Monday, January 24, 2011

Tata Krama di sekolah dan masyarakat


1. Komunikasi sebagai sifat alami manusia
Komunikasi dengan orang lain dalam pergaulan merupakan arena yang paling banyak menuntut diterapkannya tata krama. Oleh karena itu banyak orang berkata bahwa tata krama dan komunikasi dalam pergaulan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
2. Tata Krama Berkenalan
Tata krama berkenalan dan bertamu cukup beragam antar suku, wilayah dan bangsa. Para siswa seyogyanya mengetahui aturan-aturan umum yang disepakati pada masyarakat umumnya, sedangkan penerapannya disesuaikan dengan kondisi yang berlaku.
3. Tata Cara Bertamu
Jika hendak bertamu ke rumah orang, hendaknya anda dating pada waktu yang tepat, tidak pada waktu istirahat. Sebaliknya keinginan anda disampaikan terlebih dahulu melalui telepon atau surat, jika keadaan memungkinkan. Kalau anda mengetuk pintu sebaiknya hanya tiga kali dengan suara yang wajar jangan seperti orang menggedor pintu.
4. Tata Cara Berbicara
Cobalah anda renungkan berapa banyak kata yang anda keluarkan dalam satu hari, dan ingatlah dengan pepatah “berkata pliharalah lidah”  hati-hatilah dalam berbicara agar tidak mengakibatkan suatu hal yang tidak menyenangkan di kemudian hari.
5. Tata Cara Surat Menyurat
Para siswa sekarang sudah pandai menulis surat. Kaum remaja sangat gemar mengirim surat dan membalasnya. Ada aturan-aturan umum yang lazim agar isi surat anda terhindar dari hal-hal yang tidak dikehendaki orang. Perhatikanlah kertas surat dan amplop yang akan anda gunakan. Pakailah tinta hitam atau biru dalam menulis surat. Janganlah memakai tinta merah atau pensil.
B. Tata Krama dalam Penampilan

6. Cara Bersolek dan Menggunakan Perhiasan
Setiap siswa hendaknya berpenampilan sesuai denga peraturan sekolah, sesuai dengan tata krama kesopanan, rapih dan pantas. Selain itu tampak kurang pantas jika bersolek berlebihan.
7. Cara Berpakaian
Siswa yang mengatur rambutnya dengan rapih dan pantas akan memperlihatkan keserasian. Busana yang warna serta modelnya aneh hanya cocok dipakai di pesta ulang tahun atau pesta.
8. Ukuran Ketampanan
 
Ketampanan pria lebih ditentukan oleh sifat yang penuh dengan tanggung jawab, percaya diri, siap sedia melindungi, kejantanan hati, sikap sportif atau satria, kepekaan rasa dan rela berkorban.
9. Cara Berjalan Bersama
Jika seorang pria berjalan dengan seorang wanita hendaknya pria berada pada jalur lalu lintas, sedang kan wanita selalu berada pada posisi terlindung.
10. Cara makan
Tata cara makan merupakan unsur yang paling penting dalam tata krama. Tata cara makan berbeda dari tempat ketempat. Oleh karena itu,perlulahanda menanyakan tata cara makan dilingkungan yang belum pernah anda ketahui

11.TATA KRAMA DALAM PERGAULAN
         Tata krama dalam pergaulan merupakan aturan kehidupan yang mengatur hubungan antar sesama manusia. Tata krama pergaulan berkaitan erat dengan etiket atau etika. Kata etiket berasal dari bahasa perancis Etiquette yang berarti tata cara bergaul yang baik, dan etika berasal dari bahasa latin Ethic merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut Budaya, Susila dan Agama.
        Dasar - dasar etiket terdiri dari : 1. Bersikap sopan dan ramah kepada siapa saja. 2. Memberi perhatian kepada orang lain. 3. Berusaha selalu menjaga perasaan orang lain. 4. Bersikap ingin membantu. 5. Memiliki rasa toleransi yang tinggi. 6. Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam situasi apapun.        
Jadi pada prinsipnya dalam etiket anda harus ' Selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain '(Always wants to please anybody)' .
        Manfaat etiket dalam kehidupan seorang manusia adalah : 1. Membuat anda menjadi disegani, dihormati, disenangi orang lain. 2. Memudahkan hubungan baik anda dengan orang lain (Better Human Relation). 3. Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi. 4.
Menjadikan anda dapat memelihara suasana yang baik dalam berbagai lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, pergaulan, dan tempat dimana anda bekerja. 

  12. Etiket Timur Dan Etiket Barat '        
        Etiket sangat dipengaruhi oleh adat istiadat ( tradisi ) dimana hal itupun dipengaruhi oleh budaya, kehidupan sosial, keadaan lingkungan, dsb. Jadi etiket setiap daerah tidak akan sama bahkan mungkin akan bertentangan seperti :
1. Sikap tangan ketika bersalaman. 2. Cara menatap mata sewaktu berjabat tangan. 3. Cara memberi sambutan. 4. Sikap tubuh ketika menerima sesuatu, misalnya : Menerima sesuatu dengan tangan kiri.        
Etiket bangsa sendiri merupakan hal yang harus anda ketahui, namun ada baiknya bila anda mengetahui etiket bangsa lain, sebab hal tersebut pasti akan bermanfaat bagi pergaulan anda, karena anda dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dimanapun berada.

 13. ' If you are in Rome do as the Romans do '

        Hal - hal yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial seorang indifidu antara lain : 1. Self Confidence yang baik akan memperkuat rasa percaya diri anda. 2.
Self Control, merupakan cara mengontrol terhadap kesabaran, kemarahan dan rasa tidak puas, sehingga anda tidak mudah terpancing oleh emosi dalam situasi apapun.
3.
Body language (Bahasa Tubuh), merupakan hal yang dapat dimengerti oleh setiap orang, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu faktor yang akan mempengaruhi hubungan sesama manusia.
4.
First Impression, adalah pandangan (Penilaian) seseorang terhadap seorang individu yang didapatkan dari kesan pertama, dan kesan ini akan mempengaruhi penilaian dalam hubungan selanjutnya.

 14. ' You will get a second chance to make the first impression ',

oleh karena itu ketika anda berjumpa dengan orang baru berusahalah untuk memberi kesan yang baik.
        Hal - hal yang dapat dilakukan untuk memupuk rasa percaya diri : 1. Sediakan selalu waktu untuk membaca mengenai berbagai pengetahuan umum. 2. Ikuti setiap berita aktual yang ada. 3. Perdalamlah setiap bidang ilmu yang anda kuasai. 4. Janganlah segan untuk bertanya apabila anda tidak mengerti. 5. Siap menerima kritik membangun. 6. Memperhatikan saran - saran penampilan yang disampaikan untuk anda. 7.
Siapkan diri anda agar berani berdiskusi, hal tersebut sebagai upaya untuk menguji apakah pendapat kita dapat diterima oleh suatu lingkungan tertentu.
8. Anda harus banyak bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat. 9. Melatih diri dalam berbagai macam keterampilan. 10. Mempelajari berbagai bahasa asing ataupun daerah untuk digunakan secara aktif ataupun pasif.         Ciri seorang individu yang memiliki Tata Krama yang baik : 1. Memiliki rasa percaya diri ketika menghadapi masyarakat dari tingkat manapun. 2.
Tingkah laku dan ucapannya selalu mempertimbangkan serta mencerminkan perhatian kepada orang lain.
3.
Bersikap sopan, ramah dan selalu menunjukkan sikap yang menyenangkan dan bersahabat dengan orang lain.
4.
Bisa menguasai diri sendiri dan selalu berusaha tidak menyinggung, mengganggu, menyakiti perasaan dan pikiran orang lain.
5.
Selalu berusaha tidak mengecewakan, membuat gusar apalagi membuat marah orang lain, walaupun diri sendiri dalam keadaan sedih, kesal, lelah ataupun jenuh.

  15. ' Etiket Perkenalan '      
 
Suatu hubungan antar individu biasanya dimulai dengan suatu perkenalan, dan hal ini mungkin akan menjadi pertemuan pertama yang akan melahirkan 'First Image' dan hal ini akan mempengaruhi penilaian seseorang pada hubungan selanjutnya.
        Cara mengenalkan : 1.
Pada waktu mengenalkan orang, ucapkan namanya dengan jelas, dan apabila tidak terdengar jelas tanyakan sekali lagi.
2.
Tipe individu terdiri dari introvert dan extrovert oleh karena itu pada waktu mengenalkan seseorang berikan sedikit informasi mengenai orang tersebut.
3. Lakukan Personal Contact dengan cara sebagai berikut :   - Jabatlah tangannya dalam waktu 3 - 4 detik.   - Pandanglah mata orang yang diperkenalkan pada anda.   - Tersenyumlah.   - Tubuh sedikit dibungkukkan kedepan.         Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam suatu perkenalan : 1. Orang yang lebih muda diperkenalkan kepada yang lebih tua. 2. Seorang pria diperkenalkan kepada wanita. 3.
Wanita dikenalkan kepada pria, apabila pria itu orang yang perlu dihormati seperti : Kepala Negara, Menteri, Gubernur, Duta Besar, Ulama/Tokoh agama atau pria yang jauh lebih tua Lebih kurang 20 tahun.
4. Anda boleh mengenalkan diri terlebih dahulu apabila hal tersebut sekiranya diperlukan. 5. Hindari perkenalan ditempat yang ramai seperti : Jalan raya, pasar, lift, restoran, dsb.         Hal - hal yang dapat dilakukan ketika sedang diperkenalkan : 1.
Pada waktu diperkenalkan wanita tidak perlu berdiri, kecuali bila menghadapi orang - orang yang pantas dihormati seperti yang sudah diterangkan terlebih dahulu.
2. Pada waktu menyambut tamu - tamu tuan dan nyonya rumah harus berdiri. 3. Tamu yang akan pulang harus diantar sampai ke depan pintu oleh tuan dan nyonya rumah. 4. Seorang pria harus berdiri pada waktu :   - Berjabat tangan dengan wanita atau pria.   - Seorang wanita memasuki ruangan.   - Seorang wanita mendekati ia duduk.   - Seorang wanita yang duduk disampingnya berdiri akan meninggalkan tempat.        
16.  ' Etiket Dalam Percakapan '
 
Percakapan merupakan unsur penting dalam hubungan sesama manusia, nilai suatu percakapan akan mempengaruhi suasana dan kelanjutan dari suatu hubungan. Dalam menciptakan suatu percakapan yang menyenangkan diperlukan seni tersendiri dan hal inipun memerlukan etika tersendiri.
        Communication Field terdiri dari : 1. Facial Expression. 2. Body Position. 3. Good ( Clear ) Voice.





PAGI itu, menyadari memiliki tugas tambahannya sebagai guru piket, seorang guru bergegas memasuki ruang kelas. Tujuannya sangat mulia: menyampaikan tugas yang dititipkan seorang guru yang berhalangan masuk kepada para siswa yang menjadi ampuannya.
Langkah semacam ini cukup strategis untuk menyelamatkan anak-didik agar tetap melakukan pembelajaran secara mandiri, sekaligus ”membungkam” kalau mungkin terjadi kegaduhan yang praktis mengganggu kelas lain.
Celakanya, bukannya respons sekadar ikut prihatin yang semestinya ditunjukkan para siswa, namun malah sorak kemenangan hanya karena Bu Guru pagi itu tidak jadi memberikan ulangan seperti yang dijanjikan. Sungguh, para siswa seperti tidak pernah terlatih memberikan empati secara imajinatif, semisal: pagi itu Bu Guru berhalangan hadir karena harus mendekap anaknya antre menunggu obat di puskesmas. Kalau kita mau merenung sejenak: apakah ini bukan gambaran serpihan paradoksal yang luput dari perhatian serius kita?
Menjadi rasional ketika orang tua seorang guru meninggal, guru yang lain tidak tega menyampaikannya di hadapan murid. Takut mendapat respons getir, menyakitkan. Kondisi semacam ini sangat menuntut teknik komunikasi tinggi agar harga diri guru tidak jatuh menggelepar di hadapan anak-didik. Di wilayah inilah kita bisa mengambil hikmah, bagaimana seorang guru senantiasa dituntut kampiun menyampaikan pesan-pesan moral agar anak-didik lebih bisa memberikan apresiasi yang semestinya.
Namun, realitas yang terjadi masih jauh dari harapan. Rasa empati siswa mustahil ditumbuhkan kalau perilaku para pendidik kurang menunjukkan keteladanan yang berarti. Guru yang sering terlambat masuk kelas, mudah meledakkan emosi, kurang pintar menerangkan, menyampaikan materi terlalu text-book, berwawasan sempit, suka meneror, gagal menjaga wibawa, serta sederet kelemahan lain, akan menyulut terjadinya degradasi tata krama.
Degradasi tata krama tidak hanya mudah kita temukan di lembaga pendidikan kita. Beberapa teman yang bekerja di industri mapan pernah mengeluhkan kesan serupa. Secara bergurau, seorang teman yang saban hari selalu berdasi mengeluh: sebelum kantornya kemasukan para siswa PKL, bau kamar kecilnya terjaga. Tetapi baru dua hari ada siswa magang di sana, berembus bau macam-macam. Tentu bukan rasa stroberi.
Ketika ada siswa magang yang bernasib sial menabrak pagar pada waktu mengendarai mobil, bukannya improvisasi rasa maaf yang muncul, tapi malah sikap ngotot ingin segera mengganti beban kerugian. Pernyataan-pernyataan yang secara tersirat maupun tersurat mengklaim pentingnya mempertahankan tata krama sebagai syarat kepemilikan adanya SDM yang unggul dan komparatif, semestinya tidak tersekap dalam wacana. Guru sebagai pendidik dan siswa sebagai subjek didik harus menyadari peran maksimalnya masing-masing.
Dalam bahasa sederhana: jika para guru mampu memberikan yang terbaik kepada para anak-didiknya, niscaya para siswa akan tahu diri sebatas apa memberikan imbalan apresiasi. Sebaliknya jika tidak memahami secara holistik terhadap perannya, akan bergegas berkaca: yang kami kerjakan belum apa-apa.

 18.  PENGERTIAN ETIKA
Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain.
Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
- Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam
berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

- Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang
tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang
dapat ditentukan oleh akal.
-          Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.





19.Tata Krama dalam Kehidupan
Sebagai seorang muslim kita untuk bertata krama dalam kehidupan sehari-
hari. Tata krama, artinya aturan tingkah laku berdasarkan nilai-nilai
kesopanan yang islami. Tata krama tidak hanya kepada orang lain,
tetapi untuk diri sendiri. Islam selalu mengajarkan kerapian,
kebersihan, dan ketertiban juga selalu mengajarkan keramahan,
kesopanan, dan kesantunan.
Untuk itu, kita diwajibkan melaksanakan
ajaran ini. Sekarang apakah kamu
su
20. Manusia, Masyarakat, dan Ketertiban
  Manusia  dilahirkan  dan  hidup  tidak terpisahkan satu sama lain, melainkan berkelompok. Hidup berkelompok ini merupakan kodrat manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Selain itu juga untuk mempertahankan hidupnya, baik terhadap bahaya dari dalam maupun yang datang dari luar. Setiap manusia  akan  terdorong melakukan  berbagai  usaha   untuk  menghindari  atau melawan dan mengatasi bahaya-bahaya itu.
    Dalam    hidup   berkelompok   itu   terjadilah    interaksi antar manusia.   Kalian  juga   senantiasa   mengadakaninteraksi dengan teman-teman  kalian,  bukan?  Interaksi yang kalian lakukan pasti ada kepentingannya, sehingga bertemulah  dua   atau  lebih   kepentingan.   Pertemuan kepentingan tersebut disebut  “kontak“.  Menurut  Surojo Wignjodipuro, ada dua macam kontak, yaitu :
1.
Kontak yang menyenangkan, yaitu jika kepentingan-kepentinganyang bertemu saling memenuhi. Misalnya, penjual bertemu dengan pembeli.
2. Kontak yang tidak menyenangkan, yaitu jika kepentingan-kepentingan yang bertemu bersaingan atau berlawanan.   Misalnya,   pelamar  yang bertemu dengan pelamar yang lain, pemilik barang bertemu dengan pencuri.

     Mengingat banyaknya kepentingan, terlebih kepentingan antar pribadi, tidak mustahil terjadi konflik antar sesama manusia, karena kepentingannya saling bertentangan. Agar kepentingan pribadi tidak terganggu dan setiap orang merasa merasa aman, maka setiap bentuk gangguan terhadap kepentingan harus dicegah. Manusia selalu berusaha agar tatanan masyarakat dalam keadaan tertib, aman, dan damai, yang menjamin kelangsungan hidupnya.
    
Sebagai   manusia    yang   menuntut   jaminan            


kelangsungan hidupnya,  harus diingat pula  bahwa
manusia adalah mahluk sosial.Menurut Aristoteles,
manusia itu adalah Zoon Politikon, yang  dijelaskan
lebih lanjut oleh  Hans Kelsen “man is a social  and
politcal  being”  artinya  manusia itu adalah  mahluk
sosial yang dikodratkan hidup dalam  kebersamaan
dengan sesamanya dalam masyarakat, dan mahluk
yangterbawa oleh kodrat sebagai mahluk   sosial itu
selalu berorganisasi.            


     Kehidupan     dalam    kebersamaan      (ko-eksistensi)
berarti   adanya   hubungan   antara   manusia    yang satu
dengan manusia yang lainnya. Hubungan yang   dimaksud
dengan hubungan sosial (social relation) atau relasi  sosial.
Yang dimaksud hubungan sosial  adalah  hubungan   antar
subjek yang saling menyadari kehadirannya masingmasing.
Dalam hubungan sosial  itu  selalu  terjadi  interaksi  sosial
yang mewujudkan jaringan relasi-relasi sosial (a web of social relationship) yang disebut sebagai masyarakat. Dinamika kehidupan masyarakat menuntut cara berperilaku antara satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu ketertiban.
     Ketertiban didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat berlain-lainan karena norma-norma yang mendukung masing-masing tatanan mempunyai sifat yang tidak sama. Oleh karena itu, dalam masyarakat yang teratur setiap manusia sebagai anggota masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah, atau peraturan hidup yang ada dan hidup dalam masyarakat.


dah berpakaian rapi? Apakah kamu
sudah berlaku ramah dan sopan terhadap orang lain? Islam selalu
mengajarkan pengikutnya mencontoh Nabi Muhammad saw. Karena beliau
adalah sebaik-baik manusia yang memiliki akhlak. Untuk itu, contohlah
beliau.
Dalam kehidupan sehari-hari umat Islam harus bertata krama dengan
baik. Baik bergaul dengan keluarga sendiri, orang lain, maupun
lingkungan. Islam tidak memandang harta , jabatan, golongan, suku, dan
kedudukan lainnya Islam hanya




2 comments:

Iklan