempunyai kekuasaan berlebih untuk mengambil resiko atas nama perusahaan, 2)memastikan tidak ada pemusatan kekuasaan pada satu/dua orang saja, 3)menetapkan limit,  4)mengawasi aliran kas,  5)sistem insentif tepat yang mendorong perilaku positif,  6)target yang sesuai strategi, misalnya : target pertumbuhan 25%, industri tumbuh 5%, menyebabkan perilaku resiko tinggi mengejar target.
Budaya sadar resiko :
1.       sisi keras à pengukuran resiko secara kuantitatif, instrumen dan struktur organi sasi serba kuantitatif
2.       sisi lunak à perilaku hati-hati, komunikasi terbuka, diklat, evaluasi dan insentif.
Kegiatan bisnis perbankan tradisional fokus pada menarik dana dan meminjamkan. Bank mendapat interest (bunga kredit). Ada 2 resiko : 1)resiko kredit (passive), 2)resiko likuiditas (aktiva).
Konsep residual income = menghitung laba dikurang beban. Shareholder Value Added (SVA) = pendapatan operasi dikurangi beban untuk modal (resiko modal). Resiko pasar, terjadi karena harga bergerak ke arah yang tidak menguntungkan (VAR). Resiko kredit individu lebih mudah diprediksi daripada kredit komersial.
Manajemen resiko kredit :
a.       mentransfer resiko kredit dengan menjual kredit
b.       dengan SVA.
Termasuk resiko operasional = bergantung pada otomatisasi transaksi (mesin ATM) cenderung meningkatkan resiko (COSO). Pertanian di Kanada bisa mengasuransikan resiko cuaca. Latar belakangnya :
1)iklim Kanada yang dingin/es
2)eksposur cuaca tidak mungkin dikelola internal (per perusahaan) sebab cuaca adalah eksternal
3)Willis : menggabung eksposur cuaca dengan resiko lain (kecelakaan) menjadi eksposur gabungan.
Lebih banyak eksposur, resiko menjadi lebih ringan.

No comments:

Post a Comment